The Handsome Doctor Is My Husband!

The Handsome Doctor Is My Husband!
19



Tidak lama dari itu, seorang dokter mendatangi ruang perawatan Calvin dan ingin memberikan suntikan pereda sakit untuk Calvin. Pada saat dokter itu ingin menyuntikan pereda nyeri, Calvin merasa ada yang tidak beres.


"Tunggu sebentar dok. Saya sangat ingin ke toilet."


"Ok, baiklah."


Ia berjalan menuju toilet dan melewati Tiffany, lalu Calvin membisikan sesuatu lepada Tiffany.


"Aku merasa ada yang tidak beres dengan dokter ini." ucap Calvin dengan berbisik.


"Hah?" jawab Tiffany.


Calvin pun tidak bisa menjelaskan banyak hal, ia segera berjalan menuju toilet. Setelah keluar dari toilet, Calvin tidak meluhat keberadaan Tiffany. Disaat itu Tiffany pergi keluar untuk mencari bantuan.


"Sus, apakah pasien dengan nomor kamar 1234 hari ini mendapatkan jadwal suntik pereda nyeri?" tanya Tiffany.


"Sebentar ya saya cek dulu." jawab suster tersebut.


Kemudian, suster tersebut mengecek melalui komputernya.


"Pasien dengan nomor kamar 1234 hari ini belum bisa mendapatkan suntikan pereda nyeri, hari ini ia hanya disuruh beristirahat. Dengan kata lain, pasien tersebut tidak akan menerima suntikan apapun." jawab suster tersebut.


"Lalu, tadi ada seorang dokter yang ingin menyuntikan pereda nyeri untuk suami saya." sambung Tiffany.


"Hah? Bagaimana bisa? Mari saya bantu cek." ucap suster tersebut.


Tiffany dan suster tersebut segera menghampiri ruang perawatan Calvin, dan suster tersebut juga mendapati seseorang yang sedang menyamar sebagai seorang dokter. Begitu dipergoki, dokter gadungan tersebut dengan ceoat melarikan diri tanpa menyuntikan apapun ke Calvin. Jika mereka telat 10 detik untuk datang ke kamar itu, entah bagaimana nasib Calvin sekarang. Karena setelah diperiksa, suntikan tersebut mengandung obat tidur yang sangat tinggi.


Setelah melewati kejadian ini, Tiffany dan Calvin semakin merasa kalau orang yang menjatuhkan Tiffany dan mencelakai Calvin adalah orang yang sama dan dekat dengan mereka.


"Kita tidak bisa bergerak lambat, orang tersebut bisa menghancurkan kita terus menerus." ucap Tiffany.


"Apaah ada seseorang yang kamu curigai?" tanya Calvin.


"Tidak ada, apakah kamu ada mencurigai seseorang?" tanya Tiffany.


"Maafkan aku, tapi aku sedikit mencurigai adik kamu. Entah kenapa aku merasa ini semua ada hubungannya dengan Theo." ucap Calvin.


"Theo? Tidak mungkin dia melakukan ini."


Calvin tahu kalau Tiffany tidak akan mudah mempercayai ini semua. Namun, Calvin akan mencari bukti dan menunjukan kepada Tiffany tentang yang sebenarnya terjadi. Begitu keluar dari rumah sakit, Calvin langsung menemui Jason lagi dan kembali bertanya 'siapa yang memberi kontrak pernikahan itu?' Karena tahu Jason tidak akan memberikan jawaban yang dia inginkan, Calvin terpaksa mengancam Jason.


"Jika ayah tidak memberitahu, aku akan mengatakan kalau ayah pernah menghina aku dan keluarga aku." ucap Calvin.


Karena Calvin sudah mengancam, Jason akhirnya memberitahu apa yang Calvin ingin ketahui.


"Theo." jawab Jason.


Sudah kuduga, ini semua pasti ada hubungannya dengan Theo. batin Calvin.


"Bagaimana dia bisa mengetahuinya?" tanya Calvin


"Sekarang Theo menduduki posisi Tiffany dan bekerja diruangan Tiffany, suatu ketika dia ingin mencari dokumen untuk perusahaan. Namun malah menemukan kontrak pernikahan kalian yang belum sempat dibawa oleh Tiffany." ucap Jason.


"Baiklah, aku rasa ayah juga harus memberitahukan hal ini ke Tiffany." ucap Calvin.


"Mengapa dia hrus mengetahui hal ini?" tanya Jason.


Akhirnya Calvin pun menjelaskan rasa kecurigaannya ini terhadap Theo. Ia memberitahu kalau kemungkinan Theo lah yang menjatuhkan SS Cosmetics dan menjelekan nama Tiffany. Serta selain itu, Theo juga lah yang berniatan membuat Tiffany dan Calvin celaka. Mendengar hal tersebut, Jason langsung merasa terkejut dan sedih. Ia bingung mengapa di dalam keluarganya bisa terjadi perang saudara.


"Lebih baik kita mencari bukti terlebih dahulu, baru nanti kita beritahu ke Tiffany." ucap Jason.


"Baiklah."


Keesokan harinya setelah ditelusuri lebih dalam, orang tersebut bernama Evan. Tanpa berlama-lama, Calvin dan Jason langsung menemui orang tersebut.


"Siapa kamu? Mengapa kamu melakukan ini semua?" tanya Calvin.


"Apa maksud kalian?" jawab Evan.


"Menyebarkan rumor tidak berdasar terhadap SS Cosmetics, menjatuhkan Tiffany, serta mencelakai Tiffany dan aku." ucap Calvin.


"Aku sungguh tidak mengerti maksud kalian."


"Siapa yang menyuruh kamu melakukan itu semua?"


Seketika itu, Evan langsung segera meninggalkan Calvin dan Jason. Ia tidak mau berurusan lagi dengan ini semua. Evan juga sudah tidak disuruh melakukan hal jahat lagi oleh Theo. Begitu melihat Evan yang ingin melarikan diri, Calvin dengan cepat menahannya. Ia menarik tangan Evan dan kembali bertanya dengan baik-baik.


"Apakah yang menyuruh kamu bernama Theo?" tanya Calvin.


"Aku sungguh tidak mengerti dengan apa yang kamu katakan." jawab Evan.


"Baiklah jika kamu tidak mau mengaku, biarkan polisi saja yang mengungkap kebenarannya." ucap Jason.


Mendengar ancaman tersebut, Evan langsung ketakutan dan tanpa secara tidak langsung ia memberitahu orang yang menyuruhnya melakukan semua perbuatan jahat tersebut.


"Ehh... Aku akan memberitahu." ucap Evan.


"Cepat katakan. Apakah Theo orangnya?" tanya Calvin.


"Aku akan mengatakannya, namun kalian harus berjanji untuk tidak melaporkan aku ke polisi." jawab Evan.


"Baik, cepat beritahu kita." ucap Jason.


"Memang benar Theo yang menyuruh aku melakukan semua itu. Bahkan, ada satu rencana lagi yang belum berhasil ia jalankan." jawab Evan.


"Rencana apa itu?"


"Ia ingin membuat Tiffany diasingkan dari keluarganya."


Mengetahui hal tersebut, Jason sangat geram dengan perbuatan Theo. Ia bergegas menemui Theo dan menamparnya.


"Apa maksud kamu?"


Theo yang sedang asik bekerja pun bingung dengan apa yang terjadi, mengapa ayahnya memukul dirinya.


"Ayah, apa yang terjadi?" tanya Theo.


"Kamu tidak usah berpura-pura tidak tahu. Ayah sangat kecewa dengan kamu. Teganya kamu melakukan ini semua ke Tiffany dan SS Cosmetics." jawab Jason.


"Aku tidak mengerti." ucap Theo.


"Sekarang ayah ingin kamu keluar dari SS Cosmetics, dan menyerahkan dirimu ke polisi." ucap Jason.


"Ayah..."


"Kamu ingin menyerahkan diri atau aku yang laporkan?" tanya Jason.


"Kamu tega melihat aku masuk penjara?" ucap Theo.


"Aku sudah sangat kecewa dengan apa yang telah kamu perbuat. Kamu juga harus menanggung perbuatan yang sudah kamu lakukan." jawab Jason.


Setelah mengatakan itu, Jason juga menyuruh Theo untuk nengundurkan diri dari SS Cosmetics. Belum lama bekerja namun Theo sudah disuruh untuk meninggalkan perusahaan itu. Semua rencananya terasa sia-sia. Untuk meringankan hukumannya, dengan terpaksa Theo menyerahkan diri. Kemudian, Calvin segera memberitahu Tiffany tentang yang selama ini terjadi. Ia juga memberikan bukti agar Tiffany dapat mempercayainya.


Bersambung...