The Handsome Doctor Is My Husband!

The Handsome Doctor Is My Husband!
13



Tiffany disambut dengan sangat hangat oleh anggotak keluarga Calvin yang merupakan anggota keluarganya juga. Calvin meninggalkan Tiffany sebentar untuk mengambil barang miliknya. Namun, bukannya menemukan barang yang ia cari, Calvin justru menemukan gantungan kunci bintang laut yang diberikan oleh Tiffany pada saat masih kecil. Sekarang, hanya Calvin yang mengingat fakta kalau mereka dulu cukup dekat.


Flashback on.


"Tiffany, ayo kerjakan dulu soal yang ini. Jangan menggambar melulu." ucap Calvin.


"Tunggu sebentar, aku akan mengerjakannya setelah selesai menggambar ini." jawab Tiffany.


"Tiffany, kamu juga harus belajar untuk ulangan besok. Waktu yang kamu miliki untuk belajar sangat sedikit."


"Tenang saja Calvin, kamu tidak usah mencemaskan aku. Jika kamu mengajak aku berbicara, maka aku akan semakin lama menyelesaikan ini." jawab Tiffany.


Calvin hanya bisa meghela nafas saat mendengar perkataan yang dikeluarkan oleh Tiffany.


"Ayo Tiffany, aku sudah menunggu kamu sangat lama. Sekarang sudah saatnya mengerjakan tugas, itu bisa kamu lanjutkan


besok." ucap Calvin.


"Kamu ini! Mengganggu sekali. Mana buku PR aku?" ucap Tiffany.


Calvin memberikan buku PR Tiffany. Dan, Tiffany mengerjakannya secara asal karena tidak mengerti dengan materinya. Calvin yang melihat jawabannya pun langsung secara reflek menggeleng-gelengkan kepalanya. Semua jawaban yang diisi oleh Tiffany, ternyata salah. Calvin sangat frustasi dengan Tiffany.


"Apakah kamu tidak mengerti tentang perkalian?" tanya Calvin.


"Iya, bantulah aku."


Calvin pun menjelaskan segala materi yang ia pahami kepada Tiffany, dan Tiffany juga mendengarkannya dengan sangat teliti dan serius. Hingga saatnya hari ujian tiba. Tiffany mengerjakan seluruh pertanyaan dengan baik, namun tidak ada yang mengetahui hasilnya. Calvin dan Tiffany sangat tidak sabar untuk mengetahui nilai Tiffany. Dan tiba saatnya pembagian nilai ujian.


"Gisel... Tiffany..." ucap guru yang memanggil satu persatu muridnya untuk mengambil kertas ujiannya.


"YEYYY!!! 100." teriak Tiffany.


Calvin pasti bangga dengan aku jika mengetahui kalau aku mendapatkan nilai 100. batin Tiffany.


Setelah pulang sekolah, Tiffany langsung segera menghampiri Calvin ke kelas nya dan menunjukan nilai ujiannya. Mengetahui nilai Tiffany yang sempurna, Calvin juga berteriak kegirangan.


"YEY! Selamat Tiffany. Kedepannya kamu harus tetap rajin belajar." ucap Calvin.


Sesudah memberitahu Calvin tentang nilai ujiannya yang sempurna, Tiffany meninggalkan Calvin, ternyata Tiffany mendatangi sebuah toko mainan, ia ingin memberikan Calvin hadiah karena sudah membantunya mendapatkan nilai yang sangat bagus. Tiffany sangat bingung ingin membelikan hadiah apa untuk Calvin, dari sekian banyaknya mainan, Tiffany memutuskan untuk membeli gantungan kunci. Ia memilih gantungan kunci yang berbentuk bintang laut.


Keesokan harinya, Tiffany memberikan hadiah tersebut untuk Calvin, dan Calvin sangat senang dibelikan bintang laut karena ia menyukai bintang laut. Namun dihari itu, Calvin juga sedang bersedih karena keluarga mereka harus pindah keluar kota. Hal tersebut membuat Tiffany dan Calvin menjadi tidak dekat lagi. Sebelum keluar kota, Calvin sempat membuatkan sebuah surat untuk Tiffany. Surat tersebut berisikan tentang,


Pertama-tama, aku sangat berterima kasih kepada Tiffany karena sudah mau menjadi teman aku selama beberapa waktu kemarin. Aku sangat senang memiliki teman seperti kamu.


Kedua, aku ingin mengumumkan kalau aku akan pindah keluar kota karena urusan keluarga.


Ketiga, aku harap kita bisa saling mengenal saat sudah dewasa, kamu jangan pernah sampai melupakan aku ya.


Namun, sayangnya surat tersebut tidak sampai ke tangan Tiffany, karena Calvin tidak berani untuk memberikan kepada Tiffany. Semenjak kepindahan Calvin, mereka berdua tidak pernah mengobrol lagi. Kemudian, saat sudah dewasa mereka bertemu lagi secara tidak sengaja tanpa mengenal satu sama lain.


Flashback off.


 


"Calvin, apa yang kamu cari? Lama sekali." ucap ibu Calvin.


"Apakah kalian ingin makan malam disini?" tanya ibu Calvin.


"Kamu mau makan disini? Atau dirumah?" tanya Calvin kepada Tiffany.


"Tentu disini lah. Aku jarang makan masakan ibu." jawab Tiffany.


Ditengah-tengah asiknya makan bersama, ibu Calvin tiba-tiba menanyakan tentang hubungan mereka berdua. Ia khawatir jika nantinya dia tidak bisa me ggendong cucu karena anaknya tidak mau memiliki anak.


"Ibu tidak perlu khawatir, untuk urusan itu percayakan saja pada aku." ucap Tiffany.


"Sudahlah, kita makan dulu." sambung Calvin.


Kemudian, setelah selesai makan bersama, mereka berdua izin untuk pulang terlebih dahulu. Di mobil, Tiffany tertidur pulas, karena beberapa hari ini dia tidak bisa tidur dengan baik. Calvin memandangi wajah Tiffany saat sedang tertidur dan menanggapnya sangat cantik.


 


Keesokannya, di kantor, Tiffany bertemu dengan Grace. Ia kembali berkonsultasi dengan Grace tentang hubungannya. Kali ini, ia menanyakan bagaimana caranya memikat hati Calvin.


"Perkembangan hubungan kita sangat lama, apa yang harus aku lakukan?"


"Kamu harus membuat sebuah pergerakkan." ucap Grace.


"Apa itu?" tanya Tiffany.


"Kamu harus hadir disisi dia pada saat yang tepat dan harus juga memberikan dia banyak pujian. Biasanya jika diberikan kedua hal tersebut, pria bisa dengan gampang salah tingkah. Tetapi kamu harus menggunakan cara yang baik." jawab Grace.


"Ok, baiklah aku mengerti. Sekarang aku akan meninggalkan kantor, jika ada apa-apa telpon aku saja." ucap Grace.


"Eh..eh..eh. Kamu mau kemana? Apakah kamu mau ke rumah sakit?" ucap Tiffany.


"Betul, sekarang aku sudah merindukan Calvin. Sampai bertemu lagi, baii." ucap Tiffany.


Sebelum berangkat, Tiffany juga sudah memberitahu kepada Calvin kalau dirinya ingin datang berkunjung. Dan kebetulan Calvin sedang memiliki sedikit waktu luang. Hubungan mereka yang sekarang sudah tampak seperti bubungan pasangan suami istri lainnya diluar sana.


Di rumah sakit, Tiffany menghampiri Calvin dan mengajaknya makan siang bersama. Calvin yang tidak begitu sibuk pun akhirnya menyetujui permintaan Tiffany. Saat sedang makan bersama, tiba-tiba Alexa muncul dan mengganggu mereka berdua. Begitu melihat Calvin dan Tiffany di sebuah meja, Alexa langsung menhampiri keduanya. Tanpa disuruh, Alexa langsung duduk secara tidak sopan di sebelah Calvin.


"Hii Calvin." ucap Alexa.


"Mengapa kamu disini?" tanya Tiffany.


"Aku ingin makan disini." jawab Alexa sambil memandang Calvin dengan mata yang berbinar-binar.


"Calvin, mari kita pindah restoran." ucap Tiffany.


"Eh eh. Aku mau ikut." sambung Alexa.


Sudah sangat kesal dengan Alexa, Tiffany pun segera berdiri dan meninggalkan restoran tersebut, dan masuk ke dalam mobil. Melihat Tiffany pergi, Calvin juga langsung berdiri dan mengejar Tiffany. Namun, Alexa tetap mengikuti mereka berdua sampai masuk ke dalam mobil mereka berdua. Tiffany yang sudah sangat kesal pun tidak bisa berbicara apapun lagi.


"Sudah, tidak apa-apa. Kita biarkan saja dia ikut dengan kita. Aku tidak akan meninggalkan kamu." ucap Calvin secara berbisik untuk menenangkan kemarahan Tiffany.


Bersambung...