
Ia sangat sedih dengan akhir yang seperti ini, ia sudah berusaha sekuat tenaga agar bisa meluncurkan 'universe'. Namun, beberapa hari sebelum launching, SS Cosmetics mendapatkan masalah seperti ini.
Setelah Tiffany mengundurkan diri, kegaduhan terus berlanjut. Semakin banyak orang yang mencaci maki SS Cosmetics karena beredar gosip lain, yaitu Tiffany melakukan korupsi.
Berita mengejutkan! Mantan Direktur Utama SS Cosmetics terlibat kasus korupsi?
Kualitas buruk karena mantan Direktur Utama nya korupsi?
Kasus korupsi melanda SS Cosmetics!
Orang-orang di perusahaan juga mulai membicarakan Tiffany.
"Mungkin saja Tiffany memang melakukan korupsi."
"Menurut aku juga begitu, dia setiap hari menggunakan pakaian mewah, mobil mewah, dll."
Hal tersebut membuat Tiffany harus melewati penyelidikan. Namun setelah diselidiki, Tiffany tidak melakukan hal buruk tersebut. Dan nama Tiffany bersih kembali.
Tiffany merasa sangat sedih karena semua usahanya berakhir seperti ini. Mengetahui perasaan Tiffany yang sedang sedih, Calvin sebagai suami yang baik, berusaha untuk menghibur Tiffany.
"Tiffany, kita liburan saja yuk."
"Aku sedang tidak bersemangat."
Calvin pun sekarang cukup khawatir dengan kondisi mental Tiffany. Ia tahu kalau sekarang Tiffany sedang berusaha menguatkan dirinya sendiri. Ia tiba-tiba kepikiran untuk merencanakan liburan sendirian. Calvin memesan tiket pesawat ke Bali, hotel, dll. Tiffany pun tidak bisa menolak rencana yang sudah disiapkan oleh Calvin. Akhirnya mereka menikmati liburan tersebut, Tiffany pun selama sesaat melupakan masalah yang sedang ia lalui. Pada sore harinya, mereka berniatan untuk pergi kepantai melihat sunset
"Apakah kamu senang?" tanya Calvin.
"Iya, terima kasih ya. Sekarang aku sudah berusaha mengikhlaskan semua usaha yang selama ini aku lakukan." jawab Tiffany.
"Bagus, kamu tidak perlu khawatir, aku selalu ada disampingmu." ucap Calvin.
Tiffany pun akhirnya bercerita kepada Calvin, ia merasa tidak sanggup menahannya sendirian. Namun, tidak ada orang yang ia percayai untuk mendengarkan ceritanya, kecuali Calvin.
"Calvin, apakah kamu mau mendengar cerita aku?" tanya Tiffany.
"Tentu saja, ceritakanlah." jawab Calvin.
"Kamu pasti mengetahui seberapa seriusnya aku menjalankan perusahaan itu." ucap Tiffany.
"Iya, aku mengetahuinya. Awalnya kamu menikah denganku karena itu kan?" ucap Calvin.
"Betul, aku sudah memberikan segalanya untuk perusahaan itu. Namun, mengapa hasilnya seperti ini?" tanya Tiffany.
Calvin merasa ada yang tidak beres dari masalah ini, dan dia mengatakan kalau dia akan membantu menyelidiki kasus ini untuk Tiffany.
"Ini ada yang tidak beres, tapi kamu tenang saja. Aku akan membantu kamu menyelidiki kasus ini sampai selesai." jawab Calvin.
"Benar, siapakah target orang itu? Aku atau perusahaan? Mengapa dia melakukan ini?" tanya Tiffany.
"Kamu tidak perlu banyak berpikir. Mari kita cari tahu bersama." ucap Calvin.
Di lain peristiwa, Jason memilih Theo untuk menggantikan posisi Tiffany. Ia merasa posisi Tiffany tidak bisa dibiarkan kosong terlalu lama, oleh karena itu, Theo menduduki posisi Tiffany. Theo merasa sangat senang karena bisa menjabat sebagai Direktur Utama di SS Cosmetics, menggantikan sang kakak. Theo memulai bekerja dengan sangat baik, ia sapat menemukan solusi untuk mengatasi masalah yang terjadi di SS Cosmetics. Beberapa hari setelah ia menjabat posisi Direktur Utama, ia berhasil meredakan masalah tersebut dan mengubah pandangan publik terhadap produk SS Cosmetics.
Saat Theo ingin mencari sebuah dokumen perusahaan, Theo justru menemukan kontrak pernikahan Tiffany dan Calvin. Melihat itu, Theo sangat senang. Ia langsung memberitahu Jason yang sekarang sedang kesal dengan Tiffany. Mengetahui hal itu, Jason semakin kesal dengan Tiffany. Jason langsung menelpon Tiffany yang sekarang sedang berlibur dengan Calvin.
"Halo! Kamu dimana sekarang?! Cepat kerumahku sekarang!" ucap Jason.
Tiffany belum sempat bebricara apapun, namun telepon tersebut langsung dimatikan oleh Jason. Ia sangat bingung mengapa tiba-tiba Jason menelponnya dengan nada sangat marah. Selama beberapa hari, Tiffany sangatlah bersenang-senang. Ia hampir melupakan segala masalah yang menimpanya. Namun, tiba-tiba ia mendapatkan sebuah masalah baru. Saat itu, Tiffany dan Calvin langsung menyelesaikan liburannya dan kembali ke Jakarta untuk menemui Jason.
"Ada apa ayah?" ucap Calvin.
"Mengapa kalian menikah kontrak?" tanya Jason.
"Menikah kontrak?" ucap Tiffany.
"Iya." ucap Jason.
"Kami tidak menikah kontrak, sekarang kami menikah karena saling mencintai." jawab Tiffany.
"Tidak mungkin. Kalian sudah tidak usah berbohong. Aku memiliki buktinya." ucap Jason sambil menunjukkan kontrak pernikahan mereka.
"Kami menjalani pernikahan ini karena cinta." jawab Tiffany.
"Cukup. Sekarang saya minta kalian bercerai. Dan kamu bayar hutang kamu. Awas saja kalau kamu kabur, saya akan mengejar kamu kemana pun." ucap Jason.
"Ayah! Hentikan semua ini, aku sangat lelah. Sejak kecil aku selalu harus melakukan semua keinginanmu. Aku ingin melakukan keinginan aku juga, aku iri melihat orang bisa hidup dengan bebas. Jadi bisakah sekarang kamu membiarkan aku hidup bebas?" ucap Tiffany.
"Baiklah, aku akan membiarkan kamu hidup bebas. Namun, kamu bukan lagi bagian dari keluarga ini. Bagaimana kamu mau?" ucap Jason.
Mendengar hal tersebut, Tiffany langsung meninggalkan semua orang dan pergi keluar. Saat ingin mengejar Tiffany, Calvin justru kehilangan jejaknya. Untuk sekarang Tiffany sangat ingin sendiri. Namun, ia tetap membutuhkan teman cerita. Maka dari itu, ia mengunjungi rumah Grace. Ia merasa hanya Grace yang dapat mendengar keluh kesahnya selama ini. Grace yang mendengar ketukan pintu langsung segera membukakan pintu tersebut.
"Siapa?" tanya Grace.
"Ini aku, Tiffany." jawab Tiffany.
"Tiffany, mengapa kamu datang? Tumben sekali, ada apa dengan dirimu? Mengapa kamu menangis?" tanya Grace.
"Grace, bolehkah aku menginap disini selama beberapa hari?" ucap Tiffany.
"Tentu boleh, namun maafkan jika tempatnya kurang nyaman." jawab Grace.
"Tidak apa-apa, ini sudah lebih dari cukup. Oiya bolehkah aku meminta tolong satu hal lagi?" ucap Tiffany.
"Boleh, ada apa?" jawab Grace.
"Jangan beri tahu siapapun kalau aku menginap dirumah kamu." jawab Tiffany.
"Baiklah, sekarang kamu beristirahatlah. Ini sudah larut malam." ucap Grace.
"Terima kasih banyak Grace." ucap Tiffany.
"Iya, tidurlah dengan nyenyak." ucap Grace.
Sementara itu, Calvin sangat kebingungan harus mencari Tiffany kemana lagi. Beberapa hari setelah Tiffany hilang, Calvin pun masih sangat stress, selalu memikirkan Tiffany yang hilang tidak ada kabar. Calvin tidak bisa fokus bekerja, dan dia merasa ada sesuatu yang aneh. Ia merasa kalau orang yang menjatuhkan SS Cosmetics dan membongkar kontrak mereka adalah orang yang sama. Kemudian, karena memiliki kecurigaan, ia semakin ingin menyelidiki kasus ini. Calvin langsung menenmui Jason dan menanyakan siapa yang memberikan kontrak itu kepadanya, namun Jason tidak memberikan jawaban yang Calvin inginkan. Pada saat Calvin bertanya kepada Jason, ternyata Theo mendengar segala pembicaraan mereka, dan ia merasa kalau Calvin sudah mulai mencurigainya. Karena itu, dia membuat rencana agar Calvin celaka.
"Ngapain lagi kamu kesini?" tanya Jason.
"Ayah, aku ingin menanyakan satu hal kepadamu." jawab Calvin.
"Cepat katakan lalu pergilah." ucap Jason.
"Siapakah orang yang memberimu kontrak pernikahan itu?" tanya Calvin.
"Tidak ada gunanya kamu mengetahui itu. Lebih baik kamu cepat pergi dari sini dan ceraikan Tiffany. Serta jangan lupakan hutang mu." ucap Jason.
Bersambung...