
Kami sampai di sebuah ruangan yang cukup besar dan itu adalah ruang perjamuan. Tampak ada dua peri penjaga yang menunggu di depan pintu. Titania mendekati mereka dan menunjukkan lencana peri miliknya.
"Ratu telah hadir beserta putri dan dipersilahkan masuk" kata salah satu penjaga.
"Mary, ayo masuk jangan berlama lama lagi" pinta Titania.
Aku menurut dan begitu pintu terbuka kami langsung masuk ke dalam. Didalam sangat ramai, banyak peri wanita maupun pria yang ada di dalamnya.
"Dan Ratu telah hadir diharapkan semua tamu untuk berdiri!!!" Kata salah satu peri pria, mungkin itu adalah perdana menteri kerajaan peri.
Semua orang berdiri dan bertepuk tangan menyambut kedatangan kami.
"Ratu dan Putri menempati panggung singgasana!" Kata perdana menteri peri lagi.
Kami menaiki tangga menuju atas panggung singgasana yang sudah di persiapkan. Titania berdiri di depan ku begitu juga dengan ku.
"Tanpa berlama lama lagi, sang Ratu melakukan penobatan kepada Putri dengan memakaikan mahkota di kepala sang putri" katanya lagi.
Seorang peri maju sambil membawa sebuah mahkota piara yang terbuat dari kristal dan berbentuk bunga yang indah. Dia mengambil mahkota itu dan memakaikannya padaku.
"Sang Ratu telah menobatkan sang putri. Kerajaan mengangkat putri Mary sebagai putri dari kerajaan peri dan Ratu Titania!" Kata perdana menteri peri.
Kemudian terdengar suara tepuk tangan yang begitu riuh dan ramai serta sorak Sorai kebahagiaan semua orang yang ada di sini. Setelah itu, Titania memandangku dengan tersenyum.
"Aku Titania mengadakan perjamuan ini untuk menyambut kedatangan putri kerajaan ini dan putri baruku. Siapa yang tidak setuju terhadap keputusan yang aku ambil silahkan untuk angkat tangan" Kata Titania sambil duduk di singgasana yang terbuat dari emas permata itu.
Semua terdiam tapi, ada seorang peri yang mengangkat tangan dan bermaksud mengutarakan pendapatnya pada Titania. Titania melihat orang itu dan mengerutkan keningnya.
Nama peri yang tidak setuju itu adalah Rion, dia peri pria yang cukup tampan bagiku. Rambutnya pirang, sayapnya putih, dan matanya hijau bagaikan rumput muda. Dia dengan hormat mengutarakan pendapatnya pada Titania.
"Ratu peri yang terhormat, saya merasa bahwa keputusan yang anda ambil tidaklah salah
namun, bagaimana kami para peri bisa membuktikan bahwa putri Mary benar benar bisa diandalkan untuk menjaga kesatuan bangsa peri?
Kemampuan apakah yang dimiliki oleh tuan putri? Dan bagaimanakah cara putri membuat kami mengakuinya sebagai putri kerajaan?" Katanya menjelaskan.
Semua orang saling bertatapan mendengar perkataan Rion.
Aku merasa yang dikatakan Rion benar, apa aku bisa diandalkan? Apa kemampuan milikku? Bagaimana jika aku tidak bisa membuat mereka mengakui ku?, Pikirku dalam hati.
"Aku sudah menerima pendapatmu, biarkan diriku menjawabnya. Sebenarnya, Mary sangat bisa diandalkan. Dia bisa menyelamatkan para peri dari masalah dan bisa mempertahankan kesatuan bangsa peri. Jikalau kalian ingin mengujinya supaya kalian mengakui kemampuan Mary aku tidak akan menghalanginya. Tapi, aku tidak mengizinkan kalian berbuat seenaknya pada putriku dan tidak boleh menyakitinya apalagi membuatnya menangis. Apa kau mengerti!" Jawabnya dengan tegas.
Rion dan semua peri mengangguk.
"Baiklah kalau begitu, putri Mary saya sebagai pangeran panglima peri Ingin memberi anda ujian, apakah putri Mary bersedia menerima ujian ini?" Tanya Rion.
Aku mendengar perkataannya dan melangkah maju.
"Aku sebagai putri menerima dengan senang hati ujian ini" jawabku tegas. Rion dan Titania tersenyum mendengar jawaban dari ku.
"Baiklah putri ujian ini akan kami lakukan dan tidak akan diberi tahukan pada anda. Namun, anda harus mengikuti ujian ini sampai lulus" lanjut nya.
"Aku Mary akan mengikuti semua ujian yang diberikan oleh semua peri apapun bentuknya!" Kataku dengan ramah.