The Fairy And Human Princess

The Fairy And Human Princess
Putri Yang Terbuang#2



Malam hari pun tiba, awalnya aku berniat untuk mengistirahatkan tubuh ku setelah membersihkan diri. Namun saat aku hendak keluar dari kamar mandi, pintu kamar mandi nya tidak bisa dibuka. "A-ada apa ini?, kenapa pintunya tidak bisa dibuka?" tanyaku dengan ekspresi panik.


Aku mencari segala cara untuk keluar dari kamar mandi, tapi karena tubuhku yang sudah sangat lemah akibat kelelahan menjadikan ku sudah tidak bisa lagi berusaha.


"T-tolong.... siapapun tolong aku" teriak ku dengan pelan dan mungkin saja tidak ada orang yang mendengar permintaan tolong ku.


"S-siapa pun...aku mohon... tolong... aku".


Aku sedah di dalam kamar mandi cukup lama serta suhu di dalam sangatlah dingin membuat ku hampir tak sadarkan diri.


"Uhuk,uhuk,uhuk....hah, aku sudah tidak kuat lagi.


Kumohon... seseorang tolong aku.."


Tanpa disadari aku pun terkapar tak berdaya di lantai, terdengar suara sayup sayup memanggil namaku.


"Putri Mary, bertahanlah! saya akan menolong anda!". Aku tidak tahu siapa yang memanggil ku, tapi setelah itu aku tidak tahu apapun dan tidak ingat apa-apa lagi.


Setelah tersadar, diriku sudah berada di dalam kamarku yang tidak besar ini. Aku berada didalamnya bersama dengan orang yang paling mempedulikan ku, yang tidak lain adalah Lia.


Lia berada di samping ranjang ku, dia terlihat sangat mengkhawatirkan diriku. Sampai sampai mukanya terlihat pucat karena dia sepertinya menjagaku sepanjang malam.


Aku mengulurkan tanganku dan mengelus kepalanya. "Hah... seandainya aku bisa menjadi lebih kuat untuk melindungi orang yang ku sayang" pikirku dalam hati.


Lia terbangun, dia melihat ku dengan bahagia dan dengan sedikit kesedihan di wajahnya.


Aku pun tersenyum padanya sambil mengatakan bahwa diriku sudah tidak apa apa.


"Lia, aku sangat berterima kasih padamu karena sudah menjagaku dengan baik. Aku tidak membutuhkan apa apa lagi, diriku hanya membutuhkan seseorang yang bisa merawat dan menjaga ku dengan baik yaitu kamu Lia!" kataku sambil memeluknya.


Brakk!!


Suara pintu yang dibuka dengan keras, diriku menyadari bahwa ada orang yang masuk dalam ruangan kamarku ini.


"Mary!, aku dengar kau terkurung di dalam kamar mandi. Apa kau baik baik saja?, aku datang kemari untuk menjenguk mu" kata Victor, dia adalah ayahku sekaligus Kaisar saat ini di istana Kekaisaran Matahari.


Aku berdiri dan berjalan mendekati nya, "Mary memberi hormat kepada yang mulia kaisar, saya sudah tidak apa apa. Mohon kaisar tidak mengkhawatirkan saya dan pergi untuk menyelesaikan masalah yang lainnya" kataku dengan penuh hormat kepadanya.


Sepertinya dia tidak puas dengan jawaban ku, "Kau berani menyuruhku pergi?, huh! padahal aku sudah meluangkan waktu untuk mengunjungi mu!, Dasar kau anak tak tahu diri!" bentaknya dengan keras sambil menampar wajah ku.


Aku terjatuh sembari menundukkan kepala dengan menahan rasa sakit.


"Yang mulia kaisar mohon tenang, tolong jangan sakiti putri. Jika Yang mulia kaisar ingin melampiaskan amarah, saya bersedia untuk menggantikan putri." Lia yang mengatakan itu demi melindungi ku, aku berfikir kenapa kau sangat lemah?, kenapa aku sangat tidak berguna?, bahkan diriku tidak bisa melindungi nya. "Heeh... kau pelayan yang sangat setia pada Mary, kalau begitu aku akan mematahkan kedua kakimu. Aku akan melihat seberapa setianya kau dengan putri tak tahu diri ini! hahaha" ucapnya.


Aku tidak bisa menahan emosi kesedihan ku lagi, namun aku juga tidak bisa berbuat apa-apa.


Andaikan ada kekuatan, aku akan melindungi semua yang pantas aku lindungi. Aku akan memusnahkan semua yang pantas aku musnahkan!.