The CEO's Wife

The CEO's Wife
Chapter 9



- Kieran -



Aku bangun di ranjang yang kosong



Kapan dia akan berhenti berlari dariku?



Aku menggerutu dan duduk, berbalik ke meja di sisi kasur. Aku melihat secarik catatan.



- Aku harus menghadiri rapat. Sampai jumpa nanti malam setelah bekerja. Alina -



Aku tersenyum dan beban berat di hatiku karena bangun sendirian, menghilang.



Ponselku bergetar dan aku mengangkatnya, "Selamat pagi Lucy."



"Kieran, aku sudah mengirim jas ke alamat yang kamu berikan. Kamu punya acara untuk dihadiri dalam satu jam. Tolong bersiaplah, Richard sedang menunggu di depan untuk mengantarmu ke tempat itu," dia menginstruksikan dan Aku menahan menguap.



Aku menyingkirkan selimut ke samping dan melangkah ke kamar mandi, "Aku mengerti. Aku akan bersiap secepat mungkin."



"Apa kau berada di rumah Nona Simmon, Kieran?"



"Ya."



"Akankah kau disana untuk dua hari ke depan?"



"Aku belum tahu. Aku akan tanya Alina tentang hal itu."



"Tentu. Tapi dalam hal ini, aku sudah menyiapkan pakaian ekstra dengan Richard."



"Terima kasih, Lucy."



"Perlakukan dia dengan baik Kieran, dia sama rapuhnya denganmu."



Mungkin, tapi jiwaku lebih gelap



Aku menutup telepon dan mengenakan jubah mandi, mengambil pakaian dan perlengkapan mandi dari Richard yang diundang ke ruang tamu yang luas.



Setelah mandi, aku mengeringkan diri dan menatap seorang lelaki di cermin.



Mata gelapnya terlihat bersinar aneh, urat di wajahnya tidak cekung seperti biasa dan ekspresinya terlihat lebih bahagia.



Apa yang terjadi padaku?



"Kita akan terlambat Tuan Knight, cepatlah. Aku tidak ingin mendengar jika akhirnya Lucy menemukanmu terlambat ke acara," Richard memanggil dan aku menarik napas dalam, mengabaikan laki-laki aneh yang menatap di belakangku.



Aku mengenakan tuksedo yang diperintahkan Lucy untuk kupakai dan segera dalam perjalanan ke tempat acara.



"Acara ini untuk Alina, kan?" Aku bertanya pada Richard



Dia mengangguk dan melihatku dari kaca spion tengah dengan senyuman, "Betul sekali. Ini untuk janji dia sebagai CEO baru. Aku dengar dari Lucy bahwa kau berkencan dengannya, bahkan memberinya cincin."



Ya aku melakukannya, tapi dia mengembalikan itu padaku.



"Berhenti di toko bunga, aku perlu membeli sesuatu untuk Nona CEO."



*****



+



- Alina -



Kerumunan memanjang hingga ke aula. Aku berusaha tetap tersenyum dan menyambut semua ucapan selamat untuk pengambilalihanku.



Ini membingungkan. Semua orang menginginkan perhatianku untuk membahas dengan harapan mendapatkan sponsor dari bank milikku. Selama apapun aku berada di zona ini, aku tetap tidak bisa menanganinya selama enam jam penuh dalam acara.



Dan, ini baru 30 menit telah berlalu.



Ditambah aktivitas kemarin malam dengan Kieran sangat menguras tenagaku.



Aku mengambil napas panjang, Aku akan baik baik saja. Di berkati dan penuh ketenangan



Dan kalimat favorit ibuku, "Beranilah seperti lipstikmu."



Hanya saja, warna merah menyala ini tidak membuatku lebih percaya diri seperti salah satu yang diberikan ayahku.



"Nona Simmons, lewat sini. Ini waktunya Anda memberikan kata sambutan. Sebagian besar tamu sudah ada di sini," Louis membisikkan kepadaku dan aku mengulurkan lenganku kepadanya, membiarkan dia memimpin melalui keramaian dan ke belakang panggung.



Aku melepaskannya begitu kami keluar dari pandangan tamu dan merapikan bajuku.



"Apakah ayahku ada di sini?" Aku bertanya dan dia melihat jamnya



Dia mengangkat tangannya ke telinga dan melihat padaku setelah menerima konfirmasi, "Ayahmu ada di sini. Kita menahan dia jauh di luar keramaian tapi dia tetap bisa melihatmu."



Aku tersenyum dan mengangguk, "Terima kasih."



Aku dengar seseorang di panggung memperkenalkanku dan Loius memberiku tepukan ringan di pundak untuk penyemangat



Aku melangkahkan kaki ke panggung dan langsung disambut oleh kerumunan besar. Aku mulai pidato sebagai CEO baru, secara halus mencari dimana ayahku dan akhirnya aku menemukan dia di balkon di luar aula



Dia menggunakan kursi roda dan Wilson berdiri dibelakangnya, melihat ke arahku dan tersenyum lebar.



Kelegaan menyelimutiku sejak melihat ayahku, bahagia karena dia cukup sehat untuk datang. Dia terlihat bugar dan senyum ramah darinya itu cukup untuk menyapu bersih kekhawatiranku.



Aku mengakhiri pidatoku dan berjalan melewati kerumunan untuk sampai kepadanya, sangat baik untuk menolak percakapan kecil dengan siapapun yang ingin mendapatkan perhatianku. Tidak ada seorangpun yang tahu tentang kondisi ayahku, aku tidak akan membiarkan mereka tahu bahwa dia terluka karena sekumpulan geng.



Itu akan menghancurkan reputasi kami lagi dan menempatkan keluargaku dalam bahaya yang lebih besar. Ibuku sudah tiada, Aku tidak bisa mengambil resiko dengan ayahku juga



Tetap merendah akan jadi yang terbaik.



Polisi sudah menangkap para idiot yang menyebabkan ayahku terluka, tapi Connor melarikan diri secepatnya dan kepala geng masih berada di luar sana. Dengan menggagalkan pertunangan, siapa yang tahu apa yang akan Connor lakukan?



Jika dia cerdas, dia akan pergi. Aku tidak akan berhenti sampai bos mereka ditangkap dan jika dia berkeliaran, maka aku harap dia menikmati makanan penjara sama seperti pemimpin mereka.



"Ayah! Kau berhasil!" Aku memeluk ayahku pelan-pelan dan dia tertawa kecil. Wilson meninggalkan kami sendiri dan Aku mengangguk berterima kasih padanya.



"Aku sudah bilang padamu, aku tidak akan melewatkan ini. Ini adalah hari yang besar untukku, kamu tahu? Aku resmi mengundurkan diri dari pekerjaan dan pensiun, berusaha untuk menyembuhkan diriku dan segera pulih. Ibumu akan bangga melihatku akhirnya melepaskan perusahaan."



Dia selalu melakukan ini, membicarakan dirinya sendiri ketika dia benar-benar ingin memujiku. Tapi aku tidak keberatan sama sekali.


+



"Bagaimana keadaanmu? Wilson menakuti ketika ia berkata kamu tetap akan datang meski jika kamu harus berbaring di kasur, ayah tahu aku tidak suka ketika kamu mengatakan hal-hal seperti itu," aku menarik diri dan berlutut untuk melihat langsung kedua matanya.



"Kau tahu aku bercanda, Aku baik-baik saja. Tapi aku merasa buruk bahwa rapat ini sudah mengganggu liburanmu. Si bodoh Connor selalu mengacaukan selaganya, bahkan mengurus jadwal acara anak perempuanku saja tidak becus," dia mengeluh dan aku tersenyum



Inilah papaku yang galak.



"Jadi, ceritakan padaku bagaimana liburanmu sejauh ini? Aku dengar cuaca di sana sempurna, pantai yang cerah dan air yang biru. Ibumu dulu mengatakan laki-laki di sana terlihat seperti pengawal di 'Hawaii Five-O'," ayahku bertanya dan pikiranku tiba-tiba kembali pada Kieran.




"Alina?" suara Kieran terdengar dari arah belakangku dan aku berdiri dengan cepat.



Suara Iblis



*****



- Kieran -



Ayah Alina.



Mata perak yang sama dan potongan wajah yang serupa. Aku sudah melihat dia pertama kali di semua artikel berita tentang usaha besar nya


+



Bahkan tidak banyak berita tentang keluarganya.



Mengapa ia di kursi roda? Saluran berita tidak menyebutkan apapun tentang Tuan Simmons mengalami insiden.



"Kieran, apa yang kamu lakukan di sini?" Alina bertanya dan aku menebak jika dia tidak ingin siapa pun menemuinya, atau ayahnya.



Tuan Simmons memegang tangannya dengan sikap menghibur, "Apakah ini pria itu?"



Apa?



Aku menegakkan diriku dan melangkah maju, menahan pandangan Alina. Dia mengenakan gaun panjang hitam tanpa lengan, dengan celah seksi di bagian bawah roknya untuk memperlihatkan kakinya yang ramping.



Dia tidak bergerak, matanya sekeras batu. Seolah dia sedang menguji kepercayaanku.


+



Apakah aku sangat sulit dipercayai?



Aku berhenti di depan laki-laki berpakaian rapi di kursi rodanya dan istriku yang gugup. Dengan buket bunga mawar besar di tanganku. Aku memberikan itu padanya dan dia mengembuskan napas sebelum menerima itu dariku, hampir tidak sadarkan diri.



Aku berdeham, " 'Knight Insurances' diundang ke rapatmu, kamu tidak tahu?"



Tatapan Alina berkedip ke arahku untuk sesaat dan dia menggelengkan kepalanya sebelum melihat kembali pada ayahnya, "Ayah, ini Kieran Knight dari 'Knight Insurances'. Kami um- Kami bertemu di lobi hotel di Hawaii."



Aku menjabat tangan lelaki tua itu dan dia memberikanku pandangan tajam dan tegas, "Kamu bertemu dengannya saat liburan?"



Pertanyaan itu ditujukan pada Alina, tetapi aku merasakan kata-katanya merayapi punggungku.



"Benar Tuan, Itu benar-benar sebuah kebetulan. Aku ke sana untuk liburan pendek dan tidak sengaja bertemu dengannya," Aku menjawab dan melepas tanganku kembali ke sisiku setelah dia melepasnya. Alina melihat kami berdua



Dia terlihat seperti mengirim isyarat dengan matanya, tetapi itu hanya membuatku alisku berkerut bingung.



"Apa kamu menyukainya Alina?"



Perhatianku kembali kepada Tuan Simmons, "Ya benar"



Dia terkekeh-kekeh, "Maka kau harus bekerja keras untuk meyakinkannya. Anak perempuanku sudah mengumumkan bahwa dia tidak akan menikah dalam waktu dekat dan pernyataannya membuatku serangan jantung."



Pipi Alina memerah seperti permen strawberry, "Berhenti berkata seperti itu, yah. Kieran dan aku tidak-"



"Aku yakin aku bisa mengubah pikirannya, membutuhkan waktu pastinya," Aku memotong ucapannya da berpikir memiliki Alina sebagai istri sahku tiba-tiba muncul dalam pikiranku sebelum terbakar jadi abu. Aku tidak bisa mencintai dirinya seperti yang seharusnya ia dapatkan.



Apa yang aku lakukan?



"Yah, itu kedengarannya sesuatu yang tidak pernah dapat dilakukan Connor. Saya yakin Anda tahu tunangannya yang brengsek itu? Maksudku mantan tunangan."



Aku menyelipkan tawa kecil, "Aku tahu, Aku berjanji tidak akan seperti dia."



Dia mengangguk puas, "Kamu sudah lulus tes pertama. Aku benci melihat anak perempuanku bersama laki-laki yang tidak memiliki keberanian untuk berbicara padaku. Bisakah aku mengajakmu makan malam bersama malam ini?"



Alina berlutut dan mengambil tangan ayahnya, "Ayah tolong, Kieran sibuk-"



"Aku yakin aku bisa meluangkan waktu, apapun untuk putrimu," aku berkata padanya dan Alina melihatku seperti aku menggantung bintang-bintang tetapi dengan isyarat kepanikan.



Aku ingin meraih dan memeluknya di lenganku tetapi Tuan Simmons menggerutu, "Bisakah kamu memberikan anakku dan aku waktu untuk berbicara Kieran? Aku yakin kamu akan menikmati makanan ringan dan minuman yang disediakan."



Tanganku mengepal kemudian terbuka, kebutuhan untuk memeluk dan menghiburnya hampir sulit ditahan. Tetapi, ayahnya masih di sini, seorang lelaki yang menyayangi Alina seperti seluruh hidupnya bergantung pada hal itu. Lelaki itu bisa menenangkannya.



Aku memasukkan tanganku ke dalam saku dan mengangguk, "Tentu saja, sampai jumpa nanti Tuan Simmons."



*****



- Alina -



"Ayah, tolong batalkan undangan makan malammu. Kieran dan aku tidak berkencan dan kita tidak berniat untuk menjadikan ini hubungan jangka panjang."



"Aku tahu."



Aku membelalakan mata pada ayah, "Kamu tahu?"



"Bahwa kamu dan Kieran sedang berpura-pura? Ya, aku tahu."



"Aku tidak akan bertanya bagaimana kau bisa tahu, pasti Wilson yang memberitahumu."



"Dia mengkhawatirkan mu Alina dan aku juga. Kau secara harfiah sudah menendang Connor dan sekarang kau punya laki-laki baru, Aku akan menjadi ayah serigala jika aku harus."



"Jadi, undangan makan malam itu hanya untuk membuatku gusar?"



"Tidak. Aku tahu kau tidak siap untuk memulai sesuatu yang baru, tapi Kieran kelihatannya melakukan hal yang baik dan membuatmu bahagia. Dia tidak harus melakukan itu, kau tahu? Dia melakukan ini karena ia peduli padamu, aku tidak pernah melihat Connor sangat perhatian tentangmu sebelumnya."



"Kau banyak membandingkannya dengan Connor."



"Aku benci Connor, Aku tidak akan bohong. Tapi akankah kau bohong tentang memiliki perasaan pada Kieran?"



Aku melihat kembali ke aula, melihat Kieran dalam jas pas bodi yang dijahit khusus untuknya. Dia mengambil minuman dari pelayan yang melintas, membuat percakapan santai dengan sekelompok pengusaha.



Ada semacam aura memancar, percaya diri namun lembut, galak namun penuh kasih.



Dia bahkan tidak kelihatan memperhatikan sifatnya sendiri



Aku merasakannya, perasaanku tegang seperti ditarik lebih jauh, lebih kuat. Udara di sekitarku seperti berubah menjadi lebih pekat.



Ingatan tentang dia memelukku, lengan yang kuat memelukku erat dan tatapan hangatnya menusuk hatiku yang dingin.



Kulit dan belakang mataku memanas, sensasi darinya terputar ulang di layar besar dalam otakku.



Oh tidak, oh tidak tidak tidak



Ini tidak boleh terjadi



Aku jatuh cinta padanya