
- Kieran -
"Tuan Knight, Klien anda, Nona Alina Simmons ada disini jam 4 sore," Asisten pribadiku menelepon lewat telepon kantor dan aku melirik pada Rolexku.
3.45 sore.
Ku angkat alisku, Lucy seharusnya lebih mengerti untuk tak membiarkan para klien bertemu denganku sebelum waktu perjanjian.
aku mengangkat teleponku dan menekan interkom, "Biarkan dia masuk setelah enam menit."
Aku menghela nafas dan bersandar pada kursiku, lalu kudengar ketukan keras pada pintu mahoganiku. Aku berdiri dan menatap pintu, kutekan lagi interkom, "Lucy, apa yang terjadi?"
Gagang pintu terbuka dan tanganku berada di sarung pistolku, tersembunyi dalam blazer hitamku.
aku berhadapan dengan wanita yang sangat menawan.
aroma wangi bunganya menyeruak masuk memenuhi ruang kantorku dan aku memegang pistol semakin erat, wajahku berkerut.
aku memperhatikan rambut panjang cokelat bergelombangnya membungkus wajah malaikatnya, tubuhnya yang langsing namun berlekuk itu tersembunyi di balik pakaian putih formalnya dan bibir merah mudanya yang penuh seolah memanggilku.n
Baju jumpsuitnya memiliki garis V rendah di bagian depan, dengan payudaranya terselip rapi di pakaiannya dan sepatu hak nya tampak cukup tajam untuk membunuh.
Dia menjetikkan jarinya, "Lihat ke atas sini teman, aku harap ini akan selesai secepatnya. aku punya janji dengan penyedia makanan untuk pernikahanku."
Mataku tertangkap oleh miliknya dan segera aku menutupi hormonku. sebagaimana wanita cantik ini menjadi klienku, dia tetap seorang klien. klien yang akan menikah.
Aku berbalik ke pintu, melihat Lucy, asisten pribadiku yang berusia 63 tahun, melihatku dengan tatapan khawatir. aku tidak mengacaukannya.
Si cantik membuat dirinya senyaman mungkin layaknya di rumah dan melangkahi kursi set sofa dari kulit mahal lalu duduk di kursiku. ia menyilangkan kakinya dan mengamati segalanya, mengeluarkan lipstiknya dan cermin kecil untuk menambahkannya.
"Tuan Knight, Aku-"
"Apakah ini Nona Simmons?" Aku menyela Lucy dan dia mengangguk. Aku jarang melihatnya ketakutan, tidak ada seorang pun yang melangkahkan kaki di kantorku tanpa permisi sebelumnya.
yang biasa melakukannya pun normalnya bagian dari geng atau mafia
Saya melambai asisten saya dan dia berbalik untuk pergi, membiarkan pintu tertutup di belakangnya.
Aku menghela nafas dalam, melepas pistolku lalu merapikan blazerku, "Nona Simmons, ada masalah apa hingga anda begitu memaksa masuk ke kantorku?"
Dia benar-benar tak mengerti sarkasmeku, "Panggil Alina saja, ngomong-ngomong Aku akan segera menjadi 'Nyonya Anderson'. aku membantu tunanganku untuk klaim asuransi kendaraanya yang hancur, aku yakin dia memberitahumu tentang ini."
aku mengambil dokumen rahasianya dan berjalan, duduk di sofa yang bersebrangan darinya.
Ya Tuhan dia sangat memukau. Matanya menawanku dan kepercayaan dirinya benar-benar seksi.
Dan aku di panggil "Tuan Tak berperasaan".
Aku menggeser diriku untuk merasa nyaman, merasakan pistol itu sedikit mencuat di punggungku, "Harus saya katakan, sangat tidak sopan bagi anda untuk menyerbu masuk ke kantor saya."
ia mendorong bibirnya lebih dekat dan memeringkan kepalanya padaku, seolah mengamatiku, "Aku harus mengatakan juga pada Tuan Knight, bahwa kamu terlalu tepat waktu. Lucy mengatakan padaku kau melakukannya pada semua klienmu. Serta, aku bertanya padanya dan dia mengatakan klienmu sebelumnya telah pergi satu jam yang lalu dan kamu tidak punya pekerjaan yang penting atau rapat untuk dihadiri.
Sebab itu kedatanganku yang lebih awal seharusnya tidak mengganggumu. Dan aku mungkin boleh bertanya, kenapa anda sangat marah hanya karena beberapa menit? apakah kamu melakukan sesuatu yang ilegal disini? atau kamu hanya ingin sedikit privasi?"
Aku mengepalkan buku jariku dan mengangkat alis padanya, "Apa yang aku kerjakan di sini bukanlah urusanmu, aku mengharapkan permintaan maaf."
Dia memperhatikanku dengan waspada, matanya melihat diriku dari atas hingga bawah sebelum mendecakkan lidahnya, "Baiklah, saya minta maaf karena mengganggu ketenangan anda. Saya rasa anda tidak perlu memaksa diri anda sendiri ketika anda terlihat seperti itu. Saya percaya anda memiliki lebih dari cukup banyak wanita untuk menemani anda di malam hari. "
Apakah dia hanya memuji atau mengejek padaku?
Aku mengusap rambutku, merasakan sakit kepala yang siap datang menyerang, "Aku menerima permintaan maafmu. Sekarang untuk klaim tunanganmu-"
"Aku ingin melihat gambar yang di ambil untuk klaimnya."
Dahiku berkerut kebingungan, "Maaf?"
Ia mencondongkan tubuhnya kedepan, belahan dadanya yang indah menjadi pemandangan bagiku sementara ia menaruh tangannya pada file rahasia itu dan membolak-baliknya, " Aku ingin melihat bagaimana kerusakan yang terjadi pada mobil. Connor sangat gelisah tentang masalah ini dan aku tidak mengerti kenapa.
Ini bukan mobil pertama yang rusak ' secara tidak sengaja'.
Dia bilang sebuah truk menabrak parkiran saat berbalik tapi aku merasa ada yang lebih dari yang bisa di tangkap oleh mata. Dia bertingkah aneh belakangan ini."
Dia mengoceh dan membalik-balik dokumen, membaca catatan dan klaim yang dibuat. Aku menyandarkan siku di lengan kursi kulit dan mengamatinya.
Tas bermerek, pakaian mahal, kalung berlian, Ray Bans dan sepatu Christian Louboutin.
Dia sangat kaya dan sejahtera dan aku tidak akan menyangka akan didatangi pewaris salah satu bank terbesar di dunia.
dia melihatku dari bawah bulu matanya sebelum melanjutkan untuk mempelajari dokumen di tanganya, "Suka dengan yang anda lihat Mr. Knight?"
Aku menekan geraman yang naik di dadaku, kenapa dia terdengar sangat sensual?
"Sebaliknya, Aku tidak menggoda wanita menikah. atau sejenisnya."
Aku mengangkat alis dan sedikit condong ke depan, merasakan ketegangan berderak di udara. Apakah itu terkait dengan pekerjaan atau frustrasi seksual, saya tidak tahu.
"Tanyakan saja."
"Apakah kamu tidak merasa aneh bahwa klien Anda telah menghancurkan mobilnya secara tidak sengaja selama tiga bulan berturut-turut?" Dia menutup dokumen itu dan meletakkannya kembali di atas meja, jari telunjuknya yang terawat menggambar lingkaran di sampul coklat.
Aku mengangguk dan bersandar pada kursi, sudah bosan. Stafku di Firma Private Investigayion sudah menyelidiki tunangan Nona Simmons. Ternyata Tuan Anderson, pebisnis yang bahaya, mengalami sedikit kesulitan dengan sebuah geng.
dengan jelas, kerusakan mobil tidakndi sebabkan oleh kecelakaan dan ini akan jadi yang terakhir dia akan menuntut asuransinya dariku. aku sangat yakin mendapaykan pesan darinya minggu lalu saat aku membuatnya mengungkapkan rahasia tentang urusannya. dia menyangkal semuanya meski aku mengatakan padanya aku telah mengetahui semua tentangnya.
akhirnya dia mengakui apa yang telah dia perbuat saat aku menodongkan pistol padanya.
orang idiot, Dia fikir siapa dirinya? menuntut asuransinya dan menggunakannya untuk.membayar hutang pada gangster?
"Aku menemukan keanehan, kenyataanya aku sudah mengatakan pada tunangan anda bahwa ini akan menjadi yang terakhir dia menerima asuransinya. dia telah melanggar lebih dari satu klausul pada kontrak persetujuan kami. aku punya hak untuk menolak.
tapi melihat sebagaimana anda datang atas namanya, aku akan bersedia melepaskan uang untuknya," aku tersenyum dan menghembuskan nafas, membiarkan tekanan dan aroma seksi dari wanita ini keluar dari sistemku.
dia bahkan tak bergerak sama sekali sebagaimana aku memberitahunya keadaan terbarunya. dia mengerjap sekali lalu bersandar pada kursinya."Atas dasar apa Anda memutuskan bahwa tunanganku tidak lagi diasuransikan olehmu?"
kenapa dia tidak mengerti petunjuk untuk segera pergi?
aku menghela nafas dan meraih meja, membalikkan filenya lagi ke halaman pembatalan dari perjanjian final.
"Dia punya hutang Nona Simmons, dia tidak membayar cicilannya dan 'kecelakannya' yang sebenarnya di sebabkan oleh geng yang terlibat dengannya. aku terkejut dia tetap merahasiakan ini darimu padahal kamu terlihat seperti wanita yang cerdik."
Dia membelalakkan matanya padaku sepert kalimat itu cukup untuk mematikan, aku menikmati sensasi membuatnya gusar.
aku akan lebih menggodanya daripada membuatnya gusar apabila dia tak bertungan.
dia tersinggung dan berdiri, meraih tas Guccinya, " Jadi anda mengatakan padaku ini adalah tuntutan yang terakhir dia bisa buat? dan dia sudaj bangkrut?"
aku mengangguk kaku, memaksa mataku untuk tetap pada wajah menawannya daripada pada seluruh tubuhnya.
sebuaj senyuman tersunggingbdi wajahnya dan aku sadar matanya berkaca-kaca, air mata mungkin. aku bisa saja meraihnya dan membuatnya nyaman tapi aku tidak pernah akan melakukannya. wanita membaca terlalu banyak detail dan sulit untuk disingkirkan setelah kesenangan semalam. di samping itu, api di balik air mata itu menahanku untuk melakukan apapun
"Terimakasih untuk waktumu, aku yakin ini akan menjadi pertama dan terakhir kalinya aku melihat anda. aku harap yang terbaik untukmu Tuan Knight," Ujarnya dingin dan melangkan melewati pintu mahogani.
aku menggosok tangan pada wajah lelahku dan memperhatikannya pergi, membiarkan mataku melihat salah satu wanita cantik ini.
Jika hanya. Jika hanya. Jika saja dia tidak bertunangan.
dia meninggalkan ruangan dengan membanting pintu dan aku menghela nafas, gaungnya terus terdengar di telingaku.
akhir pekan tidak akan datang lebih cepat
Lucy memasuki pintu dan meletakkan segelas kopi hitam pada meja di depanku, " Apa anda butuh aspirin untuk sakit kepalamu Kieran?"
aku menggeleng dan mengambil gelas dari tatakan, cairan hitam pahit memaksa dentuman rasa sakit di kepalaku untuk pergi.
Lucy telah menjadi penjagaku sejak aku masih remaja dan bekerja bersamaku sejak orang tuaku meninggal. mereka meninggalkanku tanpa apapun tapi warisan yang sangat besar untuk seluruh hidupku.
Menjadi kaya memiliki fasilitasnya, tetapi itu tidak membantu menyembuhkan migrain yang parah atau sakit kepala.
"Aku akan baik-baik saja Lucy, Mungkinkah kamu mengatur penerbangan ke Hawaii? Aku ingin menghabiskan waktu akhir pekan ini."
"Tentu saja, Aku akan meminta Richard mendapatkannya. Kapan penerbangan yang anda inginkan?"
"Malam ini, Ini adalah jumat terburuk," aku berdiri dari kursiku dan melihat sebuah pipa emas kecil di mejaku.
Aku mengambilnya dan menarik pipa itu. aku menyeringai, "Jadi apa yang kita punya disini?"
"Oh Tuhan Nona Simmons pasti telah meninggalkannya di sini, aku akan menyimpannya," dengan cepat Lucy meraihnya tapi aku dengan cepat memasukkanya kedalam blazerku.
"Jangan mengkhawatirkan ini, merah tidak cocok untuknya."
"Apa anda yakin tentang-"
"Dia adalah Pewaris untuk Multi milyaran bank Lucy, Aku yakin dia tidak akan mengetahui satu lipstiknya hilang."
Dia akan memprotes lebih lanjut, tetapi berpikir lebih baik tentang itu, "Baiklah kalau begitu, saya akan minta Richard mengatur penerbangan dan akomodasi Anda untuk kunjungan Anda."
dia meninggalkan kantorku dan berjalan melalui lantai kaca untuk melihat kota. hutan yang keras, aku akan melarikan diri beberapa hari untuk menguraikan kegelisahanku.
aku meraih kedalam saku, dan mengambil lipstik wanita menawan.
aku menghela nafas, gambaran bibirnya yang basah benar-benar memintaku untuk merasakannya.
seandainya.