
"Dia.. Dia polisi yang tadi. Polisi... Yang tadi bicara dengan tuan akihiro."
Kalimat Kazuya itu membuat seniornya kaget bukan main. Apa yang ia katakan barusan sudah merupakan sebuah kontradiksi, dan bukan yang bisa dilupakan begitu saja.
"Kazuya. Apa kau mengerti apa yang kau katakan barusan?"
"Tentu saja, tapi.. Aku tak pernah mengira hal seperti ini bisa terjadi."
"Seorang terdakwa pastinya punya waktu yang panjang untuk bicara dengan aparat kepolisian, mengingat sudah berapa lama kasus ini berjalan dan semua investigasi yang sudah dilakukan. "
Yuichi menggigiti kuku ibu jarinya. Kebiasaan buruknya yang muncul dalam keadaan tertekan.
"Tapi kalau sampai terdakwa itu bisa menjadikan polisi sebagai boneka-boneka dibawah kendalinya.. "
"Klien ku ini... Bukan orang biasa. "
"Apa kau punya bukti dari pembicaraan itu? Kazuya? Kalau kau memilikinya, kita bisa menghentikan rencana gila klien mu ini. "
"Tidak. Aku tak pernah mengira polisi itu akan memberi testimoni.."
Kazuya dan yuichi sama-sama mengarahkan tatapannya pada tuan Akihiro. Sekarang keragu-raguan dalam diri Kazuya sudah hilang, semua barang bukti sudah menunjuk pada akihiro. Tapi, bagaimana cara membuktikannya ?
"Ya, baiklah. Bagaimana kalau kita segera mulai testimoni nya? Pihak pembela? "
"Tentu saja, yang mulia hakim. "
Kazuya menjawab cepat, sang hakim mempersilahkan polisi tersebut untuk memulai testimoni.
----- TESTIMONI -----
"*Saya shino. Aparat kepolisian dari distrik 44. Saya biasa bertugas pada shift malam sampai pagi, lebih tepatnya 22:00- 06:00."
-statement 1-
"Tugas saya adalah memperhatikan keadaan lalu lintas dan menekan tingkat potensial kriminalitas di distrik saya."
-statement 2-
"Sama seperti biasanya, tanggal 15 November, sejak pukul 22:00, daerah distrik 44 akan dipenuhi banyak kendaraan sampai pagi hari. Kemacetan ini biasanya akan berlangsung sampai pukul 5 atau bahkan 6. "
-statement 3-
"Semua tampak normal pada hari itu, kecuali 1 hal. Saya ingat biasanya disekitar tengah malam, akan ada 1 mobil putih yang paling mencolok yang akan melewati pos penjagaan saya. Tapi hari itu, mobil tadi tidak terlihat sama sekali di shinara hara."
-statement 4-
"Mendadak pada pukul 5 pagi, saya mendapat laporan bahwa telah terjadi kasus pembunuhan di distrik saya. Saya langsung menuju TKP dan terpaksa meninggalkan keadaan jalan yang sangat ramai dan sudah mulai macet. "
-statement 5*-
----- END ----
"Silahkan tuan kazuya, waktunya melakukan cross examination*."
"Baik yang mulia."
Cross examination* : interogasi seorang saksi yang dilakukan oleh pihak lawan (saksi dari pihak prosekutor diinterogasi oleh pihak pembela, dan sebaliknya.)
----- Cross Examination 1-----
"Tuan shino, saya mendengar bahwa anda selalu bekerja pada shift malam. Apakah anda memiliki rekan kerja di shift tersebut ?"
"Tidak, saya selalu bekerja sendiri. Di jam-jam tersebut memang tidak banyak aparat yang masih ada di kantor pusat. "
"Saya sepertinya sudah mengerti, tapi hanya untuk memastikan. Persimpangan bernama 'Shinara hara' masuk dalam distrik 44 kan ?"
"Iya, persimpangan bahkan kantor tempat terdakwa berkerja juga masuk dalam distrik 44."
"Saya sadar di satement 4 milik anda, mobil tuan akihiro tidak melewati persimpangan shinara hara sama sekali. Apakah anda yakin tentang ini ?"
"Tentu saja. Ketika malam, mobil putih miliknya itu selalu terlihat paling terang. Tapi malam itu tidak ada mobil putih yang terlihat ."
"Apakah ada jalan lain dari kantor terdakwa menuju bagian luar distrik 44 tanpa harus melewati shinara hara ?"
"Tentu saja jalan kecil bagi pejalan kaki atau orang yang bersepeda. Tapi dengan mobilnya yang berukuran setengah dari limosin.. tentu saja shinara hara adalah satu-satunya jalan yang tersedia."
"Lalu tentang video CCTV yang putus itu, sebenarnya apa yang terjadi ?"
"Ah maaf tentang ketidak nyamanan tersebut, tuan pengacara. Kamera CCTV itu memang bertenaga baterai. Tidak aneh ditengah-tengah video baterainya bisa habis dan videonya terpotong setengah."
----- Cross Examination End ----
"Bagaimana tuan kazuya? Apa testimoni barusan cukup untuk menghancurkan semua harapan anda ?"
Kyouchiro terlihat benar-benar senang, bukan hal yang aneh ketika kau melihat lawanmu menggali sendiri kuburannya. Kazuya memang sedang dirugikan dengan testimoni barusan, tapi ia dan yuichi menyadari sesuatu.
"Kazuya. Aku rasa kau juga sadar kan? "
"Tentu saja, yuichi. Aku tidak bodoh. "
"Saksi mata itu-.. "
"Sudah dimanipulasi oleh pihak prosekutor. "
Ketika 2 orang profesional sampai pada kesimpulan yang sama, hanya ada dua kemungkinan. Yang pertama, kesimpulan itu benar, atau, yang kedua mereka dengan sengaja mengambil kesimpulan yang sama. Untuk tuan akihiro, pilihan kedua tampak lebih baik baginya.
"Tuan Kazuya dan tuan asisten. Apa maksud anda barusan? "
"Kazuya, tolong jawab si bodoh itu.Aku menyerah."
"Yuichi ! Apa kau mau kita terkena contempt of court?! "
TAK TAK TAK!!
Lama-lama ketukan palu itu semakin di hapal oleh para pengacara. Sepertinya mendengar ketukan itu sekali saja sudah cukup untuk mengetahui kalau mereka berada dalam masalah.
"Tuan Kazuya, tolong cepat jawab pertanyaan tadi. Pihak prosekutor pastinya perlu bukti dari pernyataan kalian barusan. "
"M-maaf yang mulia.Akan segera saya tunjukkan. "
Kazuya menunjukkan video CCTV milik kyouchiro pada para juri serta hakim dan aparat polisi tersebut. Ia memutar video itu dan menunjukkan part dimana mobil tuan akihiro terlihat di persimpangan shinara hara, tepat sebelum videonya terputus.
"Ini maksud saya, tuan Shino. Anda juga bisa melihatnya kan? "
"A-h.. Mobil putih itu.. Milik terdakwa kan? "
"Aku senang kau mengingatnya. Dengan video CCTV ini, bukankah statement mu yang barusan mengandung kontradiksi?"
"I-iya. Kau benar. Tapi aku tidak berbohong! Tuan pembela! Aku benar-benar mengingatnya! "
"Hah? "
"aku ingat kalau mobil itu tidak terlihat di shinara hara sama sekali!! "
Tapi saksi mata itu malah mematahkan ekspetasinya, Kazuya menatap baik-baik polisi barusan, ia tak tersenyum senang.
"Aku tidak mengerti, yuichi. Polisi itu tidak terlihat berbohong. "
"Kalau begitu pasti ada sesuatu yang salah, antara saksi mata itu atau deduksi mu. Kita harus mencari tau yang mana. "
"Ha ha ha ha.. "
"Apa ada sesuatu yang salah? Tuan yohiro? Tawamu membuatku tidak nyaman. "
"Tuan asisten, kau menyadarinya secepat itu ya? Kau memang pengacara pembela terkenal seperti yang orang-orang bilang."
"Bisa tolong jelaskan pada kami apa yang barusan kau maksud? "
Kembali pada video CCTV tersebut, kyouchiro menekan salah satu tombol remote controlnya. Video tersebut terlihat makin gelap, mobil yang diperkirakan milik tuan akihiro di video itu tidak lagi terlihat berwarna putih.
"Kau melihatnya? "
"Maksudmu, warna mobil terdakwa yang bukan putih? "
"Apa pendapatmu tentang ini? "
"Aku tidak mengerti alasanmu mengedit tingkat kecerahan video ini,tuan kyouchiro. "
"Hah ? Mengedit ? Bukan, bukan--.. Bukan seperti itu tuan Kazuya."
"Bukan-- ?.. "
"Ini adalah versi asli video CCTV tadi. "
"AH! "
Kabar buruk terus-terusan menghantui Kazuya. Kalau video CCTV itu ternyata memang tidak menunjukkan tuan akihiro melewati Shinara hara, berarti bukti kuat yang Kazuya miliki lenyap begitu saja.
"Silahkan turun dari podium, tuan Shino. Testimoni anda barusan memang sangat membantu kita semua untuk sampai pada kebenarannya. "
"Sama-sama tuan prosekutor. Saya sangat senang bisa membantu. "
Kazuya masih melamun tak mengerti, ia tidak tau apa yang salah dari deduksi nya barusan. Yuichi membangunkannya, tidak kaget dengan kebiasaan Kazuya yang satu itu.
"Mobil klienmu tidak melewati shinara hara. Artinya.. "
"Deduksi milikku salah dan tuan akihiro benar."
"Video itu juga tidak bisa lagi menjadi senjata untuk menyudutkan klienmu."
"Apa yang harus kulakukan, yuichi. "
Yuichi memperhatikan juniornya yang terlihat putus asa, sepertinya ia punya ide untuk membantu Kazuya.
"Kau hanya punya satu jalan keluar, Kazuya. "
"Ba-bagaimana ? "
"Minta lagi testimoni dari polisi tadi. "
"Hah?! "
Ah, bukan yuichi namanya kalau tidak punya ide gila. Lama-lama kalian juga akan terbiasa dengannya.
"Dia sudah turun dari podium saksi! Kalau kita meminta dia naik lagi artinya kita tau apa yang salah dengan testimoninya!! "
"Ya, kita tinggal mencari tau apa yang salah. Tidak susah kan? "
"YUICHI!! JANGAN BERCANDA. "
"Aku serius, Kazuya. Kau tidak punya jalan lain, kau harus terus menarik informasi dari saksi mata baik palsu atau bukan. "
Kazuya tak menjawab seniornya, ia tau apa yang diajukan oleh yuichi barusan merupakan ide gila yang mempertaruhkan seluruh kasus dalam satu cross examination.
Tapi, Kazuya tidak bisa menyerah sekarang. Jika ia menyerah, kasus ini akan dihentikan dan putusan akhir juga akan segera diberikan. Tapi kalau ia tidak bisa menemukan apa yang salah dari testimoni saksi mata itu, sama saja ia menggali kuburannya sendiri.
"Yang mulia.. "
"Ada apa tuan Kazuya? Apa anda ingin mengajukan sesuatu? "
"Pihak pembela ingin.. Meminta testimoni lebih lanjut dari tuan Shino. "
"Oh? Polisi barusan? Apakah anda yakin? Testimoni nya barusan tidak memiliki kontradiksi."
"Saya ingin meminta testimoni nya mengenai sesuatu yang lain. "
"Baiklah, kalau begitu. Tolong penjaga! Panggilkan lagi polisi barusan! "
Kazuya tidak yakin dengan pilihannya, tentu saja, yang memilih ide gila ini bukan dia, tapi senior tidak normalnya ini.
"Kau yakin dengan ini, yuichi? Apa yang akan kita tanyakan pada polisi itu? "
"Keanehan lain yang mungkin dia lihat di shinara hara, keadaan shinara hara ketika ditinggal olehnya, keadaan TKP dan bukti kuat yang mengarah pada akihiro. "
"Banyak sekali.."
"Jangan banyak mengeluh, kau semakin mirip dengan tuan yohiro itu saja. "
"Aku sudah merasakannya. Semakin lama aku jadi semakin mirip dengan para prosekutor.."
"Aku tidak menyalahkan mu, tapi tugasmu belum selesai."
"Belum... selesai?.. "
•
•
•
•
•
"Na, kau merindukanku? "
"Ha!! Kau kan--!! "
"Ssttt!! Jangan banyak bicara.. Aku akan mengajakmu bermain sesuatu, kau mau ikut? "
"Mau! Mau! Nana mau!! "
"Baiklah, ayo ikut aku. "