
"Tuan kazuya, bagaimana menurut anda tentang poin-poin yang saya jelaskan barusan? "
".... "
Kazuya tak menjawab, kepalanya menunduk entah apa yang dipikirkannya.
"Tuan kazuya? "
".... "
"Tuan kazuya! "
"...... "
Keheningan itu semakin lama semakin memperburuk suasana disana. Juri-juri mulai berbisik, mengetahui bahwa ada sesuatu yang salah dengan pihak pembela.
"TUAN KAZUYA!!"
"Kazuya! "
Teriakan kyouchiro dipotong seseorang, tepukan dan suara familiarnya membangunkan sang pengacara dari apapun yang sedang ia lamunkan barusan.
"Yu-yuichi.. "
"Kau melakukannya lagi, Kazuya. "
"Maaf."
"Aku akan membantu, dinginkan dulu kepalamu. "
"Aku mengerti. "
"Permisi mengganggu, tuan-tuan terhormat, tapi bisa tolong jelaskan siapa anda dan sedang apa disini? "
Kyouchiro menyela pembicaraan tersebut, tatapannya menajam ke yuichi.
"Ah, maafkan kelancanganku, anda--... Tuan... yohiro, ya? namaku yuichi, Yamada Yuichi. "
"HAH?!"
Setelah perkenalan diri yuichi, suasana ruang sidang mulai ricuh. Orang-orang disana mulai bergosip mengenai pengacara terkenal yang mendadak muncul dihadapan mereka.
''Dia pengacara terkenal itu kan? ''
''Dia Yamada yuichi kah?! Yuichi yang itu ?!"
''Yuichi yang memenangkan kasus gila itu? ''
''Sedang apa pengacara kelas atas seperti dia ada disini ?! ''
Bisikkan tentang yuichi masih belum reda, kyouchiro terkekeh pelan, menarik perhatian Sang bahan gosip.
"Apa ada yang lucu? Tuan yohiro? "
"Pertama aku ingin bilang, Namaku kyouchiro. K-Y-O-U-C-H-I-R-O. Bukan yohiro, tuan asisten. "
"Aku juga ingin bilang, aku punya nama dan aku tidak ingat memperkenalkan diriku sebagai seorang asisten. "
"Aku juga tidak ingat kalau tuan Kazuya akan ditemani oleh seorang asisten yang tidak beretika."
"Hei-! "
Palu diketuk, sang hakim menatap kedua orang yang sedari tadi adu mulut itu.
Prosekutor kyouchiro hanya tersenyum sinis, sedangkan yuichi terlihat marah, kedua tangannya barusan memukul meja karena emosi.
"Tuan Yuichi? "
"Ada apa, yang mulia? "
"Kalau anda dan pihak pembela terus-terusan menunjukkan sikap tak hormat, saya harus menjatuhkan contempt of court sesegera mungkin. "
"A.. ap-- !! "
"Jadi dimohon pengertiannya untuk bersikap sopan dalam ruang sidang. "
Yuichi kehabisan kata-kata, ia tak habis pikir mengenai apa yang salah dengan pikiran hakim satu ini. Yuichi menarik bahu Kazuya,membisikkan sesuatu.
"Um, Kazuya, sepertinya hakim ini dibayar oleh prosekutor. "
"Sebenarnya bukan hanya hakim, dan sepertinya bukan dari pihak prosekutor. Tapi, terima kasih atas info barusan. "
Yuichi mengecilkan nada bicaranya, berjaga-jaga agar pembicaraan kecilnya itu tidak terdengar orang lain.
"Apa saja yang sudah terjadi? "
"Skenario terburuk. "
"Sialan."
"Apa yang harus kita lakukan? "
"Apa maksudmu? Bukankah sudah jelas?"
"Jelas apanya?"
Palu Sang hakim diketuk, bisik-bisik itu harus berhenti di sana. Kazuya menatap rekannya itu, berharap semoga yuichi tidak melakukan hal-hal gila.
"Jadi, pihak pembela, bisa kita lanjutkan sidangnya ? "
"Bisa, yang mulia. "
"Jadi, apa pemikiran kalian tentang video CCTV yang barusan ditunjukan pihak prosekutor?"
"Bagaimana pikiran pihak prosekutor mengenai video barusan? "
"Menurut pihak prosekutor, keaslian video itu patut dipertanyakan. Menurutnya, video tersebut disabotase secara sengaja untuk memfitnah terdakwa. "
"Kalau begitu, Menurut kami video terse--eh?"
Kalimat yuichi terhenti, Ia bisa merasakan tangan yang gemetar yang sedang menariknya dari belakang.
"Kazuya? "
"Jangan gila ,yuichi, jangan bersikap heroik. "
"Hah? "
"Kenapa kita harus jujur.. Kalau nanti kita akan kalah..? "
"Kau masih juniorku yang takut kalah ya. Dasar pengecut. "
Kazuya terdiam, seperti terkena tamparan keras dari sang senior. Yuichi menengok kearah Kazuya, menatap iba untuk Sang pengacara.
"Baiklah, begini saja. Bagaimana kalau kau yang memilih, apa kau ingin menyerah atau kau ingin mengejar kebenaran yang ada ? "
"Eh-.."
Yuichi menarik juniornya itu mendekat
"Kau yang memegang kasus ini kan? Saat ini, aku hanya sekedar rekanmu jadi aku tidak bisa mengeluarkan pendapatku begitu saja. "
Kazuya ragu-ragu, tak membalas perkataan Sang senior. Bibirnya bergetar, tak tahu harus bicara apa.
"Yang mulia hakim.. "
"Bagaimana? Tuan Kazuya? Apa pikiran anda? "
"Menurut saya.. Video tersebut--.. Adalah video asli."
Jawaban Kazuya membuat yuichi tersenyum bangga, ia tau junior nya itu tidak akan melupakan guru mereka serta semua ajaran-ajarannya. Tapi disisi lain, pihak prosekutor terlihat senang dengan jawaban Kazuya.
"Ah, tuan Kazuya, anda begitu bodoh. "
"Apa yang membuatmu bicara begitu? Tuan kyouchiro? "
"Kau bisa menyebutku 'yuichi', seperti orang normal pada umumnya. "
Sang hakim lagi-lagi harus memisahkan kedua orang itu dengan ketukan palu, Kazuya yang tadi menjawab masih belum bisa berkomentar apa-apa mengenai penghinaan barusan.
"Iya, tuan kyouchiro, apa yang membuat Anda berpikir bahwa video ini tidak bisa dipercaya?"
"Yang mulia bisa lihat sendiri disini, di persimpangan jalan ini. "
Sang prosekutor menunjuk ke persimpangan shinara hara.
"Anda bisa melihat mobil putih disini kan? "
"Iya, saya bisa melihatnya dengan jelas. "
"Ini adalah mobil tuan Akihiro, yang mulia. Saya ingin anda terus memperhatikan video ini baik-baik, oke?"
Sang hakim mengangguk, ia menatap video itu serius.
"Anda juga harus melihatnya, tuan kazuya. Ini poin penting. "
"Aku akan melihatnya sekalipun tanpa kau minta. "
Kazuya mendengus, ia memperhatikan video itu, dipojok kiri bawah terlihat waktu pengambilannya. '23:55:08'
Kyouchiro menekan remote control yang ia pegang, video pun dilanjutkan. Selama beberapa detik, mobil tuan akihiro terlihat masih berada disekitaran shinara hara, tapi mendadak...
"AH!! "
Teriakan Sang hakim serta juri-juri, sontak membuat ricuh seluruh ruangan.Di video itu, terlihat kamera CCTV yang putus pada pukul '23:55:21' dan kembali menyala pada '23:57:52'
"Tuan kyouchiro!! Di-dimana mobilnya?! Kenapa videonya putus di tengah-tengah seperti itu?!"
"Disitulah masalahnya yang mulia, dengan video yang seperti ini.. Bukankah sulit dipercaya sebagai barang bukti? "
"KEBERATAN!!* "
*keberatan : bentuk penolakan terhadap informasi yang diberikan.*
Kazuya berteriak, Sang prosekutor memutar matanya malas.
"Saya keberatan, yang mulia.. "
"Ada apa.. tuan kazuya? "
"Saya tidak ingat di video yang diajukan untuk court record memiliki bagian yang hilang seperti tadi. Jika berkenan, saya bisa memperlihatkannya pada semua orang disini. "
Kazuya bergegas menekan tombol remote controlnya, ia sangat yakin dengan ingatannya mengenai video CCTV itu. Apalagi video itu adalah salah satu barang bukti terkuat yang akan ia gunakan untuk menyudutkan tuan akihiro nanti.
"Keberatan! "
Kali ini kyouchiro yang mengajukan keberatan, Kazuya mendecak kesal.
"Ada apa tuan kyouchiro? Apa anda takut melihat video yang akan saya putarkan?"
"Bukan itu tuan kazuya, pastinya anda tidak sebodoh itu kan? "
"Apa..."
Kyouchiro memukul meja dengan salah satu tangannya, suaranya mengagetkan semua orang di ruang sidang.
"Yang harus anda pikirkan itu.. Bukan 'video mana yang benar' tapi, 'bagaimana bisa ada dua video?' ."
"Bagaimana--... "
"Tidakkah anda merasa aneh? Bisa ada 2 versi berbeda dari video yang seharusnya tidak dapat disentuh oleh pihak manapun. Baik anda, maupun saya. "
Kedua sisi semakin memanas, kazuya tidak suka mengakuinya tapi apa yang lawannya katakan itu memang benar.
"Iya, aku merasa aneh, dan apa kau bisa menjelaskannya? Tuan kyouchiro ?"
"Baiklah, akan saya eja untuk anda."
Sang prosekutor mengeluarkan amplop cokelat miliknya, sesuatu yang sejak awal sidang belum menampakkan diri sama sekali.
"Bagian mana dari video itu yang tidak ada di milik saya? "
"Mobil tuan akihiro yang melewati shinara hara menuju kantor kerjanya. "
"Selama berapa lama video saya tadi terputus? "
"Kira-kira.. 2 setengah menit. "
"Darimana sumber video anda? "
"Dari seorang saksi mata. "
"Sudah cukup.Terima kasih tuan Kazuya."
Kazuya mendelik, tak mengerti apa yang dikatakan kyouchiro barusan.
"Maksud anda?"
"Tuan asisten? Bisakah kau membantu bos mu yang menyedihkan ini ? "
Yuichi menatap kyouchiro baik-baik, tatapan itu dengan jelas berkata 'kalau kita tidak sedang diruang sidang, aku akan memukulmu tanpa ragu. '
"Dia bicara apa, yuichi. Aku tidak mengerti. "
"Dibalik bahasa aliennya, dia bicara sesuatu yang benar. "
"Hah ?"
"Kau bilang sumber video itu darimana?"
Kazuya menarik selembar kertas, wajah seorang perempuan dengan data diri lengkap serta foto dan testimoninya terpampang jelas disana.
"Wanita ini ya. "
"Aiko Asuki, saksi mata yang mengaku melihat mobil tuan akihiro. Dia juga memberitahuku soal kamera CCTV yang ada di sekitar shinara hara. "
"Apa kau melakukan background check* terhadap wanita ini?"
Background check* : pencarian informasi yang menyangkut latar belakang dan hal-hal pribadi seseorang.*
"Tentu saja. Dia tidak punya catatan kriminal, hidup berkecukupan... "
"Cek keluarganya. "
"Anaknya seorang murid universitas, kalau suaminya...... pekerja kantoran bia--... !!!!"
"Apa kau sudah mengerti? Dia mengajukan ide mengenai saksi mata yang mungkin menyabotase barang bukti dan punya motif kuat untuk melakukannya. "
"Selamat! Tuan asisten! Anda memang tajam!! "
Kyouchiro menepuk tangannya
"Suaminya yang bekerja di kantor terdakwa, dan anaknya yang bersekolah di universitas penjurusan komputer... Bukankah hal-hal seperti ini tampak terlalu bagus untuk menjadi nyata, tuan asisten ? "
"Tetap saja, kau tidak punya bukti dibalik ide 'sabotase' ini. "
"Bukankah ini adalah perbuatan yang bodoh, jika saya tidak memiliki bukti yang kuat? Biarkan saya memanggil saksi mata baru untuk menghilangkan keragu-raguan semua orang disini. "
Mendadak pintu ruangan terbuka, seorang polisi datang dengan seragam lengkap serta senjata api ditangannya. Polisi itu tampak biasa saja, namun kedatangannya membuat mata Kazuya melebar kaget.
"Kazuya? Kau mengenal polisi itu? "
"Bu-bukan begitu, yuichi.. "
"Lalu ada apa? "
"Dia.. Dia polisi yang tadi. Polisi... Yang tadi bicara dengan tuan akihiro."
"!?!?"