
Sugar Daddy ©
Pukul 09.30 AM
Jaehyun hanya kesana kemari seperti setrika baju, Taeyong hanya memperhatikan Jaehyun yang berjalan kesana dan kemari. Entah apa yang ada di pikiran Jaehyun sekarang, tapi Taeyong yakin dia pasti ingin mengetahui Alice lebih dalam.
"what do you think?" - Taeyong
Jaehyuh berhenti dan menatap Taeyong dengan tatapan yang menyedihkan.
"I don't know, I feel like I really want to get to know Alice better" - Jaehyun
Taeyong mendesah pelan dan bangkit dari sofa menuju dapur, dia menuangkan teh hangat ke dalam dua gelas yang tersedia dan membawanya menuju ruang tamu.
"Sudahlah, jangan terlalu dipikirkan lebih baik duduk dan meminum teh ini" - Taeyong
Jaehyun duduk di sofa yang berhadapan dengan Taeyong dan mengambil teh yang sudah dibuatkan oleh Taeyong. Jaehyun meminum teh tersebut dengan perlahan dan menaruh kembali teh nya di atas meja.
"jadi.., apa sudah ada info dari Brian?" - Jaehyun
"sejauh ini belum ada info dari Brian, dan mungkin kita baru bisa pulang nanti malam" - Taeyong
"I know it, kenapa Alice belum bangun juga?" - Jaehyun
"gimana kalau kita cek?" - Taeyong
Jaehyun mengangguk dan berlari menuju ke kamar Alice, Taeyong menyusul. Jaehyun berlari di sepanjang lorong yang panjang karena Jaehyun berlari sangat kencang akhirnya tanpa waktu yang lama dia sampai di depan pintu kamar Alice.
Jaehyun mendorong pintu kamar Alice, saat masuk terlihat kamar Alice yang begitu gelap tanpa cahaya lampu dan juga selimut yang berserakan di mana - mana. Taeyong melihat ada bercak darah di atas kasur.
"i-ini apa?! kenapa ada bercak darah?!. Apa Alice su–" - Jaehyun
"daddy?" - Alice
Jaehyun dan Taeyong menatap Alice yang baru keluar dari kamar mandi, Taeyong sudah memiliki pikiran yang negatif kepada Alice. Jaehyun masih menatap Alice tidak percaya.
"Alice cepat jelaskan ini semua. Kenapa ada bercak darah di atas kasur? apa kamu sudah melakukan sesuatu?" - Taeyong
"pfftt..! kenapa daddy berpikir yang aneh - aneh? hahaha! It's so funny that it makes me laugh..hahahaha!" - Alice
"ALICE JANGAN TERTAWA! JELASKAN SEMUANYA!" - Jaehyun
"daddy, aku hanya sedang menstruasi karena Sekarang sudah jadwalku menstruasi" - Alice
Jaehyun dan Taeyong hanya tersenyum kepada Alice, Jaehyun menggulung lengan bajunya dan mengepalkan tangannya begitu pun dengan Taeyong.
"Apa yang akan daddy lakukan?" - Alice
mereka berdua berlari ke arah Alice dan memeluk Alice dengan erat. Jaehyun dan Taeyong mengeluarkan suara seperti orang menangis.
"Alice, kau membuat daddy takut!" - Jaehyun
"Alice, kita sudah besar ternyata, daddy bangga padamu Alice. Daddy tidak mau kehilanganmu" - Taeyong
Alice hanya pasrah dengan keadaannya sekarang, mengapa dia harus memiliki kedua daddy yang seperti ini?
·
·
·
"Jadi benar kamu sedang menstruasi? You do not lie?" - Jaehyun
"untuk apa aku berbohong kepada daddy?" - Alice
"jangan buat kami panik, Alice. kami kira kamu sudah di tiduri oleh lelaki mabuk, tapi ternyata kamu sedang menstruasi" - Taeyong
"maafkan aku daddy" - Alice
Taeyong memeluk Alice dan Alice membalas pelukan Taeyong.
"jangan pernah tinggalkan daddy Alice, because I don't want to be alone" - Taeyong
Tak lama ponsel Alice bergetar di saku celananya, Alice segera mengambil ponselnya dan mengangkat telpon tersebut.
"Alice!! kamu kemana saja?! kenapa tidak meninggalkan kabar?!"
Ternyata itu Amel yang berbicara melalui telpon, Alice menjauhkan ponsel dari telinganya karena suara Amel terlalu keras dapat membuat telinga Alice sakit.
"Amel! berhenti berteriak dan Alice sekarang di Los Angeles, besok juga Alice udah pulang"
"syukurlah, tentang skandal bullying kamu juga sudah di tuntaskan oleh pak Brian"
"Benarkah?! akhirnya"
"Alice, ada apa?" - Jaehyun
"bentar aku nyalain speaker aja biar kedengaran" - Alice
Alice menyalakan speaker agar Taeyong dan Jaehyun dapat mendengar apa yang Amel katakan di ponsel milik Alice.
"terus pak Brian ngomong apa lagi?"
"pak Brian nanyain kamu datangnya kapan dan jam berapa, selain itu nanti kalau ada waktu pak Brian bakal coba jemput kamu di bandara dan juga Luna sama temen - temennya nanti bakal disuruh menghadap ke daddy kamu, katanya gitu"
"gimana cara pak Brian nuntasin masalah itu? padahal kan gak ada saksi"
"sebenarnya di depan toilet wanita ada cctv yang gak bisa di liat sama orang - orang, cctv itu tersembunyi gitu aku aja sampe gak tau dimana letak cctv itu. Akhirnya pak Brian nyoba buat liat rekaman cctv di depan toilet sama belakang kampus, akhirnya kebongkar semuanya dan saat itu juga Luna di panggil"
"wahh,,! Amel kamu bener - bener temenku yang terbaik! makasih banget udah nolongin aku!!"
"gak usah bilang makasih, kamu beneran besok udah pulang?"
"iya, mungkin nanti malem aku berangkat dan besok pagi nyampe di bandara"
"oh ya, di kampus lagi menerima mahasiswa baru loh! jadi penasaran yang masuk ke kelas seni cewek atau cowok ya?"
"Amel.. sudahlah jangan terlalu mengkhayal dulu kau sangat suka pada kakak kelas yang ada di kampus kita bukan?"
"itu sudah masa lalu! tapi aku sedih mengapa dia harus mempunyai pacar yang begitu cantik? sangat sedih"
"dasar! bucin kak Marshel!"
"jangan sebut nama itu lagi! bisa - bisa aku tidak tidur semalaman"
"ya sudah, aku harus pergi lagi"
"baiklah, sampai jumpa!"
Alice mematikan ponselnya dan disimpan kembali di saku celananya.
"siapa kak Marshel itu?" - Jaehyun
"dia hanya kakak kelas yang di idolakan oleh Amel, tapi kenyataannya dia sudah memiliki pacar yang sangat cantik" - Alice
"sangat menyedihkan" - Taeyong
"rasanya aku ingin tertawa dengan keras,,hahahaha" - Alice
"tapi kamu tidak punya pacar kan?" - Taeyong
"aku tidak berminat untuk memiliki pacar dan Seperti-nya aku akan sendirian seumur hidup tanpa pasangan" - Alice
"You are not alone" - Jaehyun
"itu benar!" - Taeyong
Alice memeluk Taeyong dan Jaehyun sesekali air mata keluar dan membasahi pipi Alice. Taeyong dan Jaehyun hanya mengelus punggung Alice.
"walaupun kalian adalah Sugar Daddy ku, tapi kalian sudah menganggap ku seperti anak sendiri. Alice sayang daddy" - Alice
Sugar Daddy ©