Sugar Daddy ++ Jaeyong

Sugar Daddy ++ Jaeyong
Back home



Sugar Daddy ©


Akhirnya aku kembali ke tempat dimana aku tinggal dengan kedua sugar daddy ku yang telah lama merawat ku. Mungkin baru beberapa hari aku meninggalkan rumah ini, tapi bagiku aku sudah lama meninggalkan rumah ini.


Aku duduk dipangkuan daddy Jaehyun dan memeluk daddy Jaehyun.


"Kenapa?" - Jaehyun


"Tidak, eumm ... Aku hanya merindukan daddy" - Alice


Daddy Jaehyun tertawa kecil saat mendengarkan kata - kataku tadi, perlahan aku merasakan tangannya mengusap lembut rambut hitam ku.


Aku menyenderkan kepalaku di pundaknya, ini sangat nyaman. Pundak daddy Jaehyun adalah tempat aku bersandar Karena pundaknya begitu lebar dan hangat, itu membuatku nyaman dekat dengan daddy Jaehyun.


"Alice!! Ayo makan chicken katsu nya sudah siap!!" - Taeyong


"Baiklah!!" - Alice


Aku turun dari pangkuan daddy Jaehyun dan berlari ke arah meja makan. Terlihat banyak sekali makanan yang disajikan oleh daddy Taeyong, sungguh menggiurkan.


Aku duduk berhadapan dengan daddy Jaehyun dan disamping kiri ku ada daddy Taeyong. Aku mengambil sumpit yang sudah disediakan, aku mengambil chicken katsu dengan sumpit dan memasukkan ke dalam mulut.


Sungguh nikmat sekali chicken katsu ini, aku menelan chicken katsu yang sudah di kunyah.


"Daddy!! Ini sangat enak sekali!!" - Alice


"Kalau enak kamu boleh menghabiskan chicken katsu ini" - Taeyong


"Jika aku harus menghabiskan chicken katsu sebanyak ini nanti aku akan menjadi gendut" - Alice


"Walaupun kamu gendut daddy tetap sayang padamu karena kamu adalah anak daddy" - Jaehyun


"Gombal~" - Alice


·


·


·


"Cung, Sebenarnya Chenle itu siapa?" - Amel


Jisung yang sedang mengetik tugasnya kini tangannya berhenti mengetik di keyboard laptop miliknya. Jisung menutup laptopnya.


"Kakak mau dengerin cerita Jisung?" - Jisung


"Ya .. kakak pengen tau aja, kalau Jisung mau cerita tinggal cerita aja" - Amel


"Jadi Chenle itu .." - Jisung


Flashback on


kringg ... kringg ...


Bel sekolah berbunyi menandakan waktunya semua murid putra dan putri kembali ke rumah masing - masing. Terdengar suara teriakan dari murid - murid yang baru keluar dari kelas.


Terlihat Jisung yang sedang berlari mencari kakaknya yang akan menjemput. Jisung mencari kakaknya kesana dan kemari, tapi dirinya tidak menemukan sosok kakaknya.


Jisung berjalan ke arah taman sekolah berniat untuk menunggu sang kakak menjemput dirinya. Jisung melihat ada sosok lelaki yang seumuran dengannya, dia sedang bermain ayunan sendirian disana.


Jisung berlari untuk mendekati sosok lelaki tersebut.


"Hai, aku Park Jisung kalau gak salah kita sekelas kan?" - Jisung


"Oh hai Jisung aku Chenle. Iya kita sekelas, kamu belum pulang?" - Chenle


"Kamu sendiri? Kalau aku sih lagi nungguin kakakku jemput. Kamu di jemput sama siapa?" - Jisung


"Aku di jemput ayah aku, mau kan nemenin aku disini?" - Chenle


"Iya, Jisung mau kok" - Jisung


Chenle mengeluarkan sesuatu dari kantong bajunya dan ternyata itu adalah sebuah permen.


"Kau mau?" - Chenle


"Boleh" - Jisung


Jisung mengambil satu permen dari tangan Chenle, Jisung merobek bungkus permen tersebut dan memasukkan permen itu ke dalam mulutnya. Rasa jeruk itulah yang Jisung suka.


sementara Chenle memasukkan permen Dengan rasa kopi. Waktu sudah menunjukkan pukul 11.25 AM, hari sudah semakin siang dan di sekolahnya hanya mereka berdua yang belum di jemput.


"Jisung, kakak kamu cewek atau cowok?" - Chenle


"Kakakku cewek, kalau kamu?" - Jisung


"Sama kita, aku jadi pengen liat kakak kamu deh" - Chenle


"Nanti kalau kakak aku jemput kamu bisa liat kakak aku kok, Chenle" - Jisung


Keadaan kembali hening tiba - tiba ada Sura teriakan yang membuyarkan keheningan tersebut.


"Kak Alice!! Chenle disini" - Chenle


Seorang wanita yang diketahui namanya berlari mendekati Jisung dan Chenle, wanita tersebut menarik Chenle ke dalam pelukannya dan Chenle hanya bisa membalas. Jisung mendeskripsikan bahwa wanita yang terlihat lebih tua darinya adalah kakak Chenle.


Alice melepaskan pelukannya dari Chenle dan melirik ke arah Jisung.


"Kamu temennya Chenle ya? Aku kakaknya Chenle, namaku Alice" - Alice


"Hai kak, aku Park Jisung dan aku temen Chenle kak" - Jisung


"Semoga kalian akur terus ya" - Alice


"Iya kak, kayaknya itu kakak Jisung. Ya udah, Jisung pulang dulu ya, dadah kakak, dadah Chenle" - Jisung


"Dadah Jisung, sekarang kita sahabat kan?!" - Chenle


"Iya Chenle!!" - Jisung


3 hari kemudian ...


Hari ini Jisung tidak menemukan sosok Chenle di kelasnya, padahal waktu sudah menunjukkan pukul 08.45, tapi Chenle belum kunjung datang. Jisung terus mengamati pintu kelas dan sesekali mengamati gurunya yang sedang menjelaskan pelajaran.


kringg ...


Bel istirahat berbunyi semua murid keluar kelas dan berlarian menuju kantin. Tidak dengan Jisung ia terus menunggu Chenle di dalam kelas, tapi Chenle tak kunjung datang.


Jisung mulai bingung, sebenarnya apa yang terjadi dengan Chenle?.


flashback off


"Aku gak tau sekarang Chenle ada dimana, tapi pas denger nama kak Alice Jisung inget kalau Chenle punya kakak yang namanya kak Alice. Jadi Jisung pengen tau sekarang Chenle dimana" - Jisung


"Ya udah, Jisung sabar aja nanti juga kalau ke China pasti Jisung bisa ketemu sama Chenle" - Amel


Jisung hanya mengangguk dan mendekatkan tubuhnya dengan sang kakak, Amel memeluk sang adik sambil mengusap punggung adiknya.


Sugar Daddy ©


Update lagi akhirnya!!


Maaf lama update, karena kemaren sibuk nyari topik buat cerita ini.


Jangan lupa tinggalkan jejak dan like


Ayo bantu like teman - teman!!


salam dinosaurus~