
Sugar Daddy ©
Alice berjalan di lorong kampusnya yang penuh dengan mahasiswa kampus dan mereka berbeda - beda jurusan. Alice berjalan menuju lokernya sendiri dan memutar kunci loker untuk membuka lokernya, Alice melihat ada buku tebal dan kotak pensil yang ada di dalam loker.
"hayo..! ngambil apa itu?" - Amel
Entah datang darimana Amel, dia memang seperti hantu yang bergentayangan entah datang darimana dan juga kadang tiba - tiba menghilang, itu membuat Alice semakin takut dengan Amel.
"Mel! , jangan ngagetin gitu dong!" - Alice
Amel hanya tertawa pelan dan mengambil makanan yang ada di loker milik Alice, bisa dibilang Amel adalah ratu makan di kampus ini. Memang setiap mendekati jam istirahat dia akan selalu terasa lapar.
"Amel! itu punyaku!" - Alice
Amel langsung merobek camilan dan memakannya dengan lahap, Alice yang melihat Amel memakan camilan miliknya dengan cepat Alice merebut kembali camilannya.
"ternyata ini perempuan yang tinggal serumah sama dua om - om kaya, gak disangka sifat ****** ibu nya menurun ke anaknya. Selamat Alice, mungkin kamu udah gak perawan"
Alice menoleh ke arah sumber suara dan melihat Luna yang sedang melihat dirinya dengan tatapan menjijikkan begitu juga dengan temannya Luna.
"maaf maksudnya apa ya? Alice masih perawan kok!!" - Alice
"itu semua hanya alasan, hei semuanya! lihat Alice anak yang paling pintar di kampus ini menjadi ****** dan tinggal bersama kedua om - om lalu Alice menggoda nya. Dan satu hal lagi, dia sudah tidak perawan!" - Luna
Alice terkejut bukan main, kali ini Luna benar - benar membuat dirinya dipermalukan di depan semua murid kampus, Alice menjatuhkan camilannya dan berlari ke arah toilet dengan air mata yang mengalir deras.
·
·
·
"sudahlah, jangan di masukkan ke dalam hati perkataan Luna tadi" - Amel
Alice masih menangis di dalam toilet wanita, Amel adalah teman satu - satunya Alice dan hanya Amel yang bisa menenangkan Alice selain daddy nya. Alice masih merasakan sakit yang luar biasa di dalam hatinya.
"aku malu, Luna bener - bener jahat..hiks..dia permalukan aku di depan semua anak kampus, kalau pak dekan tau aku bisa kena skor!" - Alice
"kamu gak bakal kena skor, kamu tidak ingat kedua daddy kamu itu seorang pengusaha sukses" - Amel
"sudahlah, lebih baik kita sekarang masuk ke dalam kelas" - Amel
"apa aku bisa izin seharian?" - Alice
"baiklah, kamu sepertinya membutuhkan ketenangan untuk seharian. Aku akan bilang kepada dosen yang akan mengajar hari ini" - Amel
Alice mengangguk, dia segera mengambil tas nya dan keluar dari toilet wanita. Alice baru ingat, dia baru saja dipermalukan di depan umum, dia lekas mengambil topi yang ada di tasnya dan memakai nya.
Pergerakannya terhenti karena ada yang mendorongnya hingga membuat kepala Alice terbentur keras ke dinding, orang itu adalah Luna. Alice melihat kepala nya yang mengeluarkan darah, Alice terkejut dan dia merasakan pusing.
"tidak disangka, ibu mu ****** dan ternyata anaknya pun ******. Kau dibayar berapa saat bermain di ranjang bersama kedua om - om tersebut? aku ingin tau" - Luna
"tidak menyangka, kau pandai menggoda laki - laki juga, tapi aku rasa kau tidak memiliki lekuk tubuh yang indah. Lalu bagaimana kedua om - om tersebut bisa jatuh cinta denganmu? JAWAB AKU!!" - Luna
"aku..aku tidak pernah ber..bermain di ranjang, Luna" - Alice
Ucapan Alice seperti orang yang sudah sekarat, tapi dia benar - benar sedang menahan rasa sakit dan pusing yang di timbulkan akibat benturan yang keras tadi.
"pandai berbohong ya? kamu memang sama seperti ibumu, tidak ku sangka..hehe" - Luna
Luna menjambak rambut Alice dengan kencang hingga membuat Alice merasakan kesakitan yang laut biasa, sementara teman Luna mereka menendang dan menginjak tubuh Alice hingga menimbulkan memar.
bullying ini sudah Alice rasakan dari dulu, saat kabar sang ayah sudah masuk jeruji besi dan ibu yang berselingkuh dengan pria lain, Alice selalu menjadi korban bullying di kampusnya, tapi Alice menerima semua itu.
"sudah cukup, jangan sampai di mati disini jika dia mati kita akan di keluarkan dari kampus ini. Lebih baik kita pergi dari sini" - Luna
Luna dan teman - temannya lari dan meninggalkan Alice sendiri dengan keadaan yang mengerikan, dengan darah yang yang masih mengalir dan memar di seluruh tubuhnya.
Alice berlari ke arah pintu belakang kampus dengan cepat, sayangnya kaki sebelah kanan Alice terkilir dan itu membuat Alice harus berlari sambil merasakan sakit di kaki sebelah kanan.
Alice sudah keluar dari kampus lewat jalan belakang kini dia harus mencari pertolongan karena dia sudah tidak kuat lagi menahan semua badannya yang terasa nyeri ini.
siapa pun tolong aku! aku sudah tidak kuat!
Alice pingsan di tempat ia berdiri dengan darah yang masih mengalir dari kepala ditambah dari hidungnya, Alice berdoa dalam hatinya semoga daddy nya dapat menolongnya disaat situasi seperti ini.
Sugar Daddy ©