
Sugar Daddy ©
Kota Shanghai adalah tempat kelahiran Alice dan adik laki - lakinya, kini pesawat mereka telah mendarat di bandara. Tidak terhitung berapa tahun Alice meninggalkan kota kelahirannya tersebut hanya untuk melanjutkan kuliahnya.
"Panas juga ya disini, nanti kita kemana lagi?" - Amel
"Kita langsung ke rumah Alice, awalnya ayah mau jual rumah itu tapi gak jadi" - Alice
"Oke deh" - Amel
Hanya butuh waktu 10 hingga 14 menit untuk sampai ke rumah sederhana Alice yang tidak terlalu megah, tapi bisa kita lihat kalau Alice adalah orang yang memiliki harta juga. Sayangnya selama Alice hidup di rumah tersebut ia tidak pernah di rawat dengan baik oleh ibu ataupun ayahnya.
Sudah lebih dari 15 tahun Alice tidak dirawat baik dengan kedua orangtuanya ia memutuskan untuk pergi dari China karena beasiswa yang dia miliki sekaligus mencari pekerjaan, tetapi bukannya mendapatkan pekerjaan Alice malah mendapatkan dua sugar daddy sekaligus.
Selain kaya akan harta kedua sugar daddy itu sangat menyayangi Alice seperti anak mereka sendiri, dijaga dengan baik, apa yang Alice ingin mereka akan kabulkan sekalipun Alice meminta untuk berkeliling ke luar negeri kedua sugar daddy tersebut akan mengabulkan nya hanya dengan satu kalimat.
Mereka turun dari mobil yang ditumpangi kini mereka berdiri didepan rumah yang masih terlihat terawat tapi entah bagaimana dengan yang ada didalam rumahnya.
"Alice ini beneran rumah kamu?!" - Amel
"Iya, awalnya ayah mau jual ini.. tapi ayah gak jadi jual katanya takut aku kembali ke sini lagi" - Alice
cklek
Pandangan Alice kini beralih ke pintu yang terbuka sekaligus menampilkan sosok laki - laki dengan hidung yang mancung, bibir tipis dengan warna merah muda, dan juga lukisan yang ia pegang, itu adalah Huang Renjun sepupu Alice.
"Kak Alice!" - Renjun
"Renjun.. sama siapa disini? Sendiri?" - Alice
"Ya.. kaya biasanya aja, sendirian sambil nyari ide buat ngelukkis. Ayo masuk dulu, bibi tadi baru aja masak" - Renjun
Jaehyun, Taeyong, Amel, dan Jisung mengikuti Alice dari belakang. Jaehyun dan Taeyong mengerjap kagum dengan desain rumah yang begitu indah, dari dinding yang penuh dengan lukisan serta foto keluarga yang lengkap, dan juga langit - langit yang berwarna biru awan.
Sangat menganggukkan itu yang ada di batin Jaehyun sekarang, tapi itu belum seberapa dengan mansion dan villa yang dimiliki Jaehyun dan Taeyong. Walaupun harga rumah Alice hanya 1,2 miliar, kedua sugar daddy itu dapat membeli rumah atau villa yang berharga diatas 1,2 miliar. Bukannya itu adalah pemborosan? Tapi kedua orang tersebut tidak perduli.
"Dadd, kenapa melamun? Tidak baik melamun" - Alice
Semua lamunan Jaehyun buyar akibat suara Alice.
"Tidak sayang, daddy tidak melamun,,apa ada orang tampan seperti ini melamun begitu saja" - Jaehyun
"Jangan terlalu percaya diri Jung Jaehyun.. cih!" - Taeyong
"Iri bilang bos" - Jaehyun
Apa ini? Kenapa Jaehyun menjadi semakin lucu, padahal dulu hidupnya hanya sebuah penyiksaan bagi dirinya sendiri, tapi setelah mengenal Alice sepertinya dia sudah jauh lebih baik dan meninggalkan masa lalu kemudian memulai hidup yang baru.
"Kak Alice, kemarilah duduk dan makan bersama" - Renjun
"Ayo!" - Alice
Kenapa Mingyu tidak ada di sana? Mingyu tidak jadi ikut bersama Alice untuk ke China karena dia harus menjaga rumah agar tidak ada orang yang mencuri barang berharga miliknya, sebab itulah Mingyu tidak ikut China. Mungkin saja jika Mingyu ikut keadaan akan semakin ramai.
Renjun duduk di kursi yang paling utama, Amel duduk bersampingan dengan Jisung sementara itu Jaehyun dan Taeyong duduk bersampingan dengan Alice. Semua makanan sudah terhidang di atas meja dan mereka hanya perlu mengambil lalu melahap makanan tersebut.
"Ayo dimakan, keburu dingin" - Renjun
Mereka mulai mengambil makanan yang ada di atas meja, setelah mengambil mereka tidak pernah lupa sebelum makan harus berdoa tanpa lama setelah berdoa mereka langsung makan.
"Renjun, bagaimana dengan Chenle?" - Alice
"Kemarin dokter bilang keadaannya sudah lebih baik, tapi jangan terlalu banyak membuat Chenle untuk berpikir keras itu akan membuat dia semakin parah" - Renjun
Sepertinya Alice melupakan sesuatu dimana Jaehyun, Taeyong, Amel, dan Jisung mendengar semua itu. Jisung yang mendengarnya dia langsung terkejut bukan main.
Setelah acara makan selesai Alice sudah menunjukkan dimana kamar Amel dan kamar Jisung, sementara itu Alice harus berbagi kasur nya yang berukuran king size dengan kedua daddy nya, karena kedua daddy nya tidak ingin berpisah kamar dengan Alice. Ada - ada saja seperti pasutri baru.
Kini mereka bertiga, Jaehyun, Taeyong dan juga Alice mereka sedang berbaring diatas kasur yang empuk, lembut, dan nyaman itu entah apa yang mereka lakukan.
"Alice.. sebenernya Chenle itu siapa?" - Taeyong
Oke, bisa kita ketahui terkadang Taeyong bukan orang yang selalu memulai topik pembicaraan, tapi baru kali Taeyong yang membuka suara untuk keadaan yang hening ini.
"Jadi.. Chenle itu adik laki - laki aku, sayangnya dia gak disini" - Alice
"Terus..? Dimana dia?" - Jaehyun
Bukankah tadi Jaehyun mendengarnya, mungkin saja Jaehyun berpura - pura tidak mendengar pembicaraan Alice dengan Renjun tadi dan lebih memilih mendengarkan cerita yang sebenernya dari Alice.
"Dia di rumah sakit.. dia kecelakaan mobil dan mobil itu masuk ke jurang sampe ngebuat dia kanker otak dan juga dia sempat kehilangan memori untungnya sekarang memori dia sudah kembali" - Alice
"Ke-kecelakaan?" - Taeyong
"Iya, kecelakaan itu terjadi waktu aku udah sama daddy dan ternyata Renjun ngasih tau ke Alice kalau Chenle kecelakaan mobil. Dari situ semua uang yang daddy kasih itu sebenarnya Alice gak make melainkan itu buat bayar biaya rumah sakit Chenle" - Alice
Saking penasaran kedua lelaki tersebut bangkit lalu duduk, karena mereka ingin mengetahui secara detailnya.
"Berarti selama ini.." - Taeyong
"Iya, daddy selalu ngasih uang ke rekening Alice sebulan bisa mencapai lima puluh sampe dua ratus lima puluh juta, dan uang itu Alice pake buat biaya operasi Chenle dan juga bayar rumah sakit. Maafin Alice.." - Alice
Jaehyun mengangkat Alice untuk duduk dipangkuan nya, tangannya bergerak untuk menghapus air mata Alice yang keluar dengan tiba - tiba.
"Sayang.. denger, kamu gak salah daddy tau saat itu kamu kesulitan untuk bayar operasi dan juga kamar inap yang Chenle tempati sampe sekarang. Daddy gak marah begitu juga dengan daddy Taeyong, harusnya kamu ceritain dari dulu nanti semua yang berkaitan dengan Chenle bakal daddy bantu" - Jaehyun
Sosok Jaehyun yang lembut seperti sekarang dapat membuat hati Alice luluh, dan merasa ingin lebih dekat dengan Jaehyun karena nyaman jika berada di dekatnya.
Taeyong mulai mengusap - ngusap Surai rambut Alice.
"Itu benar sayang, kamu gak usah takut kalau kamu cerita dari dulu pasti daddy bakal bantuin kamu" - Taeyong
"Maaf Alice gak pernah cerita sebelumnya.. karena Alice gak mau nyusahin daddy lagi" - Alice
"Tidak.. sudah ya? Sekarang Alice tidur dan mungkin nanti sore kita ke rumah sakit untuk menjenguk Chenle, bagaimana?" - Jaehyun
"Hem.." - Alice
Alice turun dari pangkuan Jaehyun untuk merebahkan tubuhnya yang sudah terlalu lama duduk di kursi pesawat itu membuat badannya merasa sakit. Di susul oleh kedua sugar daddy nya, posisi Alice kini berada di antara mereka berdua yang berarti dia berada di bagian tengah.
"Selamat tidur kesayangan daddy.. nice dream" - Jaehyun
"Too, selamat tidur juga daddy Jaehyun dan daddy Taeyong.." - Alice
Sugar Daddy ©
Haii epribadehh!
Akhirnya aku kembali setelah sekian lama aku bertapa di gunung. Bercanda
Happy 6k!!
Thank you so much yang udah setia buat baca cerita aku, ayo dong jangan lupa di like (gak maksa).
Jangan lupa tinggalkan jejak dan like
Ayo gaiss di like, thank you so much semuanya:)
salam dinosaurus~