Sugar Daddy ++ Jaeyong

Sugar Daddy ++ Jaeyong
firasat buruk



Sugar Daddy ©


Taeyong sudah memiliki firasat yang tidak enak tentang Alice, dia tau kalau Alice akhir - akhir ini sering mendapatkan bullying di kampusnya, tapi perasaan itu kembali muncul di dalam hati Taeyong.


Apakah dia harus menelpon Jaehyun dan pergi menjemput Alice?


Tanpa pikir lama Taeyong meraih ponselnya dan mencari kontak Jaehyun dan langsung menelpon nya.


"halo"


"Udah ada kabar dari Alice?"


"belum, tadi juga udah di telpon tapi gak di angkat sama Alice, mungkin dia masih belajar di kelasnya"


Insting Taeyong dan Jaehyun sangatlah berbeda, Taeyong yang mempunyai insting kalau Alice hari ini tidak masuk ke kelas sementara Jaehyun yang mempunyai insting kalau Alice masih belajar.


Taeyong tau sebenernya ini sudah waktunya Alice istirahat di kampusnya, mana mungkin dia masih belajar di kelas.


"tapi insting saya kalau di kampusnya Alice kena bullying lagi, Jae"


"Taeyong, itu kejadian udah lama dan mana mungkin terjadi lagi? apa kamu mau kita cek ke kampusnya?"


"baiklah, jemput aku di depan kantor"


"baiklah, aku akan mengambil kunci mobil dan menjemput mu"


Telpon terputus oleh Jaehyun, Taeyong segera mengambil jasnya yang ada di kursi dan bergegas keluar dari ruangan. Taeyong berlari di lorong kantor seperti orang yang kesetanan, mungkin karena firasat buruk yang dia rasakan.


·


·


·


"kamu kenapa sih?! kenapa bisa bilang kaya gitu?" - Jaehyun


"Jae, denger saya punya firasat buruk tentang Alice, saya takut kejadian itu terulang lagi. Saya merasa kasihan kepada Alice" - Taeyong


Jaehyun hanya mendengarkan pembicaraan Taeyong sementara mata dan tatapannya fokus ke arah depan untuk menyetir menuju kampus Alice.


"coba kamu telpon lagi, siapa tahu dia mengangkat telponmu" - Jaehyun


Taeyong mengangguk dan mencari kontak Alice, Taeyong mencoba menelpon Alice tapi sayang panggilan nya tidak di jawab oleh Alice. Taeyong makin gelisah, kembali mencoba menelpon tapi tetap saja tidak di angkat.


"dia tidak mengangkat telpon ku" - Taeyong


mobil Jaehyun berhenti tepat di depan kampus Alice yang begitu megah dan luas, mereka berdua keluar dan masuk ke dalam kampus tersebut, banyak anak murid perempuan yang menatap kedua lelaki tersebut.


apakah itu teman Alice? - Taeyong


Taeyong mengingat jelas wajah teman Alice dan benar dia adalah Amel, Taeyong berlari dengan cepat ke arah Amel Jaehyun menyusul Taeyong dengan cepat.


"apa kamu teman Alice?" - Taeyong


Amel tersadar kalau ada seseorang yang memanggil, Amel langsung melihat Taeyong dengan tatapan takut, keringat mulai keluar perlahan dari kening Amel.


"iya, saya te-teman Alice, anda berdua siapa?" - Amel


Jaehyun melihat raut wajah Amel yang begitu takut dengan Taeyong, Jaehyun tertawa pelan dan tersenyum manis.


"apa kamu tidak ingat? bukankah kamu yang pernah mencarikan Alice sugar Daddy?" - Jaehyun


Baik, Sekarang Amel sudah mengingat nya, ternyata itu adalah Taeyong dan Jaehyun mereka adalah sugar Daddy yang merawat Alice hingga sekarang. Amel masih menatap Jaehyun dan Taeyong.


"aku ingat, tapi kenapa kalian menanyakan Alice? dia sekarang tidak ikut kelas" - Amel


"kemana dia?! apa yang terjadi?!" - Taeyong


"dia tidak ikut kelas hari ini karena..." - Amel


Amel menceritakan semua kejadian, tapi tidak dengan kejadian Alice yang di pukul hingga menampakkan banyak luka. Karena Amel sendiri tidak tau kalau Alice di pukul lagi oleh Luna.


"apa kamu tau biasanya tempat yang sering Alice kunjungi?" - Taeyong


"ada di belakang kampus, ayo ikut aku!" - Amel


Amel mengajak Taeyong dan Jaehyun ke tempat yang sering Alice kunjungi ketika dia sedang ingin sendiri. Taeyong dan Jaehyun mengikuti kemana Amel pergi, mereka menjadi tatapan semua murid di kampus.


Taeyong memberhentikan pergerakan nya ketika dia melihat darah yang berceceran di jalan menuju belakang kampus, Taeyong sudah berpikir yang aneh - aneh sekarang.


"tunggu!, lihat ini!" - Taeyong


Jaehyun dan Amel otomatis berhenti ketika Taeyong menahannya, mereka melihat Taeyong yang sedang berjongkok menatap darah yang berceceran tersebut.


"kenapa? mengapa kamu memperhatikan darah tersebut?" - Jaehyun


"kita harus cepat mencari Alice sekarang!!" - Taeyong


Taeyong berlari dengan cepat dengan mengikuti arah darah yang berceceran, Jaehyun yang melihat Taeyong semakin menjauh dia langsung bergegas menyusul begitu juga dengan Amel.


"ALICE!!" - Taeyong


Suara teriakan itu terdengar sangat keras, Jaehyun terkejut karena melihat keadaan Alice yang begitu sangat mengenaskan, dimana darah yang ada di keningnya dan di tangannya.


Jaehyun langsung menggendong Alice dengan cepat, Amel menangis melihat keadaan temannya.


"cepat telpon rumah sakit!!!" - Jaehyun


Taeyong langsung menelpon rumah sakit dan berbincang dengan ponsel hanya dalam waktu dua menit saja. Jaehyun berlari ke depan kampus kembali tidak lupa dengan tubuh Alice yang di tutupi oleh jas milik Jaehyun.


"Jaehyun, lebih baik kamu langsung membawa Alice ke rumah sakit, saya akan berbicara dengan pemilik kampus ini. Dokter bilang kamu segera bawa Alice ke IGD secepat mungkin" - Taeyong


Jaehyun mengangguk dan membawa masuk Alice ke dalam mobil, Alice di letakkan di kursi penumpang sementara Jaehyun harus menyetir mobil.


"kamu lebih baik ikut dengan saya" - Jaehyun


Jaehyun menunjuk Amel, Amel segera masuk ke dalam kursi penumpang. Jaehyun dengan cepat mengendarai mobil Seperti sedang balapan dengan pengendara mobil yang lain, tidak biasanya Jaehyun panik seperti ini.


·


·


·


Taeyong benar - benar tidak percaya dengan apa yang terjadi dengan Alice, tapi kenapa Alice harus menyembunyikan ini semua? dan kenapa dia tidak pernah bercerita ini semua kepadanya?.


Taeyong langsung membuka pintu ruangan dengan keras dan terlihat sang pemilik kampus sangat terkejut. Taeyong berjalan ke arah sang pemilik kampus, di meja tersebut ada sebuah tulisan, yaitu Brian.


"selamat pa-pagi tuan muda Taeyong" - Brian


"tidak perlu basa - basi tuan Brian saya ingin langsung berbicara ke intinya saja, apakah kamu ingin bertanggung jawab setelah saya menunjukkan sesuatu?" - Taeyong


"ma-maksud tuan muda ap-apa?" - Brian


"saya tidak bisa menunjukkan hari ini, tapi yang jelas di kampus yang berada di tangan anda sekarang ini benar - benar kacau. Kenapa anda tidak tau kalau ada salah satu murid yang terkena korban bullying?" - Taeyong


"bullying? siapa yang terkena bullying?!" - Brian


"anda tidak akan percaya dengan semua ini, besok ikut saya ke rumah sakit dan ini bukan main - main, kali ini saya serius jika ada korban bullying yang terjadi kepada Zhong Alice saya akan menuntut kampus ini" - Taeyong


Brian yang awalnya menunduk kini dia langsung menatap Taeyong dengan terkejut, Brian tidak bisa melawan Taeyong karena dialah tuan muda yang berkuasa selain Jaehyun.


"baik, be-besok saya akan ikut tuan muda" - Brian


"bagus, ingat perkataan saya yang tadi" - Taeyong


Taeyong keluar dari ruangan Brian dan menutup pintu dengan keras hingga membuat Brian terkejut, Brian sangat takut dengan sikap Taeyong yang tadi. Brian takut kampus ini di tutup karena banyak murid yang terkena korban bullying.


Sugar Daddy ©