
Sugar daddy ©
Hari kedua di kota Shanghai, China rasanya masih sama seperti hari pertama saat datang ke negara ini. Alice adalah orang yang pertama bangun dibandingkan dengan kedua daddy dan Amel serta adiknya.
Alice memutuskan untuk keluar dari kamar berjalan menuruni satu persatu anak tangga—setelah menuruni beberapa anak tangga ia berjalan ke pintu belakang dimana yang langsung menuju taman belakang yang cukup luas.
Oknum yang pertama Alice lihat adalah Renjun yang sedang melukis dibawah pohon—Renjun sering mencari ide lukisannya jika sedang dibawah pohon sekaligus menghirup udara yang segar di pagi hari. Renjun adalah pelukis yang cukup terkenal di Tiongkok sekaligus Shanghai.
Bagaimana tidak? Lukisan yang pernah buat saat dirinya sedang badmood dipajang begitu saja di museum Tiongkok dan kini di museum di Shanghai juga lukisan Renjun sudah dipajang.
Alice hanya menatap Renjun yang akan memulai melukis.
"Oh.. ternyata kak Alice sudah bangun, bagaimana apa tidur kakak nyenyak?" - Renjun
"Sangat nyenyak! Kau sedang melukis lagi Renjun?" - Alice
"Ya.. begitulah, karena ini yang aku lakukan sehari - hari jika sedang bosan" - Renjun
Ya. Renjun jika sedang bosan atau badmood ia pasti akan melukis di taman belakang ataupun didalam kamarnya. Tapi jika dirinya sedang merasa bahagia atau senang pasti ia akan menulis atau menciptakan sebuah lagu.
"Apa kakak mau menolong ku?" - Renjun
"Menolong mu? " - Alice
"Benar, apa kak Alice mau? Karena pemandangannya sangat cocok hari ini" - Renjun
Mana mungkin Alice menolak ini semua, dirinya selalu menjadi pemeran dalam lukisan Renjun karena bagi Renjun Alice itu cocok menjadi pemeran dalam lukisan yang Renjun buat.
Alice mulai duduk dibawah pohon tersebut dan Renjun mulai melukis wajah Alice dengan telaten, karena ia tidak mau dalam lukisan yang akan ia buat ada kesalahan sedikit pun.
·
·
·
Lelaki—Jung Jaehyun—menggeser kan tubuhnya ke samping kiri dan saat tangannya ingin menyentuh Alice, bukan Alice yang ia sentuh melainkan yang ia tangkap hanya udara.
"Eungh.. dimana Alice? Taeyong bangun!!" - Jaehyun
Jaehyun menggoyangkan tubuh Taeyong dengan sangat kencang sehingga lelaki tersebut terasa terusik sehingga ia bangun dari alam mimpi dan melihat Jaehyun yang ada di sampingnya.
"Apa?.. aku masih ngantuk" - Taeyong
"INI SUDAH PAGI LEE TAEYONG!! KAMU ITU SEPERTI SEORANG PUTRI TIDUR! CEPAT BANGUN!" - Jaehyun
Seharusnya Jaehyun tidak bilang putri, karena Taeyong adalah pria.
"Ya!! Jangan teriak didepan telinga ku, baiklah aku bangun" - Taeyong
"Dimana Alice?" - Taeyong
Jaehyun menghela nafas dan mulai berbicara lagi.
"Itu dia sebabnya aku membangunkan dirimu, ayo kita cari Alice!" - Jaehyun
Taeyong dan Jaehyun turun dari kasur, Taeyong berjalan menuju jendela yang langsung mengarah ke taman yang ada di belakang dirinya melihat sosok Renjun yang sedang melukis dan juga melihat sosok Alice yang sedang duduk di bawah pohon yang besar.
Sementara itu Jaehyun ia harus membenarkan penampilannya.
"Taeyong!" - Jaehyun
"Kita tidak perlu mencari Alice lagi" - Taeyong
Ucapan Taeyong sungguh membuat Jaehyun kesal, dengan cepat Jaehyun bergegas mendekati Taeyong yang sedang berdiri di depan jendela.
Duk!!
Taeyong meringis kesakitan saat mendapatkan pukul yang sangat menyakitkan dari Jaehyun, padahal ia berharap mendapatkan pelukan hangat di pagi hari dari Alice, tapi ia malah mendapatkan pukulan dari Jaehyun.
"Ya!!! Kenapa kau memukuliku, Jung!?" - Taeyong
"Kenapa kau berbicara seperti tadi?" - Jaehyun
"Aku bilang seperti itu, karena aku sudah melihat Alice. Lihat lah!" - Taeyong
Jaehyun menatap ke luar jendela dimana jendela tersebut langsung mengarah ke taman belakang sekaligus dirinya melihat sosok Alice dan Renjun yang sedang berada di bawah pohon besar.
"Kita kesana?" - Taeyong
"Tentu lah!! Ayo kesana!" - Jaehyun
·
·
Sosok kakak beradik baru saja memasuki taman belakang dengan niat ingin mencari udara segar di pagi hari sekaligus melihat matahari yang sudah bersinar. Amel melihat Alice yang duduk dibawah pohon besar, sepertinya menyenangkan.
Alice lantas menoleh ke sumber suara ternyata yang memanggil namanya adalah Amel teman dekatnya, Alice melambaikan tangannya.
"Kemarilah!! Nikmati udara segar disini, ini sangat seru" - Alice
Amel dan Jisung yang mendengarnya bergegas mendekati pohon, ternyata disitu selain ada Alice Renjun pun ada, tapi Renjun sepertinya sedang melukis Alice yang sedang duduk dibawah pohon.
"Oh.. hai kak!" - Renjun
"Apa yang kalian lakukan?" - Jisung
"Aku sedang melukis kak Alice, sepertinya jika ditambah lagi itu pasti akan semakin indah, apa kalian mau ikut?" - Renjun
Amel dan Jisung saling menatap satu sama lain, tatapannya beralih ke Renjun lantas kepalanya mengangguk mantap. Amel duduk disamping Alice sementara itu Jisung duduk disamping Amel.
"Apa kamu selalu seperti ini?" - Amel
"Jarang, terkadang Renjun sering mencari inspirasi nya sendiri ataupun dia meminta ku untuk menjadi tokoh dalam lukisannya" - Alice
"Ternyata kak Renjun pintar dalam melukis, Jisung belum bisa melukis tapi Jisung baru bisa membuat tokoh karakter Jepang, walaupun masih pemula" - Jisung
"Itu bagus Jisung!! Jika ada waktu, aku akan mengajarkan mu cara melukis" - Renjun
Jisung menatap Renjun dengan senang, karena Jisung memiliki impian dimana dia ingin sekali bisa melukis dari sang ahli, dan sekarang Renjun bilang ia akan mengajarkan Jisung jika dirinya memiliki waktu luang.
"Benarkah kak!? Wah..!! Terima kasih" - Jisung
"Heum.. tidak perlu memanggilku dengan sebutan "kakak" karena aku tidak cocok dengan sebutan itu" - Renjun
"Bagaimana bisa? Kak Renjun paling tua dibandingkan aku yang masih berumur 18 tahun" - Jisung
"Umurmu sangat muda sekali, umurku 20 tahun ternyata aku sangat tua ya? Haha.." - Renjun
Mereka semua berkahir tertawa bersama dengan ceria, Renjun kembali melanjutkan tugasnya untuk melukis karena mungkin lukisan yang satu ini akan di pajang oleh Renjun di rumah besar milik Alice.
"Kalian semua!" - Jaehyun
Sosok tersebut membuat semua orang yang sedang tertawa kini terhenti dan menatap Jaehyun dengan datar, mungkin mereka kesal karena Jaehyun datang dan merusak canda mereka.
"Daddy? Selamat pagi~" - Alice
"Pagi Alice, Amel, Jisung, Renjun, kalian sedang apa?" - Taeyong
"Aku sedang melukis Alice, kak Amel, dan juga Jisung karena pemandangannya dan temanya sangat cocok, jadi aku meminta bantuan kepada mereka" - Renjun
"Wah.. sepertinya akan menjadi bagus jika sudah selesai nanti. Baiklah kami menunggu disini saja" - Jaehyun
"Daddy tidak ingin ikut? Renjun ini pandai dalam melukis bisa jadi hasilnya akan bagus jika semakin ramai" - Alice
"Tidak.. kalian saja daddy akan menunggu disini" - Jaehyun
Diangguki oleh Taeyong, Renjun menaruh kuas lalu bangkit menghampiri Taeyong dan Jaehyun yang sedang berdiri, mereka berdua merasakan tubuhnya seperti terdorong dan benar saja Renjun mendorong tubuh Jaehyun dan Taeyong agar ikut duduk di bawah pohon.
"Nah.. seperti ini akan lebih bagus" - Renjun
·
·
·
Mobil berwarna putih dengan desain yang cukup royal berhenti tepat di parkiran Rumah sakit terbesar di China, Shanghai. Ya, hari ini Alice pergi ke rumah sakit di temani oleh kedua daddy nya, Amel, Jisung dan juga sepupunya.
Kamar 12A, itu adalah kamar inap milik Zhong Chenle. Alice mendorong pintu kamar tersebut, mereka dapat melihat Chenle yang terbaring lemah tapi sekarang sudah membaik, masih dengan infusan yang tertancap di punggung tangannya.
Alice mendekati ranjang tidur Chenle tangannya bergerak mengelus surai rambut Chenle, Alice melihat wajah Chenle yang semakin hari semakin pucat dengan tubuh yang semakin kurus.
".. Chenle" - Alice
Sugar Daddy ©
Haii epribadehh!!!
Akhirnya kembali lagi, kasian harus pada nungguin cerita ini update lagi:(
Makasih loh, and then happy 7k thank you so much semuanya aku gak tau mau bilang apa lagi.
Jangan lupa bantu 1k like ya teman - teman, aku gak tau mau end di part berapa tapi tenang aja happy ending.
Jangan lupa tinggalkan jejak dan like
Bantu 1k like kalau gak 400 like juga it's okay, because aku gak mau terlalu berharap dan juga ini aku gak maksa kalian.
salam dinosaurus~