Sugar Daddy ++ Jaeyong

Sugar Daddy ++ Jaeyong
Reality



Sugar Daddy ©


Jaehyun Pov


"Baik terima kasih untuk informasinya saya akan datang tepat waktu"


Aku mematikan ponsel dan berlari ke arah Taeyong dan Alice yang masih berdiri di tempat—aku sebenernya merasa khawatir jika aku dan Taeyong harus membiarkan Alice naik taksi.


"Taeyong!! Kita harus ke kantor masing - masing, aku sekarang memiliki banyak pekerjaan sementara kamu harus bertemu dengan tamu penting" - Jaehyun


"Kenapa mendadak sekali!? Sialan! baiklah aku akan pergi, lalu bagaimana dengan Alice?" - Taeyong


Kini tatapanku beralih ke wajah Alice yang sedang menguap dan mengucek matanya yang merah. Aku menyamakan tubuhku dengan Alice kedua tanganku memegang pundak Alice dengan erat.


"Alice kamu bisa ngertiin daddy kan? Daddy harus ke kantor dengan cepat, dan paman Kim mungkin gak bakal bisa ke bandara lagi jadi kamu harus naik taksi, tidak apa?" - Jaehyun


"Tenang saja dadd, aku akan aman dan bagaimana dengan koperku?" - Alice


"Paman Kim sudah mengantarnya ke rumah, jadi kamu harus pulang dengan selamat dengan taksi ya, maafkan daddy untuk ini karena tidak bisa pulang ke rumah bersamamu" - Jaehyun


"Tidak apa, baiklah aku harus mencari taksi di depan dan daddy cepatlah pergi untuk bekerja lagi. Semangat terus daddy ku!" - Alice


Aku tersenyum dan menunjukkan kedua lesung di pipinya yang membuat Alice kini ikut tersenyum. Imut sekali rasanya aku tidak tega untuk meninggalkannya.


Aku dan Taeyong berjalan menjauhi Alice yang kini menatap ku yang semakin menjauh dari dirinya, sepertinya ada yang tidak beres. apa ini hanya perasaan ku saja?


aku melihat Taeyong yang berjalan semakin jauh dariku sebelum Taeyong berjalan lebih jauh dengan cepat aku menarik tangannya agar dia berhenti berjalan.


"ada apa?" - Taeyong


"ada yang tidak beres" - Jaehyun


Taeyong hanya mengerutkan dahinya dengan tatapan yang membingungkan.


"kemarilah, kita harus mengikuti Alice terlebih dahulu karena aku tidak ingin anak itu terluka lagi" - Jaehyun


aku berjalan mendahului Taeyong—sementara dia mengekori ku dari belakang. Setelah di luar bandara, aku melihat Alice yang baru saja memberhentikan taksi. Mataku masih fokus dengan Alice yang baru saja menaiki taksi dengan cepat taksi itu langsung melaju kencang.


"tidak beres!! ayo kita langsung masuk ke mobil sepertinya supir taksi itu tidak benar!" - Jaehyun


"hei!! beritahu aku yang sebenarnya" - Taeyong


aku menghela nafas kasar sembari berjalan cepat menuju mobil yang sudah terparkir dengan pak Kim yang sedang berdiri di samping mobil—


—Dengan cepat aku langsung masuk ke dalam mobil begitu pun dengan Taeyong. Dirinya masih menatapku heran, keringat dingin mengalir dari kening ku.


"Jaehyun, jelaskan!!" - Taeyong


"supir taksi itu berniat jahat!! dan juga saat ia melaju keluar dari lingkungan bandara aku dapat menghitung kalau kecepatan mobil nya di atas rata - rata!!" - Jaehyun


Pak Kim baru saja masuk ke dalam mobil—mesin mobil telah dinyalakan.


"pak Kim!! ayo berangkat dan ikuti taksi yang baru saja berhenti di depan mobil yang tadi" - Taeyong


"tapi tuan bagaimana dengan peru—" - Pak Kim


"TIDAK PERDULI!! CEPAT IKUTI TAKSI TADI!!" - Jaehyun


sial!! emosi ku meluap begitu saja. Dasar persetan!! jika terjadi sesuatu dengan Alice aku akan menyumpahi dan juga membawa supir taksi itu ke dalam penjara.


Pak Kim langsung melajukan mobil tersebut dengan terburu - buru. Taeyong kini sedang mencoba menghubungi Alice sayangnya anak itu tidak mengangkat panggilan dari Taeyong.


Aku melirik ke samping ternyata sudah di luar lingkungan bandara yang berarti taksi tersebut benar - benar belum melaju jauh dari sini. Mataku kini beralih ke depan dimana yang menampilkan banyak mobil - mobil besar dan kecil.


"Jay!! bukankah itu taksi yang tadi?!" - Taeyong


Taeyong menunjukkan ke arah kiri dimana ada taksi yang tadi di tumpangi oleh Alice dan tepat! itu adalah taksi yang tadi.


"pak Kim! lebih cepat!!" - Jaehyun


Mobil kini melaju lebih cepat aku dapat melihat dimana kecepatan tersebut menjadi di atas rata - rata—aku menengok ke arah belakang dimana ada taksi yang sedari tadi sulit untuk mencari celah.


"pak Kim! bisakah kita tabrakan saja mobil ini ke taksi yang ada di belakang?" - Jaehyun


Pak Kim yang baru saja mendengar perintahku tubuhnya kini menjadi tegang begitu juga dengan Taeyong.


mataku melirik dimana mobil taksi tersebut mengambil ke arah kanan teriakan ku menginstruksikan pak Kim untuk menabrakkan mobil tersebut ke arah kanan. Tepat! mobilku dan juga taksi tersebut bertabrakan yang berakhir banyak mobil yang berhenti.


Aku membuka pintu penumpang dan melihat Alice yang kini sedang sesenggukan.


"hei, anak daddy. kau tidak apa?" - Jaehyun


Jaehyun pov end


·


·


Taeyong mengelus - elus punggung Alice yang masih bergetar. ya, mereka telah sampai di kediaman dua pria tersebut, walaupun telah sampai Alice masih merasakan takut akibat kejadian tadi. Alice menangis di pelukan Taeyong.


Bagaimana dengan supir taksi tersebut? supir tersebut telah di amankan oleh polisi dan besok Jaehyun, Taeyong serta Alice akan pergi ke kantor polisi untuk mendengarkan pengakuan dari supir tersebut.


kembali ke topik, Jaehyun datang dengan secangkir teh hangat yang berada di tangan kanannya—Jaehyun meletakkan teh hangat tersebut di atas meja, ia melihat Alice yang masih sesenggukan dirinya merasa bersalah.


"Alice.." - Jaehyun


yang dipanggil sama sekali tidak menyahut maupun menoleh sedikit pun, Alice masih merasa takut. Jaehyun sedikit pasrah kini ia mendekati Alice yang masih berada di dalam pelukan Taeyong—tangannya terulur untuk mengelus surai rambut hitam Alice.


perlahan demi perlahan suara tangisan tersebut sudah tidak terdengar. Alice menoleh sedikit ke arah Jaehyun yang kini memasang senyum kecil.


"hei, jangan takut lagi—maafkan daddy untuk ini semua. ini salah daddy, seharusnya kamu ikut dengan daddy maaf untuk kejadian hari ini" - Jaehyun


Tubuh Jaehyun seketika lemas saat menatap mata sayu dan merah milik Alice, gadis tersebut terlalu banyak menangis sehingga kini matanya terlihat sembab dan juga merah. Karena tak mau mengecewakan daddy nya, Alice langsung menghambur ke pelukan Jaehyun.


Jaehyun sendiri terkejut, dirinya mengira Alice tidak akan memeluknya dengan se-erat ini—tapi itu semua hanyalah perasaan Jaehyun. Hati Jaehyun menghangat dan membalas pelukan yang di beri oleh Alice.


"da-daddy tidak usah.. hiks.. minta maaf, harusnya Alice yang minta maaf" - Alice


Jaehyun menatap Alice dengan sedih— seharusnya ia yang berbicara seperti itu, tapi kini yang berbicara adalah Alice. Jaehyun semakin merasa bersalah atas kejadian tadi.


"gak. harusnya daddy yang minta maaf, sekarang Alice minum dulu biar tenang, oke?" - Jaehyun


Alice hanya mengangguk, Taeyong memberikan secangkir teh hangat kepada Alice dan diterima oleh gadis tersebut. Perlahan - lahan Alice menyeruput secangkir teh hangat yang di buat oleh Jaehyun tersebut.


setelah merasa lebih tenang Alice menjauhkan cangkir tersebut dari wajahnya dan diletakkan kembali ke atas meja.


"sudah, sekarang kita tidur hari sudah semakin larut" - Taeyong


"Alice, kau tidur kamarmu atau di kamar daddy?" - Jaehyun


Alice menggigit bibir bawahnya dan menatap Jaehyun dengan sekilas.


"apa aku boleh tidur di kamar daddy Jaehyun? - Alice


Taeyong hanya mengangguk, Alice baru saja ingin bangkit dari duduknya tapi tubuhnya terlalu lemas untuk berdiri. Jaehyun yang sudah mengerti sikap Alice, dengan cepat ia menggendong Alice ala koala—Alice dengan reflek langsung mengalungkan kedua tangannya pada leher Jaehyun.


Taeyong hanya bisa mengikuti Jaehyun dari belakang dan juga ia dapat melihat wajah Alice yang mulai mengantuk beberapa kali Alice menguap menandakan bahwa dia sudah sangat mengantuk akibat menangis tadi—


—Jaehyun telah sampai di depan kamarnya.


"good night daddy Taeyong, nice dream~" - Alice


"good night too, Alice" - Taeyong


Sugar Daddy ©


hayo!


siapa yang udah nungguin aku? ngaku kalian:v


maaf akhir - akhir ini aku lama update, dan baru sekarang lagi update nya.


udah berapa lama aku gak update? udahlah yang penting aku udah update aja.


maaf kalau kurang panjang, lagi pusing aku.


jangan lupa like dan juga komen nya qaqa


nanti dapet hadiah ciuman dari aku. emuach:v


salam dinosaurus~