
sugar Daddy ©
Kalian masih ingat dimana saat itu Alice memanggil Chenle yang sedang terbaring, ingat tidak? Jika ingat mari kita lanjutkan ke topik.
Sudah hari ketiga di China, Alice tidak menyangka hari begitu cepat rasanya Alice ingin menambah satu hari lagi untuk menemani adiknya yang kini tengah memakan - makanan yang dibelikan oleh Jaehyun.
Chenle sangat tidak menyukai makanan yang berasal dari rumah sakit, rasanya begitu hambar saat makanan tersebut masuk ke dalam mulut, entah sudah berapa kali Chenle terus muntah akibat makanan yang ia konsumsi dari rumah sakit.
Dan sekarang lelaki tersebut tengah duduk sambil menyantap makanan yang baru saja dibelikan oleh Jaehyun, Alice hanya bisa menatap Chenle karena dirinya sangat merindukan sosok Chenle yang selalu ceria, tertawa dengan sangat keras hingga membuat suara yang terdengar mirip dengan seekor lumba - lumba.
"Kapan kakak sampai ke sini?" - Chenle
"Dua hari yang lalu, sudahlah sekarang lebih baik habiskan lalu minum obat dan kembali istirahat" - Alice
Chenle hanya menatap cemberut ke arah sang kakak yang kini sedang menahan gemas, karena rasanya Alice ingin sekali mencubit pipi adiknya tersebut.
"Hei!! Sudah jangan jangan menatap kak Alice seperti itu, rasanya aku ingin muntah" - Renjun
"Memang kenapa!!? Apa masalahnya denganmu.. huh!! Dasar pengganggu" - Chenle
Oke, sepertinya Chenle dan Renjun kembali bertengkar. Chenle jarang sekali terlihat akur dengan sepupunya itu, kenapa? Karena Renjun sering kali meledek Chenle, hingga sekarang pun masih terjadi.
Alice hanya tertawa pelan saat melihat adiknya yang marah kepada sepupunya sendiri.
Tok.. tok.. tok..
Terdengar suara ketukan pintu dari luar tiba - tuan pintu tersebut terbuka, Alice dapat kedua sugar daddy nya selain itu ada Amel dan Jisung juga, sepertinya mereka habis pergi mengemaskan kembali pakaian ke dalam koper untuk keberangkatan nanti malam.
"Wah.. Chenle udah sadar ya?" - Jaehyun
Chenle mengerutkan keningnya, Alice lupa bahwa adiknya belum mengenal siapa keempat orang tersebut, tapi Chenle hanya mengingat Alice, Renjun, dan juga teman kecilnya yaitu Jisung.
"CHENLE!!.. ICUNG KANGEN!!" - Jisung
"ICUNG!!.. CHENLE JUGA KANGEN" - Chenle
Baiklah, sepertinya mereka ingin berpelukan dan juga mengobrol untuk membayar semua rasa kerinduan. Terlihat jelas wajah Jisung yang sudah merah sepertinya dia sebentar lagi akan mulai menangis.
Dan benar saja Jisung seketika menangis karena melihat keadaan Chenle yang seperti sekarang berbeda dari dulu, Jisung lebih menyukai Chenle yang dulu daripada yang sekarang.
"Hiks.. Chenle kenapa gak.. bilang ke icung kalau.. hiks.. Chenle sakit?" - Jisung
Chenle menatap temannya dengan sendu kini pelupuk matanya tengah menahan air mata yang akan keluar. Chenle mengusapkan tangannya dipunggung temannya yang sangat ia sayangi.
"Chenle gak mau icung khawatir" - Chenle
"Kalau Chenle gak ngasih tau sama aja ngebuat icung makin khawatir padahal baru berapa hari ketemu besoknya icung gak liat Chenle lagi sampe seterusnya, maafin Jisung ya gak bisa nemenin Chenle" - Jisung
"Icung gak perlu minta maaf harusnya Chenle yang ngomong begitu, dan sekarang Chenle sudah membaik dan mungkin nanti Chenle bakal pindah ke Korea lagi" - Chenle
"Benarkah!!? Akhirnya kita bisa sekolah bersama!!!" - Jisung
"Chenle akan home schooling jika keadaannya sudah lebih membaik" - Jaehyun
Sepertinya pilihan Jaehyun sangatlah tepat ia lebih baik menyuruh Chenle untuk home schooling, sepertinya Chenle agak tertekan jika dirinya harus sekolah dengan banyaknya kerumunan dilingkungan.
Jaehyun rela jika harus membayar puluhan guru private untuk datang ke rumahnya, bahkan jika Alice juga ingin home schooling seperti Chenle dia rela memanggil dosen dan membayar harga mahal untuk itu.
"Apa benar aku akan home schooling?" - Chenle
"Maafkan kakak Chenle, tapi kamu memang harus home schooling karena kesehatan mu juga harus kakak perhatikan" - Alice
"Jadi..?" - Jisung
Chenle menghela nafas beratnya, mau apalagi jika kakak nya yang bilang seperti itu Chenle tidak masalah asalkan dirinya bisa bersama kakaknya lagi.
"Maafkan aku Jisung, kita bisa sekolah bersama tapi kamu bisa bermain ke rumah kak Alice nanti" - Chenle
"Jisung tidak tahu ru—" - Jisung
"Kakak tau Jisung, jadi gak usah khawatir Jisung masih bisa ketemu sama Chenle kok kalau pulang sekolah terus Jisung bisa belajar bareng Chenle" - Amel
"Benarkah!!? Terimakasih kak!!" - Jisung
·
·
pukul 10.04 AM
Hari ini, Alice akan kembali ke negara ginseng dengan kedua sugar daddy, Amel, dan juga Jisung. Kedua sugar daddy tersebut baru saja mendapatkan telpon dari salah satu perusahaan terkenal untuk mengajaknya berkolaborasi bersama untuk mendapatkan tender bulan ini.
Alice menatap ke arah jendela pesawat dimana pesawat tersebut sudah berada di atas dengan ketinggian entah berapa tapi jika Alice menghitung mungkin itu membuat kepalanya sangat menyakitkan. Kini Jaehyun menatap Alice ia mengerutkan keningnya.
Jaehyun memberhentikan salah satu pramugari yang sedang lewat.
"can i help you, sir?"
"Yes, please give me two cheesecake and hot chocolate" - Jaehyun
"of course, please wait, i will deliver"
Jaehyun hanya mengangguk, kini tatapannya kembali fokus ke pada wajah Alice yang masih menatap luar pesawat di mana pesawat tersebut melewati awan - awan yang tebal.
"Hey" - Jaehyun
Alice menoleh ke arah Jaehyun saat memanggil namanya, dapat dilihat senyuman manis yang terpancar dari wajah Jaehyun dengan lesung di pipinya yang menambah senyumannya semakin manis dan itu membuat Alice ikut tersenyum.
"Why? Ada masalah?" - Jaehyun
Alice hanya menggeleng, sebenernya Alice merasa takut dengan mimpinya saat dua hari yang lalu ia takut mimpi itu benar akan terjadi kepada dirinya, tapi dia selalu percaya jika Tuhan selalu disisinya.
"excuse me, sir, this is the food and drink you ordered"
"Ah.. thanks" - Jaehyun
"of course, if you need something it can call me or another flight attendant"
"Satunya untuk kesayangan daddy" - Jaehyun
"Ah~ terima kasih dadd!!" - Alice
Jaehyun mengusak surai rambut hitam panjang milik Alice karena itu adalah hobi Jaehyun. Alice menyesap secangkir cokelat panas yang tadi dipesan oleh Jaehyun dan satu cheesecake yang ada di hadapannya sekarang itu sangat menggiurkan.
"Bagaimana? Sudah lebih membaik?" - Jaehyun
"Heum.. terima kasih dadd. Kenapa daddy tau kalau aku sedang gelisah?" - Alice
"Terlihat dari wajahmu yang selalu mengeluarkan keringat, dari situ daddy tau kalau kamu merasa gelisah. Apa karena mimpi itu?" - Jaehyun
"Iya.. entahlah mungkin itu hanya mimpi" - Alice
"Sudah lebih baik berdoa kepada Tuhan agar tidak terjadi sesuatu yang menimpa kita" - Jaehyun
Alice mengangguk, Jaehyun selalu menjadi dominan Alice karena dia adalah sosok ayah yang selalu mengajarkan Alice untuk berdoa kepada Tuhan jika sedang merasa gelisah atau sedang memiliki masalah.
"Lebih baik habiskan cheesecake mu dan juga cokelat panas itu, after that sleep" - Jaehyun
·
·
·
"Alice bangun.. hei" - Taeyong
Alice merasa dirinya yang sedang tidur kini terusik akibat jarinya Taeyong yang mencubit pipi kanan milik Alice dengan gemas, kenapa? Karena pesawat yang mereka tumpangi sudah berada di Incheon airport.
Alice masih belum bangun sedangkan Taeyong sepertinya harus terpaksa membawa Alice dengan cara menggendong nya keluar dari pesawat. Akhirnya Taeyong menggendong Alice ala koala sementara Jaehyun harus membawa koper - koper tersebut keluar.
Amel dan Jisung sudah pulang terlebih dahulu karena Jisung harus kembali sekolah besok, jadinya mereka akan cepat - cepat sampai di rumah dan istirahat.
Taeyong, Jaehyun serta Alice yang berada di gendongannya Taeyong kini mulai mendapatkan perhatian dari orang - orang yang berlalu lalang di dalam bandara, bagaimana tidak? Saat ini Alice sedang di gendong oleh Taeyong dan Jaehyun berada di samping Taeyong sambil mendorong troli yang berisi empat koper sekaligus.
"liat kedua pria itu!! bukankah mereka tampan!?"
"iya, mereka sangat tampan rasanya aku ingin sekali menjadi simpanannya walaupun hanya sekali
"apakah itu adik mereka?
"mungkin.. aku benar - benar iri dengan adiknya tersebut bagaimana dia bisa mendapatkan sosok kakak laki - laki yang sangat tampan"
Asalkan mereka tau jika yang berada di gendongannya Taeyong adalah anak angkat mereka mungkin reaksinya akan berbeda dari yang sekarang mereka lihat. Taeyong merasakan dimana Alice menggeliat didalam gendongannya.
"Eh? Udah nyampe? Kok gak ngebangunin Alice?" - Alice
Taeyong hanya memberikan senyuman manis yang sering ia tunjukkan untuk anak kesayangannya seorang.
"Daddy tau Alice lelah jadi daddy tidak tega untuk membangunkan mu, mau tetap di gendong atau turun?" - Taeyong
"Turun~" - Alice
Taeyong tertawa pelan sebelum menurunkan Alice dari gendongan nya, lelaki itu tersenyum saat melihat wajah Alice yang masih di bawah alam sadarnya alias masih mengantuk. Tiba - tiba Jaehyun datang dengan tergesa - gesa sambil memegang ponselnya di tangan kanan.
ya, tadi Jaehyun sempat pamit ke Taeyong kalau dia harus mengangkat panggilan dari kantornya.
"Taeyong!! Kita harus ke kantor masing - masing, aku sekarang memiliki banyak pekerjaan sementara kamu harus bertemu dengan tamu penting" - Jaehyun
"Kenapa mendadak sekali!? Sialan! baiklah aku akan pergi, lalu bagaimana dengan Alice?" - Taeyong
Kini tatapan Jaehyun beralih ke wajah Alice yang sedang menguap dan mengucek matanya yang merah. Jaehyun menyamakan tubuhnya dengan Alice kedua tangannya memegang pundak Alice dengan erat.
"Alice kamu bisa ngertiin daddy kan? Daddy harus ke kantor dengan cepat, dan paman Kim mungkin gak bakal bisa ke bandara lagi jadi kamu harus naik taksi, tidak apa?" - Jaehyun
"Tenang saja dadd, aku akan aman dan bagaimana dengan koperku?" - Alice
"Paman Kim sudah mengantarnya ke rumah, jadi kamu harus pulang dengan selamat dengan taksi ya, maafkan daddy untuk ini karena tidak bisa pulang ke rumah bersamamu" - Jaehyun
"Tidak apa, baiklah aku harus mencari taksi di depan dan daddy cepatlah pergi untuk bekerja lagi. Semangat terus daddy ku!" - Alice
Jaehyun tersenyum dan menunjukkan kedua lesung di pipinya yang membuat Alice kini ikut tersenyum. Kedua lelaki itu berjalan menjauhi Alice yang sendirian di bandara.
Setelah memastikan kedua daddy nya benar - benar pergi dari bandara kini saatnya Alice mencari taksi yang akan ia tumpangi menuju rumahnya. Alice melambaikan satu tangannya ke udara berniat untuk memberhentikan salah satu taksi yang lewat, untung saja ada taksi yang lewat kemudian berhenti di depan Alice, tepat di depannya.
Alice membuka pintu taksi tersebut lalu masuk ke dalam taksi tersebut untuk menempatkan tubuhnya duduk di kursi penumpang kemudian Alice kembali menutup pintu tersebut.
Mobil taksi tersebut melaju dengan perlahan saat sudah keluar dari lingkungan bandara taksi tersebut malah melaju lebih cepat dari batas kecepatan. Raut wajah Alice berubah menjadi gelisah, karena supir tersebut membawa taksi dengan kecepatan di atas batasnya, selain itu supir tersebut benar - benar tidak menanyakan kemana Alice akan pergi.
"Pak! Bisakah anda mengurangi kecepatannya!? Karena itu sang—AKHH!!" - Alice
bruk!
Sugar Daddy ©
Haii semuanya~
Aku kembali lagi, dari kemarin aku terlalu fokus belajar jadi lupa kalau aku punya tugas buat update:')
Maaf udah bikin kalian lama nunggu, dan happy 8k thank you so much loh.
Kalian bener - bener bisa bikin aku bahagia banget walaupun aku lagi kurang sehat, tapi aku paksa buat update sekaligus nyari inspirasi untuk cerita ini.
Sekali lagi makasih loh~
Jangan lupa tinggalkan jejak dan like
Ayo di like gak like aku gak update, bercanda:v
satu lagi, untuk akun yang bernama Dea Susanti makasih udah mau nyemangatin aku dan juga ingetin aku buat update, ya emangnya aku lupa gitu kalau aku punya nih cerita. hehe:v makasih banget buat akun yang bernama Dea Susanti, thanks~
salam dinosaurus~