
❁❁❁❁❁❁
"Suruh dia pulang. Biar kakak yang menunggu Syifa" ujar Jimin seraya melepas jasnya.
"Tapi kakak kan baru pulang, pasti capek!" jawab Jungkook takut takut.
Jimin menatap adiknya lekat dan seketika Jungkook mengangguk patuh kala tatapan itu beradu pandang dengannya seperti hipnotis yang telah menyuruhnya untuk mau ia perintah.
"Ah.. i-iya aku akan menyuruhnya pulang" Jungkook pergi ke ruang tamu. Namun Taehyung sudah tidak ada di tempatnya hanya Syifa yang berada di posisinya semula.
"Kemana dia..?" gumam Jungkook.
"Tae.. Tae.. kau dimana?"
"Ishh aneh.. kayak jelangkung saja.."
Jungkook mencari Tae keluar rumah masih tidak ada ia melihat sepatu yang berjejer diluar juga tidak ada hanya ada sepatu Syifa dan sepatu dirinya, apa ia sudah pulang? Jungkook masuk lagi ke dalam sudah ada kakaknya duduk dikursi yang berhadapan dengan adanya Syifa.
"Sudah kamu istirahat saja, ia sudah pulang.." seru Jimin.
"kapan pulangnya? kenapa tak pamit kepada kita?" tanya Jungkook heran.
"Dia pamit lewat kertas, nih baca" Jimin menyerahkan secarik kertas itu pada adiknya.
[Gue pulang dulu, kakakmu sudah menyuruhku pulang. aku mendengarnya saat aku ingin mengambil minum. Sampai bertemu disekolah, titip Syifa]
Jungkook menatap kakaknya datar, Apakah akan ada perang setelah ini. Tak secara langsung Jimin mengusir Tae, tapi Tae orangnya amat peka dia tau perasaan seseorang, apakah Tae akan berhenti mengejar Syifa atau malah akan bersaing? terus ikuti saja ceritaku ya teman teman. geratis kok! 😁
"Aku istirahat dulu.." ucap Jungkook.
"Ganti dulu seragamnya" jelas Jimin.
*****
Jam 1 malam Syifa terbangun ia mendapati dirinya diatas kasur berbulu dan selimut tebal yang membuat tubuhnya nyaman ia mengitari seluruh ruangan. ini bukan rumah ibu? dimna aku?.
"Euhh" Syifa menoleh saat mendapati lenguhan seseorang dan tubuhnya merasakan berat seperti ada tangan besar yang memeluknya.
Apa aku tengah bermimpi, lalau perlahan tangan mungil itu mengelus pipi seseorang di sebelahnya sungguh ketampanan yang paripurna walaupun kau tengah tertidur pulas tuan, semoga mimpi ini sampai pagi menyapa.
"Omoo mas Jim-.... Akhhh" Syifa menjerit kala manusia disampingnya ternyata nyata dan bergerak lebih kencang memeluknya.
"Apa sih sayang, sudahlah tidur lagi aku masih ngantuk.." jawab lelaki itu tanpa membuka matanya.
"Apa yang kau lakukan padaku,,," teriak Syifa.
Seketika Jimin terbangun dan duduk, ia mengucek matanya dan menatap gadis didepannya "Ada apa, kenapa berteriak ini sudah jam 1 dini hari, sayang" ucap Jimin pelan.
"apa yag mas jimin lakukan padaku..?" tanya Syifa yang memeluk dirinya sendiri.
"Aku tidak melakukan apa pun padamu, aku hanya memindahkamu dari meja ke kasur. dan aku tidur disampingmu dengan memelukmu" bela Jimin, ia tak harus mengatakan segalanya bukan.
"kenapa kau harus tidur disini, kamu punya kamar bukan?" tanya Syifa.
"Mana tega aku meninggalkanmu sendiri diluar, rumahku luas takut kamu digondol maling" ucap Jimin pelan dan dapat pelototan dari Syifa.
"Emangnya aku barang, mana ada manusia digondol maling" sungut Syifa.
"Sudah ya! aku mau pulang ke rumah. takut ibuku nunggu" ucap Syifa dan hendak beranjak namun tangan kokoh itu malah menarik Syifa pada lahunan Jimin.
"Mau kemana sayang? tadi Jungkook telah meminta izin pada ibumu, bahwa anak gadisnya tidur disini dan sulit untuk dibangunkan" ucap Jimin serak.
"IHH kata siapa susah dibangunkan. L-lepas gak" ucap Syifa memberontak.
"Kita tidur lagi ya sayang"
"Ihh apaan sayang sayang. gak enak didengernya"
"Masa sih, mas dari tadi loh panggil kamu sayang"
"Bodo amat ahh.. lepas aku mau tidur dikursi aja" ucap Syifa galak.
Syifa berjalan ke arah sofa dan mengerlingkan matanya saat bertatap muka dengan Jimin ia malu ia salah tingkah kala dipanggil sayang oleh kang Jimin. Pipinya bersemu merah ia segera menutup wajahnya dengan selimut dan langsung merebahkan tubuhnya ke sofa.
*****
"Kak..." Jungkook menggoyangkan lengan kakaknya.
"Emm.. iya sayang" balas Jimin tanpa membuka matanya.
"Kok sayang tumben, Ini kookie. mimpiin siapa sihh..?"
Tawa Jungkook meledak, tumben tumbenan kakaknya memanggil ia sayang atau Jimin semalam bermimpi, Jungkook melirik sofa yang sudah rapi dengan selimut di atasnya. Oh berarti syifa semalam tidur disofa untunglah berarti mereka tak satu selimut dengan kakaknya.
"Syifa kemana kak..?" tanya Jungkook.
"Sudah pulang mungkin" balas Jimin.
"Sepagi ini..?"
"Biarlah mungkin ia mau beres beres dulu di rumahnya. Dia harus belajar menjadi istri yang baik bukan".
"Benar juga, Kelak yang akan menjadi suaminya pasti beruntung. sudah cantik, pinter beres beres serta bikin kuenya enak pula"
"Suaminya kelak akan kakak, atau bisa saja besok kakak nikahin"
"Yang bener, emang syifa mau sama kakak..?"
"Hais.. kau ini, sudah sana mandi"
Jimin melempar bantal ke arah Jungkook kala mendapat pertanyaan pongah begitu, Jungkook lari terbirit birit menuju kamar sambil tertawa dengan kerasnya. Jimin terus saja menggerutu sambil membereskan selimut bekas ia tidur dan merapihkannya.
*****
"Rey, mana ibu?" tanya syifa kala ia sudah dirumah dan mendapati adiknya tengah menonton TV.
"Ibu kepasar kak" jawabnya.
"Sudah lama..?"
"Lumayan, kak"
Syifa hanya ber-oh ria saja, tanpa bertanya lagi pada Reyhan sudah pasti ibunya ke pasar membeli bahan bahan kue, ia pasti begitu karna kemarin kemarin ibu tidak belanja, mungkin persediaan bahan kue sudah habis.
"Kakak semalam tidur dimana..?" tanya Reyhan penuh selidik.
"Tidur di rumah teman, Deket kok dari sini" jawab Syifa jujur.
"Temen apa temen.." ledeknya.
"Ishh,, kenapa kamu menyebalkan! bener itu temen kakak satu sekolahan malahan satu kelas" sungut Syifa.
"Masa sihh? semalam yang kesini bukan anak sekolahan teman kakak yang namanya Jungkook. Tapi om om ganteng pakai kemeja warna Navi sama pakai kecamata, masa ia anak sekolah begitu" Jelas Reyhan menatap Syifa aneh.
"emang begitu yang kesini bukan Jungkook?.."
"Bukan, kalau aku tau dia akan kesini akan aku ajak dia main Lego"
"Terus siapa?" tanya Syifa penasaran.
"Kalau gak salah namanya Park Jimin, gak tau yang kudengar hanya itu"
Syifa tampak bengong menatap adiknya yang sibuk dengan acara TV nya, Apa ia yang kesini mas Jimin, katanya semalam Jungkook yang ngasih kabar ke ibu bahwa aku tertidur dirumahnya, ah menyebalkan. Coba nanti tanya ibu saja.
Reyhan dan Jungkook sekarang berteman karna seringnya Reyhan mengantarkan kue pesanan untuknya maka semakin dekat dan menjadi teman bermainnya. Ibu ida pun bersyukur mengenal Jungkook karna dialah Reyhan menjadi ceria dan memiliki teman, meski temannya sudah besar dan anak SMA.
*****
"Mmmuach, hati-hati dijalan" ia mencium pipi lawan jenisnya.
"Sampai berjumpa sore nanti sayang. Babayy" ucap wanita cantik melambaikan tangannya.
"Sudahlah ayo masuk sana" sergah calon suaminya.
"Ya sudah aku masuk dulu" jawabnya.
Tampak di sebrang jalan anak laki-laki berseragam sekolah tampak menahan marah matanya berkaca kaca, rasanya sakit menyaksikan orang yang kita suka berdekatan dengan laki laki lain, padahal sudah jelas ia calon suaminya kenapa Jungkook harus cemburu.
Next....💜