
𑁍𑁍𑁍𑁍𑁍
[Ihh si udik ngapain kesini]
[kasian bajunya itu itu mulu]
[mungkin dia juga di undang sama yang punya pesta]
[wahh seru nih, pasti bakal ada drama baru ulahnya]
Desas desus dari siswa lain bersahutan saat syifa datang ke acara itu dengan pakaian yang sudah tak layak pakai menurut manusia yang memiliki segalanya.
Syifa terpaksa datang karna Sintia tetap mengancamnya akan mengeluarkan dia dari sekolah kalau tak menuriti ke inginannya.
"Wahh si udik udah muncul juga" sambutan Okta sahabat sintia.
"Mungkin ini ya.. yang namanya baju pesta, hahahahaa" seru yang lainnya.
Okta menunjuk nunjuk satu jarinya ke tubuh Syifa, Syifa hanya diam tak berkutik menurutnya melawanpun tak akan mereka hargai dan itu akan sebaliknya malah makin membully dan menginjak injak harga dirinya untuk saat ini syifa hanya diam dan patuh.
"Sintia cepat kemari tamu special mu sudah datang" Okta berteriak.
Sintia muncul dia berjalan anggun menuju tempat tamu specialnya itu dan tersenyum licik "Oooh selamat datang Syifa"
"Silahkan kamu harus menikmati jamuanku atau sekalian bawa pulang selebihnya" ia menghela "oh ia kamu belum makan makanan enak dan lezat kan? Hahahahhh kasian"
Semuanya tertawa, semuanya tampak senang "Ayo semuanya kemasi makanan enaknya buat dia dan keluarganya pasti mereka akan merasa senang dan gembira, Seperti Anjing yang menemukan tulang" Seru Okta lagi.
Seketika wajah Syifa memerah tangannya mengepal ia tidak suka orang lain menghina keluarganya, cukup dia yang merasa dihina banyak orang tapi tidak dengan keluarganya.
"Apa kamu bilang?" sergah Syifa geram dan maju satu langkah menghadap Okta.
"Apa bilang satu kali lagi, tentang keluargaku" mata Syifa mulai berkaca kaca.
"Hehh,, berani sekali kamu" Sintia menarik rambut Syifa dengan kasar.
"Kurang ajar..."
Byuuuuurrr
Syifa terjatuh ke air kolam dan pelakunya tentu Sintia, ia hanya tersenyum puas menatap syifa yang meminta tolong karna air kolam itu sangat dalam "Rasakan akibatnya kalau melawan"
Semua orang tampak berkerumun menyaksikan insiden itu tanpa berniat menolong ada yang mengabadikan juga dengan benda canggihnya.
Dan tiba sosok laki-laki meloncat ke air kolam tersebut untuk menolongnya membawa tubuh itu ke darat dan Syifa nampak sudah tak sadarkan diri.
Laki-laki itu tampak khawatir, ia terus menyadarkan syifa "hyy bangun" menepuk pipinya, menekan nekan dadanya supaya cepat sadar.
[Omoo.. Siapa dia, tampan sekali]
[Ahh, beruntung banget jadi dia ditolong malaikat sekeren dia]
Banyak sahutan dari gadis gadis yang menyaksikan itu, Sintia sempat syok melihat siapa yang menolong Syifa. "Omg.. gak mungkin banget itukan kakaknya Jungkook" ia hanya menutup mulutnya pertanda kaget.
Ya yang menolong syifa adalah Jimin, Jimin tadi sempat terusik oleh suara suara yang ramai dan bising. Ternyata Jimin menangkap sosok yang ia cari cari sejak tadi, Jimin ingin menghampirinya namun Syifa sudah tersungkur ke kolam dan kejadian itu mampu membuat Jimin menjadi sosok malaikat penolong untuk Syifa.
"Hyy bangun, ayolah" Jimin sangat panik lantaran Syifa tak kunjung sadar.
"Kookie kemari, lepas jas mu" teriak Jimin kepada sang adik.
"I-iya kak!"
Jungkook melepas jasnya dan menyerahkannya kepada Jimin, Jimin menyelimuti tubuh basah Syifa oleh jas tersebut. "Siapa yang melakukan ini?" Teriak Jimin Sorot matanya tajam menyiratkan rasa marah.
"Kutegaskan sekali lagi siapa yang melakukan ini?!" teriak Jimin lagi.
Orang lain hanya diam dan menatapnya takut, Jimin tampak marah dan Sintia membisu karna kaget.
Jimin berdiri dan maju menuju Sintia berada.
"Aku tau yang berbicara dengannya itu kamu, apa yang kamu lakukan sehingga dia harus kau jatuhkan ke bawah sana,, hahh?"
"Apa peduli kamu, dia hanya gadis udik dia babu dia tidak pantas hidup dengan kita yang memiliki segalanya"
Plaak... Satu tamparan Jimin layangkan ke pipi mulus milik Sintia, terasa perih dan nyata.
"Itu peringatan bagi kamu, tidak ada orang yang tidak layak di dunia ini. Semua hanya titipan kita sama sama ciptaannya yang patut kamu hargai, mau itu miskin atau kaya kita tetap sama dimatanya(TUHAN)"
"Kenapa kamu membelanya, apa dia sudah menggodamu Tuan??"
"Dasar kurang ajar! Awas kau Syifa" Sintia marah kesal semuanya bercampur karna ada yang membela gadis udik itu.
Jimin kembali kepada tempatnya tadi membawa syifa "Kookie kemari, buka pintu mobil ini kuncinya kita harus antar dia pulang" Sergah Jimin dan memberikan kunci tersebut kepada Jungkook.
Uhuk.. uhuk.. uhuk..
"hyy kau sudah sadar?" Jimin mendekatinya "kau melihatku" Jimin melambaikan tangannya.
"T-tuan... kenapa anda disini?" Syifa malah balik bertanya.
Ya syifa sadar, dan orang yang pertama ia lihat wajah Jimin dengan rambut basah serta senyuman manisnya Syifa mendadak gugup dan salah tingkah.
"Seharusnya aku yang bertanya kenpa kamu berenang malam-malam? apa tidak dingin?!"
"A-aku..... Akhhh" Seketika tubuh syifa melayang, replek syifa mengalungkan tangannya ke pundak Jimin.
"T..tuan jangan lakukan ini, cepat turunkan aku"
"Kenapa? aku akan mengantarmu pulang"
"Tidak! a-aku bisa sendiri, cepat turunkan aku tuan"
Syifa hanya merengek tapi Jimin tak menghiraukan rengekan itu. "Ayo masuk dan pakai jasnya" Jimin menutup pintu mobil tersebut.
"mana kuncinya, kamu juga masuk tapi di depan kita pulang"
"Tapi kak.. acaranya belum selesai, aku belum bertemu Bu..."
"Masuk kookie"
Ucpan Jungkook terpotong karna Jimin menyuruhnya masuk, akhirnya jungkook menurut dia duduk di depan apa yang kakaknya perintahkan tadi.
*****
Sinar yang menyinari sejuknya pagi ini Jimin terhanyut dalam lamunannya dengan di temani satu gelas kopi yang masih mengepul.
Flasbac On
"Terima kasih tuan" tersenyum.
"Tidak papa kamu perempuan wajib saya lindungi, silahkan masuk ini sudah malam" perintahnya lembut.
Entah angin dari mana Syifa memeluk Jimin, Ia menelusupkan kepalanya di dada bidang Jimin "Terima kasih sekali lagi tuan, berkat tuan nyawa saya tertolong" Isakan kecil itu terdengar, Jimin hanya membiarkan Syifa memeluknya dan ia membalasnya.
Mungkin dia sedang menumpahkan kesedihannya kepadaku, mungkin bebannya begitu berat sampai tak memiliki sandaran untuk menenangkan dirinya. Menangislah tumpahkan segalanya, aku disini ada untukmu.
"Emm maaf t..t..uan sa..ya lancang, tidak sepatutnya saya memeluk tuan seperti ini" Syifa melepaskan pelukannya.
"Ahh.. ya.. yaa! tidak papa mungkin kamu butuh ketenangan" balasnya "Ekhmm" menetralkan debaran jantungnya.
Flasbac off
"Aishh... Kenapa harus ada drama sperti itu" celotehnya.
Tidak tahu saja jantung Jimin sekarang jedag jedug kayak dj didalam diskotik bergemuruh dan bergema begitu terdengar sampai luar untuk pose membayangkan dan melamunkannya saja, gimna kalau terulang lagi Army?? 😅🤣
"Kaaaak! mana susu pisangku? Teriak Jungkook dari ruang makan dengan seragamnya yang sudah rapi.
Jimin masih bergeming tak menyahut, entah disengaja atau tidak. Entah masih hanyut dalam lamunannya.
"Kaaak!" seru Jungkook menghampri Jimin dan menggoyangkan tubuhnya, seketika Jimin tersadar dan menatap adiknya "ada apa?".
"Haissh kenapa kakak malah melamun, mana susu pisangku?"
"Ahh ya kakak lupa kookie" Jimin berdiri lekas ke dapur "Kirain sudah tak suka susu, karna adik kakak sudah berotot" candaan Jimin renyah dan disambuti oleh cemberutnya Jungkook.
"Kata siapa Kookie berotot?" setia dengan cemberutnya.
"Ya sudah nihh minum" Jimin menyerahkan susunya "Karna yang berotot suka naksir wanita" ledek Jimin yang mampu membuat Jungkook teriak dan mengejar kakaknya.
Dan akhirnya pagi ini diisi dengan kejar kejaran sang adik kakak tersebut, tidak tahu saja jam masuk sekolah tinggal beberapa menit lagi auto kesiangan dua duanya.
-----------------
Next.