
❁❁❁❁❁❁
"Syifa pulangnya sama siapa?" ia mendekati Syifa "Bareng sama aku yaa?.." sergahnya lagi.
"Gak perlu" ia menolak "maaf kalau aku menolakmu terus menerus" serunya lagi berlalu.
"Hahh.. susah banget naklukin dia" Taehyung hanya mengela nafas kasar.
"Kasiaan di tolak lagi" ledek Seseorang dibelakangnya.
Tae mengalihkan tatapannya dengan garang ternyata yang meledeknya ialah orang yang sama saat merebutkan kue milik syifa, "Maafkan Kookie kak" Taehyung menyerupai ucapan Kookie saat tadi meminta maaf pada kakaknya.
"Hehh kamuuu" Jungkook menunjuk Taehyung.
Seketika tae lari terbirit birit meninggalkan Jungkook yang tengah marah marah kepadanya ia takut babak belur atau seragamnya lagi yang menjadi bahan tinjunya, karna ternyata tenaga Jungkook besar loh guys ototnya juga bagus apalagi ABS nya bikin mata melotot tanpa berkedip😁
*****
Sore hari tampak cuaca cerah secerah hatiku saat ini (Eeeaakkk) Seorang gadis cantik tengah bersenandung ria dengan kue kuenya, kue coklat kesukaannya dulu sebelum seseorang hadir dalam hatinya.
"Cuacanya cerah ya, sabtu lagi... bikin kesibukan apa ya?? hmm sayang Jomblo mah duduk aja deh dipojokan sambil nonton drakor" serunya berbicara sendiri.
"Apa kuenya masih ada?!" tanya seseorang.
"Ada banyak mas" tanpa Syifa lihat itu siapa karna ia tahu itu suara laki laki.
"mau pesen yang rasa apa?.." tanyanya lagi.
"Hmm yang rasa apa saja boleh" balasnya.
"Rasa coklat saja ya, mumpung cuacanya bagus biar diinget terus sama seseorang" ucap Syifa dengan segala isi hatinya.
"Emang kalau makan kue rasa coklat seseorang akan mengingatnya..?" balas seseorang dibalik helm itu.
"Gak tau lah mas, kalau aku makan kue rasa coklat jadi kepikiran dia terus. Nih udah semuanya 25rb sperti biasa" Jelas Syifa memberikan 1 toples kue coklat.
"boleh kamu pegang dulu, saya mau ambil uangnya!" serunya mengembalikan toples itu lagi kepada Syifa.
Ia lantas membuka tasnya dan menyerahkan sesuatu pada Syifa dengan sebuah amplop berwarna merah dan dikasih templet love di tengahnya.
"Kenapa ngasih beginian mas?" seru syifa dengan membulak balikan kertas itu.
Syifa tak mengetahui orang yang didepannya siapa? karna orang itu memakai helm dan orang itu juga lah yang selalu ia pikirkan meski ia tak memakan kue coklat juga.
"buka saja siapa tahu itu keberuntunganmu" balasnya.
Lantas syifa membukanya 'MAAFKAN AKU SYIFA AL-ZAINA..' seketika wajah Syifa berpaling menatap seseorang didepannya dan berkata.
"Siapa kamu? kenapa kamu tahu nama lengkapku..?" serunya kencang.
"kok jadi kamu, katanya tadi mas!"
Laki laki itu membuka helmnya terlihat lah wajah tampan yang selalu syifa pikirkan selama ini "Tu...tuan mengapa anda disini..?" Syifa mendadak gugup, bahwa orang dibalik helm itu ternyata Tuan Park Jimin.
"terserah saya mau dimana mana juga, emm lebih enak dipanggil mas deh ketimbang tuan" jelas Jimin.
"Ishh kan tadi saya tidak tahu itu tuan, makanya saya panggil mas.." balas Syifa menunduk karna malu.
"Jadi gimana mau memaafkan saya tidak..?" tanya Jimin kembali.
"memaafkan soal apa ya, tuan kan tidak punya salah sama saya..?" jawab Syifa sambil menoleh.
Seketika Jimin salah tingkah ia harus menjawab apa sudah ia duga pasti Syifa akan menanyakan hal itu. Kenapa si gue harus begini, ahh ini gara gara si seok nih yang ngasih saran begini aku juga yang bingung.
"Emmm.. ah ia soal tadi aku tak menyapamu di sekolah, maaf" Jimin menjelaskannya sedikit gugup.
Sejurus itu mendadak pipi Syifa merona "Kenapa harus repot repot meminta maaf tuan, saya juga tidak papa" jelasnya malu malu.
Hah situasi apa ini? seketika aku melihat kamu tuan begitu berbeda, dari banyaknya laki laki yang menaruh harapannya padaku lantas semuanya tak sepertimu justru mereka lebih bar bar dan arogan.
"emm karna aku merasa tak enak padamu, apakah kamu memaafkan ku syifa?" Tanya jimin lagi.
Ya tuhan, kenapa tuan park jadi menggunakan aku kamu ahh mendengarkannya saja begitu aku sungguh berdebar.
"hyy.. kenapa melamun? apa kamu mau memaafkan aku?"
"Sa-..saya memaafkan tuan kok!" jawabmu menunduk.
"Bisakah kita tak seformal itu saat berdua..? aku hanya tidak enak saja, dan jangam panggil aku tuan lagi kayak aku ini majikanmu" jelas Jimin "emm mas saja aku suka dipanggil seperti itu" sambungnya lagi.
"Ah baiklah tu-, em mas"
"ya biasakanlah dulu, kamu mungkin belum terbiasa memanggilku seperti itu" ucap Jimin
*****
Rasanya aku diatas awan saat ini, bolehkah aku berharap mas jiminlah laki laki yang tulus, lemah lembut, serta setia itu mendampingiku sampai halal. ahh aku memikirkannya saja sudah berdebar ingat Syifa kamu masih bocil SMA kok bisa suka sama om om, memang ya cinta tak mengenal umur.
"Ngelamun apa nduk, senyam senyum begitu..?" tanya Bu Ida ibunya.
"ahh ibu ganggu aja" Syifa nyengir "Bu kalau ada laki laki yang baik dan lembut, bolehkah aku berteman dengannya" sambung Syifa dengan pertanyaan.
"berteman dengan siapa saja boleh sayang, asal kita tahu batasan saja" balas Bu Ida lembut dan seulas senyuman.
"ah iya Bu, Syifa ngerti"
*****
"Kak, kookie bosan menu makanannya itu lagi, sesekali pesan yaa.."
"Ayolah kak kita makan diluar saja.."
"Jeooon Jung-..."
"Iya, iya kookie makan"
Jungkook setiap pulang sekolah jadi sedikit manja semenjak Jimin pulang lebih awal dari kantor, ia kembali ke sipatnya dulu sebelum orang tuanya meninggal.
Jimin berdiri dan berjalan menuju ruang kerjanya disamping ruang makan, Perasaan baru tadi bertemu Syifa kenapa mendadak ingin melihatnya lagi. Kenapa si gue ketemu dia stelah umur gue Mateng banget, dan kenapa Syifa harus seumuran sama Jungkook lagi, Jimin perustasi dengan pikirannya sendiri.
Ia duduk dikursi kebesarannya tempat ia bergadang dikala pekerjaan sedang menumpuk, Jimin mengambil benda pipihnya di saku celana ia menyalakannya terpampang lah wajah wajah yang ia cintai dilayar datar tersebut keluarga kecil yang bahagia.
Jimin akhirnya mendial no seseorang berkali kali Tuuuut... Tuuuut... Tuuut... aktif namun tak di angkat "kemana si tu orang..?" gumamnya.
"Hey kenapa baru lu angkat" ternyata sudah tersambung.
[Ahh... pelan Sayaang] sahut seseorang disebrang sana.
"wooooy, lagi ngapain Luh?" teriak Jimin.
[ya Hallo, kenapa sih lu telpon malam malam, hahh?]
"ya sorry, gue boring bro" ucap Jimin
[kan ada Ade Lo, si kookie]
"dia moodnya sedang jelek, makanan beda menu sama yang kemarin masa dikatain sama" ungkap Jimin kesal.
[Terus sekarang lu mau ngapain?] ucap Jin sedikit geram.
"Mau marahin lu lah, Kenapa lu ngasih sa-..."
Tut.. tut.. tut..
"Anj**g lu Seok Jin"
Jimin marah dan melempar gawainya ke atas meja, karna tiba tiba Seok Jin mematikan sambungannya secara sepihak "Kebiasaan banget ntu orang, suka banget bikin gue kesal. Gak berubah emang dari dulu" desah Jimin.
"Kaaaaak, kau dimna..?" Teriak Jungkook dari luar.
Ini ni lagi manusia satu ini kenapa si nggak dewasa dewasa! kalau keinginannya gak diturutin berisik minta ampun, giliran udah marah nyusahin ah untung adek gue.
"Apa teriak teriak kookie, kakak pu sing" tanya Jimin geram ke Jungkook.
"Ini ada yang nelpon.."
"Siapa..?"
"Syifa katanya..!"
Jimin tanpa berbicara lagi ia merebut gawai Jungkook dan berbalik menutup pintu ruang kerjanya.
"Haissh gak tahu terima kasih, dasar anak bebek yang bohay.." sungut Jungkook sambil berlalu menuju ruang TV.
"Hallo..." sapa Jimin pelan.
[Ya Hallo tuan] jawab dari sebrang sana.
"kenapa nelpon ke nomer Jungkook..?"
[aku tak bermaksud menelponnya, tadi hanya menanyakan pelajaran yang sempat mau dikelompokkan tuan] jelas Syifa.
"ohh yaa.. apa benar begitu? tapi kenapa Jungkook menyerahkan hanphone nya kepadaku?" selidik Jimin lagi.
[saya juga nggak tahu tuan]
"kenapa tuan lagi? kan aku sudah menyuruhmu tak seformal itu saat berdua"
[Disini ada adek saya tuan]
"Haishh terserah kamu saja lah"
[Maafkan saya! ini sudah larut malam, selamat malam tuan] ucap Syifa lembut.
"emmh yaa, malam juga, istirahat yang nyaman cantik"
Sambungan terputus, Jimin malah senyum senyum sendiri ia meletakan gawai adiknya ke samping hpnya Jimin, apakah ini yang dinamakan jatuh cinta? aku mencintaimu Syifa Alzaina.
*****
Jantungku mendadak berdisko kala mas Jimin bilang aku cantik, ahh rasanya mau terbang! tapi tunggu kenapa aku sebahgia ini. sudahlah jangan pikirin ini dulu harusnya aku lanjutin belajar aja.
Syifa niatnya hanya menanyakan pelajarannya saja lewat sambungan telpon pada Jungkook karna ia satu kelompok dengannya, tapi saat Jungkook mengangkatnya ia salah respon malah menyebut nama Tuan Park maksudnya gimana? kan niat dan tujuannya bermaksud ke dia kenapa benda pipih itu berpindah ke tuan Park jadinya aku bahagia malam malam mendengar suaranya, ehh!
"Kak, aku tidur aja ya sudah ngantuk. Besok lagi belajarnya.." ucap Reyhan dengan menguap.
"Yasudah kamu istirahat saja, bentar lagi juga kakak selesai" balas Syifa.
"Selamat malam"
"iya, tidur yang nyenyak ya..!"
Syifa menguap entah sudah berapa jam ia berkutat dengan buku bukunya, ia harus dapat nilai plus besok. jarum jam sudah menunjukan pukul 11 malam, Syifa benar benar berusaha demi mendapatkan nilai tinggi diakhir semester ini.
Next....💜