
❁❁❁❁❁
Tok.. tok.. tok.. (ketukan pintu)
"Ya tunggu sebentar" seru seseorang dari dalam.
"Permi....., Hahh K-kamu" Syifa menutup mulutnya kala pintu itu terbuka.
"Syifa, ada apa kamu kerumahku? dari mana kau tau? apa kau setuju menjadi temanku?" Tanya Jungkook beruntun.
"Bukan begitu, aku hanya mengantarkan pesanan ke alamat ini. Apa bener ini rumah Tuan Park Jimin" Tanya syifa to the point.
"Emangnya pesanan apa, ahh iya itu kakakku" tanya Jungkook balik "Kaaaak Pesanan datang" teraiknya lagi.
"Yaudah kamu masuk dulu, diluar panas" Ajak Jungkook menarik tangan syifa, Namun syifa dengan cepat menariknya kembali.
"Tidak perlu lagian gak bakal lama, pesanan ini dibayar aku akan pergi dari sini".
"Oh yaa udah"
Dari tangga Jimin sudah terlihat menuruninya santai, Jungkook bengong menatap sang kakak dengan rambut yang basah dan acak-acakan mungkin habis keramas dan lupa untuk disisir.
"Kenapa diluar, ajak ke dalam kookie" Ucap Jimin menghampiri kedua anak remaja itu.
"Tidak usah tuan, saya tidak akan lama" Balas syifa cepat dan menyerahkan paper bag yang berisi 10 toples kue.
"Dia sibuk kak! cepatlah bayar kasihan" sungut Jungkook kesal.
"Emm.. Jadi berapa lagi untuk keseluruhannya?" tanya Jimin menatap gadis didepannya lekat.
"50rb lagi tuan" Syifa menatap manik Jimin yang kebetulan sedang menatapnya juga "Emm.. ya.. k-kata ibu segitu" Syifa mendadak gugup.
"Oh,,, yasudah ini" Jimin menyerahkan uang satu lembar berwana merah.
"T..tidak ada kembalian tuan" Syifa tampak gerogi mengambil uang itu dari tangan Jimin.
"Itu sama ongkos kirimnya Syifa"
Jimin tersenyum dan mampu membuat syifa salah tingkah, baru kali ini ada orang yang tak komplen akan pesanannya boro-boro dapat ongkos kirim syifa hanya mendapatkan ejekan karna selalu telat waktu pengirimannya. Syifa sempat tersenyum kecil samapi tak terlihat oleh kedua makhluk tampan didepannya.
"Emm.. Terima kasih tuan, selamat menikmati kuenya. Saya permisi"
"Yaa, kembali terimakasih. Hati-hati"
Gadis itu akhirnya undur diri, Jimin tanpa berpaling ia terus menatap punggung syifa sampai tak terlihat lagi "kakak udah tua masih caper sama gadis seumuran aku" Celetuk Jungkook kala melihat kakaknya masih setia di ambang pintu dengan bibir mengeluarkan lengkungan lebar itu.
"Ishh siapa yang suka gadis itu, kakak hanya suka perjuangannya masih muda mampu membantu keluarganya tanpa mengenal lelah" Jawab Jimin dengan exspresi ah ntahlah cuma Jungkook yang tau.
Emang kakak tau sama gadis itu?"
"Menurut kamu" Jimin menjawab hanya mengangkat bahunya saja.
"Kakak tau gak, aku sudah berkenalan tiga kali dengannya tak pernah dia sambut atau balas menyapa, menurut aku dia wanita super cuek" ucap Jungkook panjang.
"Dia gadis yang berbeda, sempurna" gumam Jimin tersenyum
"Ha...h apa?"
"Kamu mengenalnya kookie?" Tanya Jimin lagi.
"Ya dia teman sekelsaku, sudahlah sini kuenya aku makan"
Jimin menyerahkan paper bag kepada adiknya, ia duduk disopa dan membayangkan wajah Syifa hanya satu kata yang ada dibenaknya 'Manis' Ia senyum senyum bak orang yang sedang kasmaran.
"Waaw banyak banget kuenya, kakak kan tidak terlalu suka yang manis kenapa pesen sebanyak ini?" Sungut Jungkook dengan mulut yang penuh.
"Emm,, kasian sama penjualnya dari pagi katanya belum laku, yasudah kakak beli aja banyak. Nanti kakak bawa ke kantor kalau kamu gak mau makan semunya gampangkan!" Jawab Jimin santai.
"Tapi ini enak loh kak, simpan aja dirumah buat cemilan aku nonton" seru Jungkook lagi.
Jimin baru sadar dari sekian banyaknya teman wanita yang cantik cantik cuma syifa yang mampu mengalihkan kewarasannya, mampu menggoyahkan perasaannya yang awalnya hanya memikirkan pekerjaan pekerjaan dan pekerjaan. Namun sekarang tidak lagi, kini pikirannya dipenuhi syifa, syifa dan syifa.
****
"Kak mau ikut ke pesta?" Tanya Jungkook yang sudah rapi dengan setelan jasnya.
"Gak lah, itukan pesta anak anak" jawab Jimin tanpa mengalihkan pandangan.
"Hmm.. Yaudah kakak ganti baju dulu"
Jimin dan Jungkook akhirnya pergi berdua ke pesta tersebut. Pesta ulang tahun Sintia anak kepala sekolah.
"hyy Jungkook kamu datang! siapa disampingmu?" Tanya sintia
"Ya ini kakakku" Jungkook mengenalkan kakaknya ke Sintia "Emm Park Jimin kakak Jungkook"
"Aku Sintia teman sekelas Jungkook, terima kasih sudah mau datang" Sintia menjabat tangan Jimin sedikit genit.
"Ayo silahkan masuk, dan nikmati jamuannya" ucapnya lagi ramah.
Pestanya nampak mewah dengan panggung kecil yang melengkapi meriahnya acara ini, tertera papan nama dengan bertuliskan 'Happy Brithday Sintia yang ke 17 tahun' Jimin hanya duduk dikursi dan mengambil satu gelas minuman.
"Kak aku mau ke kelompok pria yang disana ya!" teriak Jungkook meminta izin karna bising oleh suara dj yang menggema.
"Jimin? Lo Jimin kan?"
Tanya sosok laki-laki yang berjas rapi didepannya. Jimin mendongak dan sama kagetnya ia tak menyangka akan bertemu sahabat lamanya ditempat ini. "Hahh, apa kabar bro" Jimin berdiri dan merangkulnya.
"Baik-baik, Lo bagai mana? gue gak nyangka bisa bertemu lo disini" Tanya laki-laki itu.
"Gue baik Jin, Gue dipindah tugaskan ke kota ini baru mau dua bulan" Ungkap Jimin
"Gila lo udah sukses sekarang, gimana jadi orang sukses?" goda sahabatnya tersebut.
"Ahh biasa aja! Lo gimana udah sukses jadi guru belom, kayaknya udah dehh keliatan dasinya rapi" Canda Jimin.
"Hahahhhahhah" dua manusia itu akhirnya tertawa bersama, saking senangnya bisa berjumpa setelah empat tahun perpisahan. Namanya Kim Seokjin sahabat karib Jimin dimasa masa sulitnya dulu, Kim Seokjin lah satu satunya orang yang selalu ada disaat Jimin susah. Ke duanya los kontek setelah Jin mengejar cita-citanya ke new york menyelesaikan sarjananya menjadi seorang guru.
"Ngomong-ngomong Lo kerja dimana Jin?" Tanya Jimin
"Belum dimana mana, rencananya mau ngelamar kerja disini. Tadi baru ngelamar sama yang punya pesta ini katanya kepala sekolah, gue juga dikenalin sama pacar gue" jelas Jin panjang kali lebar.
"Wahh asik tuh, gila dah punya pacar aja halalin Jin jan maen cewek mulu" canda Jimin mengedipkan sebelah matanya.
"Hahahh.. siap laksanakan" membalasnya.
Berduanya larut dalam ceritanya yang dulu belum usai, seorang wanita datang menghampiri ke meja yang diduduki peria tampan dan gagah itu. Wanita cantik dengan dress ketat warna putih merangkul mesra pundak Kim Seok Jin dan menyapanya dengan mesra.
"hyy sayang, dari mana saja aku mencarimu" manjanya pelan.
"hyy.. aku dari tadi disini! kenalkan dia sahabat aku yang sering aku ceritain" Jelas Kim Seok Jin mengenalkan Jimin kepada kekasihnya.
"IU" Wanita itu mengulurkan tangannya ke arah Jimin.
"Park Jimin, senang berkenalan dengan anda nona!" ucap Jimin berbasa basi.
Ketiganya sibuk dalam obrolan orang dewasa, namun jimin tak terlalu pokus dalam perbincangan itu ia sibuk mencari cari sosok yang membuat hari harinya galau dan hari harinya berantakan.
*****
Jungkook bersama teman barunya asik berbincang tanpa sadar ia diperhatikan sesosok wanita yang memiliki pesta tersebut.
"Jungkook" Teriaknya "Kemari..!" Sintia menyuruh Jungkook mendekat ke arahnya.
"Ada apa sih nona? apa kamu suka sekali menggangguku" Seloroh Jungkook nampak tak suka.
"Aku hanya memanggilmu dan menyuruhmu bergabung denganku, apa kau tak suka?" Sintia mengapit lengan Jungkook dengan manja.
"Mengapa harus denganku, teman wanitamu banyak! aku laki-laki tidak baik hanya berdua denganmu. Aku permisi"
Jungkook melepaskan tangannya dari lengan Sintia, terpaksa Sintia melepaskannya ia nampak kesal dan cemberut.
"Ahh ia lupa, Sintia!" Jungkook berbalik "Apa bu guru IU kamu undang?!" bisiknya.
"Jelaslah,, semua guru juga aku undang, termasuk kamu yang special" jawabnya manja.
Jungkook hanya mengangguk lalu pergi dari hadapan gadis centil itu, Ia juga merasa aneh dan ngeri atas sikap Sintia kepadanya. "sungguh memalukan".
---------------
Next....