School And Love'S

School And Love'S
Capter 6



❀❀❀❀❀❀


Sintia berlari keluar dengan kedua dayangnya terlihat matanya memerah mungkin dia menangis atau malu bahwa orang tercintanya berkata seperti itu dihadapan banyak orang, Entahlah cuman Sintia yang merasakannya.


"Emm apa kamu tidak apa apa Syifa?" seru tae dan menepuk pundak Syifa pelan.


"Kenapa kamu mendadak peduli padanya, perasaan kamu dari kemarin cuek sama syifa" Jungkook menatap sinis terhadap tae.


"Apa masalahmu, kenapa sensi begitu?" serobot tae.


"terserah aku lah" jawab Jungkook.


"Kalian bisa diam gak sih?" bentak Syifa mampu membuat kedua anak manusia itu diam.


"Ha..hahh ah ia maafkan kami" seru keduanya.


Jungkook akan tidak suka melihat orang lain perhatian atau menghina Syifa, karna Syifa lah kakaknya bisa berubah. berubah dari yang dulu pendiam sekarang banyak berbicara, dari yang dulu gila kerja sekarang kerjanya hanya dikantor saja. Jadi jungkook merasa senang dan tidak kesepian lagi.


*****


"Nu.. berapa jam lagi meting kita?" tanya Bosnya.


"Emm, sekitaran 2 jam lagi setelah makan siang nanti" jawab Sekertarisnya.


Park Jimin tak menyahut lagi, ia memikirkan gadis itu lagi 'Ahh rasanya malas bekerja setelah kenal dia, keseharianku berasa begitu lamban' gerutu Jimin dalam hatinya.


"Nu... coba carikan profil gadis ini sedetail mungkin, aku penasaran dengan khidupannya"


"Baik bos, secepatnya saya dapatkan".


Nunu menerima kertas lembaran dari tangan Jimin bosnya sendiri "Permisi bos" ia segera membawanya keluar.


"Hahh inikan anaknya Bu Ida? ngapain bos kepo sama tetangga ane yaa?" nunu bergumam sendiri kala melihat wajah manis syifa dilembaran itu setelah dirinya sudah keluar.


*****


Satu bulan berlalu, kini semuanya tampak berubah Sintia yang awalnya sering membuli kini perlahan tidak lagi walau ia masih menunjukan rasa bencinya terhadap Syifa.


Jungkook sudah mulai mengeluarkan jurus jurus daya pikatnya mendekati gurunya sendiri bu IU. Kenapa harus gurumu si jekey dia sudah punya calon suami? dan Taehyung mulai mendekati Syifa secara terang terangan. Tak secara langsung juga Syifa menyukai balik Taehyung karna yang meluluhkan dan memenangkan hatinya bukan dia, Ahh siapakah itu??


*****


Kini hari hari disekolah dan luar sekolah Syifa memiliki ketenangan meski tak kerap ia di tatap benci setidaknya sudah tidak ada lagi kata jelek dan lontaran menghina anggap saja ia bebas dari bullyan Sintia dan kawan kawannya.


Hari ini ia berniat membawa jualan ibunya ke sekolah, berharap tidak ada yang mencemoohnya lagi "Tae tunggu" Syifa memanggil Taehyung yang melintas melewatinya.


"ya ada apa syifa? apa kau sudah menerima cintaku...." ucap tae.


"Ishh kenapa sih kamu becanda mulu" Syifa hanya menganggap setiap ucapan tae bercanda meski kata cinta itu kerap tae ungkapkan.


"Aku tidak pernah becanda.." balas tae.


"Ahh sudahlah, Apa kau suka yang manis? aku membawa dagangan ibuku ke sini. Belilah setidaknya kamu pelangganku yang pertama"


"Hmm, syangnya aku tidak suka yang manis manis tapi kalau itu kamu aku suka!.." seru tae menatap penuh Syifa.


Syifa hanya mengangkat bahunya acuh dan lantas melewati tae, gombalan tae menurut syifa hanya angin lalu sudah berapa ratus kali tae selalu begitu padanya dan Syifa tak pernah menganggapnya itu serius.


"Syifa tungguuu...." seru seseorang.


"Jungkook, kenapa kamu lari lari sih?" tanya Syifa heran.


"Kamu bawa kue lagi kah? aku beli yaa semuanya" tawar Jungkook.


"aku bawa lima toples saja, kalau kamu beli semuanya abis dong.." balas syifa.


"karna aku menyukainya, setiap kakak beli aku yang selalu memakannya! apa kau tau sampai aku ketagihan" jelas Jungkook.


"Tidak semuanya! aku yang pertama dia tawarkan" seru tae merebut kue itu dari tangan Syifa.


"e..ehh kamu kenapa si tae aneh banget, tadi katanya tidak suka yang manis" seru syifa mengambil kembali kuenya dari tangan taehyung.


"aku mau juga buat adik ku, dia suka yang manis" balas tae tak kalah.


"aku mau semuanya!" sergah Jungkook.


Tae cepat mengalihkan pandangannya menatap Jungkook "kamu mengalah lah atau kita bagi dua oke, biar adil" seru taehyung memelas karna tatapan Jungkook menakutkan.


"aku tidak suka berbagi. kamu beli yang lain saja" jawab Jungkook berang.


Jungkook menarik tas tae ia marah ia kesal karna jungkook tidak suka berbagi soal makanan sesuatu yang menurutnya enak apalagi sudah menjadi faporitnya siapapun itu ia akan marah kakaknya saja selalu ia lawan kalau memakan bagiannya.


"lepaskan aku, knapa sih kamu kayak bocah" seru tae berusaha melepaskan tangan jungkook yang menjambak rambutnya.


Saking geramnya tae, akhirnya kedua anak manusia itu saling pukul dan bertarung gegara kue Syifa. Semua orang tampak berkumpul melihat pertarungan itu tanpa ingin memisahkan atau melerai ke duanya.


*****


Semuanya berkumpul di ruang BK termasuk Syifa karna kuenya lah yang menyebabkan keluarga murid dipanggil ke sekolah.


"Kakak sedang ada rapat penting, dan tidak bisa diwakilkan. kenapa kamu begitu hahh? kakak tidak mengajarkanmu begitu. Ayo minta maaf pada temanmu"


"I-iyaa kak..! maafkan aku, aku salah tapi dia juga memukul wajahku.." ucap Jungkook membela.


Ya Jimin kesekolah karna dipanggil pihak sekolah karna sang adik membuat keributan karna perkelahian.


"Ayo berbaikan" ucap guru mereka.


"Tidak.." Sungut tae "aku gak mau, karna dia bajuku robek" ia melihatkan seragamnya yang robek.


"Ya biar saya ganti yang baru" sahut Jimin "Maafkan adik saya, dia masih kekanak kanakan" jelas Jimin lagi.


Jungkook hanya menunduk tak bersuara sedikit pun dan Syifa hanya mentap semua orang yang berada diruangan termasuk Jimin.


"tae jangan begitu, ayo minta maaflah kamu juga salah" ucap ibundanya tae.


"tapi bun, seragamku robek ini kesayanganku" balas tae lirih.


"Ya tuhan, kita bisa membelinya lagi. Ayo baikan ibu mau jemput adek kamu sudah siang".


"Gimana mau berbaikan atau lari keliling lapangan 100 x puteran??" ucap guru BK lagi.


"Tidak....! ya ya kita berbaikan" seru keduanya.


Akhirnya tae dan jungkook berjabat tanda damai walau tae sedikit tidak iklas ia menatap Jungkook tak bersahabat.


"Terima kasih pak" ucap Jimin menjabat tangan.


"Iya sama sama" balasnya.


Semuanya keluar dari ruangan, Jimin menatap adiknya yang terus menunduk "Jangan di ulangi lagi, kakak ke berasa punya adik TK kalau kamu begini" jelasnya.


"iya kookie minta maaf kak...!" balas Jungkook tanpa melihat kakaknya.


"Yasudah kakak ke kantor lagi, awas jangan nakal lagi oke" Jimin berpamitan.


Jimin berlalu melewati semua orang termasuk syifa, entah mengapa perasaan syifa mendadak sedih karna ia tak menyapanya. Biasanya Jimin mengeluarkan jurus peletnya pada syifa entah mengapa ia begitu dingin dan acuh sekarang.


"Haishh... ada apa sih? bodo amat lah kenapa aku harus peduli" ucap syifa kesal.


[wahh ganteng banget]


[itu kakaknya Jungkook yaa, ahh ganteng banget]


[udah punya pacar belum yaa? atau istri gitu]


desas desus mahasiswi yang melihat jimin mendadak heboh dan ramai membuat syifa kepanasan sampai ubun ubun. (🤣🤣🤣)


*****


"Ahh rasanya tak menyapa dia gini yaa, malu lah masa CEO sperti aku mendadak ramah sama gadis SMA disekolahannya kan gk lucu. Gimana ini Jin gak enak gue"


Jimin uring uringan mengadu kepada sahabatnya, setelah Jimin meminta bantuan Kim Seok Jin untuk menangani metingnya kini mereka sedang makan siang di caffe biasanya dulu ia nongkrong, Jin selain guru sekolah ia juga bisa soal perusahaan karna ayahnya juga memiliki perusahaan sperti Park Jimin.


"Itu salah lu, setidaknya lu sapa dia gak seharusnya lu ninggiin ego! hahh kasian jadi lu" ledek Jin.


"Lu harusnya cari solusi malah ledekin gue..."


"Hahh gue gak mau terlibat drama kalian, sudahlah gue mau pulang jemput IU calon istri gue" ia beranjak.


"lu tega banget jadi sahabat" Jimin merajuk, ia menggenggam tangan Jin supaya tak pergi.


"yaa terus gue harus gimna Jim..?" tanya Seok Jin.


"Ya setidaknya lu kasih saran, lu kan dah berpengalaman" balas Jimin.


"Sekarang lu gini ya, lu temui dia dan minta maaf katakan lu gak bermaksud nyuekin dia, oke segitu gue pergi dulu"


"tapi Jin gue malu, masa dateng dateng minta maaf kan gue gak punya hubungan khusus.."


"terserah lu de ah, pusing gue"


Seokjin akhirnya pergi dari caffe itu rasanya cape punya sahabat kek dia pas butuh aja nyariin gue, lah gak butih mah boro boro.


------------------


Next💖