
❁❁❁❁❁❁
Seminggu yang lalu Kim Seok Jin bertamu kerumahnya dan membawa calon istrinya yaitu IU orang yang Jungkook cintai ia saat itu juga merasa marah dan kecewa, ternyata wanita yang ia idamkan calon istri teman kakaknya ia bertekad akan mengubur dalam dalam perasaannya, ia tidak mau disebut pebinor tapi semakin ia ingin melupakan semakin nyata perasaannya untuk wanita dewasa itu.
Harus apakah Jungkook sekarang? ia sekarang berada difase serba salah. ingin melupakan namun sulit dan kalau bertahanpun akan lebih sakit, apakah ia ungkapkan perasaannya kepada Bu IU atau biarkan saja rasanya menghilang. Aku bingung😕
"sedang apa kau disini?" tanya seseorang menepuk pundaknya.
"Ka-kakak kenapa masih disini?" tanya Jungkook kaget, ternyata yang menepuk pundaknya Jimin "kenapa belum ke kantor?" sambungnya lagi.
"Kakak menunggu Syifa, kau kenapa belum masuk kenapa juga itu matamu memerah. kau sakit kookie?" tanya Jimin balik dan beruntun.
Jimin menatap mata adiknya ia telisik sedetail detailnya tak biasanya Jungkook menangis kalau tak ada masalah, sudah jelas matanya memerah itu menangis 'Ada apa dengan adik ku?' Jimin bergumam.
"Kakak... ngapain sih malu diliat teman teman!" sungut Jungkook dan menjauh dari Jimin.
"Sudahlah masuk sana"
"Tak perlu kakak suruhpun aku akan masuk, wleee"
"Hais ada ada saja, dasar bocah"
Jimin kembali ke mobilnya lantas orang yang ia tunggu tak muncul juga, apa ia tak masuk sekolah. Terlihat mobil yang ia kenal menuju parkirannya, sudah pasti itu sahabat menyebalkan pasti sudah mengantar calon istrinya.
"Ngapain masih disitu..?"
"Gue, nunggu pujaan gue"
"Halahh, suka sama anak kecil dia cocok jadi anak Lu, atau adek lu gitu" ucap Jin tertawa keras.
"Diem, berisik"
"Ya sudah gue ke kantor dulu, baay"
Jimin masuk ke mobil dan menjalankannya dengan kecepatan sedang, pagi pagi sudah ada drama menyebalkan memang apes kalau sudah bertemu Seok Jin selain menyebalkan dia cukup handal dalam menghina temannya yang tampan ini.
*****
"Bu IU tunggu.." ucap murid wanita menghampiri.
"Ia ada apa?"
"Ini pelajaran kemarin yang belum sempat ibu ambil, kami sudah menyelesaikannya"
"Oiaa, ibu lupa terima kasih ya..!"
"Yasudah saya permisi dulu.."
"Ya, silahkan Bu.."
IU akhirnya pergi meninggalkan muridnya dilorong sekolah dan ia berjalan santai menuju ruangannya.
"Tunggu..." Seru anak laki laki lumayan keras.
"Iya, ada apa lagi. Kamuuu?" tunjuk Bu IU kepada anak laki laki dihadapannya.
"Em.. apa bisa kita bicara Bu..?"
"Yasudah disini saja"
"Ti-.. tidak, ini bukan masalah pelajaran"
"Terus masalah apa? kamu mau merayu ibu lagi dengan coklat begitu!"
"Tidak juga..!"
"Terus apa lagi Jungkook..?"
"Ayolah Bu ikuti aku saja"
Jungkook memberanikan diri menuntun tangan Bu IU ke ruangannya sendiri, lalu ia menguncinya dari dalam. Apakah Jungkook akan mengungkapan perasaannya? So What😱
"Mau ngapain kamu?" tanya Bu IU heran karna anak muridnya sedikit aneh.
Jungkook hanya diam dan menatap Bu IU dengan lekat, ia terus maju mendekat ke arah orang yang ia cintai sampai tubuh Bu IU mentok di dinding.
"Apa yang kau lakukan?"
Cup. Satu kecupan di kening Bu IU daratkan oleh Jungkook, dan IU cukup kaget seberani ini kah anak muridnya terhadap gurunya sendiri.
"Aku mencintaimu"
"Apa..? apa kamu bilang. Lancang sekali kamu sudah mencium saya dan kamu mencintai saya, gak habis pikir hah. Aku ini guru kamu"
"Aku tidak pernah bercanda Bu, baru kali ini aku merasakan jantungku berdebar kala berdekatan dengan Ibu. tapi dengan wanita lain aku tak merasakannya, sejak awal aku bertemu dengan ibu a..."
Plakk..
Tamparan itu melayang seketika dan mendarat di pipi Jungkook.
"Jaga bicaramu, tak sepantasnya kamu memiliki perasaan pada gurumu sendiri, keluarrr" teriak IU geram
"Dengarkan aku dulu Bu, aku hanya ingin mengungkapkannya biar a-.."
"Biar apa hah? biar saya kasihan dan menerimamu, sudah kamu keluar belajar saja. Jangan dulu memikirkan tentang cinta atau yang lainnya biar kamu pintar dan jadi pengusaha yang sukses" ucapan IU cukup merendah tak meradang lagi seperti tadi.
"Maafkan aku Bu.. tapi aku sangat menyayangi Ibu" seru Jungkook memelas.
"Kamu tahu, Minggu lalu saya ke rumah kamu dan kamu ada di sana juga apa kau melihat calon suami saya disana malah dia sahabat kakak kamu" jelas IU.
"Apa kamu tidak malu menikung sahabat kakak kamu..? malah dia sangat menyayangi kamu, dia selalu menceritakan kamu dan kakak kamu. bahwa dia sangat menyayangi kalian berdua" sambung IU lagi.
"Maaf Bu, bukan bermaksud aku menikung om Jin. Tapi aku ingin mengutarakan perasaanku" ucap Jungkook lirih
"aku tidak berharap diterima ataupun di tolak, karna aku hanya ingin sebatas mengutarakan. aku juga sadar bahwa wanita yang aku suka sudah memiliki calon suami" sambung Jungkook lagi.
IU hanya diam membelakangi Jungkook ia sedikit terusik akan keberanian anak muridnya, sayang seribu sayang IU sangat mencintai Seok Jin. Ia IU merasakan perasaan Jungkook dari minggu-minggu kemarin seperti hadiah hadiah kecil, coklat serta bunga mawar merah Namun hati IU tak tergerak ia hanya menerima perhatian kecil itu hanya dari murid kepada gurunya saja.
"Kamu keluar lah, sebentar lagi masuk pelajaran mu" seru IU pelan.
Jungkook hanya mengangguk dan menatap punggung itu dengan senyuman kecut. oh rasanya seperti ini ditolak oleh seseorang yang kita cinta, Seengganya Jungkook merasa lega walau dapat penolakan.
"Yasudah permisi.."
"hmm.." balas IU tanpa berbalik.
'Beginikah rasanya cinta ditolak? apa aku harus melupakannya mulai sekarang.. Hahh rasanya belum sanggup kalau masih satu sekolahan, aku minta pindah saja sama kakak' gumam Jungkook .
Ia melewati setiap lorong untuk ke kelasnya sendiri matanya tampak merah dan tangannya mengepal, sakit hatinya Jungkook tak terbayang seperti apa? yang kuat ya Jungkook perasaanmu masih tahap dini untuk wanita dewasa seperti IU.
'Apakah aku mampu melupakanmu, sedangkan kamu lah cinta pertama ku'
Jungkook hanya melamun didekat kaca menatap ramainya anak dan murid sekolah dari balik jendela. Semenjak kejadian itu Jungkook menjadi laki laki pendiam dan kebanyakan murung, teman temannya pun merasa aneh dan tak biasanya ia seperti itu.
"Lu kenapa.. akhir-akhir ini gue liat lu kayak gak punya selera hidup" tanya seseorang.
"gue baik-baik aja perasaan".
"jangan berbohong lu, gue tau lu punya masalah coba deh cerita ke gue"
"Terima kasih tae, kau memang teman yang baik. Tapi maaf bukan saatnya gue ceritain ini sama kamu" ucap jungkook dengan tatapan nanar.
"ahh.. baiklah kapanpun lu siap gue bakal setia dengerin cerita lu, yasudah lu ganti baju aja dan keluar jangan lu absen lagi pas jam pelajaran olahraga"
Seru taehyung mengingatkan temannya, Jungkook jadi tidak suka olahraga apalagi berkumpul ramai ramai di sekolah ia sekarang lebih suka menyendiri.
*****
"Mana Jungkook tae?" tanya syifa.
"Mungkin sebentar lagi turun" jawab Taehyung tanpa melihat syifa.
"Sintia, kamu tahu kenapa Jungkook?. Akhir akhir ini dia banyak melamun dan pendiam, aneh aja dia kan dulu ceria banget terus dapat berbaur dengan mudah sama kita" seru tae panjang lebar kepada sintia.
"gue juga nggk tau, masalah idup gue aja udah berantakan! gak ada waktu buat ngurusin hidup orang apalagi dia" jawab sintia ketus.
"Haiss.. salah bicara sama lu" sungut tae.
Teman teman yang lain hanya mendengarkan obrolan itu termasuk syifa yang pokus mendengarkan meskipun jarak mereka agak jauh tapi syifa memasang kuping super biar pembicaraan itu terdengar jelas.
"Hy.. hy.. ayo berbaris kenapa malah bergosip, ayooo siap" ucap guru pembimbing olahraga.
"Satu, dua, ti-.. kemana jajaran ke-3 tak masuk lagi?.." tanyanya "ayo yang dibelakang maju, ganti saja tempatnya" sambungnya.
Akhirnya pelajaran olahraga dimulai tanpa Jungkook malah tempatnya diganti dengan murid lain, sudah empat olahraga dalam seminggu Jungkook selalu tak hadir ia hanya menyendiri di kelasnya dan melamun.
Next....💜