School And Love'S

School And Love'S
Capter 2



"Wahh ibu sama kakak ternyata, kirain siapa tumben udah pulang" tanya sang anak dibalik pintu.


"Yee.. giliran pulang cepet begitu, harusnya bersyukur sekarang kue ibu habis tak tersisa rey" Jawab syifa sambil melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah.


"sudah,, sudah jangan berseteru terus, sekarang kita makan aja ya sayang"


"Coba sayang ambil tas ibu yang tadi kamu bawa, ibu tadi beli ayam pepes kesukaan reyhan pas tadi kakak kamu melayani pelanggan terakhir" ucap Ibunya lagi menjelaskan.


"wahh makasih buu,, kebetulan reyhan udah laper" ucapnya dengan mata berbinar menatap makanan kesukaannya didepan mata.


Sementara keluarga kecil itu menikmati makan malamnya dengan hidmat dan tenang tak ada yang membuka percakapan atau bersuara.


Malam kian larut tapi syifa masih berkutat dengan buku bukunya, ya stelah makan malam adik serta ibunya meninggalkan ruang makan dan kembali ke tempat perpaduannya masing masing.


"Rasanya lelah seharian disuruh suruh sintia disekolah, pulang sekolah ke kedai ibu. waktu belajarku jadi tipis bangett" gumam syifa dengan merentangkan tangannnya.


"Tapi Allhamdulillah hari ini laku habis, Hoaamm ngantuk banget" Syifa menguap dan membereskan buku bukunya dan beranjak dari tempat itu untuk mengistirahatkan tubuh lelahnya.


★★★★★


Kicau suara makhluk kecil bersahutan Ibu Ida ibundanya syifa tengah sibuk dengan peralatan dapur, hari masih begitu pagi untuk beraktifitas tapi ia sibuk dengan hal itu.


Tepatnya pukul enam pagi ia berencana ke pasar terdekat membeli bahan kue yang kemarin habis. Tangan tua itu begitu cekatan membuka stiap gorden yang tertutup.


"Nak, syifa reyhan bangun! ibu mau ke pasar dulu, titip air yaa ibu lagi nampung yang bersih" teriak sang ibunda dari ruangan sebelum pergi.


Dan akhirnya Ibu Ida pergi berjalan kaki sendirian dengan langkah yang ia ayunkan secara tergesa gesa.


Disisi lain Jimin ngos-ngosan stelah ia berlari dari rumah sampai ke pinggir jalan dimana ia membeli kue dari kedai tersebut malam tadi.


"Hahh haus, cuaca disini begitu panas atau aku lari terlalu bersemangat" Ucapnya dengan nafas yang tak teratur.


"Kok bisa sih, lari sampai sini?" ia bertanya pada dirinya sendiri.


Ia masuk ke minimarket tujuannya hanya satu membeli air minum, stelah selesai Jimin keluar dengan wajah segar rambut yang basah oleh keringat mampu membuat ketampanannya terpancar.


"Aduhh" Jimin kaget ia menabrak ibu ibu dengan sejumput belanjaan yang lumayan banyak.


"Maaf bu, saya gak lihat" Ia berjongkok mengambil barang yang berceceran di tanah.


"Iya tidak apa apa nak, ibu juga ndak lihat lihat jalannya tadi" Ucap ibu ibu itu lembut.


"Mari saya bantu bu, ibunya mau kemana?" Tanya Jimin balik.


"Nggak usah, sudah dekat kok itu kedai yang mini" Tunjuk Ibu ida dengan telunjuk tangannya lalu tersenyum.


Ia ibu tersebut itu Ibu Ida yang jimin tak sengaja menabraknya, jimin tersenyum lalu membantu mengangkat belanjaan ibu ida ia mengantarkan sampai ke kedainya.


"Terima kasih nak, sudah ngerepotin. udah ganteng baik lagi" ucap ibu ida lembut dan menggodanya sedikit.


"ahh ia sama-sama bu, hahah ibu bisa aja. kalau gitu saya permisi" jawab Jimin sopan.


"Iya iya silahkan, oh ia kapan kapan kesini ya ibu mau teraktir kamu makan kue" ucap bu ida lantang.


Jimin hanya menganggukan kepala serta melambaikan tangannya saja tanpa ingin menjawab karna sudah cukup jauh.


"Ahh bodo banget gak nanyain anak gadisnya, ishh kok ngelantur gini otak gue! tau lah mau anaknya mau pekerjanya juga bodo amat" Jimin berbicara sendiri dengan kekonyolannya.


★★★★★


10 menit berlari akhirnya jimin sampai di depan rumahnya. Iya harus membangunkan adiknya untuk sekolah juga sarapan pagi tak lupa susu pisang kesukaan Jungkook.


"Hyy bangun sudah pagi, ayo sekolah"


"Emm... masih ngantuk kak!"


"Bangun, atau susu pisangnya kakak minum"


Jungkook seketika beranjak dan berteriak "Jangaaaan, itu kesukaan kookie" Ia lari dari kamar menuju ruang makan.


"Ya udah sana mandi, nanti telat" Ucap Jimin santai sambil geleng-geleng kepala karna membodohi adiknya yang takut susu kesukaannya ia minum.


5 Menit berlalu Jungkook selesai dengan aksi mandi memandinya ia sudah rapi dengan seragam dan tas punggungnya. Ia duduk di meja bundar yang sudah tersaji makanan yang enak enak.


"kak, kok belum ganti baju?" tanya Jungkook disela makannya.


Jimin hanya diam tak menjawab ia sibuk dengan layar canggihnya "Makan itu diem, biar cepet kenyang" selanya.


Jungkook hanya cemberut dan menatap kakaknya yang sok sibuk dengan tatapan tak suka. Ia menyelesaikan makannya secepat mungkin.


"Kak aku berangkat dulu"


"Mau kemana kamu? Habiskan rotinya Kookie, kasian mungkin orang diluaran sana belum menemukan sarapan paginya"


Ucap Jimin dengan mata pokus ke tempatnya semula, mengutak atik layar canggih di depannya "Ayo duduk habiskan" selanya lagi.


Jungkook menurut, ia duduk dan melahap kembali makanannya yang tinggal separuh "kak, emm emm" Jungkook berbicara namun bingung.


"Apa, kenapa?


"Aku a-ku mau baju baru" gagapnya.


"Untuuuk" kini Jimin mengalihkan pandangan nya menatap sang adik.


"Untuk, emm anu! itu teman sekelasku mengundangku ke acara ulang tahunnya"


Ucap Jungkook pelan sangat pelan, namun Jimin masih mampu mendengarnya "Kapan acaranya, Iya kakak lupa sudah satu bulan kamu disini kamu belum kemana mana selain sekolah, Iya nanti pulang sekolah kamu kita belanja".


"Horeee, makasih kakak manisku. Acaranya besok malam" Jungkook berjingkrak dan memeluk kakaknya dari samping sangking si bontot bahagianya mau di ajak belanja.


★★★★★


"Hy Jekey, kita jalan bareng ke depan ya" Ajak gadis cantik berambut pirang itu.


"Kamu salah orang aku Jungkook bukan Jekey" jawabnya menaikan satu alisnya.


"Emm ok, menurutku juga cocok untuk ku"


"Apa kamu akan datang ke acaraku besok malam, Jekey?" Tanya sintia balik.


"iya aku akan datang"


Mereka akhirnya sampai di kelas dan masuk secara barengan, terlihat syifa sudah duduk di tempatnya dengan manis dan kedua tangannya ia tumpu menahan wajahnya.


"Hehh udik, udah beli sarapan kita kita belum" tanya Okta dengan mentoyor kepala syifa yang langsung dapat tatapan iba dari sangempu.


"Itu udah ada dimeja masing masing" Jawab syifa ramah.


"Baru anak pintar" Mereka bertiga akhirnya berlalu ke meja masing masing untuk memakan sarapannya.


"Hyy kamu syifa kan, aku jungkook! kemarin kamu gak jawab aku" sapa Jungkook menjulurkan tangannya .


"Kamu sudah tahu namaku, buat apa berkenalan lagi" sahut syifa tanpa menoleh.


"Seenggaknya kamu jabat tangan aku, dan kita berteman bagai mana?"


"Aku tidak suka berteman. Seharusnya kamu menjauh dariku atau kau akan kena sial terus"


"Ishh gadis aneh" sudah yang kedua kalinya Jungkook mengajak berkenalan gadis dihadapannya namun tak mendapatkan respon bagus atau sambutan seperti teman lainnya.


"Hyy Jungkook, nanti setelah istirahat kita maen basket" ucap salah satu siswa laki-laki yang bername tag Kim Taehyung.


"Boleh, apa aku bisa masuk grup mu" tanya Jungkook.


"Bisa, kalau lu jago. gue masukin lu ke gang kita kita".


"Oiaa lu panggil gue tae, anak yang lain juga begitu" ucap Taehyung menyunggingkan senyumnya.


Kring.. Kring.. Kring


Tanda masuk pelajaran pertama dimulai.


"Apa bisa kita mulai pelajaran pertama?" Tanya guru cantik itu.


"Kita absen dulu satu persatu, Ini nama Jeon Jungkook yang mana Ibu belum mengenalnya apa murid baru" tanya Bu guru.


"Saya bu!" Jungkook lantas berdiri dan membungkukan badannya.


"Emhh, kita belum kenalan ya! Nama Ibu IU guru matematika kalian, kemarin ibu cuty jadi tidak tau Jeon jungkook yang mana. Yasudah duduk kembali" ucap guru tersebut menjelaskan.


"Iya bu" Jungkook akhirnya duduk kembali 'Ahh gurunya cantik banget, sexy lagi' batin Jungkook.


★★★★★


'Apa gadis itu sedang jualan, apa sudah buka kedainya?' Jimin tengah melamun dan menerka nerka gadis penjual kue itu.


"Ishh kok jadi kepikiran dia terus sih, otak lu jim eror mulu".


"Kenapa si tuh cewek manis banget, ahh lama lama lu gila jim kalau gini terus"


Teriak jimin perustasi. "Ada apa bos? apa perlu saya bantu?" ucap sekertaris baru nya.


Ya Jimin sedang diperusahaan dan malah melamunkan gadis si penjual kue yang ia temui malam tadi, sayangnya itu diketahui sang sekertaris barunya karna membuat kegaduhan. Jimin seperti orang stres senyum senyum sendiri lalu menggebrag meja kerja dan berteriak.


"Tidak apa nu, saya hanya sedikit pusing" Jawab jimin dengan pura pura menyentuh bagian yang sakit.


"Oh begitu, apa perlu saya belikan obat bos?"


"Tidak usah, saya butuh istirahat sebentar aja sakitnya ilang kok!" dustanya.


"Oia kalau gitu, saya permisi ke luar bos"


Akhirnya nunu keluar dengan perasaan bingung, ya namanya Nunu sekertaris baru Jimin di perusahaan ini. Nunu mendapatkan gelagat aneh pada bosnya seperti orang yang tengah jatuh cinta.


"Aneh banget si bos, apa ada wanita yang ia taksir di kantor ini" Pak nunu bergumam dan geleng geleng kepala meninggalkan ruangan bosnya.


★★★★★


"Jekey ayo kita makan siang bareng" teriak gadis cantik.


"Kamu dekat sama gadis centil itu" Tanya tae yang sedang memasukan bukunya ke tas.


"Dia sintia kan, nggk terlalu juga" Jungkook hanya tersenyum ke arah sintia yang menuju ke mejanya.


"Tae kita makan juga bareng jekey, ayo!" seru sintia menarik tangan Jungkook.


"Hehh siapa sih lu sok akrab banget, gue mau latian basket sama dia" ucap tae menepis tangan Sintia dari Jungkook.


"Ayo bro" ajak tae "Tapi aku belum makan siang, kakak suka marah kalau terlewat" Jawab jungkook cepat.


"Tuh dengerin dia tae, dia kalau gak makan siang kakaknya bakalan marah, ayo!" seru Sintia nyolot.


"Ishh diruang basket juga ada makanan, ayo kita kesana aja"


Jungkook seketika jadi ajang rebutan tangannya ditarik kesana kemari oleh dua manusia beda kelamin tersebut, ia bingung perutnya sudah lapar minta di isi tapi menolak ajakan tae tak mungkin ia tolak karna tadi sudah mengiakan ajakannya untuk latihan maen basket.


"Tunggu tunggu, aku belum memutuskan" ucap Jungkook memutuskan tangannya sendiri.


"Apa ditempat basket ada susu pisang kemasan?" Tanya Jungkook dengan senyuman manisnya.


"Banyak banget, susu apa aja juga ada disana" Seru tae. seketika Jungkook merangkul pundak tae dengan rasa bahagianya.


"Lain kali aja Sintia, aku ngikut tae dulu yaa!" Jungkook melambaikan tangannya yang mengikuti arah tae membawa Jungkook keluar dari kelasnya.


"Ishh dasar si tae, keras kepala bangett. Yoo ah udah laper, let's goo" Ucap Sintia.


---------------


𝙽𝚎𝚡𝚝....