
❁❁❁❁❁❁
"Kak.. kookie mau pindah sekolah lagi" ucap Jungkook kala mereka bersantai di rumah.
"Kenapa..?"
"kookie gak betah"
"ada apa?" Jimin justru malah balik bertanya.
"tidak ada"
"lah terus, ngapain pindah kalau nggak ada?"
"Kookie bilang, nggk betah" bentak Jungkook
Jimin hanya mampu diam, aneh saja tiba tiba ingin pindah dan sikapnya pun seminggu ini Jungkook agak aneh menurut Jimin, apakah dia punya masalah di sekolahannya.
"Kita gk bakal bisa pindah lagi, kakak akan terus di tempatkan diprusahaan ini" seru Jimin pelan.
"Kakak kan bisa pindah, kakak bebas karna perusahaan kakak banyak! kenapa mesti di tempat ini..?"
"Kamu kenapa, hahh?"
Jungkook hanya menunduk tak mampu menatap kakaknya ia memainkan tangannya sendiri dengan menahan kesal yang teramat karna jimin terus mendesaknya dengan pertanyaan, kamu kenapa? itu mampu membuat Jungkook perustasi.
"Kookie, dengarkan kakak. kamu kenapa akhir-akhir ini.. kenapa sikapmu aneh seperti orang yang putus cinta, apa kamu menyukai teman wanitamu?" tanya Jimin menelisik Jungkook.
Jungkook hanya menggeleng "nggak, bukan seperti itu kak" jawabnya parau.
"Lalu apa yang membuatmu seperti ini..?"
"kookie bosan saja, kookie gak betah. kookie mau sekolah baru" dustanya.
"Ya sudah kakak pindahkan ke sekolah Om Hoseok" ucap Jimin tegas.
"Tidakkk.. aku tak suka sekolah tentara, aku mau sekolah seperti biasa" sergah Jungkook tak terima.
"Sudahlah kakak ingin tidur, kalau kamu begini lagi atau merengek ingin pindah sekolah lagi. kakak akan tetap memindahkan kamu ke sekolah om hoseok, biar bisa disiplim dan menghormati yang lebih tua" ucap Jimin dan berlalu ke kamarnya.
Jungkook menatap punggung Jimin dengan tatapan nanar dan perasaan yang tak menentu, apakah dunia sekeras ini tuhan? setelah cintaku bertepuk sebelah tangan juga kenyataan ditolak apakah kakak ku
juga tak menginginkanku lagi. Apalah arti diriku di dunia ini.
'Sadarlah Jungkook kamu masih muda, perjalanan mu masih panjang. kuatkan hati dan pikiranmu tolong tetap waras' gumamnya. (Ternyata kau masih berpikiran waras JK. wkwkwk🤭🤣)
*****
"Bangun"
"kookie ayo.. sudah pagi, sekolah gak?"
Jimin membangunkan Jungkook yang masih tertidur dengan lelapnya, namun orang yang dibangunkan tak kunjung bangun atau sekedar menjawab Jimin.
"Ayok cepat bangun, atau kakak daftarkan kamu sekolah ke sekolahan Om Ho-..."
"Iyaa, kookie bangun"
"Nahh, baru anak pintar"
Jimin keluar dengan seulas senyum dibibir merahnya, lumayan punya jurus ampuh untuk mengancam atau menakuti Jungkook.
Sekarang Jimin sudah tahu alasan Jungkook seperti itu. Karna semalam ia cari tahu lewat Seok Jin teman curhat dan teman segala halnya, Semalaman Jimin mengobrol dengan Seok Jin tentang Jungkook dan IU, Jin tahu tentang itu karna IU memberi tahunya dan semua itu Jin ceritakan semuanya pada Jimin.
"Masa ia sih Jin adek gue cinta sama tante-tante kayak calon istri lu"
"lu kalau ngomong saring dulu lah, buka mata lu enak aja calon istri gue dibilang tante-tante" ucap Jin berapi-api "lu tau dia itu cantik, bohay kek gitar spanyol mangkanya itu adek lu kepincut sama IU" sambungnya lagi.
"Yaelah segitu aja, gak kalah sama syifa tuh bohay nya"
"Ya terserah lu dah, oiaa Jim semangati adek lu itu pasti rasanya sakit banget, apalagi katanya IU cinta pertamanya! kasian nasib Jungkook salah sasaran cintanya" jelas Jin.
"Lu ngalah aja lah, kasih aja tu calon bini lu ke adek gue, gimana?"
"An**ng lu Park Jimin, mana ada bisa begitu! Inget ya dua bulan lagi gue nikahin dia enak aja emang IU barang apa? untung gue gak bejek" muka adek lu" sergah Jin marah.
"Becanda gue, sorry adek gue udah bikin lu terusik Jin.. Gue gak nyangka aja si kookie bisa jatuh cinta sama calon bini lu"
"Iya kalem aja bro, itu wajar dia kan sedang puber dan masanya remaja gak pernah berpikir jernih"
"Oke! Thank bro pengertiannya. Asli gue minta maaf sama lu atas nama adek gue"
Jimin menyeruput teh panasnya kala lamunan itu hilang dengan sendirinya, oh sekarang kookie tengah galau berat gara gara IU menolaknya. Pantesan saja ia ngotot ingin pindah sekolah karna penyakitnya satu sekolahan dengannya, kasihan kamu adek kakak yang tampan dan berotot🤭
❁❁❁❁❁❁
"Iya"
"Jangan ketus gitu dong jawabnya. Atau mau kakak pindahkan aja se-...
"Iya kakak kookie yang tampan" sergah Jungkook cepat "kookie sekarang akan rajin belajar biar pintar kayak kakak ipar" sambungnya lagi.
"Nah gitu dooong. Ya sudah masuk sana..!"
"Iyh.."
Jimin hanya menatap adiknya yang berbalik masuk ke dalam meninggalkannya di luar gerbang. Sekarang ia harus Extra sabar menghadapi Jungkook karna perasaannya yang masih labil.
Akhirnya ia masuk ke dalam mobil, namun orang yang ia rindukan terlihat dikaca spion lalu jimin keluar kembali dan memanggil orang itu.
"hyy..." ia melambaikan tangannya.
"tu-tuan, ada apa ya..?"
"kok tuan?" Jimin mengangkat satu alisnya aneh.
"Hehehe.. maaf ini disekolah, kalau manggilnya seakrab itu nanti dirumah aja" syifa hanya cengengesan.
"Kenapa pesan sama panggilan mas gak kamu angkat"
"Seharian dari kemarin syifa gak main ponsel, sibuk bantuin ibu"
"Iya kah..? Ah iya tak apa-apa.. ya sudah mas ke kantor dulu ya, yang pinter belajarnya" ucap Jimin tersenyum manis kepada Syifa.
"Iyaa.., hati-hati dijalan tuan" syifa mengedipkan matanya dan tersenyum.
"Haisss..."
Syifa melambaikan tangannya setelah mobil itu menjauh, bahagianya syifa hari ini bertemu ayang pujaan sudah dua hari tak bertatap muka. Mungkinkah hatinya sedang berbunga bunga? Entahlah.
"Ia sebahagia itu? apakah laki-laki itu yang disukai syifa. dan menolak ku"
Ucap laki-laki yang menatap Syifa dari kejauhan, ia taehyung yang tak sengaja melihat syifa tengah mengobrol dengan sosok yang ia kenal. Taehyung sempat marah namun ia urungkan untuk apa berlagak seperti orang cemburu meski kenyataannya juga ia, Tae tau perasaan syifa untuknya hanya perasaan seorang teman yang kebetulan satu kelas juga satu sekolahan.
Ia juga tahu perasaan kakaknya Jungkook kepada syifa, namun ia juga terlanjur mencintai syifa. Apakah mereka akan bersaing?
❁❁❁❁❁❁
"Kookie kemari" seru syifa melambaikan satu tangannya ke arah Jungkook.
"kenapa kamu ikut-ikutan kakak ku memanggil kookie malu tau, jekey aja jekey" rengek Jungkook
"Aku sukanya kooki, lucu!"
"ada apa, kenapa memanggilku?"
"nggak cuman mau manggil kamu aja, apa kamu sudah sarapan?"
"sudaah"
"Ya sudah kita ke kelas aja, ayok.."
"nggak mau sekarang pelajaran Matematika aku gak suka" sungut jungkook tampak kesal.
"gak suka atau gak mau liat bu IU" goda Syifa.
"aku ingin melupakannya"
"Whaaat? sebegitu doang perjuangan kamu kookie?.."
"bukan gak mau berjuang aku gak mau jadi pebinor, bu IU itu calon istri Om Jin sahabat kakak ku"
"waaaw, aku baru tau loh. Yang sabar ya pasti ada kok wanita yang mau sama kamu, secara kan kamu ganteng pintar sama bermutalenta juga.. pastilah banyak yang antree kalau aku promosi'in kamu" syifa tertawa.
"Syifaaaa.. Awas kauu!" teriak Jungkook mengejar syifa.
Jungkook dan Syifa akhirnya kejar-kejaran di lorong sekolah ia gak terima atas ucapan Syifa yang akan memperomosikan dirinya, memangnya Jungkook barang apa? Seenggaknya Jungkook terhibur lah ya.
"Kookie ampuun, sudah ya aku capek banget" sergah syifa sambil ngos-ngosan.
"Nggak kamu harus cabut kata-kata kamu tadi" balasnya cepat.
"I..iya aku cabut oke! stop jangan ngejar lagi atau aku laporin masalah ini ke kakak kamu" ucap syifa mengancam.
"I'ts oke... Baiklah"
Teng... teng.. teng.. (anggap aja bell sekolah)
Next...💜