School And Love'S

School And Love'S
Capter 8



❁❁❁❁❁❁


"Kak, berangkat sekolahnya nebeng ya. Kita kan satu arah..?" seru Jungkook yang sedang memakai sepatu.


"Hmmm.."


"Kak, mintak uang?" Jungkook menengadahkan uangnya ke hadapan Jimin.


"Kemarin kan udah kookie, masa udah mintak lagi. Mau beli apa lagi?" Tanya Jimin.


"Buat ke caffe entar pulang sekolah, kerja kelompok. uang kookie yang kemarin dibeliin Jaket keluaran terbaru, ini yang kookie pake sekarang. Baguskan" Jungkook hanya nyengir sambil berputar putar memamerkan jaket barunya.


"Kerja kelompoknya disini aja dirumah, kakak beli makanan dan Snack kesukaan temanmu, kau suka lupa diri kalau jajan diluar" Balas Jimin.


"Hmm baiklah, aku runding dulu sama mereka!" seru Jungkook.


"Cepat masuk".


"baiklah".


*****


Jungkook turun di depan gerbang ia melambaikan tangannya pada mobil Jimin namun mobil itu masih di tempatnya, kenapa dia ah mungkin nunggu ayang Syifa. Jadi penasaran kemarin mereka ngobrolin apa ya??


"Syifaaaa..?" Jungkook melambaikan tangannya kepada Syifa yang berlawanan arah dengan mobil Jimin.


Syifa membalas lambaian Jungkook disebrang sana, ternyata Syifa tak sendiri juga ia beriringan dengan Taehyung seolah olah Syifa akrab dan dekat dengannya karna jalannya sedikit dempetan.


Jungkook tak suka lantas ia menghampirinya "Kenapa Jalanmu lama sekali?" pertanyaan Jungkook membuat Taehyung terusik dan mengeluarkan suaranya.


"kau pagi pagi berisik banget" Jawab Tae.


Jungkook melirik mobil kakaknya disebrang jalan depan namun sudah tidak ada. apa kakak melihat ini nggak ya takutnya kakak cembokur melihat Syifa dengan laki laki lain, dia kan posesifan.


"kenapa si kalian selalu bertengkar kalau bertemu, aku pusing dengarnya" keluh Syifa sambil berlalu.


"tapi kamu syuka juga kan" seru Tae.


"Entahlah semuanya juga memusingkan" balas Syifa.


Jungkook menatap tak suka pada Tae ia tidak suka Syifa berdekatan dengan Taehyung apalagi so' akrab seperti sekarang. Memang mereka serasi cantik dan tampan tapi Jungkook tidak menyukainya menurutnya Syifa hanya cocok bersama kakaknya, Park Jimin.


Semuanya tampak sudah berada dikelas saat mereka masuk bersamaan kedalam kelas, satu kelas dibagi menjadi tiga kelompok dan kelompok Syifa terdiri 6orang. Kim Taehyung, Jeon Jungkook, Kim Sintia dan kedua teman Sintia mereka sudah seperti lem dan prangko tidak bisa jauh apalagi berjauhan.


"Kita dealkan pulang sekolah ngerjain proyek ini di caffe viral itu" seru Sintia bersedekap dada.


"Aku tak setuju, kakakku tak memberi izin" balas Jungkook menunduk.


"Kenapa? masa belajar di gak bolehin, aneh banget" ucap Tae berkacak pinggang.


"Terus mau dimana?" tanya Syifa.


"Kakak bilang tadi katanya harus dirumah" sela Jungkook.


"Yasudah kita dirumah mu saja, gimana teman teman..?" tanya Sintia meyakinkan.


"Kita ngikut aja" balas Tae "kamu Syifa gimana?" sambung Tae lagi. Karna ia diam saja sedari tadi.


"aku ngikut saja" jawab Syifa datar.


Sintia menatap tak suka pada Syifa ia masih membenci sosok dihadapannya itu yang membuat ia harus berpisah dengan kekasihnya, gara gara wanita ini Hyung sik sudah benar benar menjauhiku aku muak bergabung dalam kelompok ini. Lihat saja nanti akan ku permalukan kau di rumah Jungkook dan dihadapan keluarganya kalau dia tak pantas berdampingan dengan kami orang kaya kelas atas.


*****


"Ayooo... mau langsung ke rumahku apa kalian pulang dulu" seru Jungkook.


Mata pelajaran terakhir telah usai kini saatnya mengerjakan tugas yang dikelompokkan, Jungkook merasa bersemangat sekarang karna Syifa ikut serta ke rumahnya akan ada drama menyenangkan menurutnya.


"Hmm.. kayaknya aku pulang dulu deh, kamu Sherlock saja lewat pesan!" balas Sintia.


"Emm.. oke! aku tunggu ya sin" ucapnya.


"kalau kamu Tae?" Tanya Jungkook.


"Gue langsung ke rumah lu aja, kita bareng pulangnya" jawab Tae.


"Aku juga pulang dulu, belum minta ijin sama ibu. Rumah kita kan Deket" sergah Syifa membuka suara.


"Oke.. sampai bertemu dirumah. kawan kawan" Jungkook akhirnya keluar bersama Taehyung juga Sintia.


"Hhh malu aku bakalan ketemu kakaknya, semoga pulangnya setelah aku pulang kerja kelompok deh..!" Syifa bergumam pelan.


Bukannya tak ingin bertemu dengan Park Jimin ia hanya takut ketahuan teman temannya kalau ia tengah dekat dengan kakaknya Jungkook, pas pasca penolongan itu saja dikira aku menggodanya gimana kalau nanti berinteraksi langsung. Bisa dibully lagi aku, ahh sudahlah gimana responnya saja di rumah Jungkook kalau bertemu nanti.


Semuanya sudah datang terutama Syifa yang belum hadir mereka berlima berkumpul diruang keluarga dengan santai.


"Lama banget tu si udik" sergah Sintia.


"Lagian aku dah kesel, lama banget" sungutnya.


"Tunggu sebentar lagi lah, Syifa bantuin ibunya dulu mungkin. Sabar! aku telpon kakakku dulu ya" ucap Jungkook yang langsung menghubungi kakaknya.


"Hallo kak, kakak pulangnya kapan?" tanya Jungkook kala sambungan itu terhubung dengan Jimin.


[Hmm... mungkin nanti sore atau malam! kakak punya meting tambahan, kenapa ada apa?] jelas Jimin.


"Hahh malam?" Jungkook berteriak "Apa kakak lupa, aku punya tamu dirumah untuk ngerjain sesuatu dari sekolah. haiis dasar pikun" sambung Jungkook dengan mengumpat.


[Iya kakak tau, kakak kirim Nunu kesana anterin makanan. Tunggu aja] jawabnya lemah. Entahlah tak Biasanya Jimin seperti itu.


"Ahh baiklah, terima kasih kirain lupa" jawab Jungkook merendah "kak aku satu kelompok dengan Syifa" ucapnya lagi pelan.


[Iya kakak tau, sudah yaa kakak masih sibuk. selamat belajar yang tekun yaa]


Tuuut... Sambungan terputus, dan Jungkook malah bengong tak biasanya kakaknya begini, kalau Jungkook membentak atau teriak Jimin suka menegur tapi sekarang tidak. Ada apakah? apa kakak punya masalah diperusahanaan?. Ahh semoga itu hanya pirasat ku saja.


"Permisi" Suara seseorang terdengar nyaring ke gendang telinga kelimianya.


"Yaaa" teraik Jungkook menyahut.


Jungkook membuka pintu pertama yang ia lihat sekertaris kakaknya dan yang dibelakangnya Syifa, ternyata baru datang.


"Ini den, makanan dan cemilan ringan dari bos" ucap Nunu sopan dan menyerahkan bingkisan itu.


"Terima kasih pak Nunu sudah merepotkan" balas Jungkook tak kalah sopan.


"Tidak den, itu sudah menjadi tugas saya! kalau begitu saya permisi"


Nunu akhirnya pergi dari hadapan Jungkook kini tinggal Syifa yang berada dihadapannya dan menatapnya aneh "Kamu pesan makanan?" tanya Syifa.


"Nggak ini dari kakak ku" jawab Jungkook.


"Yahh padahal aku bawa kue, tadi ibu ngasih 3 toples yang rasa Coklat" sela Syifa yang mengangkat tinggi Papper bagnya.


"Wahhh" mata Jungkook berbinar "itu buat aku aja, yaaa" ucapnya sumeringah.


"Ahh baiklah, ini" Syifa menyerahkannya.


"Ya udah ayo masuk, kita belajar langsung" ajaknya.


*****


Malam pun tiba dan cerahnya matahari telah berganti ke malam yang gelap, pelajaran yang harusnya berakhir tadi sore mendadak malam baru usai. Karna Taehyung dan Sintia yang tak pernah serius dan leha leha apalagi kawan kawan Sintia yang kebanyakan diam dan menguap.


"Yap akhirnya selesai juga" Ucap Sintia ia merebahkan tubuhnya.


"Oia Jungkook rumahmu sepi amat, kemana orang tua kamu?" tanya Sintia lagi.


"Aku tinggal berdua dengan kakak ku, kami sudah tak memiliki orang tua" jawab Jungkook menunduk.


Syifa, taehyung dan kedua kawannya Sintia hanya menjadi pendengar saja apalagi Syifa ia tampak menguap beberapa kali, mungkin ia lelah berpikir karna sedari mulai pelajaran hanya dia yang banyak mengerjakan.


"Ku pamit pulang duluan ya jekey" seru Sintia.


"Ayo teman teman, kita pulang aja kan belajarnya udah beres" ajak Sintia.


Sintia akhirnya pulang dengan kawannya tanpa mengajak Syifa ataupun Taehyung ia cukup kesal ingin membuat Syifa malu dikeluarga Jungkook namun nihil karna ternyata Jungkook sudah tak memiliki ibu dan bapak. Tak cukupkah ia membenci Syifa dari dulu, sempatkah Sintia merasa baik kepada Syifa setelah kejadian itu, Tidak. Justru Sintia malah semakin membenci Syifa namun ia tak memperlihatkan itu lewat bullyannya, untuk saat ini mungkin tak terlihat tidak tahu kedepannya lagi.


"Kau baru pulang?" tanya seseorang kala Sintia keluar dari rumah itu.


"Iyaa... karna peroyeknya baru selesai" jawab Sintia ketus.


"Oiaa, tuan! didalem Syifa sama kedua anak laki laki, cepat masuklah nanti rumah mu dijadikan tempat melacur" Seru Sintia dan melengos pergi.


Ia Park Jimin baru tiba dari kantor dan mendapati teman satu kelas Jungkook diteras rumah yang sedang bergumam tak jelas. Awalnya tak ingin bertanya namun tidak enak karna ia tuan rumah tidak patut kalau tak menyapa tamunya meskipun itu teman teman Jungkook.


"Ishh gadis menyebalkan, rupanya tak berubah dia" gumam Jimin saat dirinya masuk ke dalam rumah.


Saat memasuki ruang tamu tampak Jungkook meringkuk memainkan ponselnya di atas kursi dan Taehyung berselonjoran dilantai dengan punggung yang ia daratkan ke bibir kursi dan satu lagi seorang gadis yang tengah tertidur diatas meja dengan bantalan tangannya sendiri tampak manis.


"Ahh manisnya" Jimin hanya tersenyum saat memandangi Syifa , merasa lelahnya seketika lenyap saat melihat damainya seseorang menyelami mimpinya.


"Kakak baru pulang?" tanya Jungkook yang tiba tiba ada dihadapannya sekarang.


"Iya... udah selesai pelajarannya?"


"Sudaaah"


"Kenapa dia belum pulang..?" tunjuk Jimin ke Taehyung.


"Menunggu Syifa tidur katanya"


Next....💜