
❁❁❁❁❁❁
"Sudah ayok masuk, gak papa gak usah kamu liat aja gurunya" ucap Syifa sambil mengapit lengan Jungkook supaya tak kabur.
"Aku gak mau syifa, kamu sama kayak kakak ku tukang maksa. aku gak mau" balas Jungkook sambil merengek.
"Kamu jadi laki pengecut amat, masa ia begitu gak lucu tau! Cepetan ayok jalannya yang bener"
Syifa terus menyeret Jungkook supaya masuk kelas ia apit terus tangannya supaya tak kabur "ayok kookie lihat dibelakangmu sudah ada guru matematika kita" bisik syifa yang langsung dapat pelototan dari Jungkook.
"mana?"
"tapi bo'ong" syifa tertawa.
"kamu kenapa sih, enak ya jailin orang"
Mereka malah asik bercanda di depan kelas tanpa berniat ingin masuk ke dalam.
"oh rupanya kalian disini.. kenapa tak masuk, ayok syifa"
Seseorang merangkul pundak Syifa dengan lembut dan mengajaknya masuk ke dalam dan syifa hanya iya saja menuruti ajakan taehyung. Jungkook masuk ke dalam dengan menahan kesal dan amarah.
Brukk
Pintu sekolah Jungkook tendang dengan keras sontak semua murid di ruangan itu terkejut melihat ke arah pintu terutama syifa dan taehyung yang masih setia tae rangkul.
"Lepaskan dia.." teriakan Jungkook menggema.
"untuk apa, dia juga temanku" balas tae santai.
"kau bukan temannya, kau punya niat terselubung" ucap Jungkook menarik tangan syifa.
"tak sepatutnya seorang teman merangkul pundaknya seperti itu, sperti orang pacaran" sambung Jungkook lagi tampak marah.
"kamu kenapa Jungkook?"
Taehyung malah menatap aneh Jungkook tak biasanya ia semarah itu ada apakah dengan dia, Tae hanya menganggap syifa sebagai teman ia hanya ingin melupakannya dengan alasan teman, hah bulshit.
"Jangan kau sekali-kali dekatin syifa lagi, dia kekasih kakak ku apa kau dengar. Aku tak suka melihat kau mendekatinya lagi" bisik jungkook sambil menarik kerah seragam tae.
"Jungkook sudah oke, kamu tenang" syifa melerai dan melepaskan cengkraman Jungkook.
"Ada apa ini..?"
Suara lembut sosok wanita membuyarkan semuanya, Jungkook hanya memalingkan wajahnya ke arah lain karna ia tahu betul suara itu yang sudah tak asing di telinganya. Semua murid juga hanya duduk di masing-masing bangkunya tanpa menjawab pertanyaan itu.
"Ada apa ini? kenapa berantakan. dan itu pintu kenapa engselnya copot?" tanya Bu IU sambil menunjuk pintu yang sedikit rusak.
"Ayok jawab" bentaknya.
Semua orang malah menatap Jungkook tanda dirinya lah yang merusak pintu itu, bu IU seakan tau jawabannya dan ia langsung menghampiri Jungkook yang tengah pokus menatap bunga-bunga dari balik jendela.
"kenapa kamu merusak pintu?" tanya nya lembut.
Jungkook enggan menjawab ia tak suka dia selembut ini setelah kejadian itu. Seharusnya dia menjahiku atau membenciku aku tak suka kau sperti ini yang membuatku susah tuk melupakanmu.
"Kenapa kau merusaknya, jeon jungkook..?"
"saya hanya merusaknya tidak mengambilnya. nanti saya ganti" ucap jungkook datar lalu ia berdiri melewati gurunya dengan acuh.
"Sudah, sudah kita mulai belajar saja.."
❁❁❁❁❁❁
Tampak Kim Seok Jin tengah duduk berhadapan dengan Park Jimin di kedai caffe langganan tempat ia nongkrong seperti biasanya.
"Jin, gimana hubungan lo sekarang sama kekasih lo?" tanya Jimin sambil menyeruput kopinya.
"Baik. Emang kenapa?" balas Jin.
"Gue takut hubungan lo gak sehat, semenjak adek gue begitu!"
"Aman kok! lo gak usah gak enakan begitu lah, gue juga kalau ada masalah pasti minta bantuan luh" kata Seok Jin meyakinkan.
"Syukur dehh,, tapi IU gak stres juga kan..?"
"Kagak juga, dia sempat gak enakan juga kayak lo.. Tapi ahh ya udahlah Jungkook kan masih anak-anak kalau semestinya juga IU cinta sama adek lo, gue bisa apa? ini kan beda cerita lagi bro"
Jimin hanya manggut-manggut mendengarkan penuturan Seok Jin barusan, ia meminta bertemu di caffe hanya untuk memastikan bahwa Seok Jin tidak apa-apa dengan hubungannya. Untung Seok Jin mengerti dan memaklumi perasaan Jungkook yang katanya masih anak-anak ya kalau menurut ku Jungkook udah punya pendirian sendiri, namanya sudah memiliki rasa jatuh cinta ya pasti siap nanggung konsekuensinya.
"Ya sudah gue jadi tenang sekarang Jin"
"Santai aja kali, kenapa lu tegang begitu kayak nunggu bini lahiran aja" seru Jin dengan candaannya.
"Emang lu pernah..?"
"Pernah, tapi bukan bini gue"
"Temen lu pasti."
"Lah, bukan juga"
"Terus siapa dong?"
"Kucing IU lahiran, gue ngikutan tegang"
"Hahahaha"
Keduanya terlelap dalam tawa. mereka asik mengobrol kesana kemari tanpa ingin berhenti begitulah Jin-min kalau bertemu lupa waktu padahal sehabis jam makan siang Jimin punya banyak pekerjaan dan sang adik yang harus dijemput katanya.
❁❁❁❁❁❁
"Kakak kemana sih katanya bakalan jemput" sungut Jungkook digerbang sekolah.
"Kamu nunggu siapa jekey..?" tanya Tae yang anteng di atas motornya.
"Nunggu kakak ku" jawabnya tanpa menoleh.
"Yaa.. Maaf aku juga bukan berniat membenci kamu tae, aku hanya nggak suka lihat k-....
"Sudahlah gak perlu lu bahas lagi, itu sudah berlalu. Ayo mau ikut gak kita searah kan, ayok naik.."
"Ah ya terima kasih tae, tapi kalau kakak ku kemari bagai mana?"
"Itu gampang, tinggal lu telpon aja"
"Ahh,, iya benar. Ayok"
Jungkook akhirnya naik ke kuda besi milik taehyung dan membawanya pulang menuju rumah mereka masing-masing.
*****
Gerbang sekolah nampak sudah tertutup kembali dan anak-anak sudah tak ada di tempat, jalanan tampak sepi apa sekolah sudah bubar mengapa begitu sepi. Jimin kembali melihat jam ditangannya, baru jam 13 siang. Masa sudah pulang?
"Pak permisi.." tanya Jimin pada petugas Scurity.
"Ya tuan, ada apa?" balasnya.
"Emm.. Apa anak sekolah sudah pada bubar?"
"Iya, barusan belum lama. memangnya ada apa?"
"oh ya sudah kalau sudah pada pulang, saya permisi"
Jimin kembali masuk ke mobilnya, ia menatap jalanan yang lenggang dan sangat terik. Apa Jungkook sudah pulang? dengan siapa ia pulang? Jimin hanya bertanya-tanya dalam benaknya.
"Hah.. sudahlah mungkin ia sudah pulang dengan temannya. Baiklah kookie kakak akan menceramahi kau nanti di rumah"
Akhirnya mobil mewah itu meninggalkan gerbang sekolah dan menuju jalanan yang lenggang namun sangat terik, ya namanya juga siang hari mana ada mendung kalau nggak ada hujan badai. (Wkwkwk, canda hujan)
❁❁❁❁❁❁
"Gimana rey, apa aku boleh main lagi?" tanya anak muda tersebut.
"Kakak udah gede, mana bisa masih suka lego?. Hahahaa"
Keduanya nampak senang dan bahagia mereka sedang main game online dikediaman Reyhan anak bontot Ibu Ida, Setelah pulang sekolah Jungkook memang masuk rumah namun Reyhan terlihat sedang menyebrang jalan hendak pulang sekolah, lantas Jungkook membuntutinya dan lupa mengabari kakaknya bahwa ia sudah pulang lebih dulu.
"Ayolah rey main lagi.."
"Nggak mau, kakak kalah mulu ah" tolak reyhan terang-terangan.
"Yasudah aku pulang dulu"
Jungkook lantas berdiri dan mengantongi hapenya kedalam celana abu-abu panjangnya, rupanya jungkook belum mengganti seragamnya. Huhh dasar bontot sipat bayiknya masih melekat, disuruh baru mau ganti baju lah kalau nggak mah kagak.
"Jangan! kita main yang lain aja yoo" sergah Reyhan.
"Main apaan rey?"
"Main air, kita berenang"
"Dimana? emang dirumah ini ada kolam" tanyanya dengan celingak-celinguk.
"Nggak lah, kita berenangnya di rawa sambil nyari ikan. Ayook, seru loh kak"
"Kakak belum ganti baju, bagaimana?"
"Ya lepas aja, kan bisa pake kolor. Kakak pake kolor gak?"
"Iya pake, dimana rawanya?"
"dibelakang rumah ini.."
Keduanya meninggalkan rumah dan menyimpan hape mereka masing-masing didekat televisi. Reyhan tak memakai sendal Jungkook pun sama, karna dibelakang rumah Syifa ada sawah serta rawa rawa tempat ia mencari ikan untuk teman lauknya mereka makan.
Syifa maupun Reyhan mereka sering mencari ikan disana, segala jenis ikan mereka ambil yang kecil maupun besar karna semua orangpun sesekali mencari juga disana.
"Rey, ini dalam gak?" tanya Jungkook ketika mereka sampai disana.
"Ini hanya sebatas dengkul orang dewasa saja, kak Syifa juga sering kesini main air sama aku juga sambil ambil ikan" jelas Reyhan.
"Kakak lepas baju sama celananya, Reyhan juga" ucapnya lagi.
Jungkook hanya mengangguk tanda patuh saja, lantas ia membukanya tanpa rasa malu.
"Hahahhah... kakak lucu" tawa Reyhan nyaring saat menertawakan Jungkook karna memakai kolor saja.
"Lucunya dimana Rey?" tanya Jungkook heran.
"Itu kolornya motif kelinci"
"Ini kesukaanku tau" sungut Jungkook tampak malu-malu.
"Seenggaknya jangan warna pink lah, kakak kan laki" ucap Reyhan lagi.
"Ini kakak ku yang belikan" Jawab jungkook sedikit malas.
"Yasudah ayook kita turun aja"
"Oke...!"
Keduanya turun ke bawah tampak Jungkook sedikit merinding karna air rawanya sedikit keruh, ia cuman meyakinkan dirinya kalau main dirawa ini akan sedikit menyenangkan walau basah basahan juga ada lumpurnya. Seenggaknya tentang wanita itu Jungkook lupa, iya kan seenggaknya🤭
"Kak aku dapat. Ayok kemari kenapa tetap disana?" teriak Reyhan dari ujung sana karna Reyhan sudah jauh.
"Ini dingiin" teriak Jungkook lagi sambil memeluk tubuh polosnya.
"Ayook cepat, nanti juga seru"
Next...💜