SASUSAKU

SASUSAKU
Bab 3



Warning: Abal, alay, lebay, ancur, typo bertebaran, jelek.


Chapter 3


"Sampai kapan kau akan terus menganggapku sebagai boneka dan mainanmu Sasuke-kun?", gumamnya yang diiringi dengan isakan.


"Apa aku harus mati dihadapanmu, baru kau akan menganggapku sebagai seorang wanita?", lanjutnya.


"Tidak. Tidak harus seperti itu", ujar sebuah suara bariton dari pintu masuk gudang.


Saat Sakura sedang meringkuk sambil menangis di samping keranjang bola basket, namun tiba-tiba saja ia mendengar sebuah suara bariton yang berasal dari seseorang yang sedang berjalan ke arahnya dari pintu masuk gudang penyimpanan sekolah.


Seketika itu pula Sakura menengadahkan kepala pink nya dan berusaha mencari asal suara tersebut di tengah minimnya cahaya gudang. Sekelebat bayangan seseorang berambut kuning pun terlihat. Seseorang itu, terus berjalan ke arah Sakura. Sampai akhirnya.


"Naruto-sama!", seru Sakura sangat terkejut dengan kehadiran seseorang yang sebelumnya pernah ia jumpai. Ya di pesta topeng sekolah setahun yang lalu.


"Kau menangis lagi, hah?", tanya Naruto dengan tatapan mata nya yang intens sambil menumpukan lututnya di lantai gudang yang dingin agar dapat mensejajarkan wajahnya dengan wajah cantik Sakura.


"Aa... Ano...", Sakura nampak gelagapan menanggapi pertanyaan Naruto barusan.


"Huh, kenapa aku harus selalu bertemu dengan mu disaat kau dalam keadaan menangis", lanjut Naruto dengan nada bersedih yang sengaja yang dibuat-buat.


"Kau masih mengingat ku?", tanya Sakura heran karena terakhir ia bertemu Naruto adalah setahun yang lalu, jarang sekali orang yang mengingat kejadian yang menurutnya sudah cukup lama itu.


"Haha, siapa yang bisa melupakan warna rambut seorang gadis cantik yang unik tersebut dan mata emeraldnya 'heh", jawab Naruto disertai dengan kekehan kecil karena ia menganggap pertanyaan Sakura merupakan pertanyaan yang cukup lucu.


"Aa...", timpal Sakura sekenannya karena ia masih sangat terkejut dengan kehadiran Naruto barusan.


"Lalu kenapa kau menangis?", tanya Naruto yang mulai serius dengan topik pembicaraan tersebut.


"Aa... Ano... Itu...", Sakura nampak kehabisan kata-kata untuk manjawab pertanyaan Naruto.


"Ya?", tanya Naruto lagi karena ia merasa sangat penasaran dengan jawaban yang akan dilontarkan oleh Sakura nanti.


"Aa... Tidak ada apa-apa, hanya masalah pertemanan biasa", dusta Sakura. Nampak ia sangat menyesali perbuatannya karena telah membohongi seseorang yang menurutnya cukup baik tersebut.


"Baiklah kalau kau tidak ingin bercerita", sahut Naruto yang agak kecewa dengan jawaban Sakura barusan, ia tahu kalau Sakura baru saja berbohong kepadanya. "Pulang sekolah ada acara?", tanya Naruto yang nampak antusias dengan jawaban Sakura selanjutnya.


"Eh...", Sakura nampak bingung dengan pertanyaan Naruto barusan.


"Kalau ada waktu, mau makan ice cream bersama ku nanti sore sehabis pulang sekolah?", tanyanya lagi.


Sakura nampak terkejut dengan ajakan Naruto yang secara tiba-tiba tersebut. Namun percakapan dengan Tenten yang beberapa waktu lalu kembali berkelebat di dalam kepalanya.


'Hei, Sakura! Pagi-pagi sudah melamun saja!', seru seorang gadis dengan rambut bercepol dua berwarna .


'Oh, ah tidak', jawab Sakura sekenanya.


'Kau tahu tidak, nanti sepulang sekolah Sasuke mengajak ku berkencan!', seru Tenten yang kedua kalinya, dengan wajah yang nampak sangat sumringah.


'Oh, selamat ya', ucap Sakura sedih. 'Maaf aku harus ke perpustakaan dulu', dustanya, lalu berlari kearah gudang sekolah dengan air mata yang mengalir di pipinya yang memerah.


"Uhm, kalau kau tidak bisa juga tidak apa-apa, mungkin bisa lain waktu", lanjut Naruto yang menyadari kebingungan di raut wajah Sakura.


"Eh... Ano... Aku ada waktu nanti sore", jawab Sakura tiba-tiba tanpa memikirkan akibat yang akan ia peroleh setelahnya.


"Terimakasih banyak Sakura-chan", balas Naruto nampak sangat bahagia.


"Ya, sama-sama Naruto-sama", jawab Sakura yang disertai dengan senyuman yang mampu membuat laki-laki di dekatnya langsung jatuh hati kapadanya.


"Hei, tidak usah memakai embel-embel 'sama' jika memanggilku", Naruto nampak mengoreksi ucapan Sakura barusan.


"Uhm... Baiklah Naruto-sam... Eh maksudku Naruto-kun". Balasnya agak kaku dengan memakai embel-embel 'kun'.


# # #


Di sore hari yang dapat dibilang indah ini, nampak seorang gadis - ups maksudku seorang wanita- berambut pink bersama seorang laki-laki berambut kuning sedang menikmati sore hari yang indah ini disertai dengan sebuah cup ice cream di tangan kanan mereka masing-masing.


"Hei, kau lapar?", tanya Naruto seketika yang berhasil mengejutkan Sakura yang sedang melahap ice creamnya tersebut.


"Nnggg... Aa...", belum sempat Sakura menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba saja Naruto menyelanya.


"Aa... Kau pasti lapar. Bagaimana jika kita makan dulu di restoran itu", usul Naruto seraya menunjuk ke arah restoran yang akan mereka tuju.


"Hmm, baiklah", jawab Sakura disertai dengan sebuah senyuman manisnya.


Mereka pun berjalan ke arah zebracross untuk menyeberangi jalan menuju restoran tersebut.


Namun saat Sakura sedang ingin menyeberangi jalan, tiba-tiba saja kedua mata emeraldnya bersirobok dengan sepasang mata onyx mata onyx yang sangat akrab dengannya. Sasuke Uchiha. Ia dapat melihat sang Uchiha yang berada di dalam restoran yang akan ia dan Naruto tuju sedang berciuman penuh nafsu dengan Tenten sahabatnya sendiri.


Seketika itu pula nampak bulir-bulir keringat dingin mengucur dari dahi Sakura, dan wajah Sakura pun berubah menjadi pucat pasi bagaikan mayat.


"Naruto-kun aku sedang tidak ingin makan sushi", ucap Sakura seketika saat Naruto menggandeng tangannya untuk bersiap-siap ucapan Sakura barusan, Naruto pun segera mengehentikan langkahnya.


"Lalu kau ingin apa?", jawab Naruto yang nampak mulai khawatir dengan perubahan ekspresi wajah Sakura yang nampak ketakutan.


"Ra... Ramen saja", jawab Sakura sekenanya karena sekarang pikirannya hanya dihantui oleh sosok sang Uchiha tersebut.


"Wah, ku kira kau tidak suka ramen, maka dari itu aku mengajakmu memakan sushi. Baiklah kalau begitu, ayo kita segera ke kedai ramen langgananku", balas Naruto yang sangat bahagia dengan jawaban Sakura barusan tanpa mengetahui isi pikiran Sakura saat ini.


# # #


Setelah berada di dalam kamar, ia segera menyalakan lampu kamar lalu mengunci pintu kamar kembali dan ia pun bersiap-siap untuk membersihkan diri dari segala macam polusi dan kotoran yang melekat ditubuhnya seharian ini.


# # #


Tanpa Sakura sadari, saat ia sedang tertidur dengan nyenyak di kasur empuknya. Nampak sang majikan yang berdiri di samping ranjangya dengan dipenuhi oleh emosi yang membuncah.


Dengan sangat kasar, Sasuke menyibakan selimut tebal yang membungkus tubuh ringkih Sakura. Dan berkat perbuatannya tersebut, ia berhasil membangunkan Sakura dari mimpi indahnya. Dan betapa terkejutnya Sakura saat mengetahui keberadaan Sasuke di dalam kamarnya.


"Sa... Sasuke-sama", ucap Sakura yang tergugup karena sangat terkejut akibat keberadaan Sasuke yang tiba-tiba. Sakura pun segera membenarkan posisi tidurnya menjadi posisi duduk dan ia terus menundukan kepalanya karena ia merasa takut dengan tatapan Sasuke yang terus mengintimidasinya.


Tanpa basa-basi lagi, Sasuke pun segera naik ke ranjang Sakura dan berlutut di hadapannya.


"SUDAH KU BILANG JANGAN PERNAH BERBICARA DENGAN LAKI-LAKI LAIN APA LAGI BERKENCAN DENGAN LAKI-LAKI LAIN!", teriaknya dengan emosi yang meluap-luap.


"Aa... Aku tidak berkencan", elak Sakura yang berusaha untuk membela diri.


"Hah, kau masih mau mengelak 'heh?", tanya Sasuke dengan nada bicara yang sangat mengejek.


PLAKKK...


Tiba-tiba saja tangan Sasuke sudah menampar pipi Sakura sehingga Sakura terjerembab diatas ranjangnya sendiri.


"Ampun Sasuke-sama", ucap Sakura sesenggukan karena ia sudah mulai menangis.


PLAKKK...


Namun bukan menyudahi perbuatannya, Sasuke malah terus menjadi-jadi menyiksa Sakura.


"Hiks... Hiks... Hiks", Sakura terus menangis kerena merasakan perih di daerah pipinya yang ranum, dan bahkan nampak cairan merah kental yang berbau anyir keluar dari mulutnya akibat tamparan yang dihadiahi oleh Sasuke.


Saat Sasuke ingin manapar Sakura yang ketiga kalinya, tiba-tiba saja ponsel Sakura berdering dengan nada dering lagu 'SOMETHING ABOUT LOVE'-nya David Archuleta.


Mendengar ponselnya berdering, Sakura pun berusaha untuk meraih ponsel berwarna merah maroon-nya tersebut, namun apa boleh dikata, tangan Sasuke lah yang lebih dulu meraih ponselnya.


Dan betapa terkejutnya Sasuke saat membaca nama si penelepon di layar ponsel Sakura. Naruto-kun. Begitulah nama itu tertulis. Masih dengan emosi yang membuncah, Sasuke menekan tombol hijau di ponsel tersebut.


"Hallo... Selamat malam Sakura-chan. Sebelumnya terimakasih banyak karena sudah mau menemaniku jalan-jalan sore tadi. Aku harap lain waktu kita bisa jalan-jalan bareng lagi. Kau tahu, entah kenapa aku merasa sangat merindukan mu. Sakura-chan... Aku... Aku mencintaimu...",ucap Naruto panjang lebar dari seberang sana tanpa mengetahui siapa yang ia ajak bicara.


Mendengar perkataan Naruto barusan terlebih kalimat yang di ucapkan Naruto terakahir kali.


"Berhenti manguhungi dan mendekati Pinky-ku!", jawab Sasuke marah kepada Naruto.


Setelah mengucapkan kalimat tersebut, Sasuke pun segera mematikan ponsel Sakura. Lalu betapa terkejutnya Sakura saat mendapati Sasuke yang telah membongkar ponsel-nya lalu mengambil SIM card-nya dan kemudian Sasuke mematahkan SIM cardnya. Namun apa boleh dikata, ia tidak dapat melarang Sasuke karena ia tidak mau menambah daftar masalah yang dapat membuat Sasuke marah kepadanya.


Setelah berhasil mematahkan SIM card Sakura, dengan kejamnya Sasuke melempar ponsel Sakura kesembarang arah sehingga membentur dinding kamar Sakura, dan itu berhasil membuat ponsel Sakura satu-satunya hancur lebur dan tak layak pakai.


"Jangan harap kau akan memperoleh ponselmu kembali", ancam Sasuke sambil menjambak rambut pink Sakura ke belakang, dan itu berhasil menampakan leher Sakura yang seputih porselen.


Melihat hal itu, jiwa kelaki-lakian Sasuke pun membuncah. Tanpa babibu lagi, ia segera menempelkan bibirnya dipermukaan leher Sakura. Awalnya hanya ciuman ganas yang diberikan Sasuke, namun lama-kalamaan gigitan-gigitan penuh nafsu yang diberikan Sasuke lalu disertai dengan jilatan lidah Sasuke yang seakan-akan dapat membakar kulit Sakura.


"Nnggghhh...", desah Sakura saat ia merasakan tangan Sasuke yang sedang meremas payudara sebelah kirinya.


Mendengar ******* Sakura yang menurutnya sangat sexy, Sasuke pun terus melancarkan aksi bejatnya. Dengan sangat kasar ia melucuti semua pakaian yang melekat di tubuh Sakura. Ia terus memberikan sentuhan-sentuhan yang penuh nafsu kepada Sakura. Tak jarang ia membuat beberapa bagian tubuh Sakura memar atau terluka akibat perbuatannya tersebut.


Ia terus menyentuh, mengigit, meciumi, meremas, dan menjilati tubuh Sakura yang sudah tanpa busana. Dan tak lupa ia mengocok lorong ****** Sakura dengan ketiga jarinya. Setelah merasa puas dengan perbuatannya, ia pun beranjak dari ranjang Sakura, lalu bebisik di telinga Sakura.


"Jangan pernah meninggalkan rumah ini tanpa ku", ucapnya yang disertai dengan seringaian jahatnya.


Setelah itu ia pun keluar dari kamar Sakura dan menguncinya di dalam kamar tanpa menyelimuti tubuh Sakura yang sudah penuh dengan luka, memar dan darah yang mengalir dari beberapa bagian tubuh mulus bagaikan porselennya.


Sakura pun hanya menangis dia atas ranjangnya. Terus menangis sampai akhirnya ia tertidur dengan lelapnya.


# # #


Pagi telah menjelang, sinar matahari telah kembali menyinari bumi. Nampak Sakura yang sedari tadi tampak merasa kesakitan.


"Ngghh...", erangnya karena merasakan sakit.


Nampak Sakura yang berusaha untuk membuka kelopak matanya, namun itu semua nampak terasa sangat sulit. Perlahan bulir-bulir air mata meluncur dari mata emeraldnya yang masih terpejam. Terlebih ia merasa sangat sulit saat ingin menggerakan tangan dan kakinya. Dengan berat hati ia kembali tertidur, masih dengan keadaan yang tanpa busana dan tanpa diselimuti oleh selembar kain pun.


'Mungkin aku tidak akan masuk sekolah untuk hari ini', ucapnya dalam hati.


Tok... Tok... Tok...


Terdengar ketukan pintu dari luar kamar Sakura, namun sayang Sakura tidak dapat mendengarnya karena sekarang ia telah kembali ke dalam alam mimipinya.


Tok... Tok... Tok...


Sasuke terus mengetuk pintu kamar Sakura, namun masih belum ada jawaban dari sang penghuni kamar.


Dengan perlahan ia membuka kamar Sakura dan memasukinya. Ia terus berjalan ke arah Sakura sedang berbaring. Dan betapa terkejutnya Sasuke saat mendapati Sakura yang tertidur tanpa busana. Perlahan ia menyentuh pipi Sakura. Namun tak ada respon dari Sakura.


Ia terus membelai pipi Sakura yang ranum,bibirnya yang semerah darah. Dan tak lupa ia menghapus bekas air mata yang mengalir dari pipinya.


Ia terus melakukan hal itu, sampai akhirnya ia menyadari ada yang aneh dengan kondisi tubuh Sakura sekarang.


To Be Continue...


Keterangan: Aku disini membuat karakter Sasuke menjadi seorang Psikopat. Menurut para Readers dan Authors sekalian, apakah karakter Psikopat yang aku buat itu sudah terasa atau bahkan tidak terasa sama sekali di 3 chapter ini?