Saijaku Muhai no Bahamut

Saijaku Muhai no Bahamut
Episode 2 - Akademi bagi Anak Bangsawan - Part 3



"Geez, apa yang Nii-san lakukan? Aku terkejut."


Ruang tamu akademi untuk pengunjung.


Seperti yang diduga sebuah akademi di mana anak bangsawan berkumpul, dalam ruangan ini yang memberikan kesan kelas tinggi sejalan dengan perabotan dan alat-alat, dua siswi perempuan masih berdiri.


Seorang gadis berambut hitam yang tenang membunyikan lonceng.


Salah satunya adalah gadis yang memiliki rambut perak dan kerah yang sama seperti Lux.


Keimutan dan atmosfir tenangnya seperti boneka antik kelas tinggi yang terlihat menunjukkan kedewasaan lebih daripada kakaknya Lux.


"Um––, Aku minta maaf untuk banyak bermasalah, Airi."


Pertama, Lux meminta maaf dengan santai pada gadis itu, Airi Acadia yang merupakan adik perempuannya.


Airi yang melihat hingga mengangkat bahunya sambil dengan keluh kesah, dan menggerakkan tatapannya ke arah gadis di sampingnya tersebut.


"Dia adalah teman sekamarku di asrama gadis itu. Namanya adalah–– boleh aku menanyakan padanya?"


"Ya. Aku... kelas satu, Nokuto Leaflet. Aku minta maaf untuk kemarin malam."


Gadis itu yang memberikan kesan agak santai membungkukkan kepalanya dengan lembut dan menatap pada Lux.


Kemarin malam adalah insiden keributan di kamar mandi.


Dia adalah salah seorang dari ketiga gadis itu yang mengejar dia pada waktu itu.


"Itu sepertinya kau benar-benar lari karena tas kecil yang dicuri oleh seekor kucing. Aku minta maaf untuk menganggapmu seperti mesum."


"A-Aku minta maaf, juga. Umm––, aku tidak memikirkan kalau ada pakaian dalam di dalamnya... Tapi, untunglah. Kelihatannya seperti barang itu aman sepenuhnya."


Ia memikirkan kalau dia adalah anak yang cukup hebat kemarin malam, tapi dia rupanya terlihat menjadi jujur dan anak yang baik.


(Aku senang kalau dia mempercayaiku...)


Sambil Lux melihat pada Nokuto dan membiarkan kesulitannya mereda––


"Um, meski aku minta maaf untuk percakapan menyenangkan kalian."


Airi yang melihat pada perkenalan mereka dengan mata penuh penyesalan, tampak berada dalam suasana hati yang buruk.


"Karena Nii-san, ini bukan waktu untuk itu sekarang sekalipun."


"Ah..."


Sesaat Lux memunculkan kesadarannya, Airi mengeluh sekali lagi.


"Hah... Meskipun demi kepentingan penampilan, aku telah memberitahu ke sekitarku kalau kau adalah seorang kakak yang keren, apa-apaan yang akan kau lakukan tentang itu? Pengintip, pencuri pakaian dalam, pemerkosa. Untuk berpikir kalau sedarah kandungku adalah kriminal, tolong pikirkan posisiku di akademi."


"U-Untuk kepentingan penampilan, huh... bukan itu, seperti yang aku katakan, ini adalah kesalahpahaman!?"


"Ya. Aku pikir cuma wajahmu itu yang terlihat seperti seorang pangeran kurang lebih. Ini sedikit dapat dipercaya sekalipun."


"...Kau akan dibebaskan jika kau pikir kalau dia memujimu!?"


Ini mudahnya mengejutkan.


Seperti yang diharapkan, gadis ini yang dipanggil Nokuto sedikit aneh.


"Haruskah aku mencatat untuk masalah utamanya?"


terbatuk* membersihkan tenggorokannya, Airi duduk di atas sofa.


Sembari Lux melakukan hal yang sama duduk berlawanan padanya, Nokuto menuangkan teh ke dalam cangkir teh dari teko yang telah disediakan.



"Terus terang. Aku pikir kalau itu akan menjadi baik hingga Nii-san sesekali melihat pengalaman menyakitkan, namun––"


"Kejam!?"


Tidak memberikan perhatian pada reaksi Lux, Airi melanjutkan dengan tatapan serius.


"Cuma kali ini sedikit spesial. Jika Nii-san menjadi tertangkap, bagaimana aku akan dapat membayar sendiri hutangnya?"


"............"


(Ini cara yang kejam untuk mengatakannya...!)


Kakak dan adik dari keluarga Kerajaan Lama diperlakukan dengan dingin.


Dalam pertukaran kontrak pengampunan pada saat yang sama sebagai berdirinya Kerajaan Baru, salah satu menjadi "orang yang bertanggung jawab dari pekerjaan aneh" dan menanggung bagian pekerjaan dari anggaran belanja Kerajaan Baru.


Dan lainnya akan tinggal di tempat di mana mata keluarga kerajaan akan lihat.


Ini disetujui bahwa jika Lux melarikan diri atau berbuat jahat, Airi akan menjadi dihukum malahan.


Namun, Lux telah tidak memikirkan perjanjian ini dengan sendiri menjadi tidak memuaskan.


Walaupun ada larangan yang dia harus menerima berbagai pekerjaan dari siapapun, dia adalah "harta kerajaan", jadi dia tidak menerima perlakuan wajib sejauh ini.


Yah, ada juga sedikit keadaan lain yang disembunyikan sekalipun.


"Dengan mengatakan itu, Nii-san harus menang melawan Lizsharte-sama dengan cara apapun yang diperlukan. Namun––"


Memulai mengatakan begitu, Airi tersendat.


"Apa anak itu kuat?"


Lux menanyakan.


Ini karena dalam turnamen Drag-Knight yang diselenggarakan di ibukota di mana dia telah bertarung, Lux tidak ingat Lizsharte berpartisipasi di dalamnya.


"Kami, siswi akademi, tidak diberkenankan untuk berpartisipasi ke dalam turnamen. Ini juga untuk menyembunyikan kekuatan pasukan, dan jika seorang siswi calon petugas kalah, itu tidak akan cukup terlihat bagus untuk ditunjukkan ke publik."


"Aku mengerti... yang berarti."


"Ya, malahan ada sesuatu yang biasa seperti pertarungan kampus (lingkungan sekolah) di dalam akademi ini. Lizsharte masih tak terkalahkan. Lebih lagi, setelah memulai untuk menggunakan Divine Drag-Ride, dia melanjutkan kesuksesan kemenangannya dengan kekuatan luar biasa."


Divine Drag-Ride.


Dapat untuk mengendalikannya, yang menaruh kekuatan spesial bersama Machine Dragon yang akan berarti secara khusus kalau dia merupakan lawan yang sangat kuat.


Bagi kata-kata Airi, Lux bermasalah,


"Yah, itu akan menjadi sedikit sulit, aku kira."


Sembari dia menggaruk kepalanya...,


"Ya, Lalu, aku akan menyarankan cara sehingga bisa untuk membatalkan duel Lizsharte-sama."


"Astaga. Tidak perlu, Nokuto."


Dengan senyum lembut, Airi menghentikan Nokuto yang menawarkan begitu.


"Ini yang terbaik sehingga dia mengambil balasan untuk kelakuannya sendiri. Geez, sudah lama kau bertingkah cepat ketika kau berpikir dan kau tidak bisa menjadi tenang sama sekali, jadi kau hanya bertemu pengalaman buruk seperti itu."


"Uwah, kau kejam!? Meski aku sedang melakukan tugasku 'orang yang bertanggung jawab dari semua pekerjaan tambahan selama hari kontrak itu!?'"


"Hmm. Lalu Nii-san, apa kau mengatakan kalau kau ingin untuk menjadi sandera Kerajaan Baru dengan manfaatku?"


Airi mengambil bantahan Lux dengan ekspresi dingin.


Dan baru saja, dia menyentuh ujung jari putihnya ke belakang leher Lux.


"...!? Tunggu, Airi, apa yang kau––!?"


Sambil dia mendekati wajahnya sampai jarak seperti nampak untuk menciumnya, Lux mendapati bergairah.


"Nii-san, ditonton sebagai sandera benar-benar sulit, kau tahu? Karena kerah ini, Aku selalu dilihat dengan mata aneh dari lainnya. Meski begitu, aku memikirkan itu dengan sungguh-sungguh. Ini kepribadianku dan hasil usahaku yang memungkinkanku untuk mempertahankan hubungan dekat manusia. Ah, dan kemudian, aku berkontribusi banyak untuk membayar ulang hutang, kau tahu? Jika secara konkrit memiliki untuk mengatakan berapa banyak aku membayar dengan pekerjaan sampingan yang diberikan sampai tengah malam ketika belajar memecahkan manuscript kuno yang digali di reruntuhan atau memperbarui Drag-Ride secara manual di akademi––"


"P-Paham. Ini kesalahanku..."


"Fufu, aku menang lagi. Dengan ini, 102 game, 102 kemenangan. Aku ingin tahu ketika akan datang hari ketika aku akan dikalahkan oleh Nii-san."


Dengan senyum kekanakan, Airi tiba-tiba berdiri.


Ini selalu seperti ini...


Dalam pertandingannya dari beberapa tahun ini, tidak ada contoh di mana Lux dapat menang.


Adik perempuan siswi yang terhormat ini memiliki keadaan tubuh yang lemah sejak dulu dan selalu melekat pada ibunya dan Lux, tetapi sekarang dia sangat kuat.


Sambil Nokuto menemukan seperti itu raut wajah Airi yang tak diduga-duga,


"Kalian bergaul cukup baik, eh."


Dia berbicara dan tersenyum dengan aneh.


"Yah lalu, haruskah kita pergi sudah? Ikuti aku."


"Pergi? Ke mana?"


"Menuju hanggar Machine Dragon. pengecekan mesin sebelum latihan tanding adalah sesuatu yang diperlukan. Hanya dalam kasus, aku akan memandumu menuju ke sana. Dan seketika kita berada di sana, aku akan mengajarkanmu aksi pembalasan melawan Lizsharte-sama."


Mengatakan dengan santai, Airi meninggalkan ruangan tamu.


Sambil Lux mengikuti kemudian ketika mendesah,


"Yah tapi, jika kau masih belum kalah pada siapapun, aku kira Nii-san juga sama seperti dia, kan?"


Sebuah suara penuh keyakinan menggelitik daun telinga Lux.


"............"


Dan setelah menuju hanggar Machine Dragon yang jauh dari akademi dan memiliki Sword Device yang dikembalikan.


Akhirnya, waktu untuk duel datang.