
Sebuah tanah kosong yang sangat luas sekitar 3km jauhnya dari Kota pertahan.
Pada satu waktu, itu tertutup dengan karpet padang rerumputan dan ada beberapa desa serta perkampungan, tapi karena pengaruh reruntuhan dan Abyss yang muncul lebih dari sepuluh tahun lalu, semuanya telah dihancurkan dan hanya ada rongsokan yang tertinggal.
Benteng pertama yang berada paling dekat menuju reruntuhan, dan benteng kedua telah mengalami kerusakan.
Diberitahu bahwa pasukan-pasukan penjaga Kerajaan yang bisa bertempur, berada di tengah kumpulan pasukan-pasukan lainnya dan menyusun kembali.
Menghentikan Abyss yang menuju ke Kota Pertahanan akan mengandalkan kegiatan "Knight Squadron".
"Mungkinkah –– itu Abyss?"
Jarak tanah dan langit sekitar 200 mil jauhnya dari target, sekitar sepuluh anggota "Knight Squadron" mengonfirmasi Abyss.
Itu tidak mempunyai kaki. Dari bangunan besar trapesium seperti agar-agar, dua lengan seperti puncak menara terulur ke kiri dan kanan, dan dua bulatan ungu seperti bola mata mengapung di dekat tubuh sampai atas kepala.
Itu makhluk yang jumlahnya banyak.
Seekor tipe slime disebut hampir tidak memiliki intelegensi.
Namun, Abyss itu, salah satunya berukuran besar seperti yang dilaporkan, membanggakan diri dari bangunan yang luar biasa besar yang dapat menelan sebuah kastil.
Di dalam bagian tengah tubuh yang menembus cahaya, bulatan merah yang sedikit gelap –– benda itu disebut inti yang bisa dilihat.
Sepertinya tingkat kecepatan mirip seorang anak berlarian, tapi berhubung ini berukuran besar, itu terlalu cepat.
Pertanyaannya sekarang bagaimana mereka harus menaklukkannya––
"Oke, aku akan menembak."
Lisha yang meninggalkan perintah tiba-tiba menyiapkan Breath Gun dengan sebuah senyum.
Energi yang termuat dari Pusat Tenaga menuju meriam.
Senjata utama membidik pada inti Abyss.
"Apa kau akan langsung menembak!?"
Salah satu anggota "Knight Squadron" yang berada dibelakangnya berteriak sehingga dia terkejut.
"Itu tidak akan dimulai kecuali aku mencobanya, benar? Baiklah terima ini!"
Lisha, tidak menunjukkan tanda-tanda sedang ketakutan yang memenuhi pelatuk meriam.
boom*, tiang cahaya besar yang menembak perut slime.
"Goboh... Gubaaah!"
Dengan segera setelah itu, goncangan tersebut menghancurkan bagian luar tubuh Abyss.
Dan *splash*\, lendir berserakan.
"...!?"
Sejak mereka mengambil jarak yang cukup, lendir itu tidak menjangkau "Knight Squadron".
Tapi, lendir yang berserakan ke tanah jatuh menuju rumput dan meleleh dengan tanpa jeda.
Murid kelas tiga Sharis yang melihat itu memanggil keseluruhan "Knight Aquadron" menggunakan suara naga.
『Jika kalian menyentuh tubuhnya, kalian akan berubah seperti itu. Sepertinya kita tidak bisa terlalu mengandalkan pelindung Machine Dragon.』
『Ya. itu pilihan terbaik bagi kita menghindari pertempuran. Aku kira kita harus menyiapkan seluruh senjata tembak kita. Lizsharte-sama.』
Nokuto meminta untuk instruksi.
Tapi, sebelum Lisha bisa menjawab
"Hei!? Yang lebih penting, lihat itu!?"
Tillfarr dengan sura panik menunjuk pada arah yang dituju dengan pisau di tangannya.
"Gopoh, Gopopopoh..."
Tanpa mempedulikan dengan pengeboman Lisha, Abyss melanjutkan percepatannya.
Tidak, itu bereaksi pada serangan dan meningkatkan kecepatan pergerakkannya.
Memanjat benteng ketiga yang berada di depannya, itu akan segera mendekati ujung pertahanan akhir –– benteng kedua Kota Pertahanan telah dihadang.
"Pengeboman tak mempan...?"
Antara Machine Dragon tipe umum yang memiliki Breath Gun, fungsi salah satunya yang memiliki kekuatan terbesar.
Namun, pengeboman hanya membalik bagian luar tubuhnya tersebut tanpa menyentuh inti sama sekali.
Bahkan menembus lubang pada tubuhnya yang dipenuhi oleh gas cair yang melingkupi tubuh, dan beregenerasi tak lebih dari sepuluh detik.
"Tch... Sepertinya tubuhnya yang besar membuat lendir bermasalah. Itu terlihat menyebarkan kekuatan Breath Gun dengan menyampaikan tumbrukan dan panas pada sekujur gas cair tubuh."
Lisha, meski halus mendecakkan lidahnya, menjaga ketenangannya.
"Jadi, strategi apa itu? Komandan."
Pertanyaan Sharis yang masih di dekat udara, Lisha menghembuskan napas kuat-kuat,
『Itu jelas. Rentetan tembakan sesaat arahkan pada inti. Semuanya, ambil jarak 200 mil dan muat sampai maksimum. Kekuatan itu akan menurun jika kalian terlalu jauh. Aku akan menghitung mundur. Mengerti?』
Selagi dia juga memanggil "Knight Squadron" di atas tanah menggunakan suara naga, Lisha membiarkan energi memenuhi meriamnya.
(Dengan ini, kita pasti bisa mengalahkannya. Ini kemenangan kita.)
Lisha meyakinkan kemenangannya.
Tembakan konsentrasi (rentetan tembakan) dilepas oleh lusinan para Drag-Knight.
Berdasarkan pengeboman sebelumnya, selama dia mengonfirmasi situasi dari menyebarnya gas cair tubuh, kekuatan ini seharusnya bisa menembusnya.
"Aku akan memulai hitung mundur. Kita semua menembak ketika nol... 5, 4, 3..."
Mengikuti perintah Lisha, seluruh mesin menyiapkan meriam mereka yang dimuat sampai maksimum.
––Iiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii!
"2, 1, tem––"
Pada saat itu. suara aneh sebuah seruling bergema dari suatu tempat yang dekat.
(Dari mana suara ini? Dari belakang Abyss––)
Ketika Lizsharte memikirkan begitu di sudut kepalanya, atmosfir menggetarkan tembakan bertubi-tubi.
Pada saat itu, sesuatu yang tidak biasanya terjadi pada Abyss di depan kedua matanya.
"Apa...!?"
Inti merah gelap di dalam tubuh yang mereka tembakkan.
Mendadak membengkak seperti busa yang terpenuhi dengan rongsokan.
“Goaaaaaaaaaaaaaaaah!”
Dengan segera setelah itu, sebelum menembakkan bom, Abyss meledak dengan sendirinya.
Ledakkan inti.
Suhu tinggi dan tumbrukan yang jauh melampaui harapan terlukiskan bidang penglihatan dan sentakan.
『Sebarkan pelindung! Gunakan juga raungan Machine Dragon!』
Teriakan Lisha tenggelam dengan suara menderu dan menghilang.