
"––Itulah semua, tapi aku akan mengkonfirmasi dengan pengamatan dari jarak jauh, berlangsungnya situasi perang yang aku dengar melalui suara naga dari Nokuto-san."
Para murid yang bersiaga membeku pada kebenaran yang Krulcifer bawa kembali dengan kecepatan Divine Drag-Ride nya.
"Mundur dari Cross Feed? Atau balik melawan? Itu penting untuk memutuskan ini. Musuh sudah mendekat tepat sekarang."
"Dimengerti. Aku berterima kasih untuk kerja samamu. Krulcifer."
Pada saat yang sama sambil instruktur Raigree menjawab, keheningan memenuhi Hanggar Machine Dragon.
Yang membawa Abyss adalah seorang pria dari pasukan pemberontak, kepala regu pertahanan dan seseorang yang mewarisi kehendak Kerajaan Lama.
Kekuatan militer terbesar Kota Pertahanan pada saat ini, "Knight Squadron" berada di ambang pembinasaan.
Dengan kenyataan yang merasuki mereka, murid-murid calon petugas wanita kehilangan kata-kata.
“…………”
Sementara itu, Lux akan pergi keluar hanggar.
Di depan pintu yang menuju pada sisi luar, Airi berdiri di sana dengan ekspresi khawatir.
"Kemana kau akan pergi? Nii-san."
Airi menanyakan Lux yang telah menunjukkan ekspresi kalau Lux sudah memikirkannya.
Dengan ekspresi keras kepala yang meredam sesuatu.
"Aku akan menolong Lisha-sama."
"Kau tidak bisa!"
Airi dengan datar mengatakan begitu.
"Dengan itu, meski kau bisa bertahan, kau tidak bisa mengalahkan Abyss; kau juga tidak bisa menggunakan pedang lainnya. Tidak ada yang bisa kau lakukan saat ini, Nii-san."
"Tapi––"
"Aku mengerti perasaan Nii-san. Tapi, di dunia ini, ada hal yang tidak bisa diperbuat. Tidak peduli seberapa banyak kau berusaha, ada banyak hal yang tidak bisa dilakukan sendirian. Kita, keluarga Kerajaan Lama harus terlihat tak menyenangkan!"
Melemparkan ekspresi jelas seperti biasanya, Airi memohon padanya.
Lux tahu apa yang dia maksud dengan itu.
"Bukankah kita bertarung demi keadilan? Jangan lupakan janji kita. Apa kau berencana mati di sini? Tolong. Untuk negara ini, kita––"
Lux memotong kata-kata Airi dan tiba-tiba tersenyum.
"Janji kita adalah untuk mengalahkan Kerajaan. Mengalahkan lawan yang mengambil orang yang berharga dariku."
“…………”
"Aku akan baik-baik saja, Airi. Aku tidak akan meninggalkanmu sendiri, jadi––"
Airi dengan tenang terlihat murung pada kata-kata itu.
"Aku sudah selesai menyesuaikan tenaga Machine Dragon itu. Sampai akhir telah dianalisa olehku yang masih belajar, tapi... aku tidak bisa menjamin lebih dari sepuluh menit..."
"Terima kasih."
Sambil Lux tersenyum pada adiknya, dia menghampiri Krulcifer yang berada di sisi luar pintu.
"Krulcifer-san. Aku punya permintaan."
"...Apa itu?"
"Kumohon aktifkan mu. Bukan untuk melindungiku, tapi untuk menyelamatkan Lisha-sama. Kau adalah satu-satunya orang yang bisa pergi ke Kota Pertahanan saat ini."
Sesaat Lux membalikkan matanya lurus([17]) dan berkata demikian,
"Bukankah aku mengatakannya sebelumnya? Aku tidak bisa bertempur menggunakan hidup ini termasuk pada negara religius Ymir."
Krulcifer berbicara dengan nada tenang sampai akhir.
Tapi––,
"Aku tahu identitas "Pahlawan Hitam". Ayo buat perjanjian. Aku akan katakan padamu jika kau mendengarkan permintaanku."
“…………”
Seseorang bisa dengan jelas merasakan tanpa melihat kalau Airi telah mengalihkan tatapannya dari Lux.
"Baiklah."
Krulcifer mengangguk setelah berhenti sejenak.
"Ayo pergi."
Lalu, dua orang itu menghunuskan Sword Device mereka pada saat yang sama.