
"Lux-san..."
Nokuto telah menonton Latihan Tanding yang dimulai dengan serangan dahsyat Lizsharte dengan menduduki bangku penonton.
"Oops. Ini buruk sekali! Kita harus segera memberitahu guru dan menghentikannya––!"
Walaupun hanya terdapat perbedaan satu kelas di antara mereka masing-masing Sharis, Tillfarr dan Nokuto, mereka disebut "Triad" di akademi dan mereka juga teman masa kecil.
Siswi kelas tiga Sharis yang menjabat sebagai wakil komandan pasukan Kerajaan Baru mempunyai status pemimpin dengan senioritas (kedudukan yang lebih tinggi). Dia menikmati baik bermain dan belajar.
Terutama, Sharis yang memiliki perasaan kuat terhadap keadilan juga sukarela bergabung ke bagian kemiliteran.
Ini sudah lima tahun sejak Kerajaan Baru didirikan.
Walaupun kebiasaan androcracy sedikit demi sedikit menghilang, kesadaran warga tidak dapat berubah dengan cepat.
Penentangan warga pada pemerintahan baru sendiri dan jenis perlakuan terhadap wanita dan kerusuhan yang tiada henti-hentinya.
Demi alasan ini, dia bosan menegakkan keadilan siswi dari pelaku yang suatu saat juga muncul di akademi, tapi––
"Berpikir kalau pertarungan tersebut akan terjadi––"
Sekarang, mereka menyadari kalau mereka yang membuat keributan yang besar setuju.
Untuk ini, tiga gadis itu merasakan suatu penyesalan.
Kejadiannya, tiga gadis itu berakhir menulis surat permintaan maaf tentang masalah di mana mereka menghancurkan asrama gadis-gadis dengan menggunakan Drag-Ride sebagai "mereka kelewat batas".
"Aku minta maaf, Lux-kun."
Kalau begini, Lux tidak cuma akan kalah, paling buruk, dia mungkin juga mati.
Itu hanya memiliki sekali sehingga dia terlihat akan melebihi batas untuk mentransfer senjata pembantu.
Benda yang tak terkira jumlahnyanya terbang dengan bebas di dalam lingkaran besar, .
Senjata utama berkekuatan super panas yang selesai terisi dan akan menembak jika Lux berhenti bergerak untuk sesaat, .
"Kau tidak perlu khawatir. Sharis-senpai."
Mendadak, adik perempuan Lux yang berada disampingnya –– Airi memanggil Sharis demikian.
"Tentang insiden itu, ini sesuatu yang Nii-san lakukan dengan egois, jadi itu konsekuensi normal atas perbuatannya. Dia memegang perasaan keadilan ganjil, jadi dia selalu ditarik ke dalam permasalahan yang tidak berguna. Pertama, dia terlihat sensitif, tapi dia cuma seorang idiot berhati lembut dan sederhana, sehingga itu tidak dapat dibantu."
Dengan tatapan serius yang cukup –– bukan, dengan senyuman, Airi tak tertarik melanjutkan perkataannya.
"...Kau tak disangka anak yang menarik, kau––"
Ketika Sharis kembali tersenyum kecut melihat kalau dia begitu tak peduli,
"Tapi, seperti tidak ada harapan Nii-san, hanya satu hal yang aku akui; dia memiliki banyak sisi baik."
Airi mengatakan demikian dan dia menunjuk dengan lembut pada pusat lingkaran.
Dengan sedikit senyum dan sedikit rasa bangga.
"Itu adalah––?"
Ketika Sharis bertanya kembali dan mengalihkan tatapannya pada lingkaran, itu terlihat dengan keributan besar.
"Sekali dia memutuskan sesuatu, dia akan melaksanakannya sampai akhir."