Saijaku Muhai no Bahamut

Saijaku Muhai no Bahamut
Episode 2 - Akademi bagi Anak Bangsawan - Part 2



"Phew... lalu pada akhirnya, mari katakan kalau kali ini adalah kecelakaan yang sangat disayangkan, oke? Lux Acadia-kun."


Lux yang pergi ke kantor Kepala Sekolah menerima penjelasan dari Kepala Sekolah Relie tentang sekolahnya sendiri yang adalah tempat kerja yang dijadwalkan pada saat yang sama sambil dia berbicara tentang keadaan yang menyebabkan kegaduhan ini.


Ini adalah akademi calon-calon petugas Drag-Knight yang diatur oleh Kerajaan Baru Atismata.


Ini sebuah tempat terlatih yang disebut petugas –– orang-orang berperingkat tinggi di antara petugas pemerintahan termasuk prajurit dan penduduk, dan lebih lagi membicarakan dengan perincian.


"Akademi orang-orang yang terlatih terlibat dengan Drag Ride, huh...?"


"Kau bisa menyebutnya begitu."


Pada pertanyaan Lux, Kepala Sekolah mengangguk dengan senyum.


Walaupun Kepala Sekolah, dia masih muda.


Dia kemungkinan baru dua puluhan atau lebih. Jika salah satu guru berkata, wanita yang terlihat mengijinkan dipanggil dirinya Relie Aingram.


Dia sendiri juga putri grup finansial yang memegang pasar secara langsung yang terkait dengan negara, dengan kata lain salah satu yang dipanggil wanita muda pribumi.


Dan –– Dia adalah salah satu dari beberapa kenalan Lux yang berasal dari mantan keluarga kerajaan.


Kedua Drag-Ride dan Sword Device adalah senjata yang digunakan sepasang.


Drag Ride yang biasanya disimpan ke tempat yang disebut "hanggar" di berbagai tempat; dengan mencabut pedang dari sarung pedangnya dan menekan tombol dalam cengkramannya, seseorang bisa mentransfer –– dan memanggil Machine Dragon yang sesuai.


Dengan senjata lain daripada Drag-Ride, seperti sebuah benda adalah tidak mungkin.


Ini mungkin prestasi yang tepat karena terdapat Mithril Dite([6]), logam yang berubah ke dalam cahaya dan kemungkinan perubahan wujud ruang, dan Pusat Tenaga, batu nuklir yang merupakan sumber kekuatan Machine Dragon.


Rincian perpindahannya sendiri masih belum diklarifikasi.


Kalau Drag-Ride adalah senjata kuno yang digali dari reruntuhan, dan sehingga investigasi reruntuhan itu sendiri prosesnya belum siap karena untuk beberapa keadaan adalah alasan utamanya.


Tetapi meski begitu, kekuatan yang Drag-Ride punya, telah terlampau besar kekuatan untuk menahan diri dari penggunaan dengan alasan "teknologi tidak dapat selesai mengklarifikasinya".


Oleh karena itu, perlombaan pada penelitian tentang rincian dan penjelasan kepala sekolah dari Drag Ride diatasi secara intens dalam tiap-tiap negara.


"Itu sudah lebih dari sepuluh tahun sejak Drag Ride ditemukan dari reruntuhan. Penggunaan mereka hampir telah dilarang bagi kami(anak-anak perempuan), karena gaya hidup androcracy([7]) yang Kerajaan Lama buat. Namun––"


Sambil Relie memotong perkataannya, Lizsharte yang berdiri di samping Lux tiba-tiba membuka mulutnya.


"Dengan kudeta lima tahun lalu, sehingga persepsi yang benar-benar berubah setelah apa yang didirikan Kerajaan Baru. Di samping dari bakat fisik bagi pengguna untuk menanganinya, data laporan bakat yang sesuai dari mengendalikan mesin perempuan adalah jauh di atas, dan setelah itu, mereka mendirikan organisasi pelatihan khusus, dan usaha mereka difokuskan atas didikan dengan perintah untuk menyiapkan petugas Drag-Ride yang tidak akan kehilangan wilayah lain itu–– Sesuatu seperti itu."


"Ya, itu benar."


Untuk tambahan Lizsharte, Relie mengangguk.


Drag-Ride adalah senjata super bagi tingkatnya sehingga mereka diberikan wujud pedang, senapan, meriam dan kavaleri(kendaraan berlapis baja/logam) yang merupakan kekuatan perang utama, tidak ada.


Sejak kemunculan mereka, seseorang telah datang demi maksud di mana ini mustahil untuk berbicara tentang apapun tanpa memasukkan perkataan perang, diplomasi, perdagangan dan industri.


Mengambil itu ke dalam pertimbangan, Lux tahu paling tidak bahwa lembaga pelatihan Drag-Knight itu ada.


Namun––


"T-Tapi, kenapa aku dipanggil?"


Ini Kepala Sekolah Relie yang membuat permintaan pekerjaan.


Sembari Lux bertanya tentang itu dengan ekspresi melamun––


"Ya ampun. Aku mengerti kalau "weakest undefeated" sungguh rendah hati, eh."


Terlihat dewasa, senyum mengejeknya berubah.


"Weakest undefeated".


Sebuah Latihan Tanding Resmi yang membuat pengguna Drag-Ride memiliki sekali sebulan di stadion besar dari ibu kota kerajaan.


Sambil ada juga hadiah yang tertulis di atas catatan pasukan, ini julukan dicantumkan pada orang yang dibanggakan dari partisipan yang paling sering dari gaya pertempurannya, dan Lux dipanggil begitu, tetapi––


"Ini mungkin kekuatan yang tidak kalah dengan Lizsharte yang adalah seorang pengguna terbaik di akademi ini. Aku pikir kalau ini bukan berarti pekerjaan yang tidak cocok untukmu sekalipun."


"...Hou."


Seolah untuk mencela kata-kata Relie, Lizsharte dengan gugup menggetarkan bahunya.


(A-Aku punya perasaan buruk tentang ini...!)


"A-Aku tidak berarti kalau, itu nampak kalau tempat ini adalah akademi perempuan, jadi bagiku untuk bekerja di sini––"


"Ini sayang sekali, tapi kami kekurangan tenaga laki-laki."


Relie menjawab sebelum Lux menolak.


"Sejarah Drag-Ride cukup singkat, kan? Sebagian besar pengguna dari Kerajaan Lama yang memonopoli Drag-Ride selama bertahun-tahun harus terbunuh oleh kudeta. Dalam masalah itu, meski keberatan, aku tidak bisa melakukan apapun tapi biasanya diundang seorang pekerjasama laki-laki. Menjadikannya mekanik Drag-Ride atau Drag-Knight."


"...Aku tidak bisa melakukan perawatan, kau tahu?"


"Kau cuma harus mempelajarinya kemudian. Cuma mengetahui prasyarat sebagai pengguna yang penting."


Relie membalas dengan cepat.


"Hanggar Machine Dragon keempat Kerajaan Baru berlokasi di halaman bangunan akademi ini. Pekerjaanmu di sana, jadi mulai hari ini aku akan menyuruhmu pergi tiga kali seminggu. Ini kumuh, bekerja keras dan ada juga bahaya cedera. Aku tidak bisa memberikan pekerjaan seperti itu pada gadis muda dari keluarga terhormat, kan? Apa kau tidak berpikir kalau kau juga harusnya merasa terhormat dan diberi hak istimewa terlahir sebagai laki-laki."


Dengan suara menggoda, Relie tersenyum.


"............"


(Dia ambisius seperti biasa, eh...)


Lux memikirkan sambil dia tersenyum masam.


Itu sudah beberapa tahun sejak dia bertemu Relie untuk pertama kali, tapi tidak ada apapun tentang ini yang sungguh tak tertarik dengan kepribadiannya, ketangkasan dan kebencian telah berubah.


Dia harusnya menjadi putri yang lebih tua dari kediaman Aingram, Kediaman pedagang besar gabungan golongan finansial, tetapi dia sungguh unik.


Ketika Lux mengeluh dalam hati, Relie mengambil napas dalam-dalam lagi.


"Aku masih memikirkan pekerjaan apa yang diberikan untukmu sebagai pengguna Drag-Ride, jadi aku akan memberitahumu segera ––oke?"


"Kepala Sekolah. Bisakah aku memikirkannya sebentar?"


Dengan tiba-tiba, Lizsharte menempelkan tangannya dan menyela pembicaraan.


"Aku paham ceritanya. Tapi, kami masih belum mengakui laki-laki ini."


Dia menatap Lux dengan tatapan tajam dan berbicara.


Tepi mulutnya membuat senyum malu.


"............"


Apa dia benar-benar seorang putri, anak kecil ini?


Bagaimana menjelaskannya, aku benar-benar merasakan kehadiran haus darah.


Tidak, yah, aku melakukan hal seperti itu di kamar mandi, jadi kemungkinannya hanya terhadapku sekalipun.


"Keraguanku belum jelas. Lak-laki ini adalah dosa menjadi pengintip, pemerkosa dan mesum pencuri pakaian dalam. Tidak ada cara kita akan membiarkan 'laki-laki' seperti itu bekerja di akademi ini. Maksudku, pertama kita harus menyerahkan dia pada pasukan. Dan kita harus mengadili dia di tempat penghakiman dan membiarkan dia mendapat udara segar setelah dia memakan makanan berbau busuk selama beberapa tahun."


"Ti-Tidak, seperti yang aku katakan, apa ini salah paham––!?"


Lux mencoba untuk keberatan, tetapi melemparkan pandangan singkat pada Lizsharte, dia menutup mulutnya.


"Aku mengerti, dia mengatakan kalau dia masuk secara tak sengaja ke dalam kamar mandi sesaat dia mengejar seekor kucing. Tapi, bagaimana dia bisa membuktikan itu? Kepala Sekolah. Aku pikir kalau memberikan perlindungan bagi kriminal yang tidak layak dipercayai cukup berbahaya."


"Kamu benar. kami saling mengenal, jadi aku tahu Lux-kun benar-benar baik, tapi––"


Relie mengatakan itu dan tersenyum miring.


"Aku tidak bisa menuntut sama sekali hingga keributan ini disebabkan dengan tak sengaja."


"Bukankah seharusnya kau yang menuntut di sini!?"


Dengan mata yang agak berkaca-kaca, Lux mengeluh.


Ia yakin kalau Kepala Sekolah akan mendukungnya.


"Tetapi sebenarnya, tidak ada yang bisa membuktikan tentang benar tidaknya ini dengan sengaja. Lalu, dia juga korban di kejadian ini, dan jadi Lizsharte yang merupakan murid unggulan tahun kedua, juga. Apa aku boleh menyerahkan hukumannya padamu langsung?"


"Eeeeeeeeeeh!?"


(Kenapa kau menyerahkannya padanya!?)


Lux yang ditelan dengan keputusaan teriakan jiwanya dan tertahan.


Selama pengampunan pada waktu berdirinya Kerajaan Baru Atismata, Lux dimaafkan untuk kesalahan menjadi mantan keluarga raja dan dikeluarkan dengan pembebasan bersyarat, tapi pada waktu yang sama dengan kontrak yang dia tandatangani, dia dituntut dengan hutang berjumlah sebanding untuk 1/5 anggaran belanja negara.


Kalau 'pelaku' seperti itu Lux yang menjadi seorang kriminal terlebih lagi sangat menyusahkan


"Fufu."


Lizsharte yang menatap pada Lux terkejut dengan rasa hina tertawa dengan suara pelan.


"Lalu, ayo kita lihat. Aku akan memberikanmu satu kesempatan menebus diri."


"...Eh?"


"Apakah kau benar-benar cukup berharga untuk bekerja di akademi ini sebagai 'lelaki' Drag knight. Atau cuma seorang mesum. Aku akan menguji semangat bertarung dan kemampuanmu."


Mengatakan begitu, Lizsharte menyentuh pegangan pedang menuju pinggangnya dan pada saat yang sama berjalan secara pelan di depan pintu ruang kepala sekolah.


"Jika kau dikalahkan olehku, kau akan dibawa ke penjara sebagai seorang kriminal; jika kau menang, aku tidak akan keberatan kau bekerja dengan bebas. Pertandingan akan menjadi Latihan Tanding dengan pertarungan satu lawan satu menggunakan Drag-Ride. ––Ini baik sepenuhnya dengan itu, bukan? Penonton ingin tahu."


Sesaat hingga Lizsharte mengatakan begitu dan memutar gagang pintu ruangan,


"Kyaaaaah...!?"


Siswi perempuan yang telah berkumpul pada pintu jatuh dengan ramai ke dalam ruangan dan tumpang tindih di atas satu sama lain.


Mereka rupanya prihatin tentang perlakuan Lux yang mereka dengar rumor tentangnya, dan nampaknya mereka mendengar di luar pintu tersebut.


"Menyebarkannya ke semua orang di akademi. Terlebih penonton, semakin baik. Pertunjukan di mana putri Kerajaan Baru akan mengalahkan pangeran Kerajaan Lama."


Siswi perempuan yang mendengar itu meningkatkan suara senang dan pergi.


"Ini menjadi sesuatu yang besar! Lizsharte-sama menantang si mesum ini untuk berduel––"


"Tampaknya bahwa pihak lain adalah 'weakest undefeated'. Apa ada yang tahu detailnya?"


"Pertama, dia seorang pangeran Kerajaan Lama, bukan? Pencuri pakaian dalam itu, maksudku."


"Secara penampilannya, dia tipeku –– tapi ini memalukan."


Mendengar suara seperti itu dengan Lizsharte yang mendapati keluar dari ruangan itu, Lux menjadi terdiam.


Pada tingkat ini, pembicaraan ini akan menyebar ke seluruh akademi sebelum duel.


"............"


Entah bagaimana, itu menjadi sesuatu yang besar.


"Aku ingin tahu jika aku harus meninjau sistem pembelajaran sedikit. Jangan lupa kalau tempat ini adalah akademi yang rajin."


Bagi Relie yang bergumam terkagum, Lux menelan dengan tak sengaja kata-katanya,


Tak peduli bagaimana kau melihatnya, ini mempengaruhimu...


"Ngomong-ngomong, Lux-kun. Sebelum duel, ada tempat yang aku ingin kau kunjungi sebentar."


"Errr... di mana itu?"


"Langsung dekat ruang tamu. Adik perempuanmu menunggu untukmu di sana."


"––Eh?"


Untuk Lux yang menaikkan suaranya terkejut, Relie berbalik hanya tersenyum.