Saijaku Muhai no Bahamut

Saijaku Muhai no Bahamut
Episode 1 - Pengacau di Tengah Malam-Part 1



Sebuah warna kulit.


Uap putih yang menutupi seluruh penglihatan.


Di sisi lain uap air, terdapat sebuah dinding dan tiang marmer yang terlihat karena sedang diterangi oleh lampu.


Dan merasakan air panas yang membasahi celana katunnya.


Tidak peduli bagaimana kau memikirkannya, ini adalah kamar mandi.


"......U-Umm?"


(Bagaimana hal ini terjadi lagi......?)


Pertanyaan itu berusaha melewati pikiran Lux.


"......!?"


Lux berada di bawah sesaat dia mencoba tidak melihat pada gadis-gadis telanjang itu yang berdiri di sana terkejut pada sisi lain uap air.


"............Fu."


Di bawah Lux yang berada di dalam air panas dengan pakaiannya di atas seorang gadis yang sedang tertawa.


Tidak seperti tubuh rampingnya, terdapat senyum dewasa pada ekspresinya.


Kulit putih halusnya berubah merah karena berada di dalam kamar mandi di mana pipinya juga menjadi merah.


(Dia manis.)


Dia dapat mengatakan itu jika melihat padanya dari samping, tapi Lux tidak hanya tidak bisa bicara, tapi juga tidak bisa bergerak seincipun karena merasakan bahaya dan uap air menghilang dari gadis itu.


"......Hei, mesum. Apa kau punya sesuatu yang tersisa untuk dikatakan sebelum mati?"


Kata-kata mengerikan keluar dari wajah cantiknya di mana dia dengan penuh ancaman tersenyum.


Yah, itu tidak akan aneh untuk dia marah.


Itu karena—, dia bisa melihatnya.


Di dalam kamar mandi yang luas, handuk yang terbalut di sekitar tubuhnya jatuh dan memperlihatkan tubuh telanjang segarnya secara utuh.


Dadanya terlihat imut yang bergetar saat menyipratkan kembali air panas.


Tulang selangkanya yang naik di atas air panas dan lekukan kencang pada pinggulnya.


"............"


Takdirnya mungkin ditentukan dengan kata berikutnya.


Lux mulai untuk memilih secara hati-hati kata-kata dengan kepala gugupnya.


(P, Pertama aku harus memujinya......!)


Sebelumnya ketika dia melakukan pekerjaan sampingan saat bekerja sebagai pelayan bar, dia mempelajari teknik bagaimana untuk memuji seorang gadis.


Sebelum dia bisa mengatakan sesuatu, opini jujurnya keluar dari mulutnya.


"......Hmm, begini. Kau manis. Kau sendiri mirip seperti anak kecil......tidak, meskipun kau terlihat muda, kau benar-benar punya dada—dan ini sungguh menggoda. ......Tunggu, apa!?"


(Aku mati.)


(Apa yang aku katakan! Itu bukan apa yang harusnya aku katakan!)


(Siapa itu!? Satu-satunya yang mengajarkanku cara yang salah untuk mengatakannya!? Pemilik bar mesum sialan itu!)


"............Fu."


Gadis telanjang yang mendengar itu mengeluarkan tawa dingin.


Untuk sesaat, dia memasang senyum ringan seakan dia menikmatinya, dan kemudian—


"Berapa lama kau akan menindihiku, kau idioooooot!"


Dia mengeluarkan suara marah.


"Kyaaaaaaaah!?”


Pada saat yang sama, di sana ada banyak jeritan datang dari gadis-gadis di kamar mandi seluruhnya.


Gadis-gadis telanjang itu mulai melempar apapun yang mereka bisa temukan pada Lux dengan sekuat tenaga mereka.


"A, Aku miiiiiiiinta maaaaaaaaaf!"


Lux mencoba kabur dengan panik.


"B-Bagaimana itu menjadi seperti ini!?"


Dengan mata berkaca-kaca, Lux mulai mengingat apa yang terjadi beberapa jam lalu dengan tas yang dia bawa di tangannya.