Saijaku Muhai no Bahamut

Saijaku Muhai no Bahamut
Epilog - Di mana Pangeran harus berada - Part 3



Menanjak dengan melompat 2 langkah sekaligus sesaat menaiki tangga bangunan sekolah, Lux pergi menuju ruang Kepala Sekolah.


"Apa maksudnya ini, Relie-san!?"


paff*


Ketika dia membuka pintu besar dengan kedua tangannya,


"Selamat atas penerimaan resmimu! Lux-kun!"


Dengan sorakan kecil, memunculkan gemuruh tepuk tangan.


Dalam ruangan Kepala Sekolah yang luas, selain Relie Aingram, gadis-gadis yang Lux kenal.


Krulcifer, Philphie, Airi, dan teman-teman sekelas lain telah berkumpul.


"Eh...?"


Lux yang memikirkan dengan yakin kalau hanya akan ada Kepala Sekolah, terpaku karena dia terkejut.


Dan, orang terakhir, seorang gadis yang mengenakan seragam masuk.


"Lizsharte-sama?"


"Ahem. Nah, Kepala Sekolah, memberikanku ijin membawamu untuk ucapan selamat. Pangeran Kerja Sampingan Lux Acadia. Aku sebagai Putri Kerajaan Baru, akan menanggung (memberikan bantuan) kehidupan padamu, seorang kriminal."


Lisha mengubah cara berbicaranya, mengatakannya dan berjalan di depan Lux.


Satu Sword Device tersimpan dalam sarung yang baru di tangannya.


"Berkat kerja samamu –– aku selamat. Kau bisa melindungi bukan hanya Kota Pertahanan, tapi juga negeri ini. Aku mengakui bahwa ada kekuatan jelas dan keadilan dalam diri dan memujimu."


"Oleh karena itu, di sini ada perintah dariku. Kau tinggal di sini. Sebagai Pangeran kerja sampingan kami, sebagai siswa pertama dan menjadi kekuatan kami. Kami akan mengakuimu yang awalnya tidak harus diijinkan di sini. Tidak ada keberatan, Pahlawan."


"Errr..."


Keheningan seolah waktu terhenti.


Ketika Lux mengangkat wajahnya karena malu, Kepala Sekolah tersenyum masam.


"Jika kau seperti itu, nanti kau akan bermasalah mengatasi gadis-gadis mulai saat ini, Lux-kun."


Dia hanya mengatakan itu.


Jadi, ini adalah apa yang dia maksud dengan "ada sesuatu mengenai bagaimana memperlakukanmu".


"Oleh karena itu, bagaimana menjelaskannya. Pedang masih dalam masa perbaikan, tapi––, Apa kau akan menerimanya? Pedangku."


Sementara kedua pipinya dicelup kemerahan dan dia sedikit mengalihkan matanya, Lisha menggenggam keluar pedang.


Sesaat dia melihatnya, Lux tiba-tiba menghembuskan napas dan berlutut.


"Seperti yang Anda minta, Putri."


Dengan segera setelah Lux menerima pedang, sorak sorai muncul dari sekeliling.


Melekatkan dengan senyum Lisha, Lux juga tersenyum miring.


Demikianlah, Lux Acadia mendapatkan tempat di mana dia berada untuk pertama kali di Kerajaan Baru.


Sebab gadis-gadis sang Pangeran yang harus ia lindungi.