Saijaku Muhai no Bahamut

Saijaku Muhai no Bahamut
Episode 7 - Drag-Knight Terlemah - Part 12



30 mesin, 40 mesin, 50 mesin...


Pada saat yang sama ketika mereka akan menyerang, Machine Dragon pasukan Kerajaan Lama mulai berjatuhan.


Pasukan Drag-Knight Kerajaan Lama diperkirakan berjumlah 100 mesin, yang ada sebagai unit Velvet telah dikurangi tak lebih dari setengah dalam sekejap.


"Tidak mungkin..."


Velvet, yang menonton ini bergumam, tercengang.


Ini aneh.


Tidak peduli seberapa dia bisa menggunakan Divine Drag-Ride, jika dia menggunakan kemampuan spesialnya, Divine Raiment, seharusnya memikul beban yang berat.


Tidak mungkin kalau Lux, yang punya bakat Machine Dragon harusnya lebih lemah daripada wanita yang bisa melanjutkan pertarungan untuk waktu yang lama.


『Ini percuma meski kau mencoba menambah waktu. Nilai angka bakat Machine Dragon Nii-san terlampau tinggi dari pada dasar nilai bakat kami, perempuan.』


Suara tenang Airi mencapai Velvet melalui suara naga Nokuto.


Mustahil––


Dalam kenyataan di mana dia hanya bisa berpikir begitu sementara ragu.


"Ja-Jangan menghinaku! Apa kau mengatakan kalau bajingan ini adalah "Pahlawan Hitam" itu!?"


Sementara menjadi kebingungan, Velvet berlanjut memberikan perintah pada bawahan Drig-Knight nya.


Tapi, pergerakan mereka pada serangan pembukaan Divine Raiment , terlihat melesat dan mereka hancur dengan sekejap.


"Siapa kau?! Kenapa kau melakukannya brengsek––!"


"––Apa kau tidak ingat wajahku, kepala Penjaga Knight Squadron Kerajaan Velvet?"


"Ap...!?"


Baru saja.


Kata-kata Lux yang berubah dingin, tatapan tak terduga, Velvet terengah-engah dengan terkejut.


Keheningan singkat mulai naik, dan pada waktu bersamaan, Drag-Knight pasukan Kerajaan menghentikan serangan mereka.


“Fu, kukuku…! Hahaha!”


Melihat itu, Velvet tertawa terbahak-bahak.



Pandangannya teralih menuju kerah Lux.


"Ya ya, bukankah ini Pangeran ketujuh? Walaupun aku tidak tahu, maafkanlah ketidak sopananku sekali lagi."


"Kumohon hentikan."


Velvet membawa sambutan yang tidak sopan, Lux berbalik pada dirinya yang biasa dan membalas dengan kasar.


"Meyerahlah sudah. Bertarung lebih dari ini tidak berarti."


"Fu, hahaha..."


Memegang mulutnya sambil menahannya, Velvet tertawa lagi.


"Yang lebih penting Yang Mulia. Aku juga akan suka mengatakan beberapa kata. Untuk alasan apa––, kenapa kau berpihak dengan Kerajaan Baru –– musuh Kerajaan Lama?"


“…………”


"Kenapa?! Lux Acadia! Kenapa kau melakukannya, Pangeran serta penyelamat keluarga kerajaan, membalik pedangmu pada kami?! Apa tujuanmu untuk menjadi pahlawan dengan bertarung demi orang-orang!? Kau salah! Dengan perasaan dangkal seperti itu, menjadikannya orang ataupun negara ini –– kau tidak akan merubah apapun!"


"Aku buka pahlawan."


Lux menjawab begitu dengan senyum bosan.


Lalu,


"Tolong dengar, Lisha-sama."


Lux melihat pada Lisha yang terbaring di atas tanah dan dengan lembut memanggilnya.


"Untuk negara ini, untuk penduduk––; Aku tidak bisa melakukan apapun sebagai Pangeran. Aku kehilangan ibuku; Aku takut kehilangan orang terdekatku lagi."


Sementara di bergumam, ingatan lima tahun lalu terbayang di pikirannya.


"Aku tidak bisa menjadi kuat demi keadilan. Aku mencoba menyelamatkan semua orang, tapi gagal. Sehingga itu tidak terjadi begitu kali ini, dengan tujuan memikul misiku, aku menyembunyikan diriku sebagai Pangeran kerja sampingan."


––Kau tidak tahu apapun tentang di dunia ini. Kau tidak setingkat Raja. Terlemah.


"Tapi –– seperti yang diharapkan, aku ingin membantu. Aku pikir kalau aku ingin kau, orang yang pantas sebagai Putri Kerajaan Baru, untuk mengakuiku. Jadi..."


"Lux..."


Suara yang hampir didengar Lisha.


Sewaktu mendengarnya, dia membalikkan pedang besarnya ke arah Velvet sekaligus menyatakan.


"Aku bukan seorang pahlawan. Aku Drag-Knight terlemah yang menghancurkan Kerajaan Lama."


Segera setelah Lux menyatakan dengan menantang,


"...Baiklah."


Velvet mengangkat pedangnya dan mengirim sinyal pada anak buahnya.


"Kalau begitu, Kau harus mati! Sebagai pondasi Kerajaan Lama yang baru, membusuklah di bawah keadilan Kerajaan Acadia yang aku jalankan!"


Semua lusinan Machine Dragon yang tersisa secara serentak mulai menyerang sepenuhnya.


"."


Dengan membalasnya, Divine Raiment diaktifkan.


Menelan waktu –– dan mempercepat.


Pada saat yang sama beberapa armor Machine Dragon itu dihancurkan menjadi beberapa bagian, Velvet menyerang sambil dia menyusun jalurnya untuk membuka sebentar.


"Lux!"


Lux mendengar teriakan Lisha.


Anak buah yang velvet hasut telah tertangkap.


Dan, baru setelah Divine Raiment, sudah mengaktifkan pengaruhnya.


Sebelum waktu akselerasi sekali lagi, harusnya pertama mengurangi kecepatan.


Meski begitu, jika itu lawan biasa, mengatur waktu yang Lux bisa halangi dengan membacanya (mengamati).


Tapi––, musuh bukan hanya Drag-Knight.


"Hamba minta maaf Yang Mulia Kerajaan Lama dengan kata lain! Penghianat!"


Velvet membiarkan tajam, garis luka yang lurus.


Kecepatan kilat dengan quick draw.


Ketika luka yang tak dapat dielakkan menyerang Lux––, Velvet melihatnya.


Garis memotong yang dia harusnya membekas dengan ujung pedangnya melaju pada Machine Dragon Lux.


Dan garis potongan lain menebas pada lengan armornya yang memegang pedang itu.


"––Ap!?"


retak*


"Apaaaaaaa...!?"


Mengiris kerusakan pada Machine Dragon nya yang tercermin dalam bola mata Velvet, yang membuka lebar matanya dengan terkejut.


Segera setelahnya, seakan mengusut fakta yang tak terelakkan "membelah" itu, hancur menjadi beberapa bagian.


Armor pergelangan tangan, Pusat Tenaga dan Sword Device.


"Quick shot" Lux membasmi mereka semua.


"Ke-Kenapa...!? Divine Raiment mu... Kau seharusnya tidak bisa menggunakannya lagi! Kenapa quick draw ku dikalahkan––"


Kemampuan spesial yang menekan kekuatan dengan Divine Raiment.


Divine Raiment tidak bisa diaktifkan ulang dengan segera setelah dia mengurangi kecepatan waktu dalam lima detik pertama, dan mempercepatnya dalam lima detik berikutnya.


Meskipun Velvet seharusnya menebasnya setelah mengamatinya––


『Kau benar-benar orang yang sembrono.』


Segera setelahnya, suara naga melewati Nokuto –– suara Airi mencapai Velvet.


『Hanya karena kau bisa menggunakan quick draw, tidak mungkin kau bisa menang dengan teknik yang sama melawan seorang yang menemukannya, bukan?』


"Ap––!?"


Dengan suara acuh tak acuh, Velvet kehilangan kata-katanya.


Sesaat Velvet menggunakan quick draw, quick draw dari Lux yang mengamati gerakan awalnya mendekatinya dengan kecepatan Dewa jauh melebihinya, dan lalu melakukan sebuah "quick shot".


Menjadikan daya dan tenaga Divine Raiment .


Atau skill Lux yang menjadi terkuat Kerajaan Lama.


Atau bahkan menekan kekuatan Divine Raiment yang bisa merobohkan Machine Dragon berkali-kali dengan sekejap.


Strategi Lux untuk mengelabuhi Velvet dengan membuatnya berpikir "Aku bisa mengalahkannya".


(Pria ini, sebenarnya berapa banyak kartu as yang dia sembunyikan––!)


Di tengah-tengah, Velvet menyadari kenyataan pasti.


"Tu-Tunggu! Kau penemunya!? Itu tidak mungkin! Kau masih berumur 12 di hari itu––"


"Selamat tinggal, Velvet. Meski aku tidak bisa menghukummu sebagai keluarga kerajaan lagi."


Pada saat yang sama sambil Lux bergumam dengan tenang, jatuh.


"Aku tidak ingin bertarung untuk Kerajaan Lama sebagai Pangean, ataupun untuk kepentinganmu. Aku ingin bertarung untuk gadis-gadis itu, berharap suatu hari mendapatkan pengakuan mereka––"


Velvet yang terjun ke tanah kering.


Semua Machine Dragon Drag-Knight Kerajaan lama dihancurkan dan pertarungan berakhir.


Selagi Lux turun di atas tanah, Lisha yang entah bagaimana berhasil untuk berdiri melangkahkan sementara kakinya yang berjalan sempoyongan.


Lalu, dia mempercayakan tubuh kecilnya pada Lux yang mengenakan Machine Dragon.


"––Terima kasih, Lux."


“…………”


Dengan perkataan Putri yang matanya basah, Lux membalas dengan senyum kecil.


Lalu mendadak, tubuhnya bersamaan dengan yang miring (pingsan?).


"H-Hei!? Apa kau baik-baik saja? Lux!"


"Ahaha. Ini sudah lama; Aku baru saja sedikit kelelahan."


Dia memutuskan koneksi dan membalas begitu.


Kesadarannya lambat laun menjadi kabur.


Sementara sedikit mendengarkan sorak sorai kegembiraan "Knight Squadron" yang terdengar dari jauh, Lux dengan perlahan menutup matanya.