Saijaku Muhai no Bahamut

Saijaku Muhai no Bahamut
Episode 2 - Akademi bagi Anak Bangsawan-Part 1



"Haah... Aku harus menyelesaikannya sekarang."


Di dalam ruang bawah tanah yang gelap, Lux Acadia terbangun.


Ini ditutup dengan dinding batu dan pemanas besi; pagar sel sederhana yang terisolasi dengan satu tempat tidur dan kamar mandi.


Tak ada belenggu ataupun pengekang yang diikat padanya, tetapi semua barang pribadi miliknya disita.


Tentu saja, dua Sword Device yang menggantung pada pinggangnya. Pisau curian, kotak perkakas dan tas kecil yang dia dapatkan kembali dari kucing yang dirampas.


Meski dia tidak tahu waktu persisnya, sambil dia melihat cahaya melalui jendela atap, Lux menduga ini mungkin waktunya sarapan.


"Apa pengangguran! Meskipun permintaan kerja dikerjakan hari ini..." ([5])


Dengan mengeluh, ketika dia memikirkan dengan hati-hati hal tersebut, dia diberi tahu kalau ini bukan waktunya untuk itu.


"Maksudku, identitas asliku juga benar-benar terbongkar..."


Karakteristik Lux –– rambut peraknya terwarisi dari keluarga Kerajaan Lama.


Dan, kerah hitam yang menunjukkan seorang "kriminal" yang diberi pengampunan dari keluarga Kerajaan Baru.


Dengan bukti yang terkumpul sebanyak itu, identitasnya mungkin sudah ditetapkan.


Kerajaan Lama Acadia yang menempatkan kekejaman untuk waktu yang lama, dihancurkan dengan kudeta.


Ini sekitar lima tahun lalu sehingga Lux yang merupakan orang selamat dari keluarga Kerajaan Lama dikeluarkan dengan pengampunan Kerajaan Baru Atismata––, dan menandatangani kontrak dengan kondisi "bermacam-macam tindak kejahatan setiap orang".


Kompensasi dari bermacam-macam kejahatan berbeda dari pelayan rumah tangga, pelayan bar, tukang kayu dan pandai besi untuk bidang pekerjaan.


Pada awalnya, sendiri tanpa keraguan, dia mengatur penerimaan pekerjaan oleh Kerajaan Baru seolah ini sebuah masalah tentu saja, tapi saat ini dia mengakui untuk menjadi "lelaki yang sesuai" dengan berbagai orang, untuk jadwal satu bulan kemudian, dia telah menjadi sangat populer sehingga dia dibanjiri (permintaan kerja).


Dengan pesanan untuk menangani permintaan baru kali ini juga, Lux berencana untuk menuju ke beberapa tempat, namun––


"Tidak peduli bagaimanapun, aku tidak akan tepat waktu untuk bekerja..."


Melihat pada halaman buku catatannya, hanya benda itu yang tidak disita, Lux mengeluh.


Meski jadwal pekerjaannya masih banyak yang menumpuk.


Dari sore sampai sisa setengah hari, dia beruntung telah menemukan kucing itu.


"Jika aku menghentikan pekerjaan yang aku sudah janjikan untuk lakukan, hutangku akan bertambah lagi. Apa yang harus aku lakukan––"


"Apa kau bangun? Pangeran."


"Uwah...!?"


Dia dikejutkan oleh suara yang dia dengar dengan tiba-tiba.


Sebelum dia sadar, pada samping pemanas besi, seorang gadis berdiri di sana.


Dengan rambut pirang yang salah satu bagian diikat dengan pita hitam, dan bagian dalam bola mata merah tua, tajam seperti ujung pedang.


Membalut tubuhnya dengan seragam putih, dia menunjukkan senyum yang di suatu sisi memiliki bayangan.


"Errr, kau adalah––"


Ini gadis berkulit cerah dengan tinggi lebih rendah sedikit daripada Lux dan bertubuh kecil.


Namun, kehadiran gadis itu kuat dengan menakutkan.


Ini gadis yang memberikan kesan memiliki kedua perasaan manis dan panas hanya seperti kue yang dibakar mengandung cukup alkohol.


"Fufufu" gadis itu tertawa secara tiba-tiba dengan suara pelan.


"Terima kasih untuk bantuannya kemarin malam, ini sesuatu yang benar-benar indah. Untuk menyampaikan kalau aku terpesona secara tak sengaja."


"...Ah!?"


Untuk sesaat, Lux meningkatkan suaranya.


Dia teringat!


Dia adalah gadis yang dia jatuhan dengan tenaga ketika dia jatuh ke dalam kamar mandi kemarin malam ––


Untuk kehadiran yang dapat dipenuhi dengan kemarahan gadis itu, Lux merasakan keringat dingin mengalir ke bawah punggungnya.


"Fufufu. Yah, ada sesuatu yang benar-benar ingin aku katakan padamu lebih dulu. Lagi pula, Kepala Sekolah ingin berbicara denganmu. Ikuti aku."


Sesaat dia membalikkan senyumnya yang memiliki bayangan di suatu tempat bagi Lux, gadis pirang itu membuka kunci penjara tersebut.


"...Kepala Sekolah?"


"Hou. Kau mempunyai wajah yang jujur, dan mulutmu juga menganga. Apa kau bermaksud untuk mengatakan kalau kau menyelinap ke dalam asrama gadis tanpa mengetahuinya?"


"Eh... Eeeeeeeeeeh?"


Pada balasan gadis itu, Lux meningkatkan suaranya terkejut.


Dia mengambil dengan buru-buru buku catatannya dan melihat pada tanggal hari ini.


[Tempak Pekerjaan] Kota Pertahanan, Akademi "Cross Feed".


[Pelanggan] Kepala Sekolah, Relie Aigram.


[Detail Pekerjaan] Kerajaan Baru, Merawat Drag Ride di dalam Hanggar Mesin Naga keempat.


"La-Lalu, jangan katakan padaku di sini adalah... di mana aku dijadwalkan datang bekerja, saat ini––"


Akademi Perempuan Drag Knight didirikan oleh Kerajaan Baru Atismata.


Itulah kenapa gadis yang menyerangku kemarin menggunakan Drag Ride, huh.


Sembari Lux yang menyadari ini berdiri membatu dan setengah terheran,


"Lizsharte Atismata."


"Eh...?"


Dari gadis di depannya tersebut, kata-kata dan senyum muncul kembali.


"Ini namaku. Putri Pertama Kerajaan Baru –– yang biasa dikenal sebagai Scarlet Princess. Aku putri Kerajaan Baru yang dihancurkan kerajaanmu lima tahun lalu. Senang bertemu denganmu, Pangeran."


Plop*, bahunya ditepuk dengan senyuman gadis itu.


Matanya yang tidak tertawa secara khusus.


"Eeeeeeeeeeh!?"


Teriakan Lux bergema di dalam penjara bawah tanah.