
"Berapa lama kau akan menindihku, kau idiooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooot!"
—Kemudian kesadaran Lux terhubung untuk saat ini.
“Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah!”
Beberapa jeritan keras bergema ke seluruh kamar mandi.
"A-Aku minta maaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaf!"
Bak, kursi dan sabun mandi. Berbagai benda yang dilemparkan, dan Lux mundur ke arah tempat mencuci itu.
(Apa yang sedang aku lakukan? Membayangkan kalau aku akan jatuh ke dalam kamar mandi umum besar untuk perempuan...!?)
Memulai putus asa, Lux mengonfirmasi adanya tas gadis itu, yang menjadi sedikit basah dengan air panas di tangannya.
"A-Aku minta maaf. A-Aku jatuh di sini karena atapnya rusak; Aku hanya ingin mengambil ini kembali––"
Sesaat memalingkan wajahnya dari tubuh telanjang gadis-gadis, Lux mengangkat tas yang dia punya di tangannya.
Kemudian, mulut tas itu terbuka dan dua helai pakaian jatuh melambai.
"Huh...?"
Ada dua helai pakaian dalam putih di atas dan di bawah.
Pemilik pakaian dalam pastinya perempuan, tapi––.
“Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah! Maling pakaian dalam! Pasti tukang ngintip, dia adalah maling pakaian dalam!"
"Penjaga! Panggil penjaga secepatnya!"
"Cabut pedang kalian! Izin pertahanan diri diterima sekarang!"
"T-Tolong tunggu sebentar! Ini bukan milikku, um –– ini milik seorang gadis yang tiba-tiba dicuri––!?"
Sambil dia dengan putus asa mencoba menjelaskan, Lux memberitahu.
(Sial! Alasan apapun tidak akan berguna!?)
"Bagaimana untuk menjelaskannya, um, maaf!"
Sambil Lux terburu-buru melompat dari kamar mandi, dia melewati ruang ganti dan mulai berlari.
Dia telah merasakan kalau ada gadis-gadis yang melepaskan pakaian mereka juga di sana, tapi dia memutuskan untuk pura-pura kalau dia tidak melihat apapun.
"B-Bagaimana itu menjadi seperti ini...!?"
"Tangkap dia! Jangan biarkan dia kabur!"
Lux, yang entah bagaimana berhasil untuk melarikan diri di daerah berbahaya, ketika dikejar oleh gadis-gadis yang mengenakan pakaian mereka, berlari dengan seluruh energinya dengan tak kenal menyerah.
Sebuah karpet merah kualitas tinggi menyebar di atas lantai.
Terdapat ruang makan malam besar seperti aula pesta, ruang bermain dan ruang tamu yang tak terhitung.
Lukisan-lukisan seni dan menghiasi di mana-mana.
"Huh? Bangunan ini––"
Saat pertama, dia pikir kalau dia jatuh ke dalam hotel kelas tinggi dengan kamar mandi besar, tapi itu terlalu luas untuknya.
Ini bukan Ibu Kota Istana Kerajaan, kenapa ada bangunan seperti itu di dalam Kota Pertahanan ini––?
"Ah! Dia di sana! Si mesum yang menyentuh dadaku di sini! Bawakan aku tombak secepatnya!"
Ketika dia memikirkannya, gadis yang berlari padanya tiba-tiba berteriak di depan.
"Tung...!? Bagaimana itu menjadi sesuatu yang separah ini!?"
Tidak..., sejak dia dikejar sambil dia berlari menjauh, jika dia ingin untuk membuktikan ketidakbersalahannya, dia seharusnya hanya memberikan reaksi tersendiri, namun –– instingnya berlari menjauh.
Seperti menginginkan untuk mengejar ketika salah satunya kabur, menginginkan untuk kabur ketika sedang dikejar mungkin juga menjadi insting dari sesosok makhluk.
Lux berlari ketika memikirkan hal sepele seperti itu di dalam sudut kepalanya.
"I-Ini percuma! Aku hanya akan pergi melewatinya––"
Untuk sekarang, dia telah kabur sampai meredanya keributan.
Ketika dia tiba di jalan masuk bangunan besar ini saat memikirkan itu.
"Eh––!?"
Lux berhenti, dan sekali lagi meragukan kedua matanya sendiri.
Di bawah deretan pilar anak tangga dimana dia berdiri, terdapat dekorasi ruangan besar dengan sebuah tempat lilin-lilin.
Tiga gadis bersenjata dengan pedang yang berdiri di sana.
"Undang-undang Akademi Kerajaan Militer, pasal 18."
Suara tenang yang adalah salah satu dari tiga gadis ini. Yang dikeluarkan oleh gadis berambut biru dengan muka bermartabat.
Sosok dan atmosfer tiga gadis itu yang benar-benar berbeda.
Namun, hanya seragam dan sabuk pedang itu yang mereka kenakan sama.
"Tanpa memperhatikan di dalam dan sisi luar akademi, itu dilarang untuk menarik keluar Sword Device tanpa ijin dari atasan. Namun, hanya dalam masalah konfirmasi pelanggar peraturan yang menyolok atau ketika bahaya menimpa diri sendiri salah satunya untuk mencabut pedang dan menggunakan Drag-Ride."
Dengan suara bagus yang ditonjolkan di dalam jalan masuk besar, gadis berambut biru tersenyum.
Lux yang mendengarnya lupa untuk memberikan sebuah penjelasan pada gadis-gadis dan mengendalikan kekacauan.
...Eh!?
Baru saja, apa yang dia katakan?
Sword Device dan –– Drag-Ride?
Kenapa nama-nama ini terucap dari gadis-gadis seperti itu––?
"Hmph. Untuk seorang mesum, kau adalah yang pertama dengan penglihatan terbaik sejauh ini. Kau terlihat cukup bagus untuk ditambahkan sebagai kandidat untuk acara pernikahanku."
"Um, maaf. Tadi, apa yang kau––?"
Kecantikan mempesona gadis berambut biru yang terlihat punya status ketua, Lux bertanya.
"Tapi, ini sayang sekali. Tidak ada mesum yang menyelinap di asrama perempuan ini dan sukses dalam melarikan diri ketika sedang bertemu dengan kami –– Triad."
"Eh!?"
Asrama perempuan? Apa yang dia bicarakan?
"Ayo lakukan. Tillfarr! Nokuto!"
"OK!"
"Ya, Nona. Tapi, sekiranya mohon berhati-hati. Sharis."
Gadis berambut biru yang dipanggil Sharis dan dua gadis yang masih berdiri pada kedua sisinya.
Ketiga gadis ini menghunuskan pedang mereka secara bersamaan.
Dengan pedang abu-abu gelap, sebuah pedang yang memancarkan garis perak –– Sword Device.
"Tidak mungkin!?"
Ketika Lux membuka matanya lebar dengan terkejut, dia mendengar suara Sharis.
"––Datanglah, Sayap Naga dari puncak yang melambangkan kekuatan. Terbanglah sesuai dengan pedangku, !"
Pada waktu yang sama, jarak dari ujung pedang yang Sharis ayunankan bergetar dan melengkung.
Apa yang terkumpul di sana pada kecepatan tinggi adalah butir-butir (partikel?) cahaya.
Tak terhitung cahaya yang sedikit diwarnai pucat dengan membentuk ombak berwujud benda.
"...!?"
Apa yang muncul adalah naga mekanik dua kali lipat sebesar manusia.
Bentuk efisien di mana logam-logam dengan sudut tajam terhubung dengan tak terhitung dipasang di atas satu sama lainnya.
Kilauan logam membasahi kecantikan mengerikan seperti sebuah pedang terkenal yang gelap.
"Drag-Ride!? Kenapa––"
Mereka adalah senjata kuno yang dipanggil dengan menarik Sword Device yang digunakan sepasang, armor-armor mekanik, yang tersalin naga-naga legendaris, dikenakan pada salah satu bagian tubuh dan dengan yang lainnya terdapat potensial perang dari ribuan pasukan.
Ketujuh Reruntuhan yang ditemukan di dunia.
Senjata-senjata ini yang digali dari adanya cukup kekuatan untuk menjatuhkan konsep perang, yang telah dikembangkan selama ratusan tahun di masa lalu, secara langsung.
Orang-orang yang mengenakan Drag-Ride ini dan mendapati master (pemilik) mereka yang dipanggil Drag-Knight.
Tapi, Drag-Ride yang langka dan sangat mahal dan hanya ksatria-ksatria Kerajaan dan orang-orang berpengaruh yang akan sebenarnya memilikinya.
Kenapa gadis-gadis ini mempunyainya––
"Connection On."
Sharis bergumam, selama kesempatan ketika Lux tercengang.
Mesin efisien biru terbuka dari dalam, dan dilipat pada bagian tak terhingga.
Bagian-bagian itu pergi menuju kedua lengan, kedua kaki, tubuh dan kepala Sharis yang terhubung pada kecepatan tinggi –– ia dibungkus.
Drag-Ride itu menutupi tubuh masternya dengan tanpa henti bergerak dan berubah menjadi armor.
"Ya ampun, apa kau menyelinap di sini tanpa tahu ini di mana? Tapi, itu percuma meski kau kebingungan, Mesum-kun. Terima dan buatlah Dogeza([2]) di sini. Jika kau melakukan itu. Aku bisa memberikan sekitar sepuluh cambukan."
"Uh-huh. Mengintip adalah sebuah kejahatan."
"Ya, nona. Salah satunya, kau akan dihukum."
Pada kata-kata Sharis yang merupakan pemimpin, gadis dengan nada ringan, Tillfarr dan gadis lain dengan atmosfir tenang, Nokuto setuju.
Dua gadis ini yang juga memakai jenis Drag-Ride lain di luar tubuh mereka dan mengambil sikap bertempur juga.
"...Ah, tunggu sebentar!?"
Bukankah ini sebuah situasi yang sangat berbahaya?
Di dalam bangunan seperti ini –– tidak, pertama, itu bukan perlengkapan untuk digunakan melawan tubuh daging dan darah!
"Haa!"
Sharis yang mengenakan di luar tubuhnya menendang lantai dan terbang.
Dari armor itu kedua sayap dari kaki dan punggung, dia yang dihembuskan angin terbawa ringan.
Dengan satu langkah dari ujung jalan masuk bangunan tersebut, dia menyerang Lux yang ada di langit-langit terbuka lantai kedua.
Dia dengan hebat mengayunkan lengan yang tertutup dengan armor logam dan secara tiba-tiba mengenainya sambil dia menggunakannya seperti sebuah pedang.
"Uwaaaaaaaah!?"
Lux dengan tiba-tiba berbalik menyamping dan menghindarinya.
Meski dia bisa mengelaknya dengan nyaris, tangga berkayu yang ada di sana dihancurkan beberapa bagian.
"Oops! Apa aku menahan terlalu banyak kecepatan?"
"Tidak! Kau menggunakan terlalu banyak kekuatan! Aku akan mati!?"
Sesaat meletakkan jawaban yang tepat pada Sharis yang terkejut, Lux pergi ke bawah tangga sembari dia terguling.
Lalu, Drag-Ride untuk pertempuran darat yang merupakan jalan masuk untuk sekarang. Tillfarr yang dilengkapi sebuah Drag-Ride berwarna hijau –– dengan segera menghalangi jalannya.
"Hyaffuuuuh. Uh oh, test, test([3]). Terindentifikasi Mesum-san di sana. seperti saat ini, kejahatanmu ringan."
"Dalam beberapa hal, aku diperlakukan lebih kejam daripada dengan hukuman biasanya!?"
"Ini buruk", Lux berpikir sesaat membalas.
Kemampuan terbang tidak dapat secara penuh digunakan dalam bangunan; di atas yang berlawanan, itu menjadi penghalang untuk bergerak.
Itulah kenapa fungsi terbang Drag-Knight Sharis masihlah bagus, tapi itu berbahaya di sini.
Diselimuti cabang-cabang dengan armor-armor tebal yang dipasang sebuah mobilitas tinggi karena banyak faktor kerangka dan dapat melepaskan kekuatan layaknya ledakkan gelombang besar di setiap saat.
Fungsi pertempuran darat Drag-Ride adalah Drag-Ride dengan benda yang paling sesuai untuk menutup jarak pertempuran.
"Jadi, baiklah, begitu dirimu bergerak. Jika kau berbuat aneh, itu akan menjadi cukup berbahaya."
"Kalau begini terus, aku akan cukup terbunuh!?"
Lux menempatkan kakinya di atas tangga itu, dan melompat ke bawah menuju lantai pertama tanpa menuruni anak tangga di mana jalan terhalang.
Namun––,
"U-Uh-oh! Aku tidak akan membiarkanmu lolos di sini!"
Terhias sebuah senyum keyakinan, Tillfarr dengan langsung berdiri di kejauhan.
Dengan mengenakan armor di luar tubuhnya, dia membuat satu sisi jatuh ke bawah melingkari di atas anak tangga dan mendarat.
Drag Ride bukan hanya besar dan armor keras belaka.
Performa kinematis bagian instalasi juga diperkuat secara baik dengan membawa energi dari Pusat Tenaga yang merupakan kekuatan Drag-Ride.
"Haaah!"
Lengan kanan Tillfarr yang berpakaian dalam armor itu mengayun ke bawah.
"Kuh...!?"
BANG*! Dengan suara meremukkkan, lantai kayu itu hancur dan debu membumbung tinggi. Ada teriakan ringan dan gerakan, tetapi kekuatan itu sangat besar.
Seketika Lux yang gemetar pada performa Drag-Ride yang dia rasakan dengan tubuhnya sendiri––.
"...Huh?"
Tillfarr yang mengenakan menatap pada lantai di mana tinjunya melaju di dalam.
Ia menghilang.
Sosok Lux, di depan gadis yang memperlihatkan kekuatannya baru saja, dan yang harusnya menjadi terkejut.
"Di bawah lantai! Tillfarr! "
"Eh...?"
Suara bermartabat Sharis menjangkau Lux yang berlari di bawah lantai.
Pukulan yang Tillfarr lepaskan bagaikan intimidasi.
Dia pergi melewati lubang yang ia buat, melarikan diri di bawah lantai dan berlari.
"Mmm..."
Ketika Tillfarr yang menajamkan penglihatan ke dalam lubang lantai dengan wajah tak puas,
"Jangan mengejarnya, Tillfarr."
Suara tenang Sharis menghentikan Tillfarr.
"Tidak peduli seberapa efektif manuver , di bawah lantai di sini sangat sempit. Jika kau menghancurkan asrama lebih jauh, itu akan menjadi permintaan maaf tertulis. Aku tidak akan mengejarnya lagi. "
"Tapi, tapi! Jika kita membiarkan dia melarikan diri seperti ini––"
"Tak apa. Nokuto sudah bergerak. Dia tak akan membiarkannya lolos."
Sesaat menenangkan Tillfarr, Sharis membiarkan tatapannya berkelana ke sekitar.
"Tapi, apa maksudnya ini? Dia berhasil bertahan tanpa peralatan... pergerakan ini. Seolah dia melihat melalui karakteristik khusus Drag-Ride kami dalam sesaat––"
Dengan kebingungan gadis tersebut yang biasanya sangat percaya diri, Tillfarr memiringkan kepalanya ke samping.
"Hmm? Apa itu? Sharis."
"Rambut perak dan kerah hitam. Tidak..., tidak mungkin lelaki itu adalah––"
Dengan nada serius, dia hanya terbatuk.