ROXANA

ROXANA
Sayangi Aku Juga.



Suatu pagi yang cerah, ketika libur sekolah datang bagi Xana dan Rosi. Mereka menjalankan hari seperti biasa. Namun saat ayah dan kakak Roxana menghampiri Rosite keadaan pun berubah.


"Hai, sayang! lagi ngapain?" tanya Roland kepada Rosite penuh kasih.


"Bosen kak! tiap hari dirumah terus." jawab Rosite.


"Terus? kamu mau gimana?" tanya Roland lagi.


"Mau jalan-jalan kak! sama papa juga ya!" ucap Rosi.


Roxana masih tetap diam, meski saat itu ia juga ada diruangan yang sama bersama Rosite. Namun Roxana merasa tak dianggap karena seperti tidak ada yang menyadari keberadaannya.


"Gimana, pa! putri kecil kita mau jalan-jalan katanya!" ucap Roland bertanya ke papanya.


"Baiklah, papa kosongkan jadwal dulu ya!" ucap Rian.


"Yeeeyy! berarti kita jalan-jalan ya, aku mau pergi ke tempat yang indah, ke taman hiburan juga ya kak!" ucap Rosite manja.


"Mulai deh dramanya! emang mereka pikir aku hantu apa sampai nggak kelihatan!" batin Roxana.


"Iya sayang, kemana pun kamu mau pergi." ucap Roland.


"Aku juga disini kali kak! emang aku nggak kelihatan ya kalo duduk di sebelah sini." ucap Xana sambil beranjak dari duduknya dan berlalu pergi.


Roxana merasa kecewa karena ia selalu terabaikan, yang di utamakan oleh kakak dan ayahnya hanya Rosite.Roxana pun tiba dikamarnya dan langsung menjatuhkan dirinya diatas kasur.


"Ah! lelahnya." gumam Roxana.


Saat ia hendak memejamkan matanya,tiba-tiba ponselnya berbunyi, Roxana pun melihat layar ponselnya dan terkejut kalau kakeknya sedang menelfon dirinya.


"Halo, kakek!" sapa Roxana dibalik sambungan telfonnya.


"Hai,sayang apa kabar?" tanya Haryanto.


"Kabar Xana baik kok kek! kalo kakek gimana kabarnya?" tanya Xana balik.


"Kakek juga baik-baik saja kok nak! Oh ya, gimana kalo liburan kali ini kamu ke tempat kakek aja?" ucap Haryanto.


"Beneran kek? tapi kalo nggak di izinin papa gimana?" ucap Xana sedikit khawatir.


"Kamu tenang saja, kamu berkemaslah dan tunggu kakek datang sisanya biar kakek ya bereskan!" ucap Haryanto.


"Oke! kakek cepat kesini ya, aku tunggu, hati-hati dijalan ya kek!" ucap Xana.


"Iya sayang,sampai jumpa!" ucap Haryanto lalu mengakhiri panggilannya.


Beberapa saat kemudian Rian serta istri dan juga putrinya sudah siap untuk pergi keluar. Di saat yang bersamaan Roxana dan Roland turun bersama karena tidak sengaja berpapasan.


"Lho, kak Xana ikut juga?" tanya Rosite dengan polosnya.


"Xana ,kamu ikut juga? papa kira kamu males kalau pergi keluar!" kata Rian.


"Itu,Pa! sebenarnya Xana mau bertemu kakek." jawab Xana.


"Oh! aku kira kakak bakalan ikut kita, ternyata mau pergi sama kakek. Padahal kalo kak Xana iku pasti lebih seru." ucap Rosite terlihat kecewa.


"Tuh,kan! mulai lagi.Kalo emang niat untuk ngajak aku pasti udah dibilangin dari tadi kan, kenapa baru ngomong sekarang, lagian kalo aku ikut pasti cuma jadi hantu di belakang kamu." batin Xana.


"Beneran kamu nggak mau ikut kita Xana?" tanya Roland.


Roxana hanya mengangguk guna menjawab kakaknya itu.Setelah pembicaraan mereka selesai kini kakek Xana pun sudah tiba untuk menjemput cucu tercintanya.


"Papa bawa Xana dulu, mungkin akan menginap disana untuk beberapa hari." ucap Haryanto.


"Iya pa!" jawab Rian.


"Sayang, mari kita pergi sekarang!" ucap Haryanto.


Setelah perginya Xana dengan kakek,terlihat wajah Rosi tampak begitu tak senang,entah apa yang ia rasskan saat itu.


...****...


Setibanya ditempat kakek Xana, kini Xana dan sang kakek mulai merencanakan kemana tujuan mereka bepergian nanti.


"Gimana kalo kita nanti ke taman bunga sama kebun buah kek?" tanya Xana antusias.


"Baiklah,kemana pun cucu kakek mau pergi." jawab Haryanto.


Roxana dan Haryanto pun bersiap akan memulai acara jalan-jalan mereka. Roxana tampak begitu gembira hingga tak terasa kalo perutnya lapar.


Haryanto pun tampak terkekeh mendengar suara perut Roxana yang lapar. "Kamu kenapa nggak bilang sih kalo lapar?" tanya Haryanto.


"Karena terlalu senang kek, aku jadi lupa kalo belum makan!" jawab Roxana sambil tersenyum lebar.


"Ayo kita cari makan dulu." ucap Haryanto.


"Oke, kek!" jawab Xana.


Mereka berdua pun tiba disebuah restoran yang cukup dekat dari taman yang akan mereka tuju. Roxana dan kakeknya duduk menghadap jendela.


Haryanto pun memanggil pelayan guna memesankan makanan untuk Xana.Terkadang Xana dan sang kakek menjadi pusat perhatian bagi beberapa orang.


Karena bagi beberapa orang tersebut, tak jarang yang melihat mereka berpikir bahwa Xana dan Haryanto bukan keluarga karena mereka tak mirip sama sekali.Bahkan banyak yang mengira Xana adalah simpanan kakek-kakek.


Saat makan sudah datang Xana makan dengan lahap, tanpa peduli bisikan dan omongan orang-orang yang berada di sekitarnya.


"Kamu baik-baik saja? apa nggak terganggu akan pandangan orang disekitar? apa perlu kakek mengatakan sesuatu?" tanya Haryanto.


"Xana baik-baik saja kok kek! nggak usah peduliin omongan orang lain, toh kita nggak salah,kita juga memang satu keluarga kan!" jawab Xana.


Xana pun berdiri dan pamit kepada kakeknya jika ia akan ke toilet sebentar, sang kakek pun hanya mengangguk. Namun saat Roxana baru berjalan beberapa langkah, seorang pemuda berwajah tampan dan bertubuh tegap tak sengaja berdiri dan berbalik.


Pemuda itu tak tau kalau Roxana sudah tiba dibelakangnya alhasil pemuda itu terkejut dan menumpahkan kopi ke baju Xana.


"Oh,maaf aku nggak tau kalo ada orang, aku juga nggak sengaja!" ucap pemuda tampan itu.


Roxana sedikit kesal karena bajunya jadi kotor, tapi ia menjadi lebih kesal saat mendengar bahwa dirinya tak terlihat. Xana pun berjalan dan menginjak kaki pemuda tampan itu.


"Ah! maf aku nggak lihat kalau ada kaki disitu!" ucap Xana berbohong sambil berlalu pergi.


"Aish! sial sombong banget tuh cewek, baru juga jadi simpanan kakek-kakek udah sombongnya selangit!" ucap pemuda tampan itu.


"Dante! kamu nggak papa? pasti sakit kan tuh kaki!" goda salah satu teman semejanya.


"Ya, sakitlah! udah gila kali tu cewek." ucap Dante.


"Nggak perlu semarah itu juga kali, Dan! kan kamu juga yang salah karena tumpahin kopi ke bajunya." ucap satu temanya yang lain.


"Iya juga! tapi aku kan udah minta maaf,tau ah!nggak usah di bahas lagi" ucap Dante.


Roxana pun membersihkan bajunya di toilet dan setelah itu kembali lagi ke meja di mana kakeknya duduk. Roxana pun mengajak kakenya segera pergi kalau beliau sudah selesai makan.


"Huh! kenapa sih di dunia ini masih ada cowok yang arogan dan dingin kayak es gitu? minta maaf yang tulus aja nggak bisa!" batin kekesalan dalam hati Roxana.


"Zaman sekarang makin banyak aja wanita simpanan, lebih parahnya simpanan kakek-kakek lagi! padahal kan wajahnya cantik dan polos kayak gitu." batin Dante saat melihat Xana pergi dengan menggandeng lengan kakeknya.


.


.


.


Tolong dukung novel Roxana ya, like,komen,vote dan favoritkan juga makasih.