ROXANA

ROXANA
Dasar Gila.



Dante pun mengajak Roxana ke toko lainnya. Bedanya kini Dante terus menemani Roxana saat melihat-lihat baju.


Dante pun membeli semua baju yang di lihat dan di pegang Roxana karena mungkin itu adalah baju yang di inginkan Roxana,pikir Dante.


"Mas, nggak perlu beli semua bajunya, nanti kalo aku suka aku pasti bilabg kok!" kata Roxana.


"Mas? Tumben kamu manggil aku mas?" tanya Dante.


"Terus, aku harus panggil apa? kalo panggil nama aja, kakek ama nenek pasti marah, katanya pasti nggak sopan. Jadi mas diem aja nggak usah mempermasalah soal panggilan!" kata Xana sambil fokus melihat baju.


"Imutnya!" batin Dante


"Aku rasa udah cukup deh mas! beli seperlunya aja ya!" kata Xana.


"Terserah kamu aja!" ucap Dante.


"Kalo gitu sekarang kita cari makan dulu baru pulang." ucap Dante.


Roxana hanya mengangguk dan mengikuti Dante,lalu mereka tiba di sebuah restoran yang mewah. Dante pun memesan makanan yang sangat enak di restoran tersebut.


"Ngapain ngeliatin aku terus? mas mulai suka sama aku ya!" goda Roxana.


"Nggak usah mimpi deh!" ucap Dante.


"Siapa juga yang mimpi! orang lagi makan bukannya tidur ya nggak mungkin bisa mimpilah!" kata Roxana.


"Aku ngeliatin kamu karena, orang kecil kayak kamu ternyata makannya banyak banget ya! Aku cuma nggak nyangka aja." kata Dante.


"Itu karena aku tipe orang yang nggak menyia-nyiakan makanan tau!" dalih Xana.


"Iya-iya terserah kamu aja!" ucap Dante.


Mereka pun akhirnya pulang setelah menghabiskan satu hari shoping dan jalan-jalan.


"Kami pulang!" kata Lucas sambil menenteng banyak belanjaan Roxana.


"Makanya! Apa aku bilang, nggak perlu beli banyak baju, secukupnya saja tapi nggak mau denger!" kata Roxana.


"Kalian sudah pulang?" ucap Bayu di ikuti Sukma di belakangnya.


"Iya kek!" ucap Dante.


"Sudah dapat bajunya?" tanya Sukma.


"Sudah nek! Ini?" kata Dante menunjukan barang ditangannya.


"Cuma ini? yang lain mana?" tanya Sukma.


"Nggak ada! Xana nggak mau beli banyak keperluannya!" jawab Dante.


"Cuma ini? Barang udah segitu banyak kata nenek cuma ini? wah,wah!" batin Roxana.


"Em! itu nek, ini semua sudah terlalu banyak lagi pula saya sudah capek jadi minta mas Dante untuk pulang!" ucap Roxana beralasan.


"Ya, sudah! Kalian istirahat dulu,sisanya biar nenek yang bereskan!" ucap Sukma.


Dante dan Roxana pun berjalan menuju ke kamarnya untuk istirahat. Namu belum selesai menaiki tangga Sukma sudah memperingatkan Dante lagi.


"Setelah menaruh barang Xana, kamu cepat kembali ke kamar kamu!" perintah Sukma


"Iya-iya nek, nggak perlu di ingetin lagi!" jawab Dante.


"Lagi pula nggak akan terjadi apa-apa juga! Mana tega aku sama bocah kayak dia!" gumam Dante.


Setelah masuk ke kamar Roxana,sejenak Dante berdiri dan mengamati sekitar. Ternyata kamar Roxana begitu rapi dan juga menenangkan pikir Dante.


"Cepet istirahat! Besok aku akan antar kamu ke sekolah.Karena tinggal beberapa bulan lagi kamu udah lulus,jadi nggak usah pindah dulu." ucap Dante.


"Iya!" jawab Roxana singkat karena ia terfokus merapikan barang-barangnya sebelum ia istirahat.


Dante pun keluar dari kamar Roxana dan berniat untuk istirahat, sedangkan Roxana masih merapikan barangnya sampai selesai.


...****...


"Bisa gawat nih kalo sampai di anter ke sekolah! Pasti banyak gosip ini itu,yang tau aku cuti nikah kan cuma pihak sekolah sama geng nya Rosi.Mending aku berangkat diem-diem aja deh!" batin Roxana.


Roxana pun dengan secepat kilat membersihkan diri dan berniat untuk langsung berangkat ke sekolah.Namun ia melihat Sukma sudah menyiapkan sarapan pagi untuk keluarga.


"Lho! Nenek sudah bangun?" tanya Roxana.


"Sudah dong sayang! kamu sudah mau berangkat?" tanya Sukma balik.


"Em, iya nek! Aku ada kelas pagi jadi harus segera berangkat!" jawab Roxana gugup.


"Baiklah! Kamu bangunin Dante supaya di antar ke sekolah biar cepet sampai." kata Sukma.


"Oh! Nggak usah nek, itu nggak perlu biar Xana berangkat sendiri saja.Lagi pula mas Dante pasti capek banget karna kemarin ngajak aku jalan-jalan." ucap Roxana.


"Kalo gitu Roxana berangkat dulu ya nek! Muaacch!" pamit Roxana sambil mencium pipi Sukma dan berlari ke luar rumah.


Roxana pun buru-buru menunggu bus yang biasanya mengantar jemput anak-anak sekolahan.Karena masih pagi bus tersebut pun belum lewat-lewat juga.



"Sial! Mana juga bus itu.Kenapa nggak lewat-lewat sih! Apa karena masih pagi ya!" gumam Roxana.


Di sisi lain Dante pun sudah rapi dan berniat mengantar Roxana.Namun saat dirinya bertanya kepada neneknya, ia pun terkejut bahwa Roxana sudah berangkat.


Tak lama kemudian Dante pun bergegas menyusul Roxana berharap dia masih belum berangkat ke sekolah.Sebenarnya Roxana sudah terbiasa menaiki angkutan umum karena hanya Rosite yang selalu di antar menggunakan mobil mewah keluarga Wiranata saat ke sekolah.


"Ngapain berdiri di situ cepat naik!" perintah Dante yang berhasil menyusul Roxana.


"He,he,he! Nggak usah mas! Aku nunggu bus yang biasa antar jemput anak-anak ke sekolah aja." tolak Roxana.


Dante pun menghela nafas dan turun dari mobilnya untuk memaksa Roxana masuk ke dalam mobil.


"Cepet masuk mobil!" perintah Dante lagi.


"Ta-tapi mas...!" kata Roxana.


"Nggak ada tapi-tapian,cepet masuk! Oh,ya! Kenapa rok kamu pendek banget sih, kamu mau sekolah atau mau ke klub?" tanya Dante.



"Mas Dante nggak tau kalo ini tuh seragam sekolah aku!" jawab Roxana tak habis pikir dengan sikap Dante.


"Buka jaket kamu!" perintah Dante.


"Mau ngapain?" tanya Roxana.


"Cepet buka!" kata Dante memerintah.


Roxana pun hanya pasrah dan mengikuti perintah Dante, karena ia tau tak mungkin bisa mengalahkan perintah dari seorang Dante Mahardika.


Roxana pun melepas dan memberikan jaketnya kepada Dante.Namun betapa terkejutnya Roxana saat Dante mengikatkan jakenya ke pinggang Roxana.


"Gini kan lebih bagus! Jangan pernah lepasin jaket itu sampai kamu pulang sekolah nanti dan cepet masuk ke mobil." ucap Dante.


"Hah! Wah. Emang mau tampil kayak gini sampai kapan? Aku lulus juga kan masih sekitar 3 bulan lagi! Emang apa salahnya seragam sekokah aku yang udah aku pakai 3 tahun ini!" ucap Roxana yang tak habis pikir.


"Soal seragam itu biar aku yang urus! Kamu belajar aja yang rajin." kata Dante.


"Dasar gila!" gumam Roxana.


Akhirnya Roxana pun tiba di sekolahnya,sambil menahan malu. Roxana berharap tidak ada yang menyadari kedatangannya ke sekolah.


"Mas Dante nggak usah ikut keluar,Oke! sebagai gantinya nanti dan seterusnya mas boleh antar jemput aku.Tapi di luar kawasan sekolah biar nggak terlalu mencolok, Oke!" ucap Roxana.


"Oke!" jawab Dante.


Alhasil Roxana pun keluar dari mobil diam-diam dan Roxana pun tetap mematuhi perintah Dante supaya tidak melepas jaket yang terikat di pinggangnya.


^^^Bersambung😊^^^