ROXANA

ROXANA
Pernikahan Yang Mewah.



Satu minggu pun berjalan dengan sangat cepat.Kini acara pernikahan Roxana dan Dante pun di adakan dengan sangat meriah dan mewah.Tentu saja itu semua biaya yang di keluarkan oleh keluarga Mahardika karena Dante berjanji akan mengurus semuanya.


Keluarga Wiranata pun merasa senang karena tidak mengeluarkan biaya sepeser pun untuk pernikahan Roxana.


Dalam pesta tersebut semua klien bisnis keluarga Mahardika, teman, keluarga jauh pun semua hadir dalam pesta tersebut. Sedangkan dari pihak Roxana tidak begitu banyak orang yang hadir.


Karena bagi keluarga sedarahnya pun Roxana tidak dicintai apa lagi bagi keluarga jauh seakan Roxana tidak ada. Sejak kehadiran Rosite saat itu pula Roxana mulai dilupakan karena yang sering hadir di pesta keluarga besar dan keluarga jauh hanya Roland dan Rosite.


"Enak banget ya! kak Xana yang nikah tapi nggak keluar biaya sepeser pun!" kata Rosi saat menemui Xana di kamarnya.


"Bukannya keluarga Wiranata yang justru di untungkan dengan pernikahanku ini, kalian mendapat kontrak bisnis dengan keluarga Mahardika, keluar uang juga nggak kan!" bantah Xana.


"Ya,untung deh! kak Xana nggak jadi beban lagi sekarang." ucap Rosi yang berlalu pergi.


"Emang kapan aku pernah jadi beban?kalo di sia-siakan pasti klo jadi beban perasaan nggak pernah deh!" gumam Xana.


"Bodo,Ah! yang penting aku keluar dari rumah ini." gumam Xana lagi.


Beberapa saat kemudian Roxana mendapat panggilan masuk dari Dante yang mengabarkan bahwa dirinya mengirim mobil untuk menjemput Roxana.


Roxana pun sangat bersyukur karena walau pun Dante sepertinya terlihat dingin namun aslinya dia tidak sedingin itu menurut Xana.


"Ya, lumayan lah! untuk ukuran orang yang bersifat dingin, dia baik juga!" gumam Xana.


Karena mobil yang menjemput Roxana sudah tiba, Xana pun bergegas merapikan barang-barangnya.Roxana yang tidak terlalu memiliki barang pribadi pun dalam waktu cepat dia sudah selesai berkemas.


Sopir sekaligus orang kepercayaan Dante berniat membantu Roxana membereskan barang, karena ia mendapat perintah dari Dante.Namun saat orang kepercayaan Dante masuk Xana sudah berjalan keluar kamarnya.


"Maaf nona, apa saya terlambat? saya akan membantu membawa barang anda, itu perintah tuan Dante!" kata orang tersebut.


"Ah,paman! saya sudah selesai berkemas kita bisa berangkat sekarang." ucap Xana.


"Kalau begitu, dimana koper-kopernya biar saya bawakan!" tawar sopir tersebut.


"Ini!" jawab Xana cepat.


"Cuma ini? nona tidak lupa sesuatu kan?" tanya sopir tersebut.


"Tidak paman! memang saya tidak punya barang yang perlu dikemas jadi saya membawa barang yang penting saja, ini semua peninggalan dari kakek dan juga mama!" jawab Xana.


"Kasihan sekali nona ini ,masak anak seorang Wiranata seperti ini,seharusnya kan bergelimang benda dan barang mewah!" batin sopir tersebut.


"Apa aku terlihat aneh ya? kan emang aku nggak punya barang lain selain dari kakek dan juga mama. Beda dengan Rosi yang setiap hari mendapat hadiah dari papa dan kak Roland." batin Xana yang sedikit kecewa.


"Ah,iya! perkenalkan saya Rudi! sopir sekaligus orangnya tuan Dante." kata Rudi.


"Saya Roxana! salam kenal ya paman!" kata Xana sambil tersenyum manis.


Beberapa saat kemudian Roxana tiba di tempat WO(weding organizer) disana sudah ada Dante yang menunggu karena mereka berdua akan berangkat ke tempat resepsi bersama-sama.


"Kamu lama banget! ngapain aja sih di jalan?" tanya Dante ketus.


Sebenarnya Dante bukannya marah, hanya saja ia merasa gerogi karena akan melakukan pernikahan yang tak terduga bisa secepat itu.


"Ngapain juga marah-marah! belum juga nikah udah banyak kriput!" goda Xana.


"Ap-apa? nih cewek kalo ngomong dijaga dong!" gerutu Dante.


"Iya-iya, bawel!" kata Xana.


Dante tak habis pikir bisa-bisanya dia kalah saat berbicara dengan Xana.Dante juga tak habis pikir ada cewek yang seperti Roxana.


"Wah! cewek ini bener-bener ya!" gumam Dante sambil mengacak rambutnya.


"Apakah masih lama?" tanya Dante yang sudah menunggu.


"Tinggal sebentar lagi tuan!" jawab WO tersebut.


Setelah menunggu sedikit lebih lama akhirnya Roxana pun selesai besiap-siap,ia keluar dari ruang make up dengan sedikit gugup pasalnya Roxana belum pernah memakai make up yang tebal karena masih pelajar yang duduk dibangku SMA.



"Aku sudah siap!" kata Roxana lirih.


Mata Dante terbelalak saat melihat ke arah Roxana, ia begitu terpesona saat melihat Xana, gadis yang biasanya tidak pernah berbicara sopan padanya,kini bak peri yang sangat cantik.


"Apa aku tampak aneh? aku sudah bilang ama WO nya supaya nggak terlalu full make up." tanya Xana lirih.


"Iya, kamu semakin aneh! seperti ibu-ibu yang berumur 50 tahun." goda Dante.



"Tuh, kan mbak! saya sudah bilang make up nya nggak usah tebel-tebel!" protes Xana.


Para pekerja WO tentu saja bingung dan merasa salah tingkah, karena asline Roxana sangat cantik bagaikan peri.


"Sudah,nggak usah nyalahin orang! emang muka kamu aja yang dasarnya tua!" goda Dante lagi.


"Ayo,kita berangkat sekarang jangan banyak protes!" ucap Dante menahan tawa.


Dante sangat suka menggoda Roxana, karena dengan candaannya itu Dante bisa melihat bsnyak espresi wajah Roxana yang berbeda-beda.


Di dalam perjalanan Roxana hanya terdiam. Dante merasa tidak enak ia berpikir mungkin saja Roxana merasa sakit hati dengan perkataannya tadi.


"Em,apa nanti ada keluarga Wiranata yang hadir?" tanya Dante.


"Entahlah! mungkin papa yang hadir, papa kan harus menjadi wali!" ucap Xana.


"Kalo keluarga yang lain,seperti mama,kakak dan juga adik kamu?" tanya Dante lagi.


"Nggak tau!" jawab Xana singkat dan cepat.


"Lagi pula aku nggak berharap mereka datang!" batin Roxana dalam hati.


Beberapa saat kemudian Dante dan Roxana pun tiba di hotel tempat resepsi mereka, saat turun dari mobil pak Rudi sempat memberi tahu Dante prihal Roxana yang keluar dari rumah keluarga Wiranata tanpa membawa barang yang berharga.


Yang pak Rudi tau Roxana hanya membawa tiga pasang baju, itu pun pemberian dari mendiang sang kakek,tidak ada barang berharga lainnya kecuali buku-buku dan hadiah yang tidak seberapa.


"Apakah semua itu benar?" tanya Dante.


"Benar 100% tuan!" jawab pak Rudi.


"Kalian berduan ngapain? cepet bantuin aku dong!" ucap Roxana yang masih berada didalam mobil.


"Iya-iya sabar,bawel banget sih!" kata Dante.


"Biarin!" ucap Xana.


Akhirnya Dante dan Roxana pun melangkan memasuki tempat resepsi bersama.Semua orang yang melihat terpana,karena kedua mempelai begitu cantik dan tampan.


Kakek dan nenek Dante yang menyaksikan pun begitu senang karena mereka baru melihat espresi wajah Dante yang baru pertama mereka lihat.


^^^Bersambung😊^^^