
Satu hari pun berlalu, kini waktunya Roxana pulang dari sekolah. Namun saat menunggu Dante sang suami tak kunjung menjemputnya,ia pun memutuskan untuk pergi bersama temanya ke sebuah toko kue.
"Ris!" panggil Roxana.
"Hmm!" jawab Iris.
"Kamu jadi beli cake yang aku udah laper banget nih?" tanya Roxana.
"Aku mau cake yang rasa cappuchino!" jawab Iris.
"Oke Aku mau ceke coklat yang ada ice creamnya!" kata Roxana.
Merka pun langsung duduk di meja yang kosong sambil menunggu pesanannya datang.
"Kamu nggak papa Xa, keluar gini?" tanya Iris.
"Emang mau ada apa?" tanya balik Roxana.
"Ya,secara kamu kan udah nikah, nggak bakal marah tuh suami kamu?" tanya Iris.
"Tenang aja, lagi pula salahnya sendiri tadi nggak jemput!" jawab Xana santai.
Disisi lain saat Dante datang menjemput Roxana, ternyata sekolah Roxana sudah sangat sepi.
"Sial! Kemana perginya bocah itu?" gumam Dante.
Saat Dante berniat menghubungi Roxana, ia baru teringat bahwa Roxana tidak mempunyai ponsel.
"Astaga!Bodohnya aku. Kenapa pas shoping kemaren aku nggak sekalian beliin dia ponsel juga." kesal Dante.
Dante pun berniat bertanya kepada security namun security itu pun tidak tau Roxana pergi ke mana karena ia tidak memperhatikan.
Karena tidak ada yang tau kepergian Roxana, Dante pun memutuskan untuk pulang.Dalam perjalanan pulang Dante terlihat menghubungi seseorang.
"Halo! Van tolong siapin satu ponsel untuk cewek!" perintah Dante.
"Oke! Kamu mau yang model gimana?" tanya Vano.
"Terserah pokoknya yang disukai sama cewek!" jawab Dante sambil mematikan panggilannya.
Saat Roxana dan Iris sedang bersantai,sepasang mata melihat mereka dengan kaget.Lalu dia pun datang menghampiri Roxana dan Iris.
"Xana? Tumben disini?" tanya seno.
"Kak Seno!" ucap Roxana sedikit terkejut.
"Iya! Kamu ngapain disini? berdua aja nih, boleh gabung nggak?" tanya Seno.
"Boleh-boleh silahkan duduk kak! Iya kita cuma berdua kak." jawab Roxana.
Seno pun dengan senang hati ikut bergabung bersama Roxana,karena ia juga ingin mengatakan sesuatu.
"Xa! Maaf ya, kemaren pas acara pernikahan kamu aku nggak bisa dateng. Jadi selamat sudah menempuh hidup baru." ucap Seno.
"Iya nggak papa kak! Aku tau kak Seno lagi sibuk kok!" kata Roxana.
Mereka bertiga pun bersenang-senang bersama, pergi ke tempat yang banyak permaiannya,ke restoran dan kesalon bersama.
Tentu saja Seno sebagai bodyguard mereka,karena Seno sudah merasa senang bisa mengantar Roxana kesana kemari.
Setelah puas bermain Roxana pun meminta diantarkan pulang oleh Seno, tentu saja saat itu masih ada Iris juga.
"Yuk,kita pulang!" ajak Roxana.
"Ayo! Jadi siapa yang diantar lebih dulu?" tanya Seno.
"Kayak aku dulu deh,soalnya ini udah malem, nggak papa kan Ris?" tanya Roxana.
"Iya nggak papa, lebih baik kita antarkan Xana dulu!" kata Iris.
Seno pun setuju,kini Roxana diantar pulang lebih dulu.Setelah beberapa waktu dalam perjalanan kini Roxana pun tiba di depan rumah keluarga Mahardika.
"Xa! Aku nggak ikut turun ya! Aku capek banget." ucap Iris.
"Iya nggak papa Ris! Maaf juga ya,aku nggak bisa nyuruh kalian mampir,soalnya aku nggak enak sama kakek,nenek!" ucap Roxana.
"Ya,udah hati-hati dijalan ya kak! tolong jaga Iris sampai kerumahnya." ucap Roxana.
"Iya-iya, baik! Ya,udah kita pamit ya, selamat malam!" ucap Seno sambil mengelus pucuk rambut Roxana.
Roxana hanya melambaikan tangannya kepada Seno dan Iris.Roxana pun masuk rumah setelah mobil Seno pergi.
Setelah sampai rumah tampak sangat sepi, Roxana mengira semua orang sudah tidur. Namun jam di dinding baru menunjukan pukul 8 malam.
"Sepi banget ya! Apa udah pada tidur semua,Ah! Nggak mungkinlah ini kan baru jam 8." gumam Roxana.
Roxana pun naik kelantai atas menuju kekamarnya.Roxana pun masuk ke kamar dan membersihkan dirinya serta berganti baju.
Didalam kamarnya Dante terlihat sangat kesal. Entah apa yang terjadi dengannya tiba-tiba saja dia kesal tanpa tau masalahnya.
Roxana pun kembali turun kedapur berniat mengambil minum.Tepat saat Roxana turun bik Inah sedang ada didapur.
"Non Xana!" panggil bik Inah.
"Lho bik Inah! Tumben nggak pulang,biasanya kalo sore bibik pulangkan?" tanya Roxana heran.
"Bibik hari ini nggak pulang non! Karena tuan dan nyonya besar pergi keluar kota untuk menjenguk kerabat jauhnya yang sakit." ucap bik Inah.
"Oh! Begitu bik!" kata Roxana.
"Iya, kata nyonya Sukma kalian tidak boleh ditinggal berdua saja dirumah ini! Nyonya khawatir terjadi yang tidak-tidak." ucap bik Inah.
Roxana hanya terkekeh mendengar ucapan yang keluar dari mulut bik Inah.Tiba-tiba suara langkah kaki pun terdengar menghampiri mereka berdua.
"Bik Inah bisa istirahat sekarang!" perintah Dante.
"Bain Den!" jawab bik Inah.
Setelah bik Inah meninggalkan dapur kini tinggal Dante dan Roxana.Dipikiran Roxana sudah merasa tidak enak mungkin akan dimarahi batinnya.
"Mampus deh! Pasti bakal kena marah nih. Apa lagi nenek nggak dirumah bakal abis deh!" batin Roxana.
"Dari mana kamu jam segini baru pulang?" tanya Dante.
"Em! Tadi lagi kerjain tugas kelompok sama Iris!" bohong Xana.
"Huh! Beranya dia bohong sama aku!" batin Dante.
"Nggak mau jujur aja?" tanya Dante.
"Itu udah jujur tadi aku ama Iris." jawab Xana.
"Jelas-jelas nggak ada tugas kelompok! Dan lagi tadi kamu pulang sama cowok. Apa pantes dari pulang sekolah nggak langsung pulang malah keluyuran sama cowok lain." marah Dante.
"Aku udah cari kesana kemari tapi nggak ada yang tau kamu pergi kemana! Baru juga nikah udah berani jalan sama cowok lain. Kamu nggak menghargai aku sebagai suami kamu. Nggak bilang, nggak pamit suami capek cari-cari kamu malah seneng-seneng sama cowok lain." kata Dante semakin marah.
"Aku tadi beneran sama Iris! Pas di toko kue ketemu sama kak Seno. Aku nggak berduaan tau. Hiks. Aku bertiga sama Iris juga. Hiks. tadi pas pulang juga bertiga.Hiks. Iris ada dimobil,dia nggak ikut turun. Hiks,hiks!" ucap Roxana sambil mengusap air matanya yang tiba-tiba keluar.
"Apa aku keterlaluan memarahinya! Tapi itu kan salahnya sendiri." batin Dante yang merasa bersalah.
"Kenapa kamu jadi nangis? Itu kan salah kamu sendiri mau keluar nggak bilang dulu, untung nenek nggak tau karena lagi pergi." ucap Dante.
"Hiks, tapi mas kan jelas-jelas marahin aku! Hiks, tadi aku tunggin mas jemput kok, tapi nggak dateng-dateng, Hiks. Jadi aku jalan-jalan sama Iris." kata Xana jujur.
"Emang ada ya! Orang nangis tapi bisa seimut dia!" batin Dante tersenyum tipis.
"Udah-udah nggak perlu nangis-nangis gitu! Nih, lain kali bilang kalo ada apa-apa atau mau jalan ke mana aja." perintah Dante sambil memberikan kotak berisi ponsel untuk Roxana.
"Hiks,ini apa mas? Apakah ini untukku?" tanya Roxana yang masih mengeluarkan air mata.
Dante pun hanya mengangguk menjawab pertanyaan Roxana.
Akhirnya Roxana pun terdiam, dia tidak mau membuat Dante lebih marah lagi karena Roxana terus menangis.
^^^Bersambung😊^^^