ROXANA

ROXANA
Bersyukur.



Setelah keberangkatan Roxana ke acara,Rosite pun menjadi heboh sendiri.


"Apakah kalian nggak akan hadir di acaranya kak Xana?" tanya Rosite kepada papa dan kakaknya.


"Sepertinya tidak!" jawab Rian.


"Bagaimana pun kita masih keluarganya kak Xana,jadi kita tetap harus hadir.Kalian nggak kasihan ama kak Xana,di saat pernikahannya nggak ada satu pun keluarga yang hadir?" kata Rosite.


"Rosi,sayang! kenapa hati kamu baik banget sih,padahal Xana udah bersikap keterlaluan ama kamu,tapi kamu malah baik banget ama dia!" ucap Roland.


"Itu....karena aku juga wanita." ucap Rosi bohong.


Sejujurnya Rosite memaksa untuk hadir di pernikahan Roxana adalah untuk melihat seberapa mewah keluarga Mahardika menyiapkan acara pernikahan untuk Roxana.


"Baiklah-baiklah kita akan pergi ke pernikhan Roxana." ucap Rian.


Saat semua bersiap, Rosite terlihat begitu cantik memakai gaun panjangnya,ia sangat percaya diri dan terlihat sangat cantik.


"Aku udah siap dari tadi,kenapa kalian lama banget sih?" tanya Rosi yang tidak sabar.



"Rosi kamu cantik banget sayang!" ucap Bella mama Rosi.


"Anak mama emang harus cantik dong!" kata Rosi.


Beberapa saat kemudian keluarga Wiranata berangkat ke acara pernikahan Roxana.


Saat acara resepsi sedang berlangsung,Roxana tidak menyangka bahwa keluarga Wiranata akan hadir di acaranya tersebut,mengingat perlakuan mereka kepada Roxana.


"Kak Xana selamat ya!" ucap Rosi basa basi.


"Kamu datang?" tanya Xana.


"Iya, nggak cuma aku,papa,mama sama kak Roland juga dateng kak!" jawab Rosi.


Wajah Roxana seketika berubah menjadi pucat, ia sangat marah jika memikirkan bahwa ia mendengar kalau dirinya hanya menjadi beban keluarga selama ini.


"Kamu baik-baik aja?" tanya Dante kepada Roxana.


"Iya!" jawab Roxana singkat.


"Orang kayak kak Xana tuh nggak pantes jadi bagian keluarga Mahardika,jadi lebih baik nyadar diri ya!" bisik Rosite.


"Selamat menikmati pestanya!" ucap Dante yang melihat Roxana semakin pucat.


Setelah beberapa waktu berlalu dan acara pun sudah selesai,kini Dante membawa Roxana pulang ke rumah keluarga Mahardika, karena waktu pun sudah sangat malam.


"Kakek, nenek kami pulang!" ucap Dante.


"Oh,kalian sudah pulang?kalian pasti sangat lelah kan!" tanya Sukma nenek Dante.


"Itu sudah pasti,kenapa harus ditanya lagi!" ucap Bayu.


"Baiklah mari nenek antar kalian ke kamar!" ucap Sukma.


"Ngapain juga harus di antar Nek!, aku kan sudah tau dimana kamar aku." ucap Dante.


"Diam! pokoknya nenek antarkan!" ucap Sukma.


"Baiklah!" jawab Dante lembut.


Roxana yang melihat kasih sayang di antara mereka menjadi terharu dan mengingatkannya pada mendiang kakek Roxana.


Setelah tiba di lantai atas, sukma pun memberitahu Dante dan Roxana.


"Ini,kamar kalian berdua!" ucap Sukma.


"Kenapa ada dua pintu nek? sejak kapan juga ada dua pintu disini?" tanya Dante berturut-turut.


"Dasar! ini kamar kalian berdua.Sebelah kiri kamar kamu dan sebelah kanan kamar cucu nenek yang cantik ini!" ucap Sukma sambil mencubit lembut pipi Roxana.


"Lalu kamu mau tidur satu kamar sama istri kamu? kamu mau menghancurkan masa depan dia?" tanya Sukma.


"ya, nggak lah nek!" jawab Dante ragu.


"Pokoknya kalian tidak boleh tidur satu kamar walau pun kalian sudah sah suami istri! nenek tidak mau kamu menghancurkan masa depan Xana, dia masih harus lulus sekolah dan juga harus menyelesaikan pendidikan universitas." ucap Sukma.


Roxana tidak menyangka bahwa nenek Sukma memikirkannya sampai sejauh itu, perhatian dari Sukma membuat hati Roxana merasa berdebar.


"Kalian boleh satu kamar jika Roxana sudah lulus setidaknya S1! nenek mau Roxana juga mewujudkan mimpinya." tambah Sukma.


"Iya-iya nek! lagi pula apa yang bisa dilakukan sama anak kecil seperti dia.Jadi nenek tidak usah khawatir,Oke!" ucap Dante.


"Bagus,jadi ingat selalu ya!" kata Sukma sambil tersenyum.


Roxana dan Bayu hanya tertawa melihat dua orang yang sedang berdebat itu.Roxana tidak menyangka dia akan diperlakukan layaknya manusia saat berada di rumah Dante tersebut.


"Oh,ya! ingat besok kita perlu berbelanja jadi bangun yang pagi." ucap Dante menginatkan Roxana.


"Jangan khawatir aku belum pernah bangun kesiangan." kata Roxana.


"Ya,sudah lebih baik kalian istirahat! Oh,ya! nak kalau kamarnya terasa kurang nyaman kamu bisa langsung bilang ke nenek ya." kata Sukma.


"Baik nek! selamat malam,kek selamat malam nek." ucap Roxana.


"Selamat malam sayang!" kata Sukma kepada Roxana.


Saat Dante mau masuk ke kamarnya,tiba-tiba lengan kekarnya di tarik oleh Sukma.Sang nenek berniat untuk bertanya akan kemana besok dia mengajak Roxana.Karena Sukma dan Bayu belum mengizinkan untuk mereka berdua honeymoon.


"Kamu mau mengajak Xana kemana? ingat belum boleh honeymoon." kata Sukma.


"Ya,ampun nek! aku tuh nggak kepikiran soal honeymoon atau apalah itu,aku cuma mau mengajak dia beli beberapa pakaian karena sepertinya dia tidak begitu punya baju saat pindah kemari." jawab Dante tenang.


"Oh,ternyata begitu! ya, bagus kalau begitu, tapi kasihan juga ya dia seperti tidak diperhatikan di keluarganya." ucap Sukma.


"Ya,nggak tua juga sih nek,aku nggak mau tanya karena takut dia terluka dan kecewa." ucap Dante.


"Ternyata cucu nenek sudah dewasa ya! ya,sudah kamu cepat istirahat juga sana." ucap Sukma.


Mereka pun beristirahat dari lelahnya acara yang dijalani oleh Dante dan Roxana. Seperti ucapan Roxana bahwa dirinya belum pernah bangun kesiangan.


Saat nenek Sukma bangun sarapan pagi pun sudah tertata rapi di meja makan,tentu saja Roxana di bantu oleh asisten rumah tangga yang sudah bekerja lama dirumah tersebut, saat menyiapkan sarapan pagi.


Setelah Bayu dan Sukma bangun tidak lama kemudian di susul Dante yang juga baru bangun.



"Selamat pagi! sesuai janji kan aku bangun sangat pagi!" ucap Roxana.


"Iya,pagi juga!" ucap Dante dingin.


"Dante!cepat duduk mari kita sarapan bersama." ucap Sukma.


"Baik nek!" jawab Dante.


"Oh,ya sayang! lebih baik kamu panggil Dante mas saja ya! bagi orang tua seperti nenek itu panggilan yang sopan kepada seorang suami walau pun masih canggung,tapi lama-lama pasti terbiasa kok!" ucap Sukma.


"Dan kamu! sebagia suami jangan terlalu dingin, itu hati bukan besi jadi bersikaplah layaknya suami yang melindungi istri."ucap Sukma kepada Dante.


"Kek, lihat nenek pagi-pagi sudah mulai ceramah." ucap Dante menggoda neneknya.


"Sudah,dengarkan saja apa kata nenek kamu!" ucap Bayu.


Mereka pun sarapan pagi bersama layaknya keluarga yang bahagia,Roxana pun bersyukur karena tidak di bedakan walau dirinya hanya cucu menantu.


Roxans sangat senang dan terharu karena akhirnya ia bisa merasakan duduk di meja dan makan bersama keluarga yang hangat dan penuh kasih.Karena selama di keluarga Wiranata dirinya selalu di kucilkan dan selalu makan di dalam kamarnya sendirian.


^^^Bersambung😊^^^