ROXANA

ROXANA
Lelaki Sempurna.



Dante pun sudah selesai bersiap dan akan segera mengajak Roxana keluar,tentu saja Dante sudah izin terlebih dulu kepada Bayu dan Sukma bahwa mereka mungkin pulang larut malam.


"Cepatlah sedikit!" kata Dante.



"Iya-iya sabar napa!" kata Roxana sambil cemberut.


"Emang kita mau kemana sih? pagi-pagi banget!" tanya Roxana.


"Ada, pokoknya duduk diem aja nanti juga tau." kata Dante.


Roxana pun tidak bertanya lagi karena Dante tidak mau memberi tahu kemana tujuan mereka pergi saat itu.Roxana pun sesekali melirik ke arah Dante sebelum Dante menjalankan mobilnya.


"Sempurna banget sih nie orang! Udah ganteng, baik eh! Kalo baik masih lumayan lah,kadang-kadang nyebelin juga orangnya." batin Roxana sambil menahan tawa.


Roxana sangat terkejut,tiba-tiba tubuh Dante mendekat ke arahnya. Sontak Roxana langsung memundurkan tubuhnya dan menutup mata.


"Ka-kamu, ngapain?" tanya Roxana.


"Imutnya!" batin Dante sedikit tersenyum saat menatap wajah Roxana yang masih memejamkan matanya.


"Emang kamu mikirin apa? aku cuma mau memasangkan seatbelt kamu tuh!" ucap Dante.


"Bilang dong, jangan tiba-tiba kayak gitu!" ucap Roxana dengan wajah merona.



Dante pun tersenyum melihat wajah Roxana yang memerah, ia berpikir bahwa Roxana adalah cewek yang unik.


Setelah perjalanan cukup lama yang mereka tempuh.Pada akhirnya mereka tiba di pusat perbelanjaan terbesar di Semarang yaitu Paragon City Mall.


Karena Roxana belum pernah ketempat seperti itu, ia merasa sedikit canggung dan malu. Padahal suaminya adalah salah satu pemegang saham terbesar di tempat itu.


"Ngapain kita ke tempat seperti ini?" tanya Roxana.


"Untuk beliin kamu bajulah!" jawab Dante.


"Kalo cuma beli baju,nggak perlu ke tempat besar seperti ini lah." kata Roxana.


"Terus, biasanya kamu beli baju di mana?" tanya Dante.


"Ya,di tempat-tempat biasa kan bisa." jawab Roxana.


"Ini juga tempat biasa tau!" kata Dante.


Saat di keluarga Wiranata Roxana tidak pernah sekali pun di ajak pergi ke tempat-tempat besar seperti itu,karena baju pun Roxana hanya di kasih baju bekas oleh Bella mama tirinya.


Karena papa dan kakaknya pun tidak pernah sekali saja peduli dengan kehidupan dan kebutuhan Roxana, mereka hanya peduli dan memperhatikan Rosite saja. Roxana lebih sering mendapat baju baru dari mendiang kakeknya.


Saat tiba di sebuah toko pakaian merek ternama Dante langsung mengajak Roxana masuk,Roxana pun hanya mengikuti Dante dari belakang.


"Lihatlah, dan coba beberapa baju yang kamu suka!" perintah Dante.


"Apa nggak masalah kalo aku mencobanya?" tanya Roxana.


"Emang mau ada masalah apa? yang beli dan pakai bajunya kan kamu jadi nggak usah khawatir." jawab Dante.


"Tenang saja dan pilihlah! Aku terima telfon dulu sebentar,Oke!" kata Dante.


"Baiklah, tapi jangan lama-lama!" ucap Xana.


Saat Roxana melihat-lihat ia pun tertarik dengan baju kemeja putih dan celana jeans.Roxana pun melihat label harga baju tersebut dan betapa terkejutnya ia melihat satu pasang baju seharga 1 juta lebih.


"Ya ampun, cuma kemeja dan celana aja harganya segini?" gumam Roxana.


Saat melihat-lihat lagi Roxana tidak sengaja bertemu dengan Rosite dan dua temannya. Roxana pun berniat pergi saja dari pada bertemu dengan mereka,namun apa daya teman Rosi sudah melihanya lebih dulu.


"Wah, coba lihat siapa ini? Ros, bukankah dia kakamu yang jadi peliharaan kakek-kakek ya!" kata teman Rosi yang menghina Roxana.


"Vera! kamu jangan gitu dong! Dia lagi cari brondong tuh karena si kakek udah letoy!" ucap Gita teman Rosi yang satu lagi.


"Lebih baik diem deh!" ucap Xana.


"Oww! Kak Xana marah nie ceritanya! bukanya seneng ya punya sugar daddy seorang kakek kaya." ucap Vera sambil tertawa Gita pun ikuk menertawakan Roxana.


"Tutup mulutmu!" bentak Xana.


Rosite yang melihat dan mendengarkan Roxana di permalukan dua temannya itu hanya terdiam tanpa membela Roxana,padahal Rosi tau suami Xana adalah cucu dari pak Bayu.


Semua penjaga toko dan orang-orang yang berbelanja di tempat itu pun saling berbisik membicarakan Roxana. Roxana pun ingin segera pergi dari tempat itu tapi jika ia pergi maka anggapan orang-orang itu benar adanya.


"Emang kamu mampu beli baju disini?" tanya Gita.


"Git, kamu ngomong apa sih! Ya,jelas mampu lah,dia kan udah tidur ama si kakek tajir!" kata Vera menghina.


Rosite yang melihat pun hanya menahan tawa dan seolah dia mendapat hiburan yang sangat menarik.


"Hei, kamu! Bukankah hari ini khusus tamu VIP kenapa orang seperti dia bisa masuk?" tanya Vera ke salah satu pegawai.


"Ma-maafkan kami nona Vera! Kami tidak tau kalau dia bukan tamu VIP." ucap pegawai yang sedikit takut.


Pasalnya Vera adalah anak dari wakil menejer di pusat perbelanjaan tersebut,jadi dis merasa punya kuasa memerintah pegawai.


"Nona,mari saya antar keluar!" ucap pegawai tersebut.


"Nggak usah aku bisa keluar sendiri." ucap Roxana.


Dante yang masih menerima telfon mendengar keributan dari dalam toko, ia pun segera masuk dan menghampiri tempat terjadinya keributan.


"Ada apa ini?" tanya Dante.


"Ya ampun, liat deh dia ganteng banget!" bisik Gita.


"Iya, aku mau deh walau cuma jadi teman mesranya doang!" balas Vera.


"I-ini tuan, Nona ini masuk seenaknya.Padahal hari ini khusus pelanggan VIP saja." jawab pegawai yang menggandeng lengan Roxana.


"Lepas tangan kamu! Dan panggil atasan kamu kemari." perintan Dante.


"Aduh! Gawat deh,suami kak Xana ngapain juga ke sini!" batin Rosi.


"Ta-tapi tuan!" kata pegawai itu semakin takut.


"Cepat!" kata Dante.


Pegawai itu pun segera memanggil atasannya, dan Rosi pun tiba-tiba sembunyi dibelakang Vera karena takut Dante mengenalinya.


"Kamu nggak papa?" tanya Dante.


"Iya!" jawab Roxana yang terlihat sedih dan kecewa.


Dante pun merasa kesal karena ada orang yang membuat Roxana terlihat begitu sedih. Vera pun berniat mendekati Dante dengan sangat berani.


"Kak, mending deket-deket ama kita aja, jangan ama wanita itu." ucap Vera.


"Emang kenapa dengan wanita ini?" tanya Dante.


"Kakak tau nggak, dia itu suka morotin duit om-om sama kakek-kakek kaya, bahkan dia mau sampai nikah sama kakek yang tajir demi uang." ucap Vera.


"Kamu tau itu dari mana?" tanya Dante lagi.


"Ada deh kak, yang penting jangan deket-deket ama dia." kata Vera.


Roxana pun terlihat semakin sedih karena perkataan Vera kalo dirinya hanya suka uang dari om-om atau kakek-kakek kaya.Dante yang melihat pun menjadi semakin kesal.


Tak berselang lama atasan yanh di panggil pun tiba. Dan berapa terkejutnya melihat salah satu petinggi mall ada di tokonya.


"Tu-tuan Dante! Ma-maaf,apakah ada yang perlu saya bantu?" tanya atasan toko tersebut.


"Iya! Bagaimana anda menjalankan bisnis ini? saya sungguh kecewa kenapa harus ada hari khusus pelanggan VIP segala. Seharusnya semua yang belanja ke toko ini adalah pelanggan VIP." ucap Dante tegas.


Semua yang mendengar ucapan Dante merasa sedikit merinding karena aura dingin Dante tiba-tiba saja keluar.


"I-itu..." ucap atasan toko tersebut.


"Saya kesini sebenarnya mau membelikan istri saya baju sebagai hadiah tapi dia mendapat perlakuan yang tidak sopan disini!" ucap Dante sambil merangkul bahu Xana.


"Siapa pun yang bersalah cepat minta maaf sekarang juga." petintah atasan toko tersebut.


"Tapi pak! Dia nona Vera,anak wakil menejer di mall ini." ucap salah satu pegawai.


"Dan apa kamu tahu siapa Tuan Dante Mahardika ini? dia adalah salah satu pemilik mall ini, dasar!" kesal atasan tersebut.


"Minggu depan segera kosongkan tempat ini" perintah Dante.


"Jangan seperti itu,kasihan keluarganya.Dia juga kan harus menafkahi anak istrinya."ucap Roxana.


"Baiklah! Kali ini aku maafkan karena istriku yang meminta,jika bukan karena dia kalian sudah ada di jalanan." kata Dante.


Vera,Gita dan Rosi merasa malu karena harus meminta maaf kepada Xana, itu mereka lakukan karena tidak mau masalah semakin panjang. Roxana pun sudah merasa lega karena ada yang membelanya.


Meski Roxana berpikir bahwa Dante melakukan itu karena dirinya adalah salah satu orang penting yang harus menjaga citranya,bukan karena Dante menyukainya, pikir Xana.


^^^Bersambung😊^^^