
Langkah kaki cepat dan berat terdengar di telinga Carla yang hanya mampu mengangkat sedikit bagian wajahnya. Ia bergetar dan memiliki firasat buruk tentang Aro, namun tidak dapat berbuat apa-apa.
"Nyonya muda, mari saya bantu!" kata Marlon dengan suara yang lembut.
Saat itu, matanya sama cemas dengan Carla. Sebab, Aro adalah satu-satunya teman bicara Marlon. Meskipun selama ini, Aro hanya menjawab satu dua patah kata saja atas pertanyaan panjang lebar dari bibir Marlon.
Marlon memapah tubuh mungil Carla. Dengan langkah setengah menyeret, Carla mengikuti arah kaki Marlon yang terlihat gusar.
"Mereka, kemana mereka akan membawa Aro?" tanya Carla yang masih bergerak ke arah kamarnya. "Apa yang akan mereka lakukan kepadanya?"
Marlon hanya diam. Ia tidak dapat membayangkan, kekejaman seperti apa yang anak buah lainnya dan tuan Jordi akan lakukan kepada Aro. Apalagi ia tampak begitu marah tadi, bisa-bisa tuan Jordi melepaskan kulit dari daging Arogan.
"Sa-saya tidak tahu, Nyonya muda. Yang jelas, Aro tengah melindungi Anda dari kemarahan tuan Jordi. Sebaiknya, anda masuk ke dalam kamar dan menguncinya rapat-rapat! Jangan lupa untuk mematikan listrik agar setelah tuan besar kembali, ia berpikir bahwa Anda sudah terlelap. Dengan cara seperti itu, tuanku tidak akan mengganggu apalagi menyiksa Anda."
"Tidak, saya ingin menyusul Aro. Lepaskan saya!" bentak Carla dengan mata yang berkaca-kaca.
"Apa Anda ingin semakin membahayakan nyawanya? Saat ini, ia pasti sudah disiksa, hanya untuk melindungi Anda. Mohon mengertilah, Nyonya!"
Carla terdiam sambil menatap Marlon. "Saya mohon, katakan, apa yang kamu ketahui tentang Aro?!"
Marlon menggeleng kuat, "Saya tidak tahu, Nyonya. Bahkan saya sendiri juga tidak mengetahui apapun tentang diri saya. Sebelum masuk ke dalam ikatan kuat bersama tuan besar, kami dicuci otak terlebih dahulu. Setidaknya, itulah yang diutarakan paman Sam."
"Maaf, Nyonya. Untuk saat ini, saya juga tidak tahu," sesal Marlon dan dari sorot matanya, ia terlihat begitu ketakutan. "Saya mohon, masuklah ke dalam kamar Anda dan lakukan apa yang baru saja saya katakan! Setidaknya, Anda harus bisa menghargai pengorbanan Arogan."
Carla menunduk untuk menyembunyikan air matanya, "Baiklah, saya mengerti."
Marlon meninggalkan kamar Carla, lalu ia kembali ke dalam kamarnya untuk bersembunyi di dalam lemari pakaian. Tubuhnya terlihat bergetar hebat, tampaknya ia begitu ketakutan.
Sementara Carla, ia langsung melakukan apa yang Marlon sarankan. Hanya saja, ia tidak dapat merenda bulu mata karena hati dan pikirannya selalu tertuju pada Arogan.
Sekitar 90 menit, sendiri di dalam kamar yang gelap, Carla mendengar suara ketukan pintu yang kuat dan berulang, bersama teriakan yang gahar. Namun ia ingat semua pesan Marlon dan mempraktikkannya dengan baik.
Setelah 10 menit, suara-suara yang menakutkan dan berasal dari tuan Jordi tersebut berhenti dan Carla merasa cukup lega. Ia berharap, Aro juga dalam keadaan baik-baik saja dan esok hari, ia dapat berjumpa dengan dirinya.
Sementara ditempat lain, Aro tergeletak dengan luka pukulan di sekitar wajah. Selain itu, punggung Aro juga penuh dengan sisa cambukan yang keras, hingga mengeluarkan darah segar dari kulitnya yang robek.
Tubuhnya yang sudah tidak berdaya, ditinggalkan begitu saja. Bagi tuan Jordi, jika beruntung, maka Aro akan kembali ke penginapan esok hari. Namun jika ia malang dan dimangsa oleh hewan buas, hatinya juga merasa puas.
Bersambung.