
Tuan Jordi dan Carla berjalan paling depan, sementara Aro menyusul di barisan terakhir. Walaupun kondisinya masih sangat buruk, namun Aro tetap saja menegakkan tubuhnya dan bersikap seolah-olah ia dalam keadaan baik-baik saja.
Sebelum keluar dari penginapan mewah yang tuan Jordi sewa, terlebih dahulu ia memasangkan jaket bulu angsa yang hangat di tubuh Carla.
"Di sana, akan tetap hangat. Meskipun udaranya begitu dingin. Itulah yang membedakan antara pesta orang kaya dengan rakyat jelata," ejek tuan Jordi, tapi Carla hanya tersenyum simpul. Sebab, semua ucapan itu sama sekali tidak berarti. "Silakan."
"Terima kasih, Tuan besar."
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 40 menit, tuan Jordi tiba di tempat. Suara tawa dan lampu gemerlap, menyoroti kedatangan tuan Jordi.
Laki-laki angkuh tersebut disambut hangat oleh tuan rumah. Ia pun menegakkan kepalanya ketika banyak orang memuja dan memuji kecantikan serta keindahan Carla. gadis muda itu memang tampak mendominasi keindahan malam. Kecantikannya bahkan tidak tertandingi.
"Wanita yang pantas," puji yang lainnya dan sosok itu sama sekali tidak Carla kenali.
"Terima kasih, Tuan. Ha ha ha ha ha."
"Silakan menikmati hidangannya! Karena kita tengah berada di Jepang, kita hanya boleh menikmati udon dan sushi saja. Ha ha ha ha ha." Rekan tuan Jordi yang sama-sama berasal dari Indonesia tersebut terus meladeni tuan Jordi hingga acara dansa dimulai dan ia harus memimpin.
"Baiklah, tidak masalah. Saya sudah terbiasa menikmati yang segar dan mentah."
"Ha ha ha ha ha, Anda memang rajanya. Saya permisi dulu, selamat bersenang-senang!"
"Jangan menolak untuk berdansa!"
"Kamu boleh melakukannya nanti malam!" Tuan Jordi mulai berimajinasi liar dan ia ingin Carla lah yang mendominasi permainan.
"Untuk sekarang, temani saya dulu!?"
Carla mengangguk, "Baik, Tuan."
Tuan Jordi menarik tangan Carla ke lantai dansa. "Aro, kemari!" titahnya sambil melepas jaket bulu angsa dan memberikannya kepada Arogan.
Tuan Jordi seperti orang yang sangat mudah melupakan kejadian kurang dari 5 jam di dalam hidupnya. Padahal ia baru saja menyiksa Aro dengan tangannya sendiri. Dan Aro, ia begitu patuh kepada tuan Jordi, seperti sapi yang sudah ditusuk hidungnya.
Aro mundur beberapa langkah, namun ketika tuan Jordi tidak menatapnya lagi, Aro menaikkan pandangannya. Ia menikmati wajah Carla yang begitu cantik dari kejauhan. Pada saat yang bersamaan, Carla juga mengangkat bulu matanya yang lentik dan memandang Aro.
Mata mereka saling bertemu, begitu juga dengan hati. Tapi ini bukan kisah cinta yang mudah. Apalagi keduanya memilih untuk membungkam mulut hati mereka dari siapapun. Cinta ini seperti rahasia di dalam ruang tergelap di dalam jiwa.
Pesta meriah pun usai. Tuan Jordi dan yang lainnya pulang ke penginapan. Dengan rona wajah bahagia, tuan Jordi meminta belaian hangat dari Carla, sejak berada di dalam mobil.
Namun Carla menolak karena di dalam kendaraan tersebut, bukan hanya ada mereka berdua saja. Carla merasa tidak nyaman dan tidak suka jika melakukannya di depan orang lain, apalagi sampai ditatap tajam.
Kali ini tuan Jordi mengalah karena ia benar-benar menginginkan tubuh muda Carla yang molek. Carla pun menjanjikan permainan gila yang belum pernah tuan Jordi dapatkan selama hidupnya.
Bersambung.