
...Pesta Perjamuan Kerajaan Ernk (XV) ...
...Perjanjian...
Setelah Ayahku membuka matanya dengan wujud dirinya juga berubah akibat tekanan yang diberikan olehku, lalu Paman Eric juga menyusul Ayahku juga membuka matanya untuk memastikan apa yang dilihat oleh Ayahku.
Seketika Paman Eric terkejut melihat wujud Zack yang aslinya berupa naga yang berada di pelatihan pasukan Kerajaan Ernk, "Arsen, apa yang terjadi! Kenapa bisa ada naga peradaban kuno berada disini!" Paman Eric menanyakan ini sama Ayahku, tetapi Ayahku terdiam saja dengan menatap serius terhadap naga.
Karena tidak dipedulikan oleh Ayahku, Paman Eric langsung bergegas mengeluarkan sihir api ungunya mumpung wujud ia masih terbuka dengan cincin berusia 5.000 tahun masih menyala. Ujungnya Paman Eric di hadang oleh tangan Ayahku untuk tidak menyerang terlebih dahulu.
"Kenapa kau menghadangku, Arsen! Kita tidak akan membiarkan naga ini berada di Istana ini selama mungkin!" Paman Eric menoleh kepalanya ke hadapan Ayahku dengan perasaan marahnya ingin menyerang naga tersebut. Sehingga Ayahku menyahut amarahnya, "Jika kau menyerang naganya secara langsung, yang ada. Kau akan menyala amarah dari naga dan membuat kehebohan di Kerajaan Ernk!"
"Tenang dulu Eric, aku akan mengantisipasi naga ini! Kau perhatikan saja Edgar yang ketakutan dibelakang kita!" Sambung Ayahku kembali dengan seriusnya. Karena merasa benar dikatakam oleh Ayahku, Paman ERIC menoleh ke belakang menatap Edgar ketakutan dengan badannya gemeter melihat tubuh naga yang asli dihadapan. Bukan rekayasa yang ada di sebuah gambar melainkan wujud benaran.
"Aku tahu, tapi lepaskan ini Arsen! Aku tidak ingin Kevin berada bahaya di samping naga!" Paman Eric dengan perasaan masih terpikirkan olehku masih membalas apa yang dikatakan oleh Ayahku, namun balasan ini ditolaknya dengan tegas, "Cukup Eric! Aku tahu apa yang disampaikan oleh kau, aku tahu Kevin bahaya, kau tidak berpikir bagaimana asal usul naga itu timbul disini!" tegas Ayahku menoleh pada Paman Eric.
"Kita hanya berdua saja Eric, kalau kau menyerang naga ini yang ada kita buat masalah, cobalah tenang. Jangan buat posisi kita dikira oleh naga ini seolah kita mengancam ia." Ayahku memberitahukan kepada Paman Eric apa yang terjadi jika menyerangnya, "Kau lihat Kevin sekarang, sudah berbeda dari sebelumnya, dan cincin yang dimiliki ia adalah cincin berusia 10.000 tahun!" lanjut Ayahku lagi.
Paman Eric tahu akan hal ini terdiam mendengarkan penjelasan dari Ayahku dengan perasaan tidak enak ia bertanya, "Terus yang harus kita lakukan apa sekarang!?" dan Ayahku menjawabnya, "Biar aku saja, kau bersiap saja, seandainya naga ini menyerang. Kita tidak punya rencana apa langsung saja menyerangnya!"
"Baiklah,"
...----------------...
Zack menatap tingkah kedua orang tua dibawahnya merasa bingung, apakah sebahaya ini wujud Zack ketika timbul menjadi asli di dalam benak pikiran Zack terpikirkan olehnya seperti itu, "Kevin, apa diriku ini sangat mengancam bagi mereka?" tanya Zack menoleh padaku.
"Iya, Zack. Karena benua yang kau tempatkan sebelumnya sudah berbeda dari yang dulu, yang kau tempatkan adalah Dunia Euro, Benua Euforia," jelasku pada Zack.
"Dunia beranggapan bahwa ras naga adalah sebuah ancaman bagi manusia biar itu pendekar ataupun penyihir. Yang jelasnya bahwa mereka menandakan kedatangan naga adalah suatu bahaya besar," lanjutku.
Zack menggelengkan kepalanya, paham yang aku katakan, "Jadi gitu, pantaslah aku lihat kedua orang ini nampak aneh. Berbeda yah diriku ini di Benua ********, Dunia *****,"
Hal janggal kembali terulang lagi dengan perkataan yang tidak jelas, aku dengarkan dari semasa Paman Adelio berkata tidak jelas padaku juga. Sehingga membuat aku merasa ada yang tersembunyi dari perkataan Zack.
"Kau bilang berasal dari mana Zack?" tanyaku ingin mendengarkan ulang apa yang dikatakan oleh Zack.
Zack pun mengulangi perkataan yang ia berasal dari tempatnya, "Benua ********, Dunia *****, memang kenapa? Ada yang salahkah?" tanya Zack merasa perkataan ia ada yang salah.
Namun, aku iyakan saja dengan menggeleng kepala, "Tidak ada, Zack. Aku sudah tahu asalmu," padahal aku tidak mengerti kenapa pernyataan tentang benua dan dunia pasti terdengar tidak jelas di telingaku. Yang pasti tingkatkan untuk mengetahui benua serta dunia lainnya. Aku harus bisa membaca wawasan lebih luas lagi.
Perasaan yang timbul, dari keadaan Ayah dan Paman Eric menimbulkan sebagian ancaman akan menyerang, persoalan ini membawa aku harus mengharapkan Zack untuk merubah bentuknya yang awalnya dari naga harus berubah menjadi manusia utuh agar bisa berkomunikasi secara jelas.
Zack, awalnya terpikirkan untuk berubah saja. Agar dirinya tidak dicurigai oleh sebagian manusia berjaga di Kerajaan ini, kemudian mengubah dirinya menjadi manusia, "Iya, Kevin. Tunggu sebentar,"
...----------------...
Kemudian tidak lama, tubuh Zack sudah menjadi manusia perkasa dengan tubuh kekar dan tingginya hampir setara dengan tinggi Ayahku. Begitu pula wajah yang dinginnya dan berambut panjang silver, seperti orang yang berkekuatan tinggi. Sesudah Zack lalu aku menyusul di sebelah tubuhnya.
Kewaspadaan Ayah dan Paman Eric menjadi reda, dikarenakan mereka dapat berkomunikasi dan berinteraksi terhadap Naga Kuno yang selama ini menjadi sebuah legenda penjaga wilayah bagian timur, bukan melainkan cerita dongeng belaka.
Percakapan, dimulai dengan Paman Eric yang awalnya merasa ingin mengetahui lebih banyak tentang Zack, "Wahai Naga, apa kau adalah sebuah utusan atau sebuah roh spirit yang melakukan sebuah kontrak pendamping?" Paman Eric bertanya dengan sopan kepada Zack.
Zack menjawabnya dengan jelas, agar perkataan ia tidak memunculkan sebuah, pertanyaan yang begitu rumit, "Aku adalah utusan dari Adelio Reorick, dengan mengikat kontrak sebagai roh spirit dan melakukan kontrak keduaku di kehidupan baru ini," jelas Zack merincikan kedatangan ia kemari, "Aku datang kesini bukan untuk melawan ataupun memusnahkan peradaban kalian, yang sepenuhnya sudah kalian rebutkan dengan darah keringat kalian untuk mendapatkan kedamaian,"
"Seandainya, kau akan menjadi sebuah pengkhianatan, apa kau yakin dengan ucapan kau bilang," sela Paman Eric belum percaya dengan melontarkan beberapa kalimat pernyataan.
Zack mendengar pembicaraan ia terpotong oleh Paman Eric bersuara, dengan sigap Zack menatap tajam pada Paman Eric sehingga membuat Paman Eric tubuh gemetar.
"Kalau aku menjadi seorang binatang buas dan menghancurkan kerajaanmu dengan kekuatan angin. Apa kau mau menerimanya?" genggam tangan Zack dengan kuat mengeluarkan aura angin, "Bagiku sekarang, dengarkan dan jangan sekali membuat aku merasa terancam dengan gerak gerik kalian." Jelas Zack kembali dengan membuka tangannya kembali.
Ayahku tahu apa yang dikatakan oleh Zack, seperti sebuah nyali besar untuk terus tenang mengetahui situasi yang tidak pasti. Namun begitu pula Ayahku menenangkan kekuatannya yang dimiliki olehnya.
"Sebentar…."
Ayahku sejenak memanggil Zack yang berbalik badannya, "Aku hanya ingin tahu saja, darimana kau bisa datang atau turun pada anak kedua kita?" tanya Ayahku dengan tenang, "Aku hanya penasaran asalmu belum jelas, walaupun kau dari Benua ********, aku harus pastikan ini sebuah kebetulan atau takdir yang dimiliki oleh anakku," tegas ayahku mengerutkan dahinya.
Zack terhenti sejenak mendengarkan apa yang dikatakan oleh Ayahku, namun ia hanya menggeliat ke belakang saja, tanpa menghadapi Ayahku.
"Kau tahu ini sebuah pertanda apa?" balas kembali dari Zack kemudian ia berjalan menuju arahku, "Kau tanyakan saja, pada anakmu sendiri, bagaimana kedatangan diriku ini."
Dan akhirnya, Zack kembali masuk ke dalam cincin sihir yang ada di tangan kiriku, "Kevin, aku minta kau jelasin saja kembali pada Ayahmu yang bodoh itu, aku sepertinya kesal saja wujudku malah nampak pada kedua orang bodoh itu!" resah Zack bergumam dalam cincin sihirku, "Tapi, aku tidak Zack mengapa reaksi mutiara itu bisa kuat, dan … itunya …."
Akupun mencari mutiara yang aku pegang tadinya, rupanya keberadaan tidak jauh dibelakang tubuhku.
'Pecah?'
Disitulah aku hanya bisa ikhlas untuk menghancurkan mutiara kuat itu, tetapi dalam hatiku senang, barang itu bisa hancur. Karena barang ini membuat aku menampak wujud asli, padahal aku hanya ingin menyimpan identitas untuk waktu lama, jengkelnya itu ketahuan secara singkat.
'Itu benaran pecahkah?' tanya Zack kembali. Lalu aku menjawabnya dengan memejamkan mata, "Iya …."