
...Pesta Perjamuan Kerajaan Ernk (V) ...
...Tujuan Terselubung...
'Aku ingin membebaskan mereka dari Penjara Kerajaan Ernk dan langsung merekrut mereka menjadi bawahanku,' terang aku sambil melirik ke arah cincin sihir.
Zack mendengar tega aku secara terang-terangan, 'Namun, apa kau bisa mempercayai mereka hanya dengan memberi kesepakatan saja Kevin?' tanya Zack dengan memikirkan dampaknya.
Aku pun terpikirkan sama kesepakatan yang Zack katakan. Sehingga membuat aku memikirkan panjang untuk berkata padanya, 'Sesungguhnya aku merasa percaya saja sama mereka karena aku tahu mengetahui karakter yang dimiliki mereka,' sahutku pada Zack rada memarahinya.
Zack hanya menghela napasnya di dalam cincin sihir, 'Huft, setiap hati dan perasaan orang akan berbeda, jika kita tidak mengetahuinya Kevin,' hembus Zack merasa diriku masih belum mendengarkan nasehatnya, 'Tapi, Zack ingin bilang waspada saja pada kedua orang itu. Jika kau tidak memahami apa perkataanku maka kau akan kena getahnya!' sambung Zack mempertegaskan nasehatnya.
'Iya Zack aku tahu mengenai ini. Aku usahakan akan membuat sebuah kelompok kecil yang akan kau segera mengetahuinya,' sahutku sambil berjalan menoleh ke peri kecil yang curiga sama percakapanku.
'Hmmm…'
Sebelumnya saat masih berada di Penjara Bawah Tanah Kerajaan Ernk.
Disaat itu, aku dan Bibi Reina masih memperlanjutkan perjalananku ke berbagai penjara yang ada di bawah tanahnya. Cuma yang aku inginkan masuk kesini, adalah mencari seseorang yang aku inginkan untuk menjadi sebuah anak buahku.
Mengapa aku ingin anak buah, karena ke depannya tujuanku harus membebaskan mereka agar bisa membuat sebuah kelompok kecil buatanku. Kalau tidak, orang tersebut akan diambil oleh Clan Bayangan. Dengan dalih mereka akan membantu membongkar kasus pembunuhan keluarga dia.
Padahal merekalah dalang dari pembunuhan ini, dengan membalikkan fakta dan membantah semua tuntutan bukti asli dari Kerajaan Ernk. Sekilas informasi ini dari novel yang aku baca sebelumnya, oleh karena itu aku membutuhkan mereka dengan membungkamkan fakta yang sebenarnya pada mereka.
"Bibi, apa kita sekarang berada di Penjara Utama dari segala penjara bawah tanah ini?"
Bibi Reina berada di belakangku menjawabnya dengan mengangkat tangan menunjukkan beberapa penjara lainnya, "Iya, ini adalah Penjara Utama isinya hanya tahanan penjahat di usia yang masih muda berumur 11-25 tahun," jawab Bibi Reina, "Namun, tidak luput juga mereka disiksa dan dilatih secara mandiri disini." sambung Bibi Reina menurunkan tangannya menundukkan kepalanya melihat ke arahku.
"Mengapa mereka dilatih Bibi?" tanyaku yang seolah ingin mengetahui sebab mengapa tahanan disini berbeda dari yang lain.
Bibi Reina menjawab dengan rada ragu-ragu membuang mukanya, "Ekh, karena mereka masih muda. Mungkin saja perlu dilatih bakat bertarung untuk bertahan hidup di luar sana,"
"Apakah Bibi tidak terpikirkan jika mereka dibebaskan, mereka akan membalas dendam atas siksaan yang terima ini?" timpalku menambah pertanyaan sekali lagi pada Bibi Reina dengan pertanyaan intensif.
Bibi Reina hanya terdiam mendengarkan pertanyaan ini, ia seolah-olah tidak bisa memberikan tanggapan mengenai hal itu. Jika saja ini bisa terjadi di tahun akan datang apa Kerajaan Ernk akan bersiap menghadapinya.
Bibi Reina menundukkan kepalanya dengan menyampingkan pandangan dariku, aku pun tahu ini pertanyaan yang membuat tanda tanya yang sulit untuk dijawab. Kemungkinan besar jika aku mengetahuinya, tahanan penjahat yang masih mudah ini dibebaskan di Kerajaan Ernk. Perkiraan mereka akan menjadi bermain buat mereka yang berkuasa tertinggi ini untuk menjadi kambing hitam.
Peraturan yang tersembunyi dari Kerajaan Ernk adalah seseorang tahanan yang sudah dilatih selama hukuman yang berlaku pada tahun yang tertentu oleh hakim akan dibebaskan dan diberikan label pada tahanan penjahat sebuah tanda, tapi tanda ini belum bisa aku identifikasi secara jelas.
Begitulah peraturan lama, bagiku sekarang peraturan ini masih berlaku cuma agak menyimpang dari norma lain yang masih digunakan.
"Kalau gitu, Kevin ingin bertemu tahanan penjahat lainnya sebentar saja? Hanya untuk berinteraksi saja apa boleh Bibi?" tanyaku melirik tahanan penjahat yang ingin aku tuju.
Tujuanku sekarang adalah mencari dua orang yang ingin aku tuju dalam sebuah novel, orang itu adalah pembunuh Paman Eric dalam kisah novel sebenarnya. Oleh karena itu aku perlu mengambil langkah untuk mengubah takdir ini.
"Kau ingin berinteraksi dengan siapa Kevin," lirih Bibi Reina merasa tidak beres padaku yang ingin bertemu pada tahanan penjahat.
Seusai pertanyaan aku lontarkan tangan Bibi Reina lalu melipatkan kedua tangan ke dadanya, "Apa yang ingin lakukan Kevin," kelit mata Bibi Reina masih tidak percaya pada hal yang diinginkan olehku.
Bibi Reina yang merasa curiga dengan omonganku lalu aku menjawabnya secara santai, "Sebenarnya, Kevin hanya ingin tahu mereka berlatih apa saja selama di Penjara Utama ini dan pengalaman saja," ucapku memohon pada Bibi Reina, "Bolehlah Bibi, Kevin ingin berbicara sebentar saja habis itu sudahlah." Mohon ku dengan kedua tangan menempel.
Bibi Reina hanya bisa memegang dahinya sambil menggelengkan kepalanya dengan menghela napasnya begitu banyak, "Baiklah, Bibi izinkan Kevin, dengan syarat Kevin harus ditemani oleh beberapa pasukan penjaga di sekitar sini," tuntutan dari Bibi Reina dengan tegas.
Aku pun tersenyum Bibi Reina terpancing oleh keinginanku, "Baiklah Bibi, terima kasih banyak," salamku yang tersenyum memejamkan mata.
Setelahnya Bibi Reina memanggil pasukan penjaga penjara yang berada disekitarnya untuk menemaniku, tidak lama pasukan penjaga penjara mendengar perintah ini mereka bergegas ke hadapan Bibi Reina.
"Iya, Ratu. Apakah ada perintah dari Ratu yang ingin pasukan laksanakan?" ucap pasukan penjaga penjara itu menundukkan kepalanya untuk bertanya pada Bibi Reina.
Bibi Reina tanpa satu pun menggerakkan kepalanya untuk menoleh, kemudian menyuruh mereka untuk melaksanakan perintahnya.
"Aku memanggil kalian disini untuk menjaga salah satu anak kawan sahabatku untuk bertemu tahanan penjahat lain." Ujar Bibi Reina yang rada berwibawa berkata, "Dan aku mau kalian mengerahkan penjagaan ini untuk Kevin sebentar." Perintah Bibi Reina berkata tegasnya.
Perintah dari Bibi Reina akhirnya didengarkan oleh pasukan penjaga penjara, kemudian mereka memberikan hormat dan membalikkan badannya untuk mematahkan ingin berinteraksi ke beberapa tahanan penjahat yang berada di Penjara Utama ini.
Antara enak dan tidak enak terlintas dalam pikiranku karena aku harus dijaga oleh sebagian pasukan yang Bibi Reina perintahkan. Karena waktunya tidak lama aku pun diarahkan oleh pasukan penjaga penjara lainnya, tetapi aku mengelit pandangan aku sedikit di belakang memperhatikan Bibi Reina memberikan pesan pada pasukan penjaga penjara yang di perintahnya.
Dari gerakan bibir Bibi Reina, aku menerka bahwa Bibi Reina berkata, "Awasilah anak itu! apa yang curiga di mata kalian laporkan padaku!" kata Bibi Reina yang aku nerka dengan kepekaan telingaku mendengar bibirnya bergerak berkata tersebut.
Dalam hatiku tersenyum, bahwa Bibi Reina mempunyai tujuan yang terselubung untuk mendekati diriku. Aku juga tidak akan kalah dari tujuan terselubung Bibi Reina.
Tujuan aku sekarang berada di sini adalah mencari seseorang setia dan percaya, ia adalah sebuah rahasia aset berharga. Walaupun Bibi Reina tidak mengetahui bakat dan kemampuan ia. Yang pertama bagiku adalah mengambil orang itu terlebih dahulu.
"Mark Karl orang yang aku cari di Penjara Utama ini dengan membuat sebuah kesepakatan!" pikirku memutuskan untuk bertemu orang ini secara langsung.