Reincarnation Of The Light Family'S Windsword Mage

Reincarnation Of The Light Family'S Windsword Mage
Episode 27 - Pesta Perjamuan Kerajaan Ernk (VIII) Kesempatan



...Pesta Perjamuan Kerajaan Ernk (VIII) ...


...Kesempatan...


"Apa kau berbohong padaku, kalau merekalah dalangnya dalam pembunuhan keluargaku!" guncang emosi Mark Karl memegang bahuku dengan kuat. Karena merasa belum yakin sama jawabanku.


Mark Karl merasa hatinya terguncang dengan kebenarannya yang dikatakan olehku ia meneteskan air mata, "Kau tidak berbohong pada aku, kan? aku tidak tahu ini fakta atau bohongan," tangis Mark Karl masih memegangkan bahuku.


Aku tahu penderitaan yang dialami Mark Karl, kemudian aku memajukan badanku untuk memeluk badanya yang besar dan kekar, "Aku tidak berbohong padamu Mark, memang benar bahwa mereka dalangnya semua. Banyak dari sebagian orang mengetahui ini, cuma mereka menutup fakta ini sedalamnya," lirihku pelan memeluk Mark Karl.


Mark Karl tidak bisa mengingat apa yang bisa ia diketahui, karena dahulu diumur 12 tahun ia dituduh oleh sebagian warga di sana. Padahal ini adalah dalih dari Kepala Clan Bayangan untuk membuat Mark Karl terkekang dan dijebak, sedangkan Paman dan Bibinya berperan sebagai perencanaan pembunuhan dengan menyewa orang Clan Bayangan dengan menargetkan Keluarga Karl untuk dibunuh pada waktu malam hari tiba.


Dari novel sebelumnya, Mark Karl dikenal anak yang disayang oleh orang tuanya dan rajin berlatih pedang, akibat keluarganya tewas, sedangkan ia sendiri selamat dengan bersembunyi di balik dinding rahasia yang tidak diketahui oleh pembunuh bayaran.


Cuma, ketika Mark Karl meminta pertolongan oleh warga sekitar, ia dipukul belakang lehernya oleh seseorang tidak diketahui, masa itu ia berlari ke sebuah desa. Yang tepatnya pelakunya adalah pamannya sendiri. Warga disekitar mengetahui tentang kejadian malam buta pembunuhan tragis keluarga ini, tetapi banyak yang tutup mulut karena tidak ingin terlibat dalam kasus ini yang berujung menjadi saksi atau incaran pembunuh bayaran.


Bisa dibilang Paman Mark Karl membalikkan fakta dan memberikan tuduhan besar pada Mark Karl, dengan sengaja membaringkan tubuh Mark Karl di tubuh mayatnya orang kandung sendiri dengan berbekal sebuah pisau tajam sudah berlumuran darah dan juga memberikan sebuah bukti palsu pada Mark Karl. Seolah-olah ialah tersangkanya.


Akibatnya, Pasukan Kerajaan Ernk memvonis Mark Karl sebagai pelaku di dalam pembunuhan tragis ini, sementara Mark Karl tidak tahu apa-apa. Hanya bisa berontak dan mengatakan kebenaran yang ia lihat, tetapi banyak dihiraukan oleh Pasukan Kerajaan Ernk. Setelahnya, inilah Kepala Clan Bayangan mulai beraksi dengan menolong Mark Karl agar memberi kesan bahwa ia menolong dan membela Mark Karl.


Disinilah Mark Karl dibilang oleh Kepala Clan Bayangan melalui sebuah suara batin yang bergema pada telinganya Mark Karl bahwa komplotan Pasukan Kerajaan Ernk yang telah membunuh keluarganya. Hingga dari situ, Mark Karl tersulut emosi dengan cara membalas berontaknya dengan membangkitkan kekuatan pedang keganasan membunuh Pasukan Kerajaan Ernk yang menangkap dirinya.


Akibatnya banyak sebagian Pasukan Kerajaan Ernk kewalahan menangkapnya, tetapi di pandangan Kepala Clan Bayangan ia menepuk tangan karena sudah berhasil memancing kekuatan kemarahan Mark Karl. Sehingga yang dapat meredam kekuatan keganasan ini adalah Bibi Reina selaku Kepala Biro Keamanan Kerajaan Ernk. Dengan kekuatan sihir airnya, Mark Karl dapat tumbang. Namun, Kepala Clan Bayangan kabur dari tempat tersebut karena ia tahu Bibi Reina menjadikan ia saksi dalam kasus pembunuhan tragis ini.


Oleh karena itu, Mark Karl di umur 12 harus menelan pahitnya kehidupan ia dengan diadili hukuman penjara 25 tahun dengan siksaan yang datang dan memikul batu mineral Kerajaan Ernk dalam pertambangan mineral sebagai sukarelawan sebagai tahanan di sana.


Makanya tidak heran badan ia bisa bagus dan kuat, sayangnya ia harus terkena segel dari Kerajaan Ernk membuat ia tidak bisa memakai sihir keganasan tersebut. Sampai sekarang belum ada bukti yang mencolok dalam kasus pembunuhan tragis Keluarga Karl sudah selesai dengan pelakunya adalah anak kandungnya sendiri.


"Tenang, Mark. Aku akan membantumu, kita akan sama-sama membalas dendammu ini," bujukku meredakan tangisannya.


Mark Karl kemudian melepaskan pelukan dariku dan ia berkata, "Apa, kau akan memberikan aku kesempatan untuk hal ini?" tanya Mark Karl mengelus wajahnya.


"Iya, makanya selama 3 tahun mikirkan matang-matang, selagi aku akan mencari bukti sama jejak paman dan bibimu yang biadab," jawabku.


"Dan juga, kau harus kuat bertahan disini sementara dengan tidak mencurigakan pasukan penjaga penjara lain." Sambungku mengepal tangan menepuk dadaku.


Mark Karl menggeleng kepala, menyahutku dengan serius, "Baiklah, aku akan percaya padamu," sahutku Mark Karl mulai yakin dengan seteguh hatinya.


Aku merasakan lega dan senang bisa mendapatkan kepercayaan sama Mark Karl untuk menjadi bagian dariku.


"Sinilah, Mark. Aku akan menyembuhkan bekas luka cambukanmu," suruhku pada Mark Karl mendekat padaku.


Mark Karl tahu akan hal ia langsung membalikkan badannya, "Oh yah, sebelumnya aku ingin tahu namamu, karena kau sudah mengenalku sebelumnya. Aku jadi canggung ingin memanggilmu apa?" tanya Mark Karl bingung mau memanggilku apa dengan perasaan malunya untuk menoleh kepalanya ke aku.


Aku hanya tertawa geli lagi melihat tingkahnya, "Haha, jangan malu dan sungkan, panggil saja namaku Kevin," jawabku yang masih tertawa.


Mark Karl langsung meresponnya dengan gelagatnya, "Oh, Kevin. Maaf saja jika aku tidak tahu tentang," ucap Mark Karl sudah mengetahui namaku.


Akhirnya, disinilah aku berbincang dengan Mark Karl sepanjang waktu. Sembari aku menyembuhkan badannya dari bekas luka dengan menggunakan keberkahan angin, aku juga berusaha untuk menghapus segel yang membuat ia terikat dan tersiksa. Dengan menggantikan segel itu sebuah ilusi angin untuk menipu mata mereka.


Mark Karl mengamati proses zirah angin ini terbentuk dari anginku, seketika ia merasa kagum dan bahagia badannya bisa sembuh dari luka sebelum menjadi seperti semula, "Terima kasih banyak Kevin, aku sangat puas dengan kau menemaniku di kala kesepianku di penjara gelap ini." salam Mark Karl merasa bahagia atas bantuanku.


"Jangan sungkan, kalau sudah. Aku akan keluar dari sini. Mungkin saja aku sudah di cari oleh bibiku," ucapku berdiri sambil membersihkan baju dan celanaku dengan mengibasnya.


"Memangnya siapa? Bibimu Kevin?" tanya Mark Karl.


Ketika aku beranjak ingin keluar penjara, sempatnya aku menjawab, "Reina Ernk, orang penangkapmu," jawabku ingin usil kepadanya.


Mark Karl mendengarkan ini langsung memalingkan mukanya, karena tidak mau teringat sama masa di tangkapnya.


Aku pun langsung keluar, dengan sihir wujud angin aku berubah menjadi angin dan bisa keluar melewati jeruji besi tersebut. Akan tetapi, sebelum aku meninggal Mark Karl sendiri aku memberikannya sebuah hadiah untuk berjaga-jaga buat ia.


"Mark, kemarilah padaku," panggilku menghadapi jeruji besi ia.


Setelahnya Mark Karl langsung bergegas ke depan jeruji besi, "Apa Kevin, kenapa kau memanggilku?" tanya Mark Karl dengan nada pelannya.


"Sini, tolong tundukkan kepalamu ada sebuah benda yang aku ingin pasangkan," suruhku pada Mark Karl.


Mark Karl pun langsung duduk dengan menundukkan kepalanya ke bawah, kemudian aku memasang sebuah tindik telinga berbentuk sebuah simbol angin di telinga Mark Karl. Awalnya terasa sakit, jika sudah tersambung tindik angin ini akan tersambung ke daun telinganya.


"Apa nih Kevin, kau memasang aku sebuah tindik di telingaku?" tanya Mark Karl mengangkat tangan untuk memeriksa tindik di telinganya.


Dan aku pun menjelaskan kegunaan tindik angin ini, "Ini adalah tindik angin yang aku buat, untukmu agar bisa berkomunikasi denganku dalam jarak jauh. Jika kau kesepian atau apa berbicara saja denganku," jelasku.


"Jadi itu kegunaannya," geleng Mark Karl memejamkan matanya.


"Dan juga, tindik angin tidak terlihat oleh orang lain. Kecuali aku dan kau yang dapat melihat tindik angin," tambahku.


"Oh, baiklah. Ini sangat membantuku untuk tidak cemas memikirkan ini," lirih Mark Karl yang tersenyum riang.


Akhirnya semua selesai dengan tujuan serta kesepakatan yang aku buat untuk Mark Karl sehingga, aku pun memutuskan untuk pergi dari penjara Mark Karl. Tidak lupa Mark Karl melambaikan tangannya padaku, sampai aku harus berurusan dengan pasukan penjaga yang aku serang tadi.


'Zack, bagaimana aku mengurus manusia yang aku serang nih?' tanyaku pada Zack, merasa diriku tidak betah membawa pasukan penjaga ini.


Zack pun memberikan saran padaku, 'Hmmm, sepertinya. Kita memakai sihir ilusi angin saja, untuk membuang pikiran mereka sebelumnya," saran Zack.


'Tapi, aku merasa repot untuk melakukan ini pada mereka,' sahutku.


Zack pun hanya terheran sama pendampingnya yang terlalu malas.


'Yah, haruslah. Kalau dibunuh malah makin buat penasaran Bibi Reina padamu, Cobalah jangan pemalas Tuan!!' erang Zack dalam cincin sihir yang kesal sama pendamping.


'Argh, merepotkan sekali kedua penjaga ini!' keluhku memegang kepala.


'Tapi, sungguh gitu juga mereka nolong Kevin mengarahkan ke penjara Mark Karl,' keluh Zack yang menolak lupa tingkah pendampingnya tidak tahu berterima kasih sama pasukan penjaga penjara. Hingga Zack hanya bisa memegang dahinya mengamati pendamping melakukan sihir ilusi angin tersebut.