Reincarnation Of The Light Family'S Windsword Mage

Reincarnation Of The Light Family'S Windsword Mage
Episode 25 - Pesta Perjamuan Kerajaan Ernk (VI) Kesepakatan antara Kedua Pihak



...Pesta Perjamuan Kerajaan Ernk (VI) ...


...Kesepakatan antara Kedua Pihak...


"Kevin kamu ingin berjalan arah mana lagi?" tanya pasukan penjaga penjara mengikuti aku berjalan menuju beberapa jalan penjara lainnya.


Aku pun melihat sekitarnya mencari sebuah penjara gelap, namun disini hanyalah penjara yang isinya orang menatap diriku tanpa berkedip satupun di depan jeruji besi mereka seperti berdiri memandangku.


"Apa kalian tahu arah penjara Mark Karl," jawabku membalikkan badanku menghadapi mereka.


Tanpa sadar mereka jadi was-was melihat aku membalikkan badan, "Eh, kalau soal penjara Mark Karl kami tahu arahnya. Apa Kevin mau diantar?" gerutu mereka sambil menggaruk kepalanya dan kawannya sebelah terbingung, hanya memperhatikan kawannya berkata.


"Boleh, kalau bisa antar aku ke sana. daripada kita putar-putar tidak karuan membuang waktu saja," lirih dengan pelan berkata pada pasukan penjaga penjara agar tidak mencurigai maksud niatku kesana.


Tidak lama pasukan penjaga penjara menuntun aku berjalan ke sana. Jalan menuju ke sana sangat jauh dan beberapa penjara aku lewati dengan mata sekeliling orang berada di jeruji besi terfokus pada diriku. Memasangkan wajah datar seperti hasrat ingin membunuhku.


Dendam apa saja yang membuat mereka sampai begitu datarnya melihat orang datang, tanpa jelas aku memandang tubuh mereka banyak sekali luka dari penyiksaan yang mereka terima. Aku tidak memikirkan mereka, namun sebagian dari mereka ada yang ingin meminta tolong dan ada tangannya berharap meminta sebuah bantuan.


Aku hanya bisa melirik mereka sekejap saja, sementara yang ingin aku capai masih jauh. Tanpa terasa sekian banyak jalan aku lewati akhirnya bisa sampai juga di tempat penjara Mark Karl.


Ketika aku sampai di tempat tujuan, reaksi dari pasukan penjaga penjara berubah drastis menjadi muka menakutkan. Entah mengapa mereka menjadi penakut ketika sampai di depan penjara Mark Karl padahal jika dilihat penjara Mark Karl sangatlah gelap dan hawanya yang hening persis dengan karakternya yang sudah menyendiri dalam keheningan.


Sampai akhirnya mereka menyampaikan khawatirannya pada kawannya, "Ehm, sekarang kita sudah sampai. apa yang ingin Kevin katakan pada orang gila nih?" ungkap pasukan penjaga penjara berbicara pada kawannya.


Sedangkan kawannya yang mendengar di sebelahnya menegur kawannya tersebut dengan memukul belakang.


Walaupun hanya ungkapan, tapi aku mendengar jelas kekhawatiran mereka.


"Aduh, kenapa kau!" rintih pasukan penjaga penjara dipukulin badannya.


Kawannya berada di sebelahnya menunjukkan tangan telunjuknya ke tangan menyuruh ia untuk diam dan juga memperhatikan Kevin yang maju secara curiga menuju penjara Mark Karl.


Perasaan mereka yang sama-sama memikirkan aku ada hal yang mencurigakan, mereka sepakat menggelengkan dan menggenggam pedangnya di ikat pinggang, sampai memasang ancang-ancang untuk memberi peringatan padaku.


Namun, aku mengetahui pikiran mereka yang sudah siap ancang-ancang. Aku hanya bisa mengangkat kepala ke atas dan sambil berdiri berkacak pinggang, "Kenapa yah setiap orang yang mengancam aku, sering mendapatkan nasib buruk yah?" ujarku mengeruhkan suasana sekitar


Tidak lama, mereka langsung mengeluarkan pedang mereka dari ikat pinggang, "Kau kira kami ini b*doh apa! Melihat tingkahmu yang mencurigakan ini!" Hardik pasukan penjaga penjara mengacungkan pedangnya ke leherku.


Pedang yang begitu mengkilap menggeser sebagian leherku, terluka mengenai sedikit bagian bilahnya.


"Kalau kau punya niat jahat, kau akan kami tangkap atas tuduhan mata-mata yang ingin tahu rahasia Kerajaan Ernk!" Erang kawan pasukan penjaga penjara dengan keras memberikan tuduhan padaku.


Walaupun kedua pedang berada di kiri dan kanan leherku, aku menoleh ke belakang memandang mereka sebagian, "Itulah mengapa aku paling malas kalau sudah berurusan dengan kalian yang meresahkan ini," senyumku memejamkan mata menoleh ke mereka.


Mereka merasa sudah terbukti diriku punya niat jahat, tanpa aba-aba mereka menggerakkan pedang mereka untuk menebas leherku. Tetapi diriku sudah mempersiapkan ilusi angin untuk mereka.


Bruk…


"Serbuk apaan ini!? Ka–"


Bruk…


Tubuh mereka akhirnya tumbang menjadi tidak sadar diri tergeletak di bawah dengan perasaan tenang. Sebelumnya aku sengaja memancing mereka berbicara untuk mengalihkan pandangan mereka dari tanganku, yang bergerak menyiapkan sihir ilusi angin untuk melemparkan langsung ke wajah mereka.


Sehingga ketika mereka sudah siap menggerakkan pedangnya, disitulah aku melemparkan sihir ilusi angin ini, walau ada pengorbanan sebuah luka. Untungnya aku memiliki sihir penyembuh.


Akhirnya di dalam penjara Mark Karl yang penuh kegelapan, muncullah sebagian mata merah terang menyala melihat aksiku yang menyerang pasukan penjaga penjara tadi.


"Wah, sungguh hebat. Baru ini aku melihat kekuatan sihir anak kecil ini dapat meruntuhkan pasukan tingkat atas," puji Mark dari dalam penjaranya dengan kedua matanya masih meremehkanku.


Aku hanya melihat secara sekilas matanya sudah timbul dari gelap itu, aku hanya mencuekkin saja dengan menyembuhkan leherku terlebih dahulu. Kemudian aku duduk di tubuh pasukan penjaga penjara yang tumbang terserang olehku.


Ketika sudah selesai, saat inilah aku mulai berhadapan langsung dengan Mark Karl secara langsung. Mark Karl yang merasa risih dengan berhadapan denganku, lalu ia mengerutkan matanya mengira bahwa ia akan diinterogasi dengan banyak pertanyaan yang di lontarkan.


"Apa tujuan kau kesini anak kecil. Apa kau hanya menginterogasi diriku ini yang banyak terkena fitnah dan tuduhan!" Pekik Mark yang mengerutkan matanya sambil memancarkan aura keganasan padaku.


Aura keganasan yang Mark berikan padaku itu hanya dianggap aura biasa bagiku, karena tubuhku sudah di berikan kekuatan Cincin Roh Spirit Angin, tiba-tiba Zack mengeluarkan kata kasarnya, 'Siapa orang br*ngsek ini! Berani ia memberikan aura keganasan padaku' resah Zack merasakan auranya dilawannya oleh orang tidak kenal.


Aku senang bahwa Zack membela diriku, kemudian aku bertanya padanya, 'Bagaimana Zack? Apa kita langsung saja beri perlawanan pada aura orang ini?' tanyaku yang mencoba memancing Zack marah.


Zack mendengarkan pertanyaanku langsung cepat ia meresponnya, 'Lawan saja, jangan peduli orang sombong itu!' putus Zack menyuruhku langsung melawannya.


Usai putus Zack, aku membalas aura keganasan ini langsung dengan tekanan kuat membuat Mark terpejam matanya. Karena aura anginku membawa Zack merasa terbangun wujudnya memberikan peringatan pada Mark Karl. Akibatnya ia menutupkan matanya dan tidak mengeluarkan aura keganasan padaku.


Suasana yang awal ribut beradu aura, selang kemudian berubah hening sekejap. Aku akan terus menunggu Mark Karl berbicara terlebih dahulu, walau matanya ia sipit-sipitkan seolah ia mengintip padaku. Apa aku masih disini atau pergi.


Beberapa menit terlewati akhirnya, Mark Karl mengeluarkan sepatah katanya, "Siapa kau!" tanya Mark Karl yang matanya menatap dingin padaku.


"Kau tidak perlu mengenal aku. Yang sekarang aku ingin kau membuat kesepakatan denganku!" Usulku dengan menyilangkan tangan.


Mark Karl merasa dirinya seperti diperbudak dengan kesepakatan akhirnya ia berdiri di kegelapan penjaranya, "Tujuan kau membuat kesepakatan dengan aku ini sebagai apa!" Tampik Mark Karl yang ingin menolak kesepakatan itu dengan serius.


Mark Karl yang terlihat emosinya tertahan lalu ia berdiri dengan matanya masih menyala.


"Kalau kau ingin tahu, kau sebagai apa, kau harus setuju dengan kesepakatanku," timpalku melirik matanya Mark Karl yang mengerut. Dengan harapan ia menerimanya, sebaliknya.


Mark Karl menampakkan wujud dirinya dengan tubuh tinggi dan kekar, di hadapan aku langsung di depan jeruji besi dengan perasaan kesal dan marahnya ia memukul tiang besi itu, "Maksud kau apa br*ngsek, kau berani mengancam aku ini seolah-olah aku bisa dipermainkan oleh kau!" Balas Mark Karl yang masih tidak percaya dengan kesepakatanmu.


Aku pun hanya bisa menghela napas merasa kesepakatan yang aku berikan pada Mark Karl gagal. Ujungnya aku hanya bisa menundukkan kepalanya melihat hal lain di sekitarnya saja.